Wednesday, May 28, 2008

Parasetamol, untuk demam & nyeri anak

Di seluruh dunia, tak ada obat bebas yang sedemikian banyak dikonsumsi untuk mengatasi nyeri dan demam si kecil selain parasetamol

"Divinum est opus sedare dolorum". Mengalahkan nyeri adalah urusan para dewa. Itu kata Hipocrates, bapak ilmu kedokteran. Tapi mengatasi nyeri atau demam di kalangan anak-anak bukan hal mudah. Rasa nyeri itu mempengaruhi kondisi mental penderita, seperti rewel, cemas, dan tegang. Jika seseorang yang ingin mengurangi rasa nyeri diharapkan juga berada pada situasi rileks dan tenang.
.
Repotnya, rasa nyeri atau demam justru banyak terjadi pada usia anak-anak. Ini terutama karena anak mudah terkena demam akibat vaksinasi atau kena infeksi virus seperti selesma, influenza atau cacar air. Parasetamol atau sering disebut asetaminofen memiliki peran unik pada anak-anak. Obat ini merupakan terapi lini pertama untuk demam dan nyeri. Tentunya dengan penggunaan sesuai dosis yang dianjurkan.
.
Parasetamol digolongkan sebagai golongan obat bebas lini pertama untuk penghilang nyeri dan penurun panas pada anak-anak, yang digunakan secara oral atau ditelan. Bahkan seorang dokter kerap menanyakan pada orangtua si kecil sebelum meresepkan obat penurun panas, "Punya parasetamol di rumah?" Padahal, secara alamiah, demam tidak memerlukan pengobatan. Obat diberikan untuk memberi sedikit kelegaan karena dilanda nyeri dan tak enak itu. Parasetamol sendiri sifatnya simptomatis, bukan menghilangkan sumber penyakit. Apabila nyeri tak kunjung hilang dalam waktu 3 hari atau sifatnya hanya sesaat dan timbul kembali, berarti tidak bisa diatasi dengan pengobatan sendiri (swa medikasi). Penggunaan harus dihentikan dan konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
.
Menurut Noel Cranswick dari Klinik Pharmakologi Royal Children's Hospital di Victoria, Australia, kemajuan dan tingkat keamanan parasetamol sudah teruji selama 40 tahun lebih. Menurut David Coghlan dari Fellow Center Community Child Health & Ambulatory Paediatrics Research di rumah sakit Royal Children di Australia, parasetamol merupakan obat kedua terbanyak yang diresepkan di Australia, untuk penggunaan secara meluas pengobatan demam akibat infeksi pada anak-anak. Jumlahnya tak kurang sebanyak 4,75 juta unit yang pernah dikeluarkan pada 1996. Parasetamol memang digunakan untuk semua golongan umur. Namun pada golongan obat bebas ia dinyatakan paling aman untuk anak-anak.
.
Bahkan parasetamol telah direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk demam dan nyeri oleh organisasi-organisasi nasional dan internasional, termasuk Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) dan Akademi Pediatrik (Dokter anak) Amerika. Batas aman parasetamol juga amat lebar. Parasetamol memiliki sifat-sifat kemanjuran, tingkat aman, dan tolerabilitas yang baik pada anak-anak seperti pada orang dewasa. Lewat penelitian baru-baru ini oleh Klinik Farmakologi Australia, parasetamol dijuluki sebagai analgesik atau pereda nyeri paling sederhana dan ampuh.
.
Seringkali nyeri pada anak-anak dianggap remeh karena kurangnya pengertian dan pengetahuan tentang nyeri pada anak kecil. Para dokter sering menganggap remeh nyeri pada anak-anak, khususnya pada anak-anak yang pendiam yang tidak dapat mengungkapkan sensasi nyeri yang mereka rasakan. Padahal itu bisa menentukan persepsi anak terhadap nyeri nantinya, contohnya selama masa vaksinasi. Obat ini juga memberi kelegaan di kala anak-anak menghadapi kondisi nyeri pada faringitis (radang tenggorokan) dan otitis media (radang telinga tengah). Selain itu juga dipakai sebagai pereda nyeri setelah operasi. Untuk anak-anak yang mengalami operasi pengambilan tonsil atau amandel diberi pereda nyeri dengan dosis 40 mg/kg per oral sebelum operasi. Atau harus diberikan 1 sampai 2 jam sebelum prosedur bedah untuk memperoleh efek analgesik (pereda nyeri).

Pemberian dosis untuk anak memang bervariasi di banyak negara, namun umumnya 10 sampai 15 mg/kg. Ini dianggap efektif. Namun tak jarang anak-anak menerima dosis 90 mg/kg/hari bila dirawat di rumah sakit. Ini dosis tinggi yang tidak berlaku untuk pemakaian biasa.
Berdasarkan tingkatan usia masa kanak-kanak, pemberian dosis adalah bayi 1 bulan - 2 tahun dalam bentuk beberapa tetes, masa prasekolah (1- 5 tahun) dalam bentuk larutan alkohol/suspensi, masa sekolah (5 - 12 tahun) untuk larutan alkohol dan suspensi jernih dan (7 - 12 tahun) untuk tablet kunyah).

Kendati ada beberapa laporan ke pusat studi keracunan, efek samping parasetamol lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan luas dan jumlah dosis yang digunakan setiap harinya di seluruh dunia. Hanya saja, masyarakat sering melakukan cara salah dalam mengurangi sakit dan demam, dengan mengkonsumsinya secara berlebihan. Padahal, dosis yang berlebihan akan merusakkan hati dan ginjal. Karena digunakan tanpa resep dokter, parasetamol sebaiknya tak diberikan berkepanjangan dan berlebihan.

Tips Pemberian Obat pada Anak.
  • Jauhkan segala obat dari jangkauan anak-anak. Beberapa obat, seperti suplemen zat besi, sangat beracun untuk anak-anak.
  • Gunakan tempat obat yang tertutup, dan jangan pernah meninggalkan kotak obat dalam keadaan terbuka.
  • Tiap kali hendak menggunakan obat tersebut, periksa kembali dosisnya. Ikuti petunjuk label. Jangan pernah menggunakan sendok obat yang sama untuk dua jenis obat yang berbeda.
  • Jangan pernah memberikan obat dengan mengira-ngira ukuran dosisnya. Tanya ahli farmasi untuk meyakinkan bahwa obat yang Anda berikan untuk anak Anda memang sesuai yang dianjurkan.
  • Jangan pernah mengandalkan ingatan akan dosis yang digunakan pada sakit sebelumnya.
  • Bacalah label tiap kali memberikan obat. Tanya dokter atau ahli farmasi sebelum memberikan anak lebih dari satu jenis obat pada saat yang bersamaan.
  • Jangan pernah memberikan obat pada anak-anak kecuali memang dianjurkan untuk mereka seperti yang tertulis dalam label atau atas saran dokter.
  • Jangan menggunakan obat untuk tujuan yang tidak disebutkan dalam label, kecuali dengan petunjuk dokter.
  • Periksakan dulu anak Anda ke dokter sebelum memutuskan memberi mereka aspirin

OBAT ANALGESIK ANTIPIRETIK

Obat saraf dan otot golongan analgesik atau obat yang dapat menghilangkan rasa sakit/ obat nyeri sedangkan obat antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh.
.
Analgesik sendiri dibagi dua yaitu :

1. Analgesik opioid / analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memiliki sifat-sifat seperti opium atau morfin. Golongan obat ini terutama digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri.

