Showing posts with label Kudis. Show all posts
Showing posts with label Kudis. Show all posts

Monday, August 25, 2008

Salam untuk diabet hingga kudis


Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.)

Sinonim :Eugenia polyantha, Wight. = E. lucidula, Miq.

Familia :Myrtaceae
.
Uraian :

Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi.

Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda.

Daun bila diremas berbau harum. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat.

Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.
.
Nama Lokal :
Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura);

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Daun: Rasa kelat, wangi. Adstringen.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol;
.
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, kulit batang, akar dan buah.

KEGUNAAN:
- Diare.
- Sakit maag (gastritis).
- Kencing manis.
- Mabuk akibat alkohol.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 7-20 lembar daun, direbus.
Pemakaian luar: Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.
.
CARA PEMAKAIAN:

1. Diare:
15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

2. Kencing manis:
7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.

3. Sakit maag:
15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

4. Mabuk akibat alkohol:
1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.

5. Kudis, gatal:
Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit. (ipteknet)

Salam untuk diabet hingga kudis


Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.)

Sinonim :Eugenia polyantha, Wight. = E. lucidula, Miq.

Familia :Myrtaceae
.
Uraian :

Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi.

Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda.

Daun bila diremas berbau harum. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat.

Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.
.
Nama Lokal :
Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura);

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Daun: Rasa kelat, wangi. Adstringen.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol;
.
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, kulit batang, akar dan buah.

KEGUNAAN:
- Diare.
- Sakit maag (gastritis).
- Kencing manis.
- Mabuk akibat alkohol.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 7-20 lembar daun, direbus.
Pemakaian luar: Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.
.
CARA PEMAKAIAN:

1. Diare:
15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

2. Kencing manis:
7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.

3. Sakit maag:
15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

4. Mabuk akibat alkohol:
1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.

5. Kudis, gatal:
Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit. (ipteknet)

Tuesday, August 19, 2008

Inggu untuk hepatitis

Tanaman ini bisa dibilang langka karena hanya dapat dijumpai di dataran tinggi. Meski begitu, getah batangnya mudah ditemui di toko jamu. Getah inggu yang diseduh dengan air bisa menyembuhkan sakit lever, sedangkan daunnya untuk mengobati histeris.

Sesuai dengan jenisnya yang merupakan tanaman perdu, inggu atau dalam bahasa Latin disebut Ruta angustafiola L, Pers, tidak tumbuh terlalu tinggi. Tumbuh di daerah sejuk, tinggi pohon inggu hanya berkisar 30 hingga 150 cm.

Getah Batang
Efek farmakologis didapat dari penggunaan daun serta batang dan getahnya yang sering dipakai sebagai jamu. Getah batang inggu banyak dijual oleh pedagang jamu di pasar.

Selain bentuk tanamannya yang sedang dan daunnya yang kecil, inggu bisa dikenali dari baunya yang menyengat. Terlebih lagi jika daunnya diremas. Rasanya pahit dan pedas.

Meskipun begitu, inggu punya banyak khasiat. Getah inggu yang dicampur dengan kunyit yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal. Karena itu, inggu sering digunakan untuk membunuh tungau dan menstimulasi kulit.

Ramuan inggu juga bisa digunakan untuk mengobati orang yang mengalami histeria. Caranya dengan menempelkan ramuan daun inggu pada pergelangan tangan dan pelipis penderita.
Hal yang sama juga dapat dilakukan bagi penderita demam. Terlebih lagi demam yang bisa mengakibatkan kejang pada anak. Sebab, inggu dikenal memiliki sifat antikejang.

Khasiat lain inggu adalah sebagai penawar bisa, pembius, anti peradangan, pereda nyeri dan panas, diuretik dan merangsang nafsu makan. Diyakini pula inggu bersifat antiafrodisiak dan dapat memperlambat denyut jantung.

Literatur lain menyebutkan, di Malaysia, getah inggu digunakan sebagai obat tetes telinga. Bagi masyarakat Jawa, daun inggu dipakai sebagai bahan campuran obat batuk.

Namun secara tradisonal, inggu kerap digunakan sebagai rempah-rempah. Meski begitu, bila dipakai berlebihan inggu akan sangat berbahaya. Sebab, potensial menimbulkan toksik atau racun.

Misalnya saja, penggunaan ramuan inggu secara internal dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran pada wanita hamil. Karena itu, perempuan hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi ramuan ini. Sebab, efek meluruhkan tersebut bisa menimbulkan terjadinya keguguran.

