Showing posts with label Gemuk dan Seks. Show all posts
Showing posts with label Gemuk dan Seks. Show all posts

Tuesday, December 16, 2008

Rampingkan Pinggang Agar Mr. P Tetap Joss


Pada suatu malam, istri Anda sudah bersiap-siap dengan gaun tipisnya yang merangsang. la menyandarkan tubuhnya dengan manja, menciumi Anda dengan hasrat menggebu dan memberi isyarat untuk pindah ke tempat tidur. Jantung dan nadi Anda pun berdegup kencang, napas seakan memburu, semuanya berjalan dengan lancar.

Tapi sial, di saat paling krusial tiba-tiba saja peluncur roket Anda berubah bak sebatang sosis kekurangan isi. Anda pernah mendengar bahwa itu bisa saja terjadi pada pria manapun sekali atau dua kali, maka Anda mencoba tak mempermasalahkannya. Namun, lama kelamaan Anda tetap tak berdaya, bahkan meski Anda telah berusaha keras mengobarkan birahi Anda.

Kalau untuk mendapat ereksi ternyata menjadi lebih sulit daripada mengangkat beban puluhan kilogram, Anda sebaiknya mulai berpikir meskipun tak perlu mencemaskannya. Walau membuat kesal, sesekali kehilangan gairah atau gagal mempertahankan ereksi tak boleh terlalu dikhawatirkan.

"Sejalan dengan pertambahan usia, Anda butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ereksi dan memerlukan rangsangan baik fisik maupun psikologis lebih banyak untuk mempertahankannya. Justru orang yang menjadi cemas ketika merasa bahwa ereksinya tak stabil secara psikologis akan menjadi impoten. Itu karena is tidak bisa menerima bahwa jasmaninya bertambah tua," ungkap Roger Crenshaw, M.D., seorang psikiater dan spesialis terapi seks asal California..

Di saat usia dua puluh tahunan, mencapai ereksi adalah soal mudah. Namun saat usia merayap mendekati 40, hasrat seksual dan kemampuan penis Anda takkan sebaik sebelumnya. Jadi tak mengherankan bila siapa pun jadi cemas dan tertekan, karena kini Anda berpeluang bergabung dengan puluhan juta lelaki lain yang oleh dokter divonis mengidap impotensi.

Artinya, mereka tak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bersanggama sampai 75 persen dari seluruh kesempatan yang ada. "Banyak pria yang lebih mampu mengatasi kehilangan sebelah kaki daripada mengatasi impotensi," tutur Dr. Crenshaw.

Tetapi faktanya, hanya sedikit pria di usia tiga puluh dan empat puluhan mengalami impotensi, dan banyak hal yang bisa Anda perbuat untuk mengusahakan agar Anda tidak mengalaminya. Bahkan apabila Anda impoten, peluang untuk disembuhkan tetap masih ada.

Para dokter, yang dulu pernah memandang impotensi hampir secara eksklusif sebagai masalah psikologis, sekarang percaya bahwa sekurangnya tujuh di antara sepuluh kasus impotensi memiliki penyebab fisik, termasuk diabetes, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis.

Pengobatan, konsumsi alkohol, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah. Yang menjadi inti dalam hal ini adalah bahwa apa pun yang menghentikan aliran darah ke penis Anda akan memperkecil peluang Anda untuk mendapatkan ereksi.

Akan tetapi jika Anda merawat diri dengan baik, Anda dapat tetap siap siaga, tetap bergairah, dan tetap mampu berhubungan seks hingga usia lanjut. Menurut teori, tak ada alasan bahwa kemampuan seksual Anda akan berubah karena usia Anda bertambah. Ada satu hal yang sama di antara mereka : Mereka merawat diri lebih baik daripada kebanyakan pria lain.
Jadi rawatlah Mr. P Anda sebaik-baiknya. dan ikutilah beberapa cara cara berikut untuk menjaga agar alat vital Anda dapat terus berfungsi dengan baik.

- Berhenti merokok.
Merokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung, maka tak sulit untuk percaya bahwa proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Sekarang merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi, dan aksi pertamanya dimulai ketika usia Anda menginjak 40 tahun. Maka, jika Anda merokok, berhentilah sekarang juga!.