Tetap semua analgesik opioid menimbulkan adiksi/ketergantungan, maka usaha untuk mendapatkan suatu analgesik yang ideal masih tetap diteruskan dengan tujuan mendapatkan analgesik yang sama kuat dengan morfin tanpa bahaya adiksi.
.
Ada 3 golongan obat ini yaitu :
  • Obat yang berasal dari opium-morfin,
  • Senyawa semisintetik morfin, dan
  • Senyawa sintetik yang berefek seperti morfin.

2. Analgesik lainnya, Seperti golongan salisilat seperti aspirin, golongan para amino fenol seperti paracetamol, dan golongan lainnya seperti ibuprofen, asam mefenamat, naproksen/naproxen dan banyak lagi. Berikut contoh obat-obat analgesik antipiretik yang beredar di Indonesia :

  • Paracetamol/acetaminophen

Merupakan derivat para amino fenol. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan penggunaan salisilat. Sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Dalam sediaannya sering dikombinasi dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektivitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya.

  • Ibuprofen

Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.

  • Asam mefenamat

Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma, sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung.

  • Tramadol

Tramadol adalah senyawa sintetik yang berefek seperti morfin. Tramadol digunakan untuk sakit nyeri menengah hingga parah. Sediaan tramadol pelepasan lambat digunakan untuk menangani nyeri menengah hingga parah yang memerlukan waktu yang lama. Minumlah tramadol sesuai dosis yang diberikan, jangan minum dengan dosis lebih besar atau lebih lama dari yang diresepkan dokter. Jangan minum tramadol lebih dari 300 mg sehari.

  • Benorylate

Benorylate adalah kombinasi dari parasetamol dan ester aspirin. Obat ini digunakan sebagai obat antiinflamasi dan antipiretik. Untuk pengobatan demam pada anak obat ini bekerja lebih baik dibanding dengan parasetamol dan aspirin dalam penggunaan yang terpisah. Karena obat ini derivat dari aspirin maka obat ini tidak boleh digunakan untuk anak yang mengidap Sindrom Reye.

  • Fentanyl

Fentanyl termasuk obat golongan analgesik narkotika. Analgesik narkotika digunakan sebagai penghilang nyeri. Dalam bentuk sediaan injeksi IM (intramuskular) Fentanyl digunakan untuk menghilangkan sakit yang disebabkan kanker.

Menghilangkan periode sakit pada kanker adalah dengan menghilangkan rasa sakit secara menyeluruh dengan obat untuk mengontrol rasa sakit yang persisten/menetap. Obat Fentanyl digunakan hanya untuk pasien yang siap menggunakan analgesik narkotika.

Fentanyl bekerja di dalam sistem syaraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Beberapa efek samping juga disebabkan oleh aksinya di dalam sistem syaraf pusat. Pada pemakaian yang lama dapat menyebabkan ketergantungan tetapi tidak sering terjadi bila pemakaiannya sesuai dengan aturan.

Ketergantungan biasa terjadi jika pengobatan dihentikan secara mendadak. Sehingga untuk mencegah efek samping tersebut perlu dilakukan penurunan dosis secara bertahap dengan periode tertentu sebelum pengobatan dihentikan.

  • Naproxen
Naproxen termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid. Naproxen bekerja dengan cara menurunkan hormon yang menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri di tubuh.
  • Obat lainnya
Metamizol, Aspirin (Asetosal/ Asam asetil salisilat), Dypirone/Methampiron, Floctafenine, Novaminsulfonicum, dan Sufentanil.

Parasetamol membahayakan ginjal

Parasetamol atau yang disebut juga Asetaminofen, sering digunakan sebagai obat penghilang rasa nyeri atau penurun demam. Ternyata obat ini berbahaya bagi ginjal bila digunakan dalam waktu yang lama. Kebiasaan menggunakan Parasetamol, terutama bagi kaum wanita untuk menghilangkan nyeri seperti pada saat haid, dapat berbahaya, karena akan menurunkan fungsi ginjalnya.

Penelitian ini dilakukan terhadap 1.700 wanita yang diteliti selama lebih dari 11 tahun, yang mengalami penurunan fungsi filtrasi ginjal sebesar 30 persen. Dari penelitian terlihat bahwa wanita yang mengkonsumsi Parasetamol sebanyak 1.500 - 9.000 butir selama hidupnya, berisiko untuk mengalami gangguan ginjal sebesar 64 persen.

Sedang untuk mereka yang mengkonsumsi lebih dari 9.000 tablet, risiko ini meningkat hingga dua kali lipat. Tapi penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara gangguan fungsi ginjal dengan Aspirin atau obat pereda nyeri/inflamasi lainnya seperti golongan anti inflamasi non steroid.

Penelitian ini bukan untuk menghentikan penggunaan Parasetamol. Tapi untuk berhati-hati dalam menggunakannya untuk jangka panjang. Selain itu bagi para peneliti, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pengobatan lain dalam mengatasi rasa nyeri, yang tidak berbahaya bila digunakan untuk waktu yang lama.

Sumber: The Archives of Internal Medicine

Paracetamol (acetaminophen)

Acetaminophen atau paracetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. Setiap kali menderita demam, paracetamol sudah pasti akan menjadi obat yang paling dicari untuk menurunkan panas badan. Kalau di dunia blog kita sering mendengar istilah seleb blog maka di dunia obat, paracetamol bisa kita masukan ke dalam seleb drug alias seleb obat.

Obat yang mempunyai nama generik acetaminophen ini, dijual di pasaran dengan ratusan nama dagang. Beberapa diantaranya adalah Sanmol, Pamol, Fasidol, Panadol, Itramol dan lain lain. Cukup banyak pilihan bukan? Namun tidak usah khawatir walaupun dengan nama dagang, harga obat ini termasuk terjangkau bagi semua kalangan.

