Showing posts with label Wasir. Show all posts
Showing posts with label Wasir. Show all posts

Monday, September 1, 2008

Andong untuk batuk darah dan wasir

Andong
(Cordyline fruticosa (L) A. Cheval.)

Sinonim :
Asperagus terminalis L. Cordyline terminalis (L.) Kunth.

Familia :
Agavaceae (Liliaceae).

Uraian :
Perdu bercabang; tinggi 2-4 m. Ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin. Daun pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung kebelakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat. Dari Asia Timur. Di kebun dan pagar, di kuburan; 1-1.900 m. Bagian yang digunakan Daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Bak juwang, Laklak (Aceh); Kalinjuhang Katunggal, Linjuang, Si linjuang (Batak); Anjiluwang, Jiluwang, Lanjuwang, Linjuwang (Makasar); Anderuwang (Lampung); Renjuwang, Sabang, Sawang (Dayak); Hanjuwang (Sunda); Andong, Endong (Jawa); Andong, Endong, Handwang (BaIi); Tabongo (Gr); Panili, Siri (Ms); Panyaureng, Siri (Bg); Ai buru (Sr); Weluga, Werusisi, Wersingin (Ab); Yasir (Ij); Pitako (Hm). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cordylinae Folium; Daun Andong.

Komposisi :
Kandungan Kimia Steroida, saponin, dam polisakarida.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan. KHASIAT Hemostatik dan anti bengkak.

KEGUNAAN:

1.Batuk darah.
2.Disentri.
3.Haid terlalu banyak.
4.Wasir berdarah.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk Darah, Haid terlalu banyak
Ramuan:
Daun Andong segar 5 helai
Air secukupnya

Cara pembuatan:
Dibuat infus, diseduh, atau dipipis.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipis, diminurn 1 kali sehari 1/4 cangkir.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Wasir
Ramuan:
Daun Andong segar 3 helai
Daun Wungu segar 7 helai
Air matang secukupnya

Cara pembuatan:
Dipipis.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir.

Lama pengobatan:
Diulangi selama 14 hari.(iptek)

Andong untuk batuk darah dan wasir

Andong
(Cordyline fruticosa (L) A. Cheval.)

Sinonim :
Asperagus terminalis L. Cordyline terminalis (L.) Kunth.

Familia :
Agavaceae (Liliaceae).

Uraian :
Perdu bercabang; tinggi 2-4 m. Ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin. Daun pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung kebelakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat. Dari Asia Timur. Di kebun dan pagar, di kuburan; 1-1.900 m. Bagian yang digunakan Daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Bak juwang, Laklak (Aceh); Kalinjuhang Katunggal, Linjuang, Si linjuang (Batak); Anjiluwang, Jiluwang, Lanjuwang, Linjuwang (Makasar); Anderuwang (Lampung); Renjuwang, Sabang, Sawang (Dayak); Hanjuwang (Sunda); Andong, Endong (Jawa); Andong, Endong, Handwang (BaIi); Tabongo (Gr); Panili, Siri (Ms); Panyaureng, Siri (Bg); Ai buru (Sr); Weluga, Werusisi, Wersingin (Ab); Yasir (Ij); Pitako (Hm). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cordylinae Folium; Daun Andong.

Komposisi :
Kandungan Kimia Steroida, saponin, dam polisakarida.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan. KHASIAT Hemostatik dan anti bengkak.

KEGUNAAN:

1.Batuk darah.
2.Disentri.
3.Haid terlalu banyak.
4.Wasir berdarah.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk Darah, Haid terlalu banyak
Ramuan:
Daun Andong segar 5 helai
Air secukupnya

Cara pembuatan:
Dibuat infus, diseduh, atau dipipis.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipis, diminurn 1 kali sehari 1/4 cangkir.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Wasir
Ramuan:
Daun Andong segar 3 helai
Daun Wungu segar 7 helai
Air matang secukupnya

Cara pembuatan:
Dipipis.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir.

Lama pengobatan:
Diulangi selama 14 hari.(iptek)

Monday, August 25, 2008

Rincik Bumi untuk wasir & demam

Rincik Bumi (Quamoclit pennata (Desr.) Boj.)

Familia : Convolvulaceae

Uraian :

Terna, membelit, panjang dapat mencapai 4 m, berasal dari Amerika tropis, tanaman ini berbatang basah, daun bentuk jorong yang terbagi sangat dalam, panjang 4 - 7 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang, warnanya merah.

Nama Lokal :Sangga langit, bunga tali-tali, katilan.; Jin leng mao (China)

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Menurunkan panas, Perdarahan pada wasir (Hemorrhoid)

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun.

KEGUNAAN: Menurunkan panas, perdarahan pada wasir (Hemorrhoid).

PEMAKAIAN: 6 - 9 gr direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR: Dilumatkan, diperas ambil airnya atau direbus, airnya untuk cuci.

Rincik Bumi untuk wasir & demam

Rincik Bumi (Quamoclit pennata (Desr.) Boj.)

Familia : Convolvulaceae

Uraian :

Terna, membelit, panjang dapat mencapai 4 m, berasal dari Amerika tropis, tanaman ini berbatang basah, daun bentuk jorong yang terbagi sangat dalam, panjang 4 - 7 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang, warnanya merah.

Nama Lokal :Sangga langit, bunga tali-tali, katilan.; Jin leng mao (China)

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Menurunkan panas, Perdarahan pada wasir (Hemorrhoid)

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun.

KEGUNAAN: Menurunkan panas, perdarahan pada wasir (Hemorrhoid).

PEMAKAIAN: 6 - 9 gr direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR: Dilumatkan, diperas ambil airnya atau direbus, airnya untuk cuci.

