Showing posts with label Antioksidan. Show all posts
Showing posts with label Antioksidan. Show all posts

Wednesday, August 20, 2008

Antikanker yang Alami

Kanker merupakan mutasi genetik karena DNA sel normal mengalami kerusakan. Perbanyakan sel yang rusak akan berpotensi menghasilkan sel kanker. Kerusakan DNA sel dapat terjadi karena radikal bebas dan zat pemicu kanker (karsinogen). Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan pasangan elektron dan berusaha mencuri elektron dari sel tubuh. Radikal bebass sebetulnya hasil sampingan metabolisme tubuh atau berasal dari lingkungan sekitar kita, misalnya asap rokok, gas kendaraan, atau zat-zat kimia seperti insektisida. Sedangkan zat karsinogen berasal dari makanan. Zat yang semula prokarsinogen diubah oleh enzim jahat dalam tubuh menjadi zat pemicu kanker.


Untuk menghambat pertumbuhan kanker, tubuh memerlukan zat anti-radikal bebas yang disebut juga sebagai antioksidan. Zat ini banyak terdapat dalam sayur, buah dan tumbuhan. Selain itu, banyak tanaman mempunyai senyawa kimia yang mampu menghambat penyebaran kanker, mendukung imunitas tubuh (sel limfosit), serta mendukung kerja enzim baik yang membuang hasil kerja enzim penghasil karsinogen.


Antioksidaan yang berkhasiat menghambat kanker antara lain:

  • - Poifenol (teh hijau)
  • - Likofen (tomat)
  • - Beta-karoten ( wortel)
  • - Flavonoid dan genistein (kedelai)
  • - Kurkumin (kunyit, kunir putih, dan temulawak)
  • - Resveratrol (anggur)
  • - Tokoferol (minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian misalnya, gandum)

Beberapa tanaman di bawah ini berpotensi menjadi obat kanker dan sedang adlam penelitian.

Kemampuannya secara empiris (berdasarkan pengalaman) telah teruji namun secara ilmiah harus melewati serangkaian pengujian sebelum dinyatakan benar-benarr berkhasiat obat.

  • Benalu (a.l.Dendrophtoe petandra)

Khasiat: inhibitor enzim isomerase yang dihasilkan sel kanker. Zat aktif tanaman ini menghambat perbanyakan dan penyebarandan keganasan kanker.

  • Kunir putih (kaempferia rotunda L.)

Khasiat: meningkatkan jumlah limfosit, meningkatkan pembunuh kanker, meningkatkan antibodi spesifik.

  • Maitake (grifola frondosa)

Khasiat: mengandung polisakarida B1-6 yang bisa meningkatkan efektivitas sel glukans dalan sistem pertahanan tubuh terhadap kanker, meningkatkan kepekaan sel kanker terhadap sitostatika dan radiasi.

  • Meniran (phyllanthus niruri L.)

Khasiat: meningkatkan jumlah limfosit, toksisitas sel pembunuh kanker, dan antibodi spesifik.

  • Tapak dara (Catharanthus roseus)

Khasiat: mengandung alkaloid vinka (vinkristin, vinblastin). Senyawa ini bisa mengurangi keganasan sel kanker, menghambat penyebaran dan perbanyakan sel kanker.

Sumber: Majalah Nirmala

Antikanker yang Alami

Kanker merupakan mutasi genetik karena DNA sel normal mengalami kerusakan. Perbanyakan sel yang rusak akan berpotensi menghasilkan sel kanker. Kerusakan DNA sel dapat terjadi karena radikal bebas dan zat pemicu kanker (karsinogen). Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan pasangan elektron dan berusaha mencuri elektron dari sel tubuh. Radikal bebass sebetulnya hasil sampingan metabolisme tubuh atau berasal dari lingkungan sekitar kita, misalnya asap rokok, gas kendaraan, atau zat-zat kimia seperti insektisida. Sedangkan zat karsinogen berasal dari makanan. Zat yang semula prokarsinogen diubah oleh enzim jahat dalam tubuh menjadi zat pemicu kanker.