Paracetamol utamanya digunakan untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh karena infeksi atau sebab yang lainnya. Disamping itu, paracetamol juga dapat digunakan untuk meringankan gejala nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. Jadi tidak perlu heran bila suatu saat diberikan paracetamol oleh dokter untuk mengatasi sakit kepala atau sakit gigi.

Walaupun sebenarnya obat ini bisa dibeli dengan bebas di warung warung, tetapi dalam penggunaanya tentu saja harus tetap memperhatikan pakem atau dosis yang dianjurkan. Jangan pernah coba coba minum obat ini melebihi dari dosis yang dianjurkan bila ingin selamat. Jangan pula meminum obat ini selama lebih dari 10 hari berturut turut tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat ini juga jangan sembarangan diberikan pada anak dibawah 3 tahun tanpa terlebih dahulu meminta saran dari dokter.

Peringatan diatas bukannya tanpa alasan sebab walaupun paracetamol kelihatan seperti obat yang jinak, namun dibalik semua itu terdapat banyak efek samping yang perlu diwaspadai.
Tetapi hal tersebut tidak usah terlalu dikhawatirkan, asal diminum sesuai dengan anjuran maka efek samping tidak akan pernah muncul dan walaupun muncul, derajatnya sangat ringan.

Segera ke dokter bila salah satu dari tanda berikut muncul setelah anda minum paracetamol. Tanda tanda itu antara lain : terjadi perdarahan ringan sampai berat, keluhan demam dan nyeri tenggorokan tidak berkurang yang kemungkinan disebabkan oleh karena infeksi sehingga perlu penanganan lebih lanjut.

Jika tidak ada masalah di organ hati, dosis maksimum paracetamol untuk orang dewasa adalah 4 gram (4000mg) per hari atau 8 tablet paracetamol 500mg. Bila karena suatu sebab yang tidak jelas pasien bandel minum obat ini melebih dosis maksimum tadi maka jangan heran bila kelak terjadi kerusakan hati yang fatal. Gejala kerusakan hati yang perlu mendapatkan perhatian dan harus segera ke dokter antara lain : mual sampai muntah, kulit dan mata berwarna kekuningan, warna air seni yang pekat seperti teh, nyeri di perut kanan atas, dan rasa lelah dan lemas.

Beberapa reaksi alergi yang dilaporkan sering muncul antara lain : kemerahan pada kulit, gatal, bengkak, dan kesulitan bernafas/sesak. Seperti biasa, bila mengalami tanda tanda diatas setelah minum paracetamol, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani pengobatan dengan paracetamol antara lain, sebelum minum paracetamol, sampaikan ke dokter anda kalau anda sebelumnya pernah mengalami alergi setelah mengkonsumsi paracetamol atau alergi yang disebabkan oleh sebab lain. Selain itu, informasikan pula ke dokter bila anda mempunyai riwayat penyakit khronis seperti penyakit hati, ketergantungan alkohol, dan lain lain. Paracetmol dapat merusak hati, maka bila ditambah dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan maka akan mempercepat terjadinya kerusakan hati.

Paracetamol sering dikombinasikan dengan aspirin untuk mengatasi rasa nyeri pada rematik sebab paracetamol tidak mempunyai efek anti inflamasi seperti aspirin sehingga bila kedua obat ini digabung maka akan didapatkan sinergi pengobatan yang bagus pada penyakit rematik. Paracetamol aman diberikan pada wanita hamil dan menyusui namun tetap dianjurkan pada wanita hamil untuk meminum obat ini bila benar benar membutuhkan dan dalam pengawasan dokter.

Saturday, May 24, 2008

Manfaat alpokat bagi kesehatan

Nama latin : Persea gratissima Gaertn
Sinonim :P. americana, Mill.
Familia :Lauraceae

Uraian :
.
Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya.

Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul.

Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan.

Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

Nama Lokal :

Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Daging buah, daun, biji.

KEGUNAAN:

Daging buah :- Sariawan. - Melembabkan kulit kering.
Daun: - Kencing batu. - Darah tinggi, sakit kepala. - Nyeri syaraf. - Nyeri lambung. - Saluran napas membengkak (bronchial swellings).- Menstruasi tidak teratur.
Biji: - Sakit gigi. - Kencing manis.

PEMAKAIAN

Untuk minum: 3-6 lembar daun.

Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.

CARA PEMAKAIAN:

  1. Sariawan: Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
  2. Kencing batu: 4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
  3. Darah tinggi : 3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.
  4. Kulit muka kering: Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.
  5. Sakit gigi berlubang: Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.
  6. Bengkak karena Peradangan: Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.
  7. Kencing manis: Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
  8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian: Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975).

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Daun: Rasa pahit, kelat. Peluruh kencing. Biji : Anti radang, menghilangkan sakit.

KANDUNGAN KIMIA:

Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.


sumber : iptek.net

Gangliosida Secara Alami Terdapat pada ASI

Nutrisi gangliosida yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan sel syaraf dan memaksimalkan hubungan antar-sel otak pada bayi dan balita secara alami terdapat pada air susu ibu atau ASI.
"Karena itu ibu yang melahirkan dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya," kata Ines Gulardi MSC dari PT Fonerra Brands Indonesia pada acara media edukasi bertema "Peranan Nutrisi Gangliosida (GA) guna mengoptimalkan hubungan antar-sel otak pada bayi dan Balita" di Denpasar, Senin.

Didampingi dr I Gusti Ayu Trisna Windiani SPA dari bagian Tumbuh Kembang Anak RSUP Sanglah Denpasar, ia mengatakan, ASI membantu pembentukan hubungan antar-sel otak, membantu kemampuan belajar dan menyimpan memori.
Selain ASI, pembentukan GA juga dapat diperoleh dari susu, khusus untuk bayi umur satu tahun ke atas.

"Pemberian susu hewani sangat membantu pertumbuhan bayi dan menambah banyaknya jumlah hubungan antar-sel syaraf, sekaligus membantu proses belajar yang semakin baik," kata Ines Gulardi yang juga didampingi Muliaman, Brand Manager Anmum.

Ia menambahkan, selain GA, tumbuh kembangnya bayi juga dipengaruhi oleh stimulan yang diterima. Oleh sebab itu orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan kasih sayang, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Fonterra Brands Indonesia, perusahaan susu dunia asal Selandia Baru, telah memiliki riset dan pengalaman dalam bidang susu dan meluncurkan Annnum essential, susu formula yang mengandung nutrisi unggulan, ujar Ines Gulardi.

Ia menambahkan, gangliosida yang terdapat dalam ASI itu juga terkandung dalam susu sapi dan sumber makanan lainnya yang bisa dikonsumsi manusia secara aman.

Kandungan gangliosida dalam Anmum Essential dapat membantu proses belajar bayi menjadi semakin baik. Sedangkan AA-Dha bermanfaat untuk kematangan visual.Namun ASI merupakan yang terbaik bagi bayi dan mendukung pemberian ASI sebagai makanan alami yang tak tertandingi bagi pertumbuhan bayi secara maksimal.