Wednesday, August 20, 2008

Bunga Tasbih Singkirkan Keputihan dan Batuk Darah

Rebusan daun siring diyakini dapat mengobati keputihan dan mengurangi lendir di vagina. Padahal ada banyak tanaman obat lain yang punya khasiat serupa, sebut saja tasbeh. Tanaman ini juga mampu mengatasu hepatitis, batuk darah, dan wasir.

Sundari (34), karyawati perusahaan tekstil di Cibinong, Bogor, kerap mengalami keputihan. Gangguan itu menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya, suaminya jarang "mengunjungi" kala aroma tak sedap itu datang. Beberapa terapi telah dijalani, tetapi belum jua membuahkan hasil. Lewat informasi yang dimuat di surat kabat terbitan Solo, Sundari mencoba resep antikeputihan berbahan baku tanaman tasbeh. Alhasil, ramuan rimpang tasbeh, beras ketan, dan daging ayam, mampu menghilangkan gangguan yang dialaminya.

Efal (40), karyawan perusahaan telekomunikasi, Jakarta, memberikan rebusan bunga tasbeh kepada neneknya yang mengalami batuk darah. Setelah tiga hari mengonsumsi 1 gelas ramuan tasbeh, neneknya terbebas dari gangguan itu.

Tanaman tasbeh tergolong tumbuhan liar,tumbuhan bernama latin Canna indica ini hidup liar di hutan dan pegunungan. Meski begitu Anda juga bisa menjumpainya sebagai tanaman hias di pekarangan dan taman kota.

Tanaman yang sering disebut bunga kana dan di Makasar disebut tasabe ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.

Tasbeh tumbuh besar, tegak, dengan tinggi mencapai dua meter. Di dalam tanah, tanaman ini mempunyai rimpang tebal mirip ubi. Daunnya besar dan lebar, menyirip jelas. Warnanya hijau atau merah tengguli. Bunganya besar dengan arna-warna cerah, seperti merah dan kuning yang tersusun dalam bentuk tandan.

Tanaman yang buahnya berupa uah kotak, bentuk bola, dindingnya kasar ini ditanan orang Australia sebagai penghasil tepung. Dikenal sebagai Arowroot of Queensland.

Menurut Yellia Mangan, herbalis di Jakarta, rimpang tanaman ini rasanya manis, sifatnya sejuk. Umbinya berkhasiat penyejuk, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), penenang (tranquilizer) dan menurunkan tekanan darah (hipotensif). Bunganya berkhasiat hemostatis.

Dijelaskan Dr, Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI jakarta, rimpang tasbeh mengandung substansi fenol, 2 terpene, 4 koumarin, pati, glukosa, lemak, alkaloid, dan getah. Daunnya mengandung tanin dan sulfur, Rimpangnya baik digunakan untuk gangguan demam, tekanan darah tinggi, disentri kronis, wasir, keputihan, dan radang hati akut disertai kuning. Yellia menambahkan rimpang tasbeh lebih baik ketimbang daun sirih bila digunakan untuk mengobati keputihan.

Dr, Setiawan menguraikan cara pemakaian yang tepat untuk pengobatan. Rebus rimpang kering 15-30 gr atau yang segar (30-60 gr), lalu minum. Jika menggunakan bunga, rebus bunga kerung (10-15 gr), lalu minum. Untuk pemakaian luar, cuci rimpang segar, lalu tumbuk sampau halus. Tempelkan ke tempat yang sakit, seperti luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat dan bagian yang memar.

Juga mampu atasi gangguan wasir

Berikut beberapa pemakaian tanaman tasbeh untuk kesehatan yang ditawarkan Dr. Setiawan dalimartha.

1. Hepatitis Ikterik Akut

Bahan: 60-120 mg rimpang tasbeh, air.Cara: Cuci 60-120 gr rmpang tasbeh, lalu potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan dan saring, lalu minum sehari dua kali. Sekali minum tigaperempat gelas. Lakukan secara teratur selama 20 hari, maksimal selama 47 hari. Dosis maksimal sehari 250 gr. Khasiat akan tampak setelah satu minggu. Bagian putih bola mataa dan kulit yang menguning akan cepat emudar jika rebusan tanaman ini diminum secara teratur.

2. Darah haid banyak, batuk darah
Bahan: 10-15 gr bunga tasbeh kering, airCara: Rebus 10-15 gr bunga tasbeh kering dengan dua gelas air hingga tersisas satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus./ Lakukan 2-3 kali sehari.

3. Keputihan
Bahan: Rimpang tasbeh kering, ketan, dan daging aaayam, masing-masing 30 gr.Cara: Bersihkan rimpang tasbeh dan daging ayam, lalu iris tipis-tipis. Masukkan semua bahan ke dalam mangkuk email, tambahkan air sampai semua bahan terendam dan permukaan air kira-kira 2 cn di atasnya, lalu tim. Setelah masak, semua bahan bisa dimakan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

4, Wasir
Bahan: 60 gr rimpang tasbeh, airCara: Cuci 60 gr rimpang tasbeh, llau potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.
Sumber: Senior

Bunga Tasbih Singkirkan Keputihan dan Batuk Darah

Rebusan daun siring diyakini dapat mengobati keputihan dan mengurangi lendir di vagina. Padahal ada banyak tanaman obat lain yang punya khasiat serupa, sebut saja tasbeh. Tanaman ini juga mampu mengatasu hepatitis, batuk darah, dan wasir.

Sundari (34), karyawati perusahaan tekstil di Cibinong, Bogor, kerap mengalami keputihan. Gangguan itu menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya, suaminya jarang "mengunjungi" kala aroma tak sedap itu datang. Beberapa terapi telah dijalani, tetapi belum jua membuahkan hasil. Lewat informasi yang dimuat di surat kabat terbitan Solo, Sundari mencoba resep antikeputihan berbahan baku tanaman tasbeh. Alhasil, ramuan rimpang tasbeh, beras ketan, dan daging ayam, mampu menghilangkan gangguan yang dialaminya.