- Berlarilah ke tempat olahraga, jangan berjalan
Semakin bugar tubuh Anda, semakin sering Anda mampu berhubungan seksual, juga semakin baik, kata sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior. Dalam studi itu, yang diselenggarakan di University of California, San Diego, 78 pria sehat tetapi tidak aktif mulai berlatih aerobik tiga hingga lima hari dalam seminggu, masing-masing selama satu jam. Selama penelitian itu, tiap orang menulis buku harian tentang kegiatan seksual mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kehidupan seks para pelaku aerobik itu sangat meningkat. Sementara itu, kehidupan seks mereka yang hanya berjalan-jalan santai hanya berubah sedikit.

Tidak peduli jenis aerobik mana yang Anda pilih, yang penting Anda mengerjakannya, paling tidak tiga kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama dua puluh menit. Berlari, berenang, dan bersepeda merupakan pilihan-pilihan yang baik.

- Kurangi lemak
Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasok darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis. Para dokter percaya bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak. Apabila Anda makan 2500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak Anda adalah sekitar 50 gram. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang Anda beli, cari produk-produk miskin lemak dan tanpa lemak, hindari gorengan, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.

- Rampingkan pinggang Anda
Kelebihan timbangan dapat menyebabkan panjang penis Anda berkurang. Penelitian tidak resmi terhadap sejumlah pria kegemukan menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang pria yang kegemukan akan mendapatkan kembali dua setengah cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang disingkirkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang betel-betel kegemukan. Akan tetapi yang jelas, mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi Anda.

- Cermati obat yang Anda pakai
Ratusan obat dapat menyebabkan impotensi sebagai efek samping, termasuk diuretik, penurun darah tinggi lain, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang Anda minum dapat membuat Anda bermasalah.

- Alkohol secukupnya
Alkohol adalah depresan yang berfungsi memperlambat refleks, termasuk dalam olah seksual. Di samping merusak kemampuan seksual secara langsung, alkohol, bila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, dapat berpengaruh langsung terhadap testis, mengurangi produksi hormon pria testosteron dan mengganggu keseimbangan hormon-hormon dan badan-bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi, padahal keseimbangan itu rentan sekali. Batasi diri hanya dua kaleng bir atau segelas anggur sehari, kata Saul Rosenthal, M.D., direktur Sexual Therapy Clinic of San Antonio di San Antonio, Texas, dan pengarang Sex over 40. Apabila Anda mengalami masalah seksual, berhentilah minum selama tiga bulan untuk mengetahui apakah ini ada gunanya, katanya.

- Berhati-hatilah Cedera penis sering menjadi penyebab impotensi, ungkap Irwin Goldstein, M.D., dosen urologi di Boston University School of Medicine. "Cedera pada penis bisa menyebabkan pecahnya dinding berserat yang berfungsi menahan tekanan ketika ereksi terjadi. Kerusakan yang terjadi betel-betel seperti yang dialami oleh dinding ban mobil ketika pecah karena menabrak- trotoar dalam kecepatan terlalu tinggi," katanya.

Posisi yang paling memungkinkan peristiwa ini terjadi adalah ketika wanita berada di atas, karena sewaktu-waktu penis dapat terlepas dari vagina, dan bila kurang hatihati si wanita dapat menekuk penis ke arah yang salah. Selain tertekuk ke arah yang salah selama olah seksual, kecelakaan sepeda dan hantaman pada selangkangan juga dapat merusak penis serta testis.(Kompas)

Monday, December 15, 2008

Kegemukan Timbulkan Disfungsi Seksual?

TIDAK sedikit orang yang mengalami kegemukan mengeluh mengalami masalah seksual, termasuk disfungsi seksual. Tetapi tidak semua orang yang mengalami kegemukan, pasti mengalami masalah itu.

Begitulah pendapat Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS, seperti dikutip dalam bukunya "Seks yang Membahagiakan".