Untuk itu jika seorang ibu tidak dapat menyusui bayinya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan, ujar Ines Gulardi.

sumber : republika

Cermat Memilih Obat Penurun Demam Dengue

Masih banyak orangtua yang menganggap demam sebagai hal yang lumrah, begitupun dengan upaya penanganannya. Terkait dengan demam berdarah dengue (DBD) yang kini masih mengancam, para orangtua semestinya mengetahui tidak semua demam pada DBD bisa diatasi dengan semua jenis obat penurun demam.

Menurut dokter Hendrawan Nadesul, pada kasus DBD sebaiknya hindari memilih obat anti demam golongan asam salisilat (acetylsalicylate) dan ibuprofen. Kendati obat golongan ini mampu meredakan demam lebih kuat namun efek sampingnya malah memperburuk penyakit DBD. "Efek buruk obat golongan ini berpotensi menimbulkan perdarahan dan sindroma Reye. Itu berarti memperburuk penyakit DBD," katanya.

Pada kasus dengue, sebaiknya ditangani dengan obat penurun demam yang aman. "Obat yang aman untuk menurunkan demam dengue adalah parasetamol yang diikuti dengan asupan cairan yang cukup seperti oralit, jus buah, susu, dan sebagainya," papar dr.Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop Paed, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI.

Ditambahkan oleh Hindra, demam adalah suatu tanda adanya infeksi di dalam tubuh. "Demam diperlukan tubuh untuk menetralisir kuman atau virus," katanya. Pemberian obat penurun demam pun menurut Hindra hanya diperlukan pada fase demam yakni hari kedua dan ketiga dalam perjalanan penyakit DBD.

"Jika suhu tubuh anak sudah di atas 38 derajat, berikan segera obat penurun demam golongan parasetamol dengan dosis 10 mg selang empat jam," jelas Hindra. Pada anak, suhu tubuh normal berkisar antara 36 - 37,5 derajat Celcius. "Jika suhu tubuhnya mencapai 39 derajat, segera kompres dengan air hangat," imbuhnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan AC Nielsen di tahun 2006, terungkap 78 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah produk yang mengandung asam salisilat, sedangkan yang mengonsumsi paracetamol 19 persen dan ibuprofen 2 persen. Sebenarnya konsumsi obat penurun demam golongan asal salisilat dan ibuprofen aman, namun tidak dianjurkan pada anak dengan demam dengue.

Menurut standar organisasi kesehatan dunia (WHO), obat anti demam dengue yang aman adalah paracetamol. "Ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam. Sedangkan asam salisilat diduga akan menimbulkan sindroma Reye (gangguan fungsi hati) dan merangsang lambung," jelas Hindra.

Saat ini obat antidemam (antypyreticum) memang dijual bebas, para orangtua pun cenderung memilih obat secara acak berdasarkan khasiatnya bukan segi keamanannya. Menurut data AC Nielsen, 88 persen para ibu memang membaca label namun yang lebih diperhatikan adalah dosis dan tanggal kadaluarsa, bukan golongan obatnya.

sumber : Kompas

Protein Siput Untuk Obat Nyeri

Conus geographus, siput beracun yang banyak dijumpai di bawah laut tropis khususnya Indonesia dan philiphina. Racun yang dikeluarkan berupa ratusan polipeptida toksik yang digunakan untuk membunuh ikan yang akan dimakan, mengingat binatang ini bersifat karnifora. Salah satu polipeptidnya yang bernama omega-conotoxin MVIIA telah di setujui oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika untuk obat nyeri pada pasien kanker, AIDS dan ganguan syaraf tertentu.

Obat ini di produksi oleh Elan Corporation dengan nama dagang prialt (ziconotide intratechal infusion) dan tercatat sebagai obat pertama yang dikode oleh gene invertebrata dipakai di klinik. Omega-conotoxin MVIIA dapat menghambat transportasi kalsiun di dalam sel saraf yang akan menghantarkan sinyal rasaya nyeri. Di samping juga dari hasil percobaan bahwa senyawa ini memiliki kemampuan penghilang rasa sakit seribu kali lebih ampuh di banding morphine. Salah satu keunggulannya adalah senyawa peptida ini mirip dengan neuropeptida sehingga akan terhindar dari ketergantungan/ketagihan akan obat tersebut.

Senyawa obat ini buah dari penelitian Dr Baldomero M. Olivera, warga Negara philipina yang sekrang bekerja di universitas Utah, Amerika serikat. Pada 1970, Dr olivera berkeinginan melakukan penelitian di philipina, karena tidak memiliki fasilitas di laboratoriumnya akhirnya menentukan pilihan meneliti siput beracun jenis Conus geographus. Namun berkat kerja keras dan ketekunannaya akhirnya penelitiannya membuahkan hasil yang cukup gemilang dan membantu para penderita nyeri yang banyak dialami oleh manusia dengan berbagai sebab.

Ini memberikan teladan bagi para peneliti di Negara-negara yang tidak cukup memeiliki banyak dana penelitian, seperti Indonesia untuk menirustrategi dan usaha kerasnya dalam meneliti.

Sampai saat ini Dr olivera telah berhasil memurnikan 150 peptida dari venom tersebut dan telah mengetahui urutan asam amino lebih dari 2000 jenis peptida racun yang dihasilkan oleh conus/siput laut. Peptida-peptida yang dihasilkan oleh siput ini umumnya memiliki panjang 12 sampai 35 asam amino dan memiliki daya ikat spesifik ke permukaan sel atau reseptornya. Sehingga bekerjanya senyawa tersebut bersifat spesifik sehingga sangat cocok untuk obat. Keunggulan lain senyawa ini adalah sangat cepat beraksi didalam sel serta sangat gampang untuk memproduksinya.

Selain Omega-conotoxin MVIIA, masih ada beberapa senyawa lain yang telah di ujicobakan pada pasien diantaranya Contulakin-G yang bisa di gunakan untuk mengobati epilepsy. Mengingat ada sekitar lebih dari 500 spesies dari siput ini, dan jika masing-masing siput memiliki 50-200 senyawa aktif maka dapat diperkirakan masih ada lebih dari 50000 jenis senyawa aktif yang perpotensi untuk obat-obatan yang belum terungkap.