Efal (40), karyawan perusahaan telekomunikasi, Jakarta, memberikan rebusan bunga tasbeh kepada neneknya yang mengalami batuk darah. Setelah tiga hari mengonsumsi 1 gelas ramuan tasbeh, neneknya terbebas dari gangguan itu.

Tanaman tasbeh tergolong tumbuhan liar,tumbuhan bernama latin Canna indica ini hidup liar di hutan dan pegunungan. Meski begitu Anda juga bisa menjumpainya sebagai tanaman hias di pekarangan dan taman kota.

Tanaman yang sering disebut bunga kana dan di Makasar disebut tasabe ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.

Tasbeh tumbuh besar, tegak, dengan tinggi mencapai dua meter. Di dalam tanah, tanaman ini mempunyai rimpang tebal mirip ubi. Daunnya besar dan lebar, menyirip jelas. Warnanya hijau atau merah tengguli. Bunganya besar dengan arna-warna cerah, seperti merah dan kuning yang tersusun dalam bentuk tandan.

Tanaman yang buahnya berupa uah kotak, bentuk bola, dindingnya kasar ini ditanan orang Australia sebagai penghasil tepung. Dikenal sebagai Arowroot of Queensland.

Menurut Yellia Mangan, herbalis di Jakarta, rimpang tanaman ini rasanya manis, sifatnya sejuk. Umbinya berkhasiat penyejuk, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), penenang (tranquilizer) dan menurunkan tekanan darah (hipotensif). Bunganya berkhasiat hemostatis.

Dijelaskan Dr, Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI jakarta, rimpang tasbeh mengandung substansi fenol, 2 terpene, 4 koumarin, pati, glukosa, lemak, alkaloid, dan getah. Daunnya mengandung tanin dan sulfur, Rimpangnya baik digunakan untuk gangguan demam, tekanan darah tinggi, disentri kronis, wasir, keputihan, dan radang hati akut disertai kuning. Yellia menambahkan rimpang tasbeh lebih baik ketimbang daun sirih bila digunakan untuk mengobati keputihan.

Dr, Setiawan menguraikan cara pemakaian yang tepat untuk pengobatan. Rebus rimpang kering 15-30 gr atau yang segar (30-60 gr), lalu minum. Jika menggunakan bunga, rebus bunga kerung (10-15 gr), lalu minum. Untuk pemakaian luar, cuci rimpang segar, lalu tumbuk sampau halus. Tempelkan ke tempat yang sakit, seperti luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat dan bagian yang memar.

Juga mampu atasi gangguan wasir

Berikut beberapa pemakaian tanaman tasbeh untuk kesehatan yang ditawarkan Dr. Setiawan dalimartha.

1. Hepatitis Ikterik Akut

Bahan: 60-120 mg rimpang tasbeh, air.Cara: Cuci 60-120 gr rmpang tasbeh, lalu potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan dan saring, lalu minum sehari dua kali. Sekali minum tigaperempat gelas. Lakukan secara teratur selama 20 hari, maksimal selama 47 hari. Dosis maksimal sehari 250 gr. Khasiat akan tampak setelah satu minggu. Bagian putih bola mataa dan kulit yang menguning akan cepat emudar jika rebusan tanaman ini diminum secara teratur.

2. Darah haid banyak, batuk darah
Bahan: 10-15 gr bunga tasbeh kering, airCara: Rebus 10-15 gr bunga tasbeh kering dengan dua gelas air hingga tersisas satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus./ Lakukan 2-3 kali sehari.

3. Keputihan
Bahan: Rimpang tasbeh kering, ketan, dan daging aaayam, masing-masing 30 gr.Cara: Bersihkan rimpang tasbeh dan daging ayam, lalu iris tipis-tipis. Masukkan semua bahan ke dalam mangkuk email, tambahkan air sampai semua bahan terendam dan permukaan air kira-kira 2 cn di atasnya, lalu tim. Setelah masak, semua bahan bisa dimakan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

4, Wasir
Bahan: 60 gr rimpang tasbeh, airCara: Cuci 60 gr rimpang tasbeh, llau potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.
Sumber: Senior

Wednesday, August 13, 2008

Kangkung, Selain sebagai Penenang Juga Atasi Pendarahan

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas.
Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu, tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib". Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya.

Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjoo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi.

Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung.

Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Resep kangkungBerikut ini beberapa resep tanaman kankung yang diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya dari Dr. Praptiwi, peneliti di Balitbang Botani, Pusitbang Biologi, LIPI, Bogor.

Mengurangi haid dan mimisan
Bahan :

* Dua ikat kangkung
* Satu sendok makan madu.
* Air secukupnya

Cara membuat :
Petiklah duan kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Minumlah sampai enam hari.

Sakit gigi
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Setengah sendok teh cuka
* Satu gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan satu gelas air dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih dan dingin, gunakan untuk berkumur.

Melancarkan air seni
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Dua gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas. Setelah dingin, minumlah air rebusannya sekaligus.

Insomnia, sembelit, mual bagi Ibu hamil
Makan tumisan sayur kangkung

Sariawan, gusi bengkak
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu gelas air

Cara membuat :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Habis itu cucilah hingga bersih. Setelah itu lumatkan sambil ditambah satu gelas air. Peras dan saringlah. Gunakan air tersebut untuk berkumur.