Untuk menghambat pertumbuhan kanker, tubuh memerlukan zat anti-radikal bebas yang disebut juga sebagai antioksidan. Zat ini banyak terdapat dalam sayur, buah dan tumbuhan. Selain itu, banyak tanaman mempunyai senyawa kimia yang mampu menghambat penyebaran kanker, mendukung imunitas tubuh (sel limfosit), serta mendukung kerja enzim baik yang membuang hasil kerja enzim penghasil karsinogen.


Antioksidaan yang berkhasiat menghambat kanker antara lain:

  • - Poifenol (teh hijau)
  • - Likofen (tomat)
  • - Beta-karoten ( wortel)
  • - Flavonoid dan genistein (kedelai)
  • - Kurkumin (kunyit, kunir putih, dan temulawak)
  • - Resveratrol (anggur)
  • - Tokoferol (minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian misalnya, gandum)

Beberapa tanaman di bawah ini berpotensi menjadi obat kanker dan sedang adlam penelitian.

Kemampuannya secara empiris (berdasarkan pengalaman) telah teruji namun secara ilmiah harus melewati serangkaian pengujian sebelum dinyatakan benar-benarr berkhasiat obat.

  • Benalu (a.l.Dendrophtoe petandra)

Khasiat: inhibitor enzim isomerase yang dihasilkan sel kanker. Zat aktif tanaman ini menghambat perbanyakan dan penyebarandan keganasan kanker.

  • Kunir putih (kaempferia rotunda L.)

Khasiat: meningkatkan jumlah limfosit, meningkatkan pembunuh kanker, meningkatkan antibodi spesifik.

  • Maitake (grifola frondosa)

Khasiat: mengandung polisakarida B1-6 yang bisa meningkatkan efektivitas sel glukans dalan sistem pertahanan tubuh terhadap kanker, meningkatkan kepekaan sel kanker terhadap sitostatika dan radiasi.

  • Meniran (phyllanthus niruri L.)

Khasiat: meningkatkan jumlah limfosit, toksisitas sel pembunuh kanker, dan antibodi spesifik.

  • Tapak dara (Catharanthus roseus)

Khasiat: mengandung alkaloid vinka (vinkristin, vinblastin). Senyawa ini bisa mengurangi keganasan sel kanker, menghambat penyebaran dan perbanyakan sel kanker.

Sumber: Majalah Nirmala

Monday, August 4, 2008

Lidah Buaya, Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.“Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber: Senior

Lidah Buaya, Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.“Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber: Senior

Thursday, July 17, 2008

Selada (Lactuca sativa), Solusi Tepat untuk Sehat dan Singset

Adalah pemandangan yang biasa melihat daun selada disajikan sebagai penghias hidangan di hotel-hotel mawah dan restoran ternama. Warna hijaunya memberikan nuansa mahal, masakan biasa pun tampak istimewa. Kebiasaan menempatkan selada sebagai hiasan memang bisa membuat hidangan tampak menarik dan membangkitkan keinginan untuk mencicipinya. Namun selada sebetulnya bukan hanya baik sebagai 'pajangan' atau pemanis hidangan, akan jauh lebih baik bila daun selada itu turut Anda makan.

Kaya Antioksidan
Sebagaimana halnya sayuran hijau lain, daun selada kaya dengan zat antioksidan seperti betakarotin, falate, dan lutein, serta mengandung indoles yang berkhasiat melindungi tubuh dari serangan penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Kandungan serat alaminya dapat menjaga kesehatan organ-organ pencernaan. Riset telah membuktikan orang yang banyak mengonsumsi sayuran hijau seperti selada memiliki risiko menderita penyakit kanker usus lebih kecik ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah sedikit.

Daun selada (Lactuca sativa) mengandung seperangkat vitamin bermanfaat bagi tubuh. Contohnya vitamin K, yang bermanfaat membentuk protharambin, yaitu zat yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah pembentukan batu ginjal. Senyawa protharambin ini juga terdapat pada hati sapi dan tanaman-tanaman yang memiliki nilai gizi istimewa seperti kedelai dan brokoli. Pada daun selada terdapat pula vitamin P atau lebih dikenal dengan sebutan bioflavonoid. Fungsinya menyerupai vitamin C. Selain mempertahankan fisik tetap awet muda, vitamin P juga berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Selada juga mengandung mineral-mineral penting seperti yodium, fosfor, besi, tembaga, seng, kalsium, mangan, magnesium serta potasium. Mineral-mineral ini membantu melancarkan metabolisme tubuh.