Indonesia yang kaya laut dan kaya invertebrata-nya termasuk spesies conus tersebut, maka penemuan tersebut membuka peluang besar untuk peneliti Indonesia mengali potensi alamnya untuk penemuan obat baru dan pada akhirya akan mendatangkan devisa dan kemakmuran masyarakat.Widodo, Tsukuba University

sumber : beritaiptek

MENCERMATI KOMPOSISI OBAT INFLUENZA

Influenza atau biasa dikenal dengan flu merupakan penyakit yang seringkali diderita oleh kita. Diperkirakan setiap orang paling tidak mengalami penyakit itu 12 kali dalam setahun.biasanya pada musim dingin. Flu menyerang seseorang yang berada dalam kondisi lemah sehingga mengganggu pembentukan antibodi tubuh yang merupakan benteng pertahanan terhadap penyakit.

Influenza atau biasa dikenal dengan flu merupakan penyakit yang seringkali diderita oleh kita. Diperkirakan setiap orang paling tidak mengalami penyakit itu 12 kali dalam setahun.biasanya pada musim dingin. Flu menyerang seseorang yang berada dalam kondisi lemah sehingga mengganggu pembentukan antibodi tubuh yang merupakan benteng pertahanan terhadap penyakit.

Penyakit ini dapat sangat mengganggu aktivitas. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit ini sangat mudah menular. Penularannya biasa terjadi melalui udara. Jadi, jika ada teman Anda terkena flu, untuk mengurangi kemungkinan penularannya, maka menjauhlah. Atau pikirkanlah untuk menggunakan masker: Anda yang menggunakan atau teman penderita flu tersebut yang menggunakannya.

Pada umumnya penyakit flu menyerang seseorang secara perlahan. Satu atau dua hari setelah terinfeksi oleh virus maka Anda akan merasakan gejala yang sangat mengganggu.
Sewaktu terkena flu, tindakan spontan adalah mencari obat flu. Patut dicermati, apakah obat yang Anda gunakan memang efektif untuk mengatasi influenza?

TIDAK PERLU ANTIBIOTIK

Flu merupakan penyakit yang pada dasarnya merupakan gangguan pada saluran napas, yang disebabkan oleh virus. Berdasarkan penyebabnya, sebenarnya penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya (self limmitted disease), bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang. Jika Anda sedang berada dalam kondisi lelah, dan daya tahan tubuh menurun, maka dengan mudah Anda akan terkena flu.

Yang dikhawatirkan adalah terjadinya infeksi sekunder, pada daerah telinga tengah dan sinus, atau mungkin juga terjadi gangguan pada otak. Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga Anda tidak perlu mengkonsumsi antibiotik. Kecuali telah terjadi infeksi sekunder dan dokter menyuruh Anda meminum antibiotik.
Influenza merupakan gangguan pada sistem pernapasan. Karena sistem pernapasan juga berhubungan dengan organ lain dalam tubuh, maka akan muncul pula gangguan lain, semisal gangguan pada sistem keseimbangan atau pendengaran. Bila terjadi infeksi sekunder bisa mengakibatkan ganguan dalam berbicara. Selain itu yang berbahaya bisa pula berkomplikasi ke otak Anda.

Sedangkan dalam perkembangannya penyakit itu bisa bermanifestasi dalam berbagai hal semisal demam, sakit kepala, batuk, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan rasa tidak nyaman diseluruh tubuh. Beberapa obat influenza yang terdapat di pasaran biasanya ditujukan untuk mengatasi gejala yang muncul tersebut.

Pada umumnya obat flu yang beredar di pasaran (baik obat bebas atau bebas terbatas) memiliki komposisi yang hampir sama, yaitu : analgetik/antipiretik (penghilang demam atau nyeri yang mengganggu), obat batuk, antihistamin, pelega hidung yang tersumbat (Dekongestan), dan zat tambahan lain.

Anda tak perlu ragu membeli obat bebas karena aman. Kecuali obat palsu. Soalnya, tak sembarang produk farmasi bisa lolos di pasaran sebagai obat bebas. Cuma, Anda patut tahu apa saja isinya dan efek sampingnya.

Antipiretik/Analgetik

Sesuai dengan namanya antipiretik (penghilang demam) dan analgetik (penghilang rasa sakit), maka zat aktif ini berguna untuk menurunkan panas, menghilangkan pusing yang biasanya menyertai penyakit influenza. Zat aktifnya merupakan zat golongan AINS (antiinflamasi nonstroreid), yang biasa digunakan adalah parasetamol, asetosal. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara menekan prostaglandin, semacam zat yang dikeluarkan oleh tubuh yang sedang mengalami peradangan. Prostaglandin ini yang merupakan biang keladi timbulnya panas. Dengan menekan pengeluaran prostaglandin, maka panas yang muncul bisa berkurang.
Efek samping dari zat aktif ini bermacam-macam. Antara lain, parasetamol dapat mengakibatkan gangguan pada hati. Sedangkan asetosal dapat mengakibatkan gangguan pada saluran cerna bila digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Mengatasi Batuk

Perlu Anda ketahui bahwa sesungguhnya batuk tersebut merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Jika terdapat kotoran pada saluran pernapasan, maka daerah di saluran pernapasan akan memberikan informasi kepada otak untuk mengeluarkan kotoran tersebut. Maka terjadilah mekanisme batuk. Meskipun merupakan sebuah mekanisme perlindungan tubuh, bila terlampau sering maka tentu saja akan mengganggu kenyamanan Anda.

Obat batuk yang ada di pasaran terbagi menjadi dua golongan. Yang pertama adalah golongan pengencer lendir. Sedangkan golongan kedua bekerja pada otak untuk menghentikan perintah melakukan batuk. Zat aktif dari obat batuk yang merupakan pengencer lendir, di antaranya adalah amonium klorida, natrium sitrat, bromheksin.

Sedangkan golongan kedua yaitu penekan batuk, biasanya diberikan pada batuk yang kering dan dapat mengakibatkan nyeri pada tenggorokan.

Zat aktif yang memiliki mekanisme penekan batuk di otak diantaranya adalah gliseril guaicolat, kodein, dextrometorfan. Efek sampingnya, dapat mengakibatkan terkumpulnya lendir. Jadi, sehingga sebaiknya jangan digunakan pada penderita asma karena dapat memperparah sumbatannya.

Antihistamin

Zat aktif golongan antihistamin bekerja untuk menghambat pengeluaran histamin, yakni senyawa yang akan muncul pada kondisi dimana terjadi reaksi alergi. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan lendir keluar terus menerus dan hidung menjadi tersumbat.
Zat yang termasuk dalam glongan ini dan biasa digunakan dalam obat-obat influenza adalah prometazin dan harus diwaspadai bahwa golongan ini dapat menimbulkan rasa kantuk dan gangguan saluran cerna bila digunakan dalam kurun waktu yang lama.