Mengecilkan bisul
Bahan :
* Segenggam daun kangkung
* Garam secukupnya

Cara membuat :
Ambil segenggam daun kangkung yang segar bersama-sama batangnya kemudian tumbuk sehingga lumat. Campur dengan sedikit garam lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Biarkan hingga kering. Bisul akan kecil dan tidak lagi terasa sakit atau berdenyut-denyut. Ulang beberapa kali lagi hingga bisul sembuh sepenuhnya.

Mengatasi keracunan makanan
Bahan :
* Kangkung segar 500 gram
* Kacang hijau 120 gram
* Air secukupnya
* Satu sendok makan madu

Cara membuat :
Kangkung dan kacang hijau diberi air sedikit lalu dihaluskan. Setelah itu saringlah. Hasil saringan dicampur dengan satu sendok makan madu. Setengah dari ramuan diminum pagi dan setengahnya lagi pada sore hari. Ulangi pengobatan paling sedikit selama tiga hari.

Mengurangi kapalan
Bahan :
Getah kangkung.

Cara mengobati :
Oleskan getah kangkung pada kulit yang kapalan. Lakukan berkali-kali, paling tidak selama tiga jam sekali sampai sembuh.

Mengobati Eksim
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya.
* Air secukupnya.

Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara II :
Lumatkan batang dan akar kangkung segar lalu dikompreskan ke bagian yang gatal.

Mengatasi sakit kepala
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu sendok madu
* Garam secukupnya

Cara I :
Segenggam daun kangkung ditumbuk halus. Beri sedikit garam dan air lalu saring. Tambhakan satu sendok makan madu, aduk. Satu ramuan diminum sekaligus sehari sekali.

Cara II :
Rebuslah seikat kangkung. Minumlah air rebusan tersebut.

Mengatasi wasir
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya
* Satu sendok makan madu

Cara I :
Kurang leboh segenggam akar kangkung yang sudah dicuci bersih direbus dengan tiga gelas air sampai air tinggal separuhnya. Setelah dingin, air rebusa tersebut diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Cara II :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah daun kangkung sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Lakukan selama enam hari.

Menghilangkan ketombe
Bahan :
* Seikat kangkung
* Air sebanyak satu liter

Cara membuat :
Kangkung segar direndam semalaman sampai airnya berwarna kebiruan. Gunakan air tersebut untuk keramas sampai ketombe hilang. Sumber: Senior

Kangkung, Selain sebagai Penenang Juga Atasi Pendarahan

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas.
Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu, tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib". Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya.

Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjoo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi.

Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung.

Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Resep kangkungBerikut ini beberapa resep tanaman kankung yang diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya dari Dr. Praptiwi, peneliti di Balitbang Botani, Pusitbang Biologi, LIPI, Bogor.

Mengurangi haid dan mimisan
Bahan :

* Dua ikat kangkung
* Satu sendok makan madu.
* Air secukupnya

Cara membuat :
Petiklah duan kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Minumlah sampai enam hari.

Sakit gigi
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Setengah sendok teh cuka
* Satu gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan satu gelas air dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih dan dingin, gunakan untuk berkumur.

Melancarkan air seni
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Dua gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas. Setelah dingin, minumlah air rebusannya sekaligus.

Insomnia, sembelit, mual bagi Ibu hamil
Makan tumisan sayur kangkung

Sariawan, gusi bengkak
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu gelas air

Cara membuat :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Habis itu cucilah hingga bersih. Setelah itu lumatkan sambil ditambah satu gelas air. Peras dan saringlah. Gunakan air tersebut untuk berkumur.

Mengecilkan bisul
Bahan :
* Segenggam daun kangkung
* Garam secukupnya

Cara membuat :
Ambil segenggam daun kangkung yang segar bersama-sama batangnya kemudian tumbuk sehingga lumat. Campur dengan sedikit garam lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Biarkan hingga kering. Bisul akan kecil dan tidak lagi terasa sakit atau berdenyut-denyut. Ulang beberapa kali lagi hingga bisul sembuh sepenuhnya.

Mengatasi keracunan makanan
Bahan :
* Kangkung segar 500 gram
* Kacang hijau 120 gram
* Air secukupnya
* Satu sendok makan madu

Cara membuat :
Kangkung dan kacang hijau diberi air sedikit lalu dihaluskan. Setelah itu saringlah. Hasil saringan dicampur dengan satu sendok makan madu. Setengah dari ramuan diminum pagi dan setengahnya lagi pada sore hari. Ulangi pengobatan paling sedikit selama tiga hari.

Mengurangi kapalan
Bahan :
Getah kangkung.

Cara mengobati :
Oleskan getah kangkung pada kulit yang kapalan. Lakukan berkali-kali, paling tidak selama tiga jam sekali sampai sembuh.

Mengobati Eksim
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya.
* Air secukupnya.

Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara II :
Lumatkan batang dan akar kangkung segar lalu dikompreskan ke bagian yang gatal.

Mengatasi sakit kepala
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu sendok madu
* Garam secukupnya

Cara I :
Segenggam daun kangkung ditumbuk halus. Beri sedikit garam dan air lalu saring. Tambhakan satu sendok makan madu, aduk. Satu ramuan diminum sekaligus sehari sekali.

Cara II :
Rebuslah seikat kangkung. Minumlah air rebusan tersebut.

Mengatasi wasir
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya
* Satu sendok makan madu

Cara I :
Kurang leboh segenggam akar kangkung yang sudah dicuci bersih direbus dengan tiga gelas air sampai air tinggal separuhnya. Setelah dingin, air rebusa tersebut diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Cara II :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah daun kangkung sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Lakukan selama enam hari.