Penggunaan secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kejadian muntah, sakit maag, pembengkakan di lidah, kedinginan, bahkan kematian. Namun, sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya kematian akibat minum ramuan inggu.

Beberapa contoh ramuan
Beberapa contoh ramuan yang dibuat oleh Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, bisa dicoba untuk penyakit-penyakit berikut ini:
Hepatitis
Getah batang inggu yang sudah kering sebesar biji kedelai dimasukkan ke dalam segelas air panas. Tunggu hingga larut. Setelah itu siap diminum.

Stuip/kejang pada anak
Daun Inggu segenggam ditumbuk bersama dengan parutan 1-2 butir bawang merah. Setelah tertumbuk rata, tempelkan di ubun-ubun anak. Untuk anak yang pingsan, ciumkan daun inggu di hidungnya.

Demam pada anak
Daun inggu 3-5 helai, diremas bersama dengan bunga seruni satu buah dan air hangat secukupnya. Usapkan pada tubuh anak menggunakan handuk kecil.

Penawar bisa kalajengking atau lipan
Segenggam daun inggu direbus dengan satu gelas air hingga tersisa setengahnya. Airnya diminum dan ampasnya ditempelkan pada bagian yang digigit.

Demam kuning
Daun inggu segenggam, temulawak segar sebesar telur ayam, dan tiga pohon kecil meniran direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum, selagi hangat.

Ketombe dan kurap
Daun inggu segar 3-5 helai dan rimpang kunyit satu ruas jari tangan dipipis hingga berbentuk pasta dengan tambahan sedikit air.

* Untuk ketombe, rambut dibasahi, kemudian lumuri dengan ramuan inggu. Garuk dengan bantuan ujung tangan atau sisir. Jika sudah terkelupas, keramas dengan menggunakan sampo biasa. Ulangi selama empat hari.
* Untuk kurap, ramuan dibalurkan pada bagian yang terkena kurap setiap tiga jam.

Gangguan lever

* Daun inggu 25 gram direbus bersama brotowali 15 gram dan kunyit 10 gram dengan tambahan air secukupnya. Rebus hingga air tersisa separuhnya. Diminum secara rutin tiga kali sehari.
* Sepertiga genggam daun inggu direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Sumber: Senior

Inggu untuk hepatitis

Tanaman ini bisa dibilang langka karena hanya dapat dijumpai di dataran tinggi. Meski begitu, getah batangnya mudah ditemui di toko jamu. Getah inggu yang diseduh dengan air bisa menyembuhkan sakit lever, sedangkan daunnya untuk mengobati histeris.

Sesuai dengan jenisnya yang merupakan tanaman perdu, inggu atau dalam bahasa Latin disebut Ruta angustafiola L, Pers, tidak tumbuh terlalu tinggi. Tumbuh di daerah sejuk, tinggi pohon inggu hanya berkisar 30 hingga 150 cm.

Getah Batang
Efek farmakologis didapat dari penggunaan daun serta batang dan getahnya yang sering dipakai sebagai jamu. Getah batang inggu banyak dijual oleh pedagang jamu di pasar.

Selain bentuk tanamannya yang sedang dan daunnya yang kecil, inggu bisa dikenali dari baunya yang menyengat. Terlebih lagi jika daunnya diremas. Rasanya pahit dan pedas.

Meskipun begitu, inggu punya banyak khasiat. Getah inggu yang dicampur dengan kunyit yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal. Karena itu, inggu sering digunakan untuk membunuh tungau dan menstimulasi kulit.

Ramuan inggu juga bisa digunakan untuk mengobati orang yang mengalami histeria. Caranya dengan menempelkan ramuan daun inggu pada pergelangan tangan dan pelipis penderita.
Hal yang sama juga dapat dilakukan bagi penderita demam. Terlebih lagi demam yang bisa mengakibatkan kejang pada anak. Sebab, inggu dikenal memiliki sifat antikejang.

Khasiat lain inggu adalah sebagai penawar bisa, pembius, anti peradangan, pereda nyeri dan panas, diuretik dan merangsang nafsu makan. Diyakini pula inggu bersifat antiafrodisiak dan dapat memperlambat denyut jantung.

Literatur lain menyebutkan, di Malaysia, getah inggu digunakan sebagai obat tetes telinga. Bagi masyarakat Jawa, daun inggu dipakai sebagai bahan campuran obat batuk.