Pelega Hidung Tersumbat

Disebut juga dengan dekongestan. Mekanisme kerjanya adalah dengan melakukan penyempitan pembuluh darah kecil di sekitar hidung. Pada kondisi influenza, terjadi pelebaran pada pembuluh darah kecil (kapiler) pada daerah hidung sehingga dapat mengakibatkan sumbatan. Dengan adanya penyempitan dari pembuluh darah kapiler, maka hidung dapat menjadi lega kembali.
Zat aktif yang digunakan untuk mengatasi adanya sumbatan dalam hidung adalah pseudoefedrin dan fenilpropanolamin. Perlu Anda ketahui, karena mekanisme kerjanya adalah mengakibatkan penyempitan dari pembuluh darah, maka penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) perlu waspada menggunakannya. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan inhaler yang bekerja secara lokal.

MEMILIH YANG RASIONAL

Semakin sedikit zat aktif dalam obat flu, maka komposisinya semakin rasional. Pilih obat flu yang mengandung maksimal tiga zat aktif. Misalnya mengandung analgetik/antipiretik, pereda batuk, dan pelega hidung tersumbat. Di pasaran, obat flu yang dijual bebas tersedia dalam berbagai macam komposisi. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kondisi Anda. Selanjutnya jika Anda tidak merasakan hidung tersumbat, maka Anda tidak perlu untuk menggunakan obat yang berguna untuk melegakan hidung.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam penyakit influenza adalah terjadinya infeksi sekunder. Artinya, gejala yang timbul sebenarnya bukan sekadar influenza biasa, melainkan merupakan manifestasi dari penyakit berat dalam diri Anda. Kondisi yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah panas yang tidak turun meskipun telah mendapatkan obat antidemam; lendir yang berubah warna menjadi kuning atau hijau dan bertambah kental. Pada penyakit yang lebih parah, bisa terdapat darah pada lendir tersebut.

Batuk yang tidak kunjung hilang juga harus Anda perhatikan. Begitu pula dengan demam yang makin menjadi-jadi. Anda patut curiga ada sesuatu yang tak beres pada diri Anda. Selain itu perlu pula diperhatikan adanya keluhan tambahan semisal dada menjadi sakit terutama saat bernapas. Jika hal itu terjadi setelah Anda membeli obat, maka Anda harus segera berkonsultasi kepada dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut.

KESEMBUHAN DARI DIRI SENDIRI

Perlu Anda ketahui bahwa semua obat-obat tersebut tidak membunuh virus yang mengakibatkan influenza melainkan hanya meringankan gejala yang muncul. Selain menggunakan obat-obatan, sesungguhnya Anda dapat mengatasi penyakit ini dengan cara yang tidak terlampau rumit. Seperti beristirahat yang cukup, memperhatikan asupan makanan yang bergizi dan mengandung protein. Selain itu, hindari berada dalam ruangan dingin atau tidak meminum air dingin. Proses penyembuhan influenza yang Anda alami akan lebih cepat.

PERHATIKAN DOSIS

Seringkali Anda merasa bahwa penyakit yang Anda derita demikian berat, atau Anda merasa bahwa keluhannya tidak hilang setelah minum obat. Anda lantas merasa perlu menggunakan obat flu tersebut lebih besar dari dosis yang telah ditetapkan. Pandangan ini sangat keliru, karena perusahaan obat telah menetapkan dosis berdasarkan dosis efektif yang dibutuhkan oleh tubuh. Artinya dengan dosis tersebut maka kandungan zat aktif obat akan bekerja dengan efektif di dalam tubuh. Jadi tidak ada gunanya sama sekali kalau Anda menggunakannya melebihi dosis. Anda beruntung kalau zat aktif tersebut dapat keluar dari tubuh melalui air seni atau kotoran Anda, namun bila zat tersebut mengendap dalam tubuh, urusannya bisa berabe.
sumber : humanmedicine

PASIEN DEMAM JANGAN DISELIMUTI

Apa yang mesti dilakukan bila ada anggota keluarga Anda terserang demam? Pertama, ia harus istirahat. Menyelimutinya dengan selimut tebal - ini yang kerap terjadi - justru tidak dibenarkan. Udara tubuh yang panas malah tidak bisa menguap sehingga suhu akan tambah naik; anak-anak malah bisa kejang (stuip). Rasa dingin terjadi karena suhu tubuh sedang naik mendadak.

Tindakan paling baik ialah menyeka seluruh tubuh penderita dengan kain basah terus-menerus selama 5 - 7 menit. Dengan menguapnya air dari kulit, tubuh akan ikut didinginkan sehingga biasanya dalam jangka waktu itu suhu tubuh sudah turun. Tidak baik memakai alkohol untuk tujuan ini karena alkohol akan diserap melalui kulit. Melakukan kompres hanya di kepala juga tidak efektif karena kontak permukaan terlalu kecil. Tetapi penderita harus diberi minum banyak untuk ikut mendinginkan tubuhnya.

Demam atau panas memang gejala yang dapat berdiri sendiri atau bagian dari kumpulan gejala suatu penyakit. Demam itu suatu tanda yang penting untuk diperhatikan, karena pada awalnya sering tidak atau belum dapat diketahui penyebabnya, dan berbahaya atau tidaknya.

Bila kita demam, sebaiknya ukur suhu ketiak di termometer empat kali sehari tiap 4 - 5 jam. Suhu ini dicatat karena akan berguna untuk diperlihatkan pada dokter. Ia yang nanti akan memeriksanya dapat memperoleh kesan jenis penyakitnya dari naik-turunnya suhu badan.
Misalnya suhu pada penyakit tifus pada 3 - 4 hari pertama hanya naik malam hari; pagi hilang panasnya. Demam karena tifus hampir selalu dimulai dengan suhu yang tidak terlalu tinggi pada hari-hari permulaan. Jadi, bila suhu badan hari pertama sudah sekitar 39 - 400 disertai menggigil, hampir pasti ini bukan tifus. Tifus baru dicurigai bila demam sudah berjalan 4 - 5 hari atau lebih.

Sebaliknya, demam yang pada hari pertama sudah mendadak tinggi, biasanya disebabkan oleh penyakit akibat virus, seperti influenza atau demam berdarah. Tentu ada banyak penyakit infeksi lain yang pola suhunya mirip tifus atau infeksi virus, namun di Indonesia dapat dikatakan 90% demam yang mendadak tinggi disebabkan oleh virus. Karena itu demam yang sudah diderita lebih dari 2 - 3 hari perlu dikonsultasikan ke dokter karena perlu ditentukan penyebabnya. Di negara kita, salah satu penyebab yang sangat dikhawatirkan ialah demam berdarah, yang banyak terjadi di musim penghujan.

Bila pelbagai upaya awal untuk menurunkan demam tidak berhasil, penderita dapat diberi obat penurun panas yang juga mempunyai sifat mengurangi rasa sakit, pegal, dan sakit kepala.