Menghilangkan ketombe
Bahan :
* Seikat kangkung
* Air sebanyak satu liter

Cara membuat :
Kangkung segar direndam semalaman sampai airnya berwarna kebiruan. Gunakan air tersebut untuk keramas sampai ketombe hilang. Sumber: Senior

Tuesday, August 12, 2008

Ki Urat

Tumbuhan yang nama latinnya Plantago major (L.) ini berbatang basa dan merupakan gulma di perkebunan karet dan teh. Juga biasa tumbuh liar di hutan, ladang atau halaman berumput lembab. Di Inggris dan sekitarnya tanaman ini merupakan 9 dari tanaman obat yang dianggap sakral.

Tingggi tanaman ini bisa mencapai 15-20 sentimeter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bunganya berwarna cokalt kemerahan atau kuning keabu-abuan. Dengan tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, daun tanaman ini memiliki panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm dan berwarna hijau. Buah tanaman ini berbentuk lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji yang warnanya hitam keriput. Daun muda tanaman ini bisa dimasak untuk sayur.

Berikut ini beberapa ramuan yang diperoleh dari beberapa sumber salah satunya daru Kebun Tanaman Obat "Karya Sari".

Batu Ginjal

Cara I

Bahan:7 gram herba daun sendok segar7 gram akar alang-alang2 gram daun keji beling segar6 gram herba kumis kucing segar2 gram herba meniran segar130 ml air
Cara mengolah:Semua bahan dipipis atau digilas halus atau diblender kemudian disaring.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sekaligus dan dilakukan selama 14 hari.

Cara II(Bisa dipakai juga untuk penyakit Cacingan)

Bahan:20 gram daun kiurat2 gelas air
Cara mengolah:Daun kiuraat direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Minum ramuan dua kali sehari.

Hepatitis, Radang Usus

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 keping rimpang temu lawak segarAir secukupnya
Cara mengolah:Rimpang temu lawak segar disangrai, kemudian dipipis bersama herba daun sendok.
Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:Diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Pada minggu kedua 2 hari sekali, pada minggu ketiga 3 hari sekali.

Wasir

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 helai daun wungu segar100 ml Air
Cara mengolah:Dibuat infus atau diseduh
Cara Pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

Rematik

Bahan:Herba daun sendok segar secukupnyaAir secukupnya
Cara mengolah:Dipipis hingga berbentuk pasta
Cara pemakaian:Dioleskan pada bagian yang sakit dan diperbarui setiap 3 jam.

Diabetes

Bahan:15 gram daun sendok brotowali seukuran jari telunjuk sedikit daun kumis kucing1 sendok teh adas1 sendok teh pulosari3 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring, lalu minum 1 gelas setiap habis makan.

Keputihan

Bahan:10 akar pohon daun kiuraat segar sedikit air cucian beras ketan
Cara mengolah:Akar dilumatkan dengan air cucian beras ketan. Saring lalu minum ramuan sekaligus. Lakukan sekali sehari.

Bisul

Bahan:3 helai daun urat2 gelas air
Cara mengolah:Daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Nyeri Urat/Otot

Cara I
Bahan:5 lembar daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok dilumatkan, lalu digosokkan pada bagian yang sakit.

Cara II
Bahan:Akar daun sendok secukupnyaMinyak kelapa secukupnya
Cara mengolah:Akar daun sendok dimasak dengan minyak kelapa. Minyak yang dihasilkan dipakai untuk mengolesi bagian yang sakit.

Digigit Serangga

Bahan:Beberapa helai daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.

Kudis

Bahan:5 helai daun sendok7 helai daun sambiloto2 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Sumber: Senior

Ki Urat

Tumbuhan yang nama latinnya Plantago major (L.) ini berbatang basa dan merupakan gulma di perkebunan karet dan teh. Juga biasa tumbuh liar di hutan, ladang atau halaman berumput lembab. Di Inggris dan sekitarnya tanaman ini merupakan 9 dari tanaman obat yang dianggap sakral.

Tingggi tanaman ini bisa mencapai 15-20 sentimeter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bunganya berwarna cokalt kemerahan atau kuning keabu-abuan. Dengan tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, daun tanaman ini memiliki panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm dan berwarna hijau. Buah tanaman ini berbentuk lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji yang warnanya hitam keriput. Daun muda tanaman ini bisa dimasak untuk sayur.

Berikut ini beberapa ramuan yang diperoleh dari beberapa sumber salah satunya daru Kebun Tanaman Obat "Karya Sari".

Batu Ginjal

Cara I

Bahan:7 gram herba daun sendok segar7 gram akar alang-alang2 gram daun keji beling segar6 gram herba kumis kucing segar2 gram herba meniran segar130 ml air
Cara mengolah:Semua bahan dipipis atau digilas halus atau diblender kemudian disaring.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sekaligus dan dilakukan selama 14 hari.

Cara II(Bisa dipakai juga untuk penyakit Cacingan)

Bahan:20 gram daun kiurat2 gelas air
Cara mengolah:Daun kiuraat direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Minum ramuan dua kali sehari.

Hepatitis, Radang Usus

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 keping rimpang temu lawak segarAir secukupnya
Cara mengolah:Rimpang temu lawak segar disangrai, kemudian dipipis bersama herba daun sendok.
Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:Diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Pada minggu kedua 2 hari sekali, pada minggu ketiga 3 hari sekali.

Wasir

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 helai daun wungu segar100 ml Air
Cara mengolah:Dibuat infus atau diseduh
Cara Pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

Rematik

Bahan:Herba daun sendok segar secukupnyaAir secukupnya
Cara mengolah:Dipipis hingga berbentuk pasta
Cara pemakaian:Dioleskan pada bagian yang sakit dan diperbarui setiap 3 jam.

Diabetes

Bahan:15 gram daun sendok brotowali seukuran jari telunjuk sedikit daun kumis kucing1 sendok teh adas1 sendok teh pulosari3 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring, lalu minum 1 gelas setiap habis makan.