Namun secara tradisonal, inggu kerap digunakan sebagai rempah-rempah. Meski begitu, bila dipakai berlebihan inggu akan sangat berbahaya. Sebab, potensial menimbulkan toksik atau racun.

Misalnya saja, penggunaan ramuan inggu secara internal dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran pada wanita hamil. Karena itu, perempuan hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi ramuan ini. Sebab, efek meluruhkan tersebut bisa menimbulkan terjadinya keguguran.

Penggunaan secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kejadian muntah, sakit maag, pembengkakan di lidah, kedinginan, bahkan kematian. Namun, sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya kematian akibat minum ramuan inggu.

Beberapa contoh ramuan
Beberapa contoh ramuan yang dibuat oleh Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, bisa dicoba untuk penyakit-penyakit berikut ini:
Hepatitis
Getah batang inggu yang sudah kering sebesar biji kedelai dimasukkan ke dalam segelas air panas. Tunggu hingga larut. Setelah itu siap diminum.

Stuip/kejang pada anak
Daun Inggu segenggam ditumbuk bersama dengan parutan 1-2 butir bawang merah. Setelah tertumbuk rata, tempelkan di ubun-ubun anak. Untuk anak yang pingsan, ciumkan daun inggu di hidungnya.

Demam pada anak
Daun inggu 3-5 helai, diremas bersama dengan bunga seruni satu buah dan air hangat secukupnya. Usapkan pada tubuh anak menggunakan handuk kecil.

Penawar bisa kalajengking atau lipan
Segenggam daun inggu direbus dengan satu gelas air hingga tersisa setengahnya. Airnya diminum dan ampasnya ditempelkan pada bagian yang digigit.

Demam kuning
Daun inggu segenggam, temulawak segar sebesar telur ayam, dan tiga pohon kecil meniran direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum, selagi hangat.

Ketombe dan kurap
Daun inggu segar 3-5 helai dan rimpang kunyit satu ruas jari tangan dipipis hingga berbentuk pasta dengan tambahan sedikit air.

* Untuk ketombe, rambut dibasahi, kemudian lumuri dengan ramuan inggu. Garuk dengan bantuan ujung tangan atau sisir. Jika sudah terkelupas, keramas dengan menggunakan sampo biasa. Ulangi selama empat hari.
* Untuk kurap, ramuan dibalurkan pada bagian yang terkena kurap setiap tiga jam.

Gangguan lever

* Daun inggu 25 gram direbus bersama brotowali 15 gram dan kunyit 10 gram dengan tambahan air secukupnya. Rebus hingga air tersisa separuhnya. Diminum secara rutin tiga kali sehari.
* Sepertiga genggam daun inggu direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Sumber: Senior

Tuesday, August 12, 2008

Ki Urat

Tumbuhan yang nama latinnya Plantago major (L.) ini berbatang basa dan merupakan gulma di perkebunan karet dan teh. Juga biasa tumbuh liar di hutan, ladang atau halaman berumput lembab. Di Inggris dan sekitarnya tanaman ini merupakan 9 dari tanaman obat yang dianggap sakral.

Tingggi tanaman ini bisa mencapai 15-20 sentimeter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bunganya berwarna cokalt kemerahan atau kuning keabu-abuan. Dengan tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, daun tanaman ini memiliki panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm dan berwarna hijau. Buah tanaman ini berbentuk lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji yang warnanya hitam keriput. Daun muda tanaman ini bisa dimasak untuk sayur.

Berikut ini beberapa ramuan yang diperoleh dari beberapa sumber salah satunya daru Kebun Tanaman Obat "Karya Sari".

Batu Ginjal

Cara I

Bahan:7 gram herba daun sendok segar7 gram akar alang-alang2 gram daun keji beling segar6 gram herba kumis kucing segar2 gram herba meniran segar130 ml air
Cara mengolah:Semua bahan dipipis atau digilas halus atau diblender kemudian disaring.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sekaligus dan dilakukan selama 14 hari.

Cara II(Bisa dipakai juga untuk penyakit Cacingan)

Bahan:20 gram daun kiurat2 gelas air
Cara mengolah:Daun kiuraat direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Minum ramuan dua kali sehari.

Hepatitis, Radang Usus

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 keping rimpang temu lawak segarAir secukupnya
Cara mengolah:Rimpang temu lawak segar disangrai, kemudian dipipis bersama herba daun sendok.
Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:Diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Pada minggu kedua 2 hari sekali, pada minggu ketiga 3 hari sekali.