Obat pilihan pertama ialah parasetamol yang dijual dengan berbagai nama dagang. Semua obat yang dijual bebas, menurut peraturan Depkes, harus memuat nama generik di bawah nama dagangnya, tercantum di bawah “kandungan”. Namun patut diingat, bila gejalanya hanya demam, tidak dibenarkan untuk menggunakan parasetamol yang dicampur dengan bahan aktif lain, misalnya untuk pilek, batuk, dsb. Tambahan bahan lain itu selain tidak dibutuhkan, juga menjadikan obat lebih mahal. Belum lagi bila menimbulkan efek sampingan, akan menjadi mubazir.

Obat lain yang juga baik ialah ibuprofen karena efektif dan aman, namun mungkin belum terkenal di masyarakat. Asetosal (dikenal sebagai aspirin) tidak dianjurkan bila tidak tahan lambungnya, karena sifat asamnya. Asetosal dalam dosis 1 tablet dewasa menyebabkan darah menjadi encer, sehingga perdarahan (seperti dalam haid atau terluka) akan sulit berhenti karena darah tidak dapat membeku. Asetosal juga tidak dianjurkan bila penyebab demam ialah virus (campak, cacar air, dsb.), terutama pada anak, karena asetosal dihubungkan dengan komplikasi fatal yang disebut Reye syndrome.

Pilihan lain yang tidak termasuk golongan obat bebas ialah asam mefenamat (kecuali yang 250 mg untuk orang dewasa) yang dikenal masyarakat sebagai Ponstan, dan dipiron (dikenal sebagai Antalgin atau Novalgin). Kedua obat ini tidak dibenarkan dibeli di toko obat atau apotek, karena harus memakai resep. Seperti diketahui, kemasan obat bebas ditandai dengan lingkaran hijau atau biru, sedangkan obat resep lingkaran merah. (Prof. dr. Iwan Darmansjah, Sp.FK)
sumber : intisari

Betulkah aspirin berbahaya

Aspirin telah lama dikenal sebagai 'obat mujarab' untuk menghilangkan rasa nyeri. Di tahun 1970an, para peneliti menemukan keuntungan aspirin untuk mencegah serangan jantung. Dari penelitian tsb ditemukan fakta ternyata aspirin dapat juga mencegah serangan jantung pertama dan kedua, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Aspirin mengandung asam asetilsalilat atau asam asetosal. Sifat asam jenis ini adalah mengencerkan darah dan mengurangi penggumpalan darah. Tapi asam ini berbahaya bagi penderita maag serta tukak lambung karena bisa mengakibatkan iritasi pada lambung. Jadi aspirin hanya boleh diminum bila penderita sakit kepala tidak memiliki penyakit maag dan penyakit kelainan pembuluh darah.

Asam asetosal atau aspirin ini juga tidak boleh diberikan pada anak yang terkena demam berdarah karena efeknya dapat mengurangi penggumpalan darah dan dapat memperberat perdarahan pada anak.

Aspirin mengandung asam asetosal 500 mg dengan dosis maks 3000 mg per hari. Yang umum digunakan adalah 3 x 500 mg perhari untuk orang dewasa. Adapun asam asetosal 80 mg biasanya digunakan oleh dokter untuk penderita penyakit jantung.

Hingga kini telah banyak dilakukan penelitian laiinnya untuk melihat manfaat lain dari obat ini. Yang sudah ditemukan, adalah untuk melindungi seseorang dari kanker mulut, tenggorokan dan kerongkongan. Diketahui pula ternyata aspirin dapat mengurangi risiko dari serangan kanker usus besar ( kanker kolon ).

Friday, May 23, 2008

Lambung Kosong, Jangan Minum Obat Nyeri

OBAT mengurangi rasa sakit atau nyeri, digolongkan sebagai analgesik antipiretik dan analgesik antiinflamasi non steroid. Golongan obat ini dapat mengatasi rasa sakit yang sifatnya ringan sampai sedang. Misalnya, sakit kepala, sakit gigi, sakit otot (malgia), dan sakit sendi.

Namun untuk mengurangi kemungkinan iritasi saluran cerna, obat pereda sakit dianjurkan diminum sesudah makan, dan jangan sekali-kali menggunakan obat pereda nyeri dalam keadaan lambung kosong.

Sebagian dari golongan obat pereda sakit antiinflamasi, dapat menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Namun, karena khasiat antiinflamasi, obat pereda sakit antiinflamasi hanya dianjurkan untuk menghilangkan rasa pada inflamasi, antara lain berbagai jenis radang sendi atau tulang.

Berdasarkan khasiat dan indikasi utamanya, obat pereda sakit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Ada yang digunakan mengatasi rasa sakit/nyeri ringan sampai sedang, semacam sakit kepala, sakit gigi, nyeri hati, nyeri otot, sakit persendian dan neuralgia. Untuk mengatasi nyeri seperti itu dapat digunakan obat jenis aspirin atau asetosal, salisilamida, antalgin dan asam mefemat.

Obat pereda sakit golongan kedua biasanya digunakan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat atau demam. Semua obat pereda sakit ringan dan sedang sebetulnya mempunyai khasiat antidemam. Namun untuk menurunkan demam sebaiknya digunakan parasetamol yang efek sampingnya lebih ringan, atau dapat juga dipakai aspirin.

Obat pereda sakit yang diindikasikan hanya untuk nyeri hebat akibat inflamasi, digolongkan sebagai obat analgesik antiinflamasi non steroid. Contoh obat pereda nyeri antiinflamasi non steroid itu adalah diklofenak, ibuprofen, dan ketoprolen yang biasa digunakan pada radang sendi (artritis), artritis rematoid, dan ostoeariritis. Obat pereda nyeri dari golongan ini tidak dianjurkan untuk mengatasi rasa sakit yang sifatnya ringan sampai sedang, juga tidak untuk demam, mengingat efek sampingnya.

Nyeri Suatu Peringatan

Rasa sakit atau nyeri sebenarnya merupakan suatu tanda atau peringatan yang menyatakan bahwa di bagian tubuh ada suatu masalah. Rasa sakit itu timbul karena adanya suatu rangsangan yang sampai ke reseptor rasa sakit, yang kemudian diteruskan ke pusat nyeri. Timbulnya masalah atau ketidaknormalan itu dapat karena adanya rangsangan kimiawi, rangsangan termis atau panas, toksin bakteri akibat infeksi, rangsangan mekanik seperti trauma maupun desakan jaringan tumor.

Melalui serangan reaksi, rangsangan yang mengenai sel tubuh itu akan menghasilkan suatu zat atau senyawa yang dikenal sebagai prostaglandin (PG). PG inilah yang antara lain berperan terhadap timbulnya rasa sakit atau nyeri, demam serta reaksi inflamasi.