Selada merupakan jawaban bagi Anda yang bingung mencari cemilan sehat. Sekaligus solusi tepat bila ingin langsing dan tampil awet muda.

Mengonsumsinya akan menjaga keseimbangan tubuh setiap saat. Adanya zat besi dan magnesium mengaktifkan efek diuretik. Buang air kecil pun menjadi lancar. Keuntungannya, efek diuretik memudahkan pembuangan sisa-sia metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.

Multikhasiat
Pendek kata, keragaman zat-zat kimia yang dikandungnya, menjadikan selada tanaman multikhasiat yang patut diperhitungkan. Sayuran yang berasal dari wilayah Asia Barat dan biasa disantap sebagai lalap itu ternyata juga dapat berfungsi sebagai obat pembersih darah, mengatasi batuk, menghilangkan demam, radang kulit, sulit tidur (insomnia), serta gangguan wasir.

Bagi wanita yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, selada merupakan cemilan atau makanan alternatif yang sering disarankan ahli gizi. Serat dan zat nutrisi lain yang terkandung di dalam selada dapat meluruhkan lemak tubuh yang berlebihan. Jadi tak perlu diragukan lagi, selada adalah salah satu solusi untuk mewujudkan tubuh sehat dan singset.

Resep Obat Daun Selada

Radang kulit (Dermatitis)
Ambil daun selada secukupnya, cuci sampai bersih, lalu rebus. Gunakan air rebusan ini untuk mencuci bagian kulit tubuh yang sakit.

Wasir
Ambil dan selada secukupnya lalu cuci sampai bersih. Rebuslah sampai air rebusannya berkurang dari semula. Bubuhkan daun selada yang sudah direbus pada bagian tubuh yang sakit. Cara lain: setelah direbus, suruhlah penderita wasir jongkokdi atas wadah perebusan sehingga uap air rebusan bisa mengenai bagian wasir.

Muntaber
Sediakan beberapa lembar daun selada dan 2 siung bawang putih. Setelah dicuci, haluskan masing-masing bahan secara terpisah. Lalu campurkan dan aduk hingga ramuan terlihat seperti pasta. Panaskan pasta selada. Setelah cukup dingin bubuhkan pada pusar penderita. Agar tidak berserakan tutup ramuan dengan kain kasa. (Sumber: human health)

Selada (Lactuca sativa), Solusi Tepat untuk Sehat dan Singset

Adalah pemandangan yang biasa melihat daun selada disajikan sebagai penghias hidangan di hotel-hotel mawah dan restoran ternama. Warna hijaunya memberikan nuansa mahal, masakan biasa pun tampak istimewa. Kebiasaan menempatkan selada sebagai hiasan memang bisa membuat hidangan tampak menarik dan membangkitkan keinginan untuk mencicipinya. Namun selada sebetulnya bukan hanya baik sebagai 'pajangan' atau pemanis hidangan, akan jauh lebih baik bila daun selada itu turut Anda makan.

Kaya Antioksidan
Sebagaimana halnya sayuran hijau lain, daun selada kaya dengan zat antioksidan seperti betakarotin, falate, dan lutein, serta mengandung indoles yang berkhasiat melindungi tubuh dari serangan penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Kandungan serat alaminya dapat menjaga kesehatan organ-organ pencernaan. Riset telah membuktikan orang yang banyak mengonsumsi sayuran hijau seperti selada memiliki risiko menderita penyakit kanker usus lebih kecik ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah sedikit.