Wasir

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 helai daun wungu segar100 ml Air
Cara mengolah:Dibuat infus atau diseduh
Cara Pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

Rematik

Bahan:Herba daun sendok segar secukupnyaAir secukupnya
Cara mengolah:Dipipis hingga berbentuk pasta
Cara pemakaian:Dioleskan pada bagian yang sakit dan diperbarui setiap 3 jam.

Diabetes

Bahan:15 gram daun sendok brotowali seukuran jari telunjuk sedikit daun kumis kucing1 sendok teh adas1 sendok teh pulosari3 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring, lalu minum 1 gelas setiap habis makan.

Keputihan

Bahan:10 akar pohon daun kiuraat segar sedikit air cucian beras ketan
Cara mengolah:Akar dilumatkan dengan air cucian beras ketan. Saring lalu minum ramuan sekaligus. Lakukan sekali sehari.

Bisul

Bahan:3 helai daun urat2 gelas air
Cara mengolah:Daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Nyeri Urat/Otot

Cara I
Bahan:5 lembar daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok dilumatkan, lalu digosokkan pada bagian yang sakit.

Cara II
Bahan:Akar daun sendok secukupnyaMinyak kelapa secukupnya
Cara mengolah:Akar daun sendok dimasak dengan minyak kelapa. Minyak yang dihasilkan dipakai untuk mengolesi bagian yang sakit.

Digigit Serangga

Bahan:Beberapa helai daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.

Kudis

Bahan:5 helai daun sendok7 helai daun sambiloto2 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Sumber: Senior

Ki Urat

Tumbuhan yang nama latinnya Plantago major (L.) ini berbatang basa dan merupakan gulma di perkebunan karet dan teh. Juga biasa tumbuh liar di hutan, ladang atau halaman berumput lembab. Di Inggris dan sekitarnya tanaman ini merupakan 9 dari tanaman obat yang dianggap sakral.

Tingggi tanaman ini bisa mencapai 15-20 sentimeter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bunganya berwarna cokalt kemerahan atau kuning keabu-abuan. Dengan tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, daun tanaman ini memiliki panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm dan berwarna hijau. Buah tanaman ini berbentuk lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji yang warnanya hitam keriput. Daun muda tanaman ini bisa dimasak untuk sayur.

Berikut ini beberapa ramuan yang diperoleh dari beberapa sumber salah satunya daru Kebun Tanaman Obat "Karya Sari".

Batu Ginjal

Cara I

Bahan:7 gram herba daun sendok segar7 gram akar alang-alang2 gram daun keji beling segar6 gram herba kumis kucing segar2 gram herba meniran segar130 ml air
Cara mengolah:Semua bahan dipipis atau digilas halus atau diblender kemudian disaring.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sekaligus dan dilakukan selama 14 hari.

Cara II(Bisa dipakai juga untuk penyakit Cacingan)

Bahan:20 gram daun kiurat2 gelas air
Cara mengolah:Daun kiuraat direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Minum ramuan dua kali sehari.

Hepatitis, Radang Usus

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 keping rimpang temu lawak segarAir secukupnya
Cara mengolah:Rimpang temu lawak segar disangrai, kemudian dipipis bersama herba daun sendok.
Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:Diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Pada minggu kedua 2 hari sekali, pada minggu ketiga 3 hari sekali.

Wasir

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 helai daun wungu segar100 ml Air
Cara mengolah:Dibuat infus atau diseduh
Cara Pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

Rematik

Bahan:Herba daun sendok segar secukupnyaAir secukupnya
Cara mengolah:Dipipis hingga berbentuk pasta
Cara pemakaian:Dioleskan pada bagian yang sakit dan diperbarui setiap 3 jam.

Diabetes

Bahan:15 gram daun sendok brotowali seukuran jari telunjuk sedikit daun kumis kucing1 sendok teh adas1 sendok teh pulosari3 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring, lalu minum 1 gelas setiap habis makan.

Keputihan

Bahan:10 akar pohon daun kiuraat segar sedikit air cucian beras ketan
Cara mengolah:Akar dilumatkan dengan air cucian beras ketan. Saring lalu minum ramuan sekaligus. Lakukan sekali sehari.

Bisul

Bahan:3 helai daun urat2 gelas air
Cara mengolah:Daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Nyeri Urat/Otot

Cara I
Bahan:5 lembar daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok dilumatkan, lalu digosokkan pada bagian yang sakit.