Mekanisme kerja obat pereda nyeri antara lain mempengaruhi pusat pengatur suhu yang berada di hipotalumus. Obat ini dapat menambah pengeluaran panas bagi yang sedang menderita demam, menghambat pembentukan prostaglandin, dan meningkatkan ambang rasa sakit.

Obat pereda sakit juga mempunyai efek samping yang dapat timbul sewaktu-waktu. Yakni reaksi yang merugikan atau tidak diinginkan, akibat penggunaan obat dengan dosis yang biasanya digunakan untuk pengobatan. Semua obat dapat menyebabkan efek samping. Hanya tentu saja frekuensi, jenis dan berat ringannya dapat berbeda antara obat yang satu dengan lainnya.

Reaksi efek samping obat ini sering tidak dapat dihindari. Namun dapat diperingan dengan dosis sekecil mungkin, tapi masih tetap efektif. Tujuan pemakaiannya harus tepat, dan usahakan tidak menggunakan bermacam-macam obat sekaligus kecuali kalau memang dibutuhkan atau atas petunjuk dokter. Yang penting kenali juga kontra indikasinya.

Terjadi Iritasi

Obat pereda nyeri, dapat juga menimbulkan reaksi alergi dengan gejala gatal, merah dan iritasi saluran cerna. Untuk mengurangi kemungkinan iritasi saluran cerna, obat pereda sakit dianjurkan diminum sesudah makan, dan jangan sekali-kali menggunakan obat pereda nyeri dalam keadaan lambung kosong.

Obat pereda nyeri ini akan lebih berbahaya bila diberikan kepada penderita dengan luka di dinding lambung atau usus. Keparahan iritasi yang ditimbulkan, tentu saja dapat berbeda-beda untuk setiap obat.

Bila obat-obatan ini terlalu sering digunakan, apalagi bila dengan dosis tinggi, mungkin akan merusak fungsi ginjal atau hepar. Dan juga dapat menyebabkan gangguan darah. Obat pereda nyeri sebaiknya tidak terlalu sering digunakan, kecuali bila memang dibutuhkan. Bagi yang cukup sering memakai obat-obat pereda nyeri diharapkan sekali-kali melakukan kontrol pemeriksaan darah.

Obat pereda nyeri cukup banyak yang dijual bebas karena kebanyakan mengandung parasetamol dan asetosal. Tetapi untuk yang mengandung metamperon dan obat golongan antiinflamasi non steroid sebaiknya digunakan atas petunjuk dokter.
Penggunaan obat-obatan seperti parasetamol, antalgin, dan pereda sakit lainnya hanya merupakan, pengobatan simptomatis. Maksudnya, obat itu hanya dapat mengatasi simptom atau gejala penyakit tetapi tidak dapat mengobati penyebab penyakitnya.

Jadi, jika seseorang menderita sakit gigi karena infeksi misalnya, maka penyakitnya itu baru akan sembuh betul bila pemakaian obat pereda sakit itu disertai dengan obat antiinfeksi. Karena sifatnya hanya sebagai obat simptomatik, maka sebaiknya digunakan sesingkat mungkin. (dr B Lutfi-35)
sumber : suara merdeka

Monday, May 19, 2008

Aspirin

Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat dari keluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung.

Asal dari obat yang dikenal dengan "Aspirin" - ternyata dari jaman Yunani kuno, dan diperkenalkan oleh Bapak Para Dokter se-dunia - yaitu Hippocrates. Tentu saja Hippocrates tidak menyebut Aspirin, melainkan menyebut tumbuhan bernama willow yang bila batangnya dikeringkan dan dijadikan bubuk, dapat menghilangkan rasa sakit.

Ribuan tahun berlalu, hingga di tahun 1829, para ilmuwan berhasil mengisolasi bahan dalam tumbuhan willow yang berfungsi meredakan rasa sakit. Bahan tersebut bernama salicin. Bahan ini dapat menghilangkan sakit, tapi memiliki efek samping terhadap perut - manfaat dan mudaratnya sama besar. Tentu saja harus ada jalan keluar. Di tahun 1853, seorang ahli kimia Perancis bernama Charles Frederic Gerhardt berhasil menetralkan salicin alami menjadi asam salisilat (salicylic acid) lewat penyanggaan (buffering) dengan natrium dan asam asetat. Asam salisilat ini lebih "ramah" terhadap perut.

Di tahun 1899, seorang ahli kimia Jerman, bernama Felix Hoffmann, yang bekerja bagi Bayer, menemukan kembali formula Gerhardt. Hoffmann membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya muncul di pasar dengan nama pasaran "Aspirin".

Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land der Ideen ("Jerman, negeri berbagai ide").

Aspirin

Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat dari keluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung.

Asal dari obat yang dikenal dengan "Aspirin" - ternyata dari jaman Yunani kuno, dan diperkenalkan oleh Bapak Para Dokter se-dunia - yaitu Hippocrates. Tentu saja Hippocrates tidak menyebut Aspirin, melainkan menyebut tumbuhan bernama willow yang bila batangnya dikeringkan dan dijadikan bubuk, dapat menghilangkan rasa sakit.

Ribuan tahun berlalu, hingga di tahun 1829, para ilmuwan berhasil mengisolasi bahan dalam tumbuhan willow yang berfungsi meredakan rasa sakit. Bahan tersebut bernama salicin. Bahan ini dapat menghilangkan sakit, tapi memiliki efek samping terhadap perut - manfaat dan mudaratnya sama besar. Tentu saja harus ada jalan keluar. Di tahun 1853, seorang ahli kimia Perancis bernama Charles Frederic Gerhardt berhasil menetralkan salicin alami menjadi asam salisilat (salicylic acid) lewat penyanggaan (buffering) dengan natrium dan asam asetat. Asam salisilat ini lebih "ramah" terhadap perut.

Di tahun 1899, seorang ahli kimia Jerman, bernama Felix Hoffmann, yang bekerja bagi Bayer, menemukan kembali formula Gerhardt. Hoffmann membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya muncul di pasar dengan nama pasaran "Aspirin".

Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land der Ideen ("Jerman, negeri berbagai ide").

Sunday, May 4, 2008

Terima Kasih

Terima kasih sudah menghubungi kami, jika tidak ada halangan kami akan segera membalasnya.

Silahkan klik disini atau klik gambar di bawah untuk kembali ke halaman utama.


Hormat kami,
Cari Obat Untuk Kesehatan


Terima Kasih

Terima kasih sudah menghubungi kami, jika tidak ada halangan kami akan segera membalasnya.

Silahkan klik disini atau klik gambar di bawah untuk kembali ke halaman utama.


Hormat kami,
Cari Obat Untuk Kesehatan