Daun selada (Lactuca sativa) mengandung seperangkat vitamin bermanfaat bagi tubuh. Contohnya vitamin K, yang bermanfaat membentuk protharambin, yaitu zat yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah pembentukan batu ginjal. Senyawa protharambin ini juga terdapat pada hati sapi dan tanaman-tanaman yang memiliki nilai gizi istimewa seperti kedelai dan brokoli. Pada daun selada terdapat pula vitamin P atau lebih dikenal dengan sebutan bioflavonoid. Fungsinya menyerupai vitamin C. Selain mempertahankan fisik tetap awet muda, vitamin P juga berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Selada juga mengandung mineral-mineral penting seperti yodium, fosfor, besi, tembaga, seng, kalsium, mangan, magnesium serta potasium. Mineral-mineral ini membantu melancarkan metabolisme tubuh.

Selada merupakan jawaban bagi Anda yang bingung mencari cemilan sehat. Sekaligus solusi tepat bila ingin langsing dan tampil awet muda.

Mengonsumsinya akan menjaga keseimbangan tubuh setiap saat. Adanya zat besi dan magnesium mengaktifkan efek diuretik. Buang air kecil pun menjadi lancar. Keuntungannya, efek diuretik memudahkan pembuangan sisa-sia metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.

Multikhasiat
Pendek kata, keragaman zat-zat kimia yang dikandungnya, menjadikan selada tanaman multikhasiat yang patut diperhitungkan. Sayuran yang berasal dari wilayah Asia Barat dan biasa disantap sebagai lalap itu ternyata juga dapat berfungsi sebagai obat pembersih darah, mengatasi batuk, menghilangkan demam, radang kulit, sulit tidur (insomnia), serta gangguan wasir.

Bagi wanita yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, selada merupakan cemilan atau makanan alternatif yang sering disarankan ahli gizi. Serat dan zat nutrisi lain yang terkandung di dalam selada dapat meluruhkan lemak tubuh yang berlebihan. Jadi tak perlu diragukan lagi, selada adalah salah satu solusi untuk mewujudkan tubuh sehat dan singset.

Resep Obat Daun Selada

Radang kulit (Dermatitis)
Ambil daun selada secukupnya, cuci sampai bersih, lalu rebus. Gunakan air rebusan ini untuk mencuci bagian kulit tubuh yang sakit.

Wasir
Ambil dan selada secukupnya lalu cuci sampai bersih. Rebuslah sampai air rebusannya berkurang dari semula. Bubuhkan daun selada yang sudah direbus pada bagian tubuh yang sakit. Cara lain: setelah direbus, suruhlah penderita wasir jongkokdi atas wadah perebusan sehingga uap air rebusan bisa mengenai bagian wasir.

Muntaber
Sediakan beberapa lembar daun selada dan 2 siung bawang putih. Setelah dicuci, haluskan masing-masing bahan secara terpisah. Lalu campurkan dan aduk hingga ramuan terlihat seperti pasta. Panaskan pasta selada. Setelah cukup dingin bubuhkan pada pusar penderita. Agar tidak berserakan tutup ramuan dengan kain kasa. (Sumber: human health)

Wednesday, July 9, 2008

Tomat, Obat Berbagai Penyakit

Tomat, adalah tanaman yang paling mudah dijumpai. Warnanya yang cerah sungguh menarik. Selain kaya vitamin C dan A, tomat konon dapat mengobati bermacam penyakit.

Kalau dirunut sejarahnya, tomat atau Lyopercisum esculentum pada mulanya ditemukan di sekitar Peru, Ekuador dan Bolivia. Di Prancis, tomat dinamakan 'apel cinta' atau pomme d'amour. Dikatakan sebagai apel cinta, karena tomat diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkanjumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.

Tomat juga banyak digunakan untuk masakan, seperti sup, jus, pasta, dllnya. Rasanya yang sedikit asam bahkan membuat selera makan meningkat. Lebih jauh menurut penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, sebagai orang pertama yang meneliti manfaat tomat, pada November 1834, menunjukkan bahwa tomat dapat mengobati diare, serangan empedu,gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever.

Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, juga berhasil menemukan manfaat tomat lainnya. Menurutnya, gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Hal ini juga diakui oleh dokter gizi, Dr. Leane Suniar Manurung, MSc. Melihat khasiat tomat begitu banyak, maka tomat baik dikonsumsi siapapun sejak usia dini. "Apalagi tomat juga timggi kandungan vitamin C dan vitamin A, yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh."