Keputihan

Bahan:10 akar pohon daun kiuraat segar sedikit air cucian beras ketan
Cara mengolah:Akar dilumatkan dengan air cucian beras ketan. Saring lalu minum ramuan sekaligus. Lakukan sekali sehari.

Bisul

Bahan:3 helai daun urat2 gelas air
Cara mengolah:Daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Nyeri Urat/Otot

Cara I
Bahan:5 lembar daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok dilumatkan, lalu digosokkan pada bagian yang sakit.

Cara II
Bahan:Akar daun sendok secukupnyaMinyak kelapa secukupnya
Cara mengolah:Akar daun sendok dimasak dengan minyak kelapa. Minyak yang dihasilkan dipakai untuk mengolesi bagian yang sakit.

Digigit Serangga

Bahan:Beberapa helai daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.

Kudis

Bahan:5 helai daun sendok7 helai daun sambiloto2 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Sumber: Senior

Monday, August 4, 2008

Lidah Buaya, Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.“Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber: Senior

Lidah Buaya, Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.“Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber: Senior

Monday, July 21, 2008

Sambung Nyawa

Sambung nyawa merupakan nama tanaman berkhasiat obat. Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa direndam oleh tanaman yang masih bersaudara dengan daun dewa ini. Khasiat daun yang juga disebut sebagai daun ngokilo terhadap diabetes sudah diuji di sejumlah penelitian di luar negeri.

Berikut cara pemanfaatn daun sambung nyawa untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes melitus, darah tinggi, dan lainnya yang diperoleh dari berbagai sumber.

1. Diabetes Melitus
Siapkan tujuh lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masing-masing tujuh lembar daun.

2. Darah tinggi
Ambil tujuh lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

3. Radang pita tenggorokan dan sinusitis
Siapkan empat lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau tujuh lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

4. Tumor
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi. Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin.

5. Lever
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. Lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

6. Ambeien
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan. Lakukan setiap hari dan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambung dan makanan pedas.

7. Kolesterol tinggi
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.

8. Maag
Cuci bersih tiga lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang pedas dan asam.

9. Kena bisa ulat dan semut hitam
* Selembar daun segar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan iar dan hancur. Lakukan dua kali selama dua jam sekali.
* Ambil 20 lembar daun. Cuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya. Ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan, lalu dibalut (1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).
10. Eksim
Siapkan bahan berupa tujuh lembar daun sambung nyawa, asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan diminum sekaligus. Ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut.

11. Bisul
Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

12. Tetanus
Siapkan bahan berupa lima lembar daun sambung nyawa, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan dipotong-potong dan direbis dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.

Sumber: Senior

Sambung Nyawa

Sambung nyawa merupakan nama tanaman berkhasiat obat. Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa direndam oleh tanaman yang masih bersaudara dengan daun dewa ini. Khasiat daun yang juga disebut sebagai daun ngokilo terhadap diabetes sudah diuji di sejumlah penelitian di luar negeri.

Berikut cara pemanfaatn daun sambung nyawa untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes melitus, darah tinggi, dan lainnya yang diperoleh dari berbagai sumber.

1. Diabetes Melitus
Siapkan tujuh lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masing-masing tujuh lembar daun.

2. Darah tinggi
Ambil tujuh lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

3. Radang pita tenggorokan dan sinusitis
Siapkan empat lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau tujuh lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

4. Tumor
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi. Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin.

5. Lever
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. Lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

6. Ambeien
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan. Lakukan setiap hari dan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambung dan makanan pedas.

7. Kolesterol tinggi
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.

8. Maag
Cuci bersih tiga lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang pedas dan asam.

9. Kena bisa ulat dan semut hitam
* Selembar daun segar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan iar dan hancur. Lakukan dua kali selama dua jam sekali.
* Ambil 20 lembar daun. Cuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya. Ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan, lalu dibalut (1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).
10. Eksim
Siapkan bahan berupa tujuh lembar daun sambung nyawa, asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan diminum sekaligus. Ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut.

11. Bisul
Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

12. Tetanus
Siapkan bahan berupa lima lembar daun sambung nyawa, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan dipotong-potong dan direbis dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.

Sumber: Senior

Thursday, July 17, 2008

Selada (Lactuca sativa), Solusi Tepat untuk Sehat dan Singset

Adalah pemandangan yang biasa melihat daun selada disajikan sebagai penghias hidangan di hotel-hotel mawah dan restoran ternama. Warna hijaunya memberikan nuansa mahal, masakan biasa pun tampak istimewa. Kebiasaan menempatkan selada sebagai hiasan memang bisa membuat hidangan tampak menarik dan membangkitkan keinginan untuk mencicipinya. Namun selada sebetulnya bukan hanya baik sebagai 'pajangan' atau pemanis hidangan, akan jauh lebih baik bila daun selada itu turut Anda makan.

Kaya Antioksidan
Sebagaimana halnya sayuran hijau lain, daun selada kaya dengan zat antioksidan seperti betakarotin, falate, dan lutein, serta mengandung indoles yang berkhasiat melindungi tubuh dari serangan penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Kandungan serat alaminya dapat menjaga kesehatan organ-organ pencernaan. Riset telah membuktikan orang yang banyak mengonsumsi sayuran hijau seperti selada memiliki risiko menderita penyakit kanker usus lebih kecik ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah sedikit.