Cara II
Bahan:Akar daun sendok secukupnyaMinyak kelapa secukupnya
Cara mengolah:Akar daun sendok dimasak dengan minyak kelapa. Minyak yang dihasilkan dipakai untuk mengolesi bagian yang sakit.

Digigit Serangga

Bahan:Beberapa helai daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.

Kudis

Bahan:5 helai daun sendok7 helai daun sambiloto2 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Sumber: Senior

Wednesday, July 23, 2008

Pinang

Belakangan pinang diketahui berkhasiat meningkatkan gairah. Khasiat penambah gairah ini bukan sekadar omong kosong belaka karena menurutnya di dalam sebuah pinang terkandung arekolin. Senyawa arekolin ini bersifat kholinergik, yang berguna mengatasi senyawa asetil kholin yang banyak beredar di dalam tubuh. Asetil kholin ini bila terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang cepat merasa lelah dan kurang sehat. Sebaliknya, sifat kholinergik pinang bermanfaat menjadikan tubuh sehat, bugar, dan penuh semangat.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman pinang yang dikutip dari Prof. H. Unus Suriawiria dan Endah Lasmadiwati:

1. Meningkatkan Gairah
Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Kerat-kerat kemudian dikunyah dan dimakan. Cara lain: ambil satu biji buah pinang kemudian dihancurkan dan direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Kedua cara itu sama khasiatnya, akan meningkatkan gairah.

2. Obat Cacingan
Siapkan seperempat potong buah pinang, setengah jari rimpang temulawak, setengah jari rimpang kunyit. Semua bahan tersebut direbus kemudian disaring. Minum saringan air tersebut untuk mengatasi cacingan.

3. Menguatkan Gigi dan Gusi
Ambil beberapa biji buah pinang. Iris menjadi beberapa bagian, kemudian kunyah irisan tersebut.

4. Sakit Pinggang
Ambil beberapa lembar daun pinang. Tumbuk daun tersebut dan hangatkan. Setelah itu tumbukan tersebut dikompreskan di tempat yang sakit.

5. Kudis Parut satu biji buah pinang.
Campur dengan seperempat sendok teh kapur sirih dan air secukupnya. Oleskan di bagian yang sakit.

6. Difteri
Siapkan dua biji buah pinang kemudian rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi 1 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu dan aduk rata. Minum perlahan-lahan untuk menyembuhkan difteri.

Sumber: Senior

Pinang

Belakangan pinang diketahui berkhasiat meningkatkan gairah. Khasiat penambah gairah ini bukan sekadar omong kosong belaka karena menurutnya di dalam sebuah pinang terkandung arekolin. Senyawa arekolin ini bersifat kholinergik, yang berguna mengatasi senyawa asetil kholin yang banyak beredar di dalam tubuh. Asetil kholin ini bila terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang cepat merasa lelah dan kurang sehat. Sebaliknya, sifat kholinergik pinang bermanfaat menjadikan tubuh sehat, bugar, dan penuh semangat.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman pinang yang dikutip dari Prof. H. Unus Suriawiria dan Endah Lasmadiwati:

1. Meningkatkan Gairah
Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Kerat-kerat kemudian dikunyah dan dimakan. Cara lain: ambil satu biji buah pinang kemudian dihancurkan dan direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Kedua cara itu sama khasiatnya, akan meningkatkan gairah.

2. Obat Cacingan
Siapkan seperempat potong buah pinang, setengah jari rimpang temulawak, setengah jari rimpang kunyit. Semua bahan tersebut direbus kemudian disaring. Minum saringan air tersebut untuk mengatasi cacingan.

3. Menguatkan Gigi dan Gusi
Ambil beberapa biji buah pinang. Iris menjadi beberapa bagian, kemudian kunyah irisan tersebut.

4. Sakit Pinggang
Ambil beberapa lembar daun pinang. Tumbuk daun tersebut dan hangatkan. Setelah itu tumbukan tersebut dikompreskan di tempat yang sakit.

5. Kudis Parut satu biji buah pinang.
Campur dengan seperempat sendok teh kapur sirih dan air secukupnya. Oleskan di bagian yang sakit.

6. Difteri
Siapkan dua biji buah pinang kemudian rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi 1 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu dan aduk rata. Minum perlahan-lahan untuk menyembuhkan difteri.

Sumber: Senior