Tapi tomat seperti apa yang baik dikonsumsi? Jika melihat dipasaran, kita bisa menemukan tomat dengan dua warna, yakni warna merah dan hijau. Perbedaan warna ini menunjukan kandungan vitaminnya. Menurut Leane, tomat yang baik dikonsumsi adalah tomat merah. Tomat berwarna merah mengandung vitamin C dan vitamin A lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat hijau.Semakin matang tomat, semakin kaya kandungan vitaminnya. "Karena itu anak kecil sebaiknya dibiasakan banyak makan tomat merah. Ini penting untuk kesehatan matanya," ujar Leane. Jadi, tak pelu ragu memberi si kecil tomat. Sejak usia 6 bulan, seorang anak mulai dibiasakan memakan tomat yang dicampur dengan sayuran lainnya.

Menghancurkan Radikal Bebas

Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih lainnya. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. "Memang lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat," terang Leane.

Untuk mendapat khasiatnya, terutama untuk orang dewasa, lanjut Leane tomat sebaiknya dimakan setiap pagi sebanyak satu atau dua buah.

Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yangyang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinya walaupun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akan memperbuurk kondisi penyakit.

Lebih Baik Diolah

Berbeda dengan sayuran lainnya yang lebih bermanfaat jika dimakan mentah-mentah, ternyata tomat lebih baik dicampur dengan masakan atau dihancurkan sebelum dimakan. Para peneliti menemukan lycopene yang dikeluarkan pada tomat tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tomat yang langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu.

Sayangnya, meskipun kandungan lycopennya berlimpah, pasta tomat dan saus tomat yang dijual dipasaran sudah banyak dibubuhi bahan tambahan makanan seperti pewarna atau pengawet sintetis. " Bahan tambahan ini justru merangsang munculnya banyak radikal bebas yang memicu kanker.

Karenanya jika ingin mengkonsumsi pasta lebih baik membuatnya sendiri." Jadi, tunggu apa lagi?(Ima)

Manfaat Tomat

1. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung
2. Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.
3. Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.
4. Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia ( age-related macular degeneration).
5. Mengurangi resiko radang usus buntu.
6. Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar.
7. Menghilangkan jerawat.
8. Mengobati diare
9. Meningkatkan jumlah sperma pada pria
10. Memulihkan fungsi lever.
11. Mengatasi kegemukan

Tips Mengolah Tomat Sebagai Obat

* Untuk mengobati keseleo: sembuhkan dengan ramuan tomat. Buah tomat diblender, lalu sarinya dicampur dengan minyak wijen, dengan perbandingan 1:1. Setelah itu, dipanaskan hingga tinggal minyaknya saja. Kemudian, minyak tersebut dipakai memijat sendi-sendi yang keseleo tadi.

* Untuk mengobati bisul: ambil sebuah tomat. Lalu, seluruh daging dan biji tomat dipanaskan, dan diletakkan di atas bisul. Tak lama kemudian bisul itu pecah, dan sekaligus disembuhkannya.

* Untuk pengobatan jerawat: ambilah sebuah tomat yang telah direbus, kemudian potong-potong. Gosokkan potongan itu pada wajah yang berjerawat secara perlahan. Diamkan selama sepuluh menit. Setelah itu bilas wajah dengan air. Lakukan rutin selama satu bulan. BIma

Tips Memilih Tomat

* Pilih tomat yang matang berwarna merah tua.
* Pilih tomat yang masih keras dan tidak ada bagian yang lunak. Jika ada bagian yang lunak, berarti ada bagian yang sudah mulai membusuk di dalamnya.
* Jangan pilih tomat yang kusam, pilih yang warnanya masih mengkilap.
* Perhatikan pada pangkal tomat, jika berbau agak asam dan sudah mulai berarir, berarti sudah mulai terjadi pembusukan.
* Pilih tomat yang kulitnya masih segar dan belum keriput, untuk menandakan bahwa tomat tersebut masih baru.

Sumber: Tabloid Ibu & Anak