Daun selada (Lactuca sativa) mengandung seperangkat vitamin bermanfaat bagi tubuh. Contohnya vitamin K, yang bermanfaat membentuk protharambin, yaitu zat yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah pembentukan batu ginjal. Senyawa protharambin ini juga terdapat pada hati sapi dan tanaman-tanaman yang memiliki nilai gizi istimewa seperti kedelai dan brokoli. Pada daun selada terdapat pula vitamin P atau lebih dikenal dengan sebutan bioflavonoid. Fungsinya menyerupai vitamin C. Selain mempertahankan fisik tetap awet muda, vitamin P juga berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Selada juga mengandung mineral-mineral penting seperti yodium, fosfor, besi, tembaga, seng, kalsium, mangan, magnesium serta potasium. Mineral-mineral ini membantu melancarkan metabolisme tubuh.

Selada merupakan jawaban bagi Anda yang bingung mencari cemilan sehat. Sekaligus solusi tepat bila ingin langsing dan tampil awet muda.

Mengonsumsinya akan menjaga keseimbangan tubuh setiap saat. Adanya zat besi dan magnesium mengaktifkan efek diuretik. Buang air kecil pun menjadi lancar. Keuntungannya, efek diuretik memudahkan pembuangan sisa-sia metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.

Multikhasiat
Pendek kata, keragaman zat-zat kimia yang dikandungnya, menjadikan selada tanaman multikhasiat yang patut diperhitungkan. Sayuran yang berasal dari wilayah Asia Barat dan biasa disantap sebagai lalap itu ternyata juga dapat berfungsi sebagai obat pembersih darah, mengatasi batuk, menghilangkan demam, radang kulit, sulit tidur (insomnia), serta gangguan wasir.

Bagi wanita yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, selada merupakan cemilan atau makanan alternatif yang sering disarankan ahli gizi. Serat dan zat nutrisi lain yang terkandung di dalam selada dapat meluruhkan lemak tubuh yang berlebihan. Jadi tak perlu diragukan lagi, selada adalah salah satu solusi untuk mewujudkan tubuh sehat dan singset.

Resep Obat Daun Selada

Radang kulit (Dermatitis)
Ambil daun selada secukupnya, cuci sampai bersih, lalu rebus. Gunakan air rebusan ini untuk mencuci bagian kulit tubuh yang sakit.

Wasir
Ambil dan selada secukupnya lalu cuci sampai bersih. Rebuslah sampai air rebusannya berkurang dari semula. Bubuhkan daun selada yang sudah direbus pada bagian tubuh yang sakit. Cara lain: setelah direbus, suruhlah penderita wasir jongkokdi atas wadah perebusan sehingga uap air rebusan bisa mengenai bagian wasir.

Muntaber
Sediakan beberapa lembar daun selada dan 2 siung bawang putih. Setelah dicuci, haluskan masing-masing bahan secara terpisah. Lalu campurkan dan aduk hingga ramuan terlihat seperti pasta. Panaskan pasta selada. Setelah cukup dingin bubuhkan pada pusar penderita. Agar tidak berserakan tutup ramuan dengan kain kasa. (Sumber: human health)

Selada (Lactuca sativa), Solusi Tepat untuk Sehat dan Singset

Adalah pemandangan yang biasa melihat daun selada disajikan sebagai penghias hidangan di hotel-hotel mawah dan restoran ternama. Warna hijaunya memberikan nuansa mahal, masakan biasa pun tampak istimewa. Kebiasaan menempatkan selada sebagai hiasan memang bisa membuat hidangan tampak menarik dan membangkitkan keinginan untuk mencicipinya. Namun selada sebetulnya bukan hanya baik sebagai 'pajangan' atau pemanis hidangan, akan jauh lebih baik bila daun selada itu turut Anda makan.

Kaya Antioksidan
Sebagaimana halnya sayuran hijau lain, daun selada kaya dengan zat antioksidan seperti betakarotin, falate, dan lutein, serta mengandung indoles yang berkhasiat melindungi tubuh dari serangan penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Kandungan serat alaminya dapat menjaga kesehatan organ-organ pencernaan. Riset telah membuktikan orang yang banyak mengonsumsi sayuran hijau seperti selada memiliki risiko menderita penyakit kanker usus lebih kecik ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah sedikit.

Daun selada (Lactuca sativa) mengandung seperangkat vitamin bermanfaat bagi tubuh. Contohnya vitamin K, yang bermanfaat membentuk protharambin, yaitu zat yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah pembentukan batu ginjal. Senyawa protharambin ini juga terdapat pada hati sapi dan tanaman-tanaman yang memiliki nilai gizi istimewa seperti kedelai dan brokoli. Pada daun selada terdapat pula vitamin P atau lebih dikenal dengan sebutan bioflavonoid. Fungsinya menyerupai vitamin C. Selain mempertahankan fisik tetap awet muda, vitamin P juga berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Selada juga mengandung mineral-mineral penting seperti yodium, fosfor, besi, tembaga, seng, kalsium, mangan, magnesium serta potasium. Mineral-mineral ini membantu melancarkan metabolisme tubuh.

Selada merupakan jawaban bagi Anda yang bingung mencari cemilan sehat. Sekaligus solusi tepat bila ingin langsing dan tampil awet muda.

Mengonsumsinya akan menjaga keseimbangan tubuh setiap saat. Adanya zat besi dan magnesium mengaktifkan efek diuretik. Buang air kecil pun menjadi lancar. Keuntungannya, efek diuretik memudahkan pembuangan sisa-sia metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.

Multikhasiat
Pendek kata, keragaman zat-zat kimia yang dikandungnya, menjadikan selada tanaman multikhasiat yang patut diperhitungkan. Sayuran yang berasal dari wilayah Asia Barat dan biasa disantap sebagai lalap itu ternyata juga dapat berfungsi sebagai obat pembersih darah, mengatasi batuk, menghilangkan demam, radang kulit, sulit tidur (insomnia), serta gangguan wasir.

