Thursday, December 18, 2008

Mengapa Berat Badan Sulit Dipertahankan?

Banyak sekali beredar iklan yang gencar membantu Anda menurunkan berat badan, dalam tiga hari, seminggu, pokoknya dalam waktu singkat. Cara yang dilakukan juga bermacam-macam, dari kasur pemanas, sabuk elektromagnetik, salep dan sebagainya. Apakah cara-cara tersebut efektif? Mungkin saja berat badan turun, namun begitu asupan makanan berlebih, badan kembali melembung. Mengapa demikian?

Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa lebih sulit mempertahankan berat badan yang telah mati-matian diturunkan. Suatu tim peneliti di Columbia University, New York menunjukkan bahwa penyebabnya adalah turunnya tingkat kandungan hormon leptin yang mengendalikan selera makan.

Mereka menemukan bahwa suntik hormon pada orang yang baru saja menurunkan berat badannya akan mencegah kembalinya ke berat semula. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Clinical Investigation.

Diperkirakan, lebih dari 85 persen penderita kegemukan umumnya sulit mempertahankan berat badan yang telah diturunkan. Sebab, asupan makanan berlebih dapat mengembalikan ke berat sebelumnya.

Dalam penelitian tersebut ditunjukkan bahwa kecenderungan ini berlangsung karena sejumlah perubahan fungsi metabolisme tubuh, hormon, dan sistem syaraf. Tim Columbia yakin perubahan ini didorong rendahnya tingkat kandungan leptin. Hormon tersebut dibuat dalam jaringan lemak dan ketika seseorang kehilangan berat badan, produksi leptinnya turun drastis.
Sebaliknya saat asupan makanan berlebih, kandungan leptin juga naik dan mendorong proses perubahan sebaliknya yang menyebabkan berat badan semakin besar.

Untuk menguji teorinya, para peneliti memberikan dosis leptin kepada sukarelawan berbadan kurus dan berbadan gemuk yang baru saja menurunkan berat badannya. Mereka menemukan adanya perubahan metabolisme dan hormon pada keduanya. Tubuh manusia tidak dapat mencegah kembalinya berat badan ketika proses perubahannya berbalik, kecuali tingkat kandungan leptin dikembalikan ke tingkat yang sama dengan kondisi saat sebelum berat badan turun.

Leptin diketahui memainkan peranan penting dalam mengendalikan selera, tapi penjelasan secara ilmiah belum dapat dipastikan. Injeksi leptin telah digunakan untuk membantu penderita kegemukan - yang juga kekurangan hormon tersebut - untuk mengurangi berat badannya. Namun, pendekatan tersebut tidak akan berguna bagi penderita kegemukan yang kadar leptin tubuhnya normal.

Obat baru

Para peneliti berharap, suatu saat dapat dikembangkan obat baru untuk mempertahankan berat badan yang dapat mengatur fungsi tubuh yang memantau kandungan leptin.
Pemimpin penelitian Dr. Michael Rosenbaum menyatakan, jika ditelusuri, hal tersebut sebenarnya telah mendorong nenek moyang kita untuk mencegah perubahan perilaku lemak. Mereka seringkali makan banyak lemak pada waktu-waktu tertentu saat bahan makanan terbatas.

Saya pikir, lanjut Rosenbaum, faktor genetik manusia diperkaya dengan gen-gen yang mempertahankan berat badan dan kurangnya gen-gen tersebut akan mencegah naiknya berat badan. "Kita telah hidup ratusan ribu tahun sehingga dapat menentukan kapan makan lebih banyak atau mengurangi makan untuk menyimpan energi," kata Rosenbaum. Tapi, mungkin saja kita sekarang hidup pada lingkungan yang tidak mendukung adaptasi melalui cara-cara tersebut.

Dr Ian Campbell, kepala National Obesity Forum juga yakin suatu saat dapat dikembangkan cara pengobatan kegemukan yang mengatur kadar leptin. Meskipun demikain, cara terbaik untuk mengatur berat badan adalah dengan olahraga dan aktivitas fisik.

Ruangan khusus untuk mengobati kegemukan adalah salah satu solusi, tapi gaya hidup dan kebiasaan adalah faktor pertama yang harus ditekankan. Dan yang paling penting, lanjut Campbell, cara mengatur berat badan adalah selalu memantau menu makanan atau diet dan melakukan olahraga secara rutin.

(Sumber: bbc.co.uk -Penulis: Wah-Kompas)

No comments:

Post a Comment