Bagi wanita yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, selada merupakan cemilan atau makanan alternatif yang sering disarankan ahli gizi. Serat dan zat nutrisi lain yang terkandung di dalam selada dapat meluruhkan lemak tubuh yang berlebihan. Jadi tak perlu diragukan lagi, selada adalah salah satu solusi untuk mewujudkan tubuh sehat dan singset.

Resep Obat Daun Selada

Radang kulit (Dermatitis)
Ambil daun selada secukupnya, cuci sampai bersih, lalu rebus. Gunakan air rebusan ini untuk mencuci bagian kulit tubuh yang sakit.

Wasir
Ambil dan selada secukupnya lalu cuci sampai bersih. Rebuslah sampai air rebusannya berkurang dari semula. Bubuhkan daun selada yang sudah direbus pada bagian tubuh yang sakit. Cara lain: setelah direbus, suruhlah penderita wasir jongkokdi atas wadah perebusan sehingga uap air rebusan bisa mengenai bagian wasir.

Muntaber
Sediakan beberapa lembar daun selada dan 2 siung bawang putih. Setelah dicuci, haluskan masing-masing bahan secara terpisah. Lalu campurkan dan aduk hingga ramuan terlihat seperti pasta. Panaskan pasta selada. Setelah cukup dingin bubuhkan pada pusar penderita. Agar tidak berserakan tutup ramuan dengan kain kasa. (Sumber: human health)

Wednesday, July 9, 2008

Sosor bebek

Selama ini tanaman sosor bebek lebih sering digunakan sebagai penghias halaman rumah. Namun, tanaman yang berasal dari Madagaskar ini ternyata juga berkhasiat obat. Ia bisa digunakan sebagai obat luar maupun dalam.

Daun yang cukup tebal ini selain banyak mengandung air juga menyimpan berbagai bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah situs kesehatan, National Center for Biotechnology Information, menyebutkan bahwa bufadienolides yang terdapat pada sosor bebek bersifat antitumor.

Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan, Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat aktivitas antigen awal virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor.

Selain bufadienolides, sosor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin 3-diarabinoside, kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat sosor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Sosor bebek selain antitumor juga mempunyai sifat anti-radang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat Cina kerap menggunakan sosor bebek sebagai ramuan untuk mengatasi masalah pencernaan, muntah darah, serta gangguan pada telinga ataupun tenggorokan.

Kemudian, sosor bebek juga digunakan untuk mengatasi trauma luka akibat kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini terutama dikarenakan sifat daun sosor bebek yang dingin.

Untuk Asma
Masyarakat di Kepulauan Bahama kerap menggunakan daun sejuk, sebutan sosor bebek, untuk mengatasi gangguan asma atau pernapasan. Lalu, teh sosor bebek diminum untuk mengatasi rasa seperti terbakar di bagian dada. Teh tersebut juga sebagai antibakteri bagi luka memar atau luka pada tangan.

Sebenarnya bagian yang sering digunakan sebagai ramuan obat adalah daunnya. Namun, tak sedikit pula ramuan yag menggunakan seluruh tanaman sosor bebek. Hingga saat ini belum diberikan akibat dari efek samoing penggunaan sosor bebek.

Meski begitu, beberapa literatur menyarankan untuk tidak menggunakan ramuan tersebut pada orang yang mempunyai gangguan fungsi pencernaan. Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, penggunaan ramuan langsung pada kulit dapat berakibat gatal atau menimbulkan lepuhan.

Untuk itu, jika Anda ingin menggunakan sosor bebek sebagai ramuan obat, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan ahli tanaman obat.

Aneka ramuan praktis
Beberapa ramuan praktis sosor bebek dari Ir. Winarto, seorang ahli tanaman obat dan pemilik kebun obat Karya Sari Jakarta, berikut ini bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit.

Penggunaan luar:
Luka
Daun sosor bebek secukupnya diparut atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air dan balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Ganti setiap tiga jam sekali.

Perut mulas
Beberapa helai daun dadap serep ditumbuk dengan beberapa lembar daun sosor bebek. Beri sedikit air. Kemudian borehkan ramuan tersebut pada perut.

Demam
Lumatkan daun sosor bebek, lalu balurkan pada dahi. Gunakan dua kali sehari.

Bisul atau memar
Hancurkan 30-60 gram daun sosor bebek kemudian peras. Tambahkan madu dan diminum. Sisa daun ditempelkan pada bagian yang sakit.

Radang telinga luar
Lumatkan 5-10 daun sosor bebek, peras. airnya digunakan sebagai obat tetes telinga.

Radang amandel
Lumatkan 5-10 daun sosor bebek. Ambil airnya dan gunakan sebagai obat kumur.

Untuk penggunaan dalam:
.
Diare
Tumbuk lima lembar daun sosor bebek lalu peras. Tambahkan sedikit garam, lalu diminum.

Muntah darah
Lumatkan tujuh lembar daun sosor bebek. Kemudian campur dengan sedikit arak dan gula enau. Tim selama beberapa menit. Minum selagi hangat.

Rematik

* Rebus seluruh tanaman sosor bebek seberat 30 gram. Lalu minum airnya.
* Rebus empat lembat daun sosor bebek dengan satu sendok teh adas, satu jari pulosari, dua jari gula, enau dan tiga gelas air. Tunggu hingga tiga perempatnya. Saring setelah dingin. Minum tiga kali sehari, masing-masingtiga perempat gelas.

Wasir
Cuci bersih daun sosor bebek. Kemudian angin-anginkan sampai kering dan dibuat bubuk. Satu sendok makan bubuk diseduh dengan tiga perempat cangkir air panas. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum selagi hangat tiga kali sehari.

Catatan:
Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sriganis Bogor tidak menyarankan penggunaan ramuan sosor bebek bagi orang yang pencernaannya lemah serta mengalami kegagalan fungsi.

Sumber: Senior