"Sejauh mana kegemukan menimbulkan masalah seksual, sangat tergantung kepada apa penyebab kegemukan, sejauh mana kegemukan mengganggu gerakan tubuh, dan sejauh mana terjadi hambatan psikis pada orang yang mengalami kegemukan dan juga pasangannya. Hambatan psikis pada akhirnya dapat mengganggu fungsi seksual," papar Wimpie yang juga Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali ini.
.
Wimpie menjelaskan, ada tiga hal yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual pada orang yang mengalami kegemukan. Pertama, kegemukan berhubungan erat dengan sejumlah kelainan atau penyakit, yang kemudian dapat berakibat pada disfungsi seksual. Contoh yang sering terjadi ialah penyakit kencing manis, tekanan darah tinggi, dan gangguan hormon.

"Penyakit kencing manis (diabetes) dapat menimbulkan disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita. Pada pria dapat terjadi disfungsi ereksi dan ejakulasi terbalik. Ejakulasi terbalik, yaitu ejakulasi yag terjadi ke arah kandung kencing, sehingga sperma tidak dikeluarkan melainkan masuk ke dalam kandung kencing. Pada wanita, kencing manis dapat mengakibatkan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual, dan hambatan orgasme. Penurunan hormon testosteron yang berkaitan erat dengan terjadinya kegemukan di daerah perut, jelas dapat mengakibatkan disfungsi seksual," paparnya panjang.

Pada tekanan darah tinggi, lanjutnya, disfungsi seksual terjadi sebagai akibat terganggunya aliran darah selain karena efek samping penggunaan obat tertentu yang sebenarnya ditujukan untuk menurunkan tekanan darah. Karena itu, sangat merugikan menggunakan obat tekanan darah tinggi tanpa pengawasan tenaga ahli. Demikian juga dengan penggunaan obat lain, selain obat tekanan darah tinggi. Beberapa obat lain juga dapat menimbulkan disfungsi seksual.

Hal kedua yang mengakibatkan disfungsi seksual pada kegemukan ialah hambatan psikis yang timbul akibat kegemukan. Banyak orang yang mengalami kegemukan merasa malu atau tidak percaya diri karena bentuk tubuhnya yang dianggap lucu atau tidak menarik. Tidak sedikit di antaranya yang mengalami hambatan dalam hubungan sosial dengan orang lain, bahkan ada pula yang sampai mengalami depresi. Hambatan ini pada akhirnya dapat mengakibatkan disfungsi seksual.

"Selain yang bersangkutan sendiri, pasangan orang yang mengalami kegemukan juga mungkin mengalami hambatan psikis karena merasa tidak tertarik dengan bentuk tubuh seperti itu. Akhirnya masalah seksual juga dialami oleh pasangan orang yang mengalami kegemukan itu, sehingga pasangan ini sama-sama mengalami disfungsi seksual," jelasnya.

Menurut Wimpie lagi, pada pria, kegemukan di bagian perut menyebabkan penis seakan-akan tertarik masuk sehingga tampak menjadi lebih pendek. Keadaan ini tidak jarang menyebabkan hambatan psikis sehingga terjadi disfungsi ereksi.

Ketiga, secara fisik kegemukan dapat menggangu pelaksanaan hubungan seksual, yang terutama berhubungan dengan posisi dan gerakan. Dalam hubungan dengan posisi, orang yang kegemukan akan memberikan beban yang berlebihan bagi pasangannya, sekaligus menghambat gerakan, baik bagi yang bersangkutan sendiri maupun bagi pasangannya.

Menurut Wimpie, gangguan akan semakin terasa kalau pasangan itu sama-sama mengalami kegemukan, apalagi di bagian perut. Kalau kedua pihak sama-sama mengalami kegemukan, maka kesulitan mengatur posisi hubungan seksual menjadi semakin bertambah. Bahkan bukan tidak mungkin hubungan seksual tidak dapat dilakukan.

"Gangguan dalam pelaksanaan hubungan seksual mengakibatkan hubungan seksual tidak dapat berlangsung dengan baik, yang pada akhirnya mengakibatkan ketidakharmonisan dalam kehidupan seksual pasangan itu," tutup Ketua Program Magister Ilmu Kedokteran Reproduki di Universitas Udayana, Bali ini. (Okezone)

Pasutri yang Gemuk Sulit Dapatkan Keturunan

Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas tentu lebih banyak tidak enaknya, selain gerak tubuh jadi lamban, juga rawan terkena penyakit, konsekuensi lainnya adalah sulit memiliki anak.
Dalam survei yang dilakukan peneliti dari Denmark di tahun 1996 dan 2002 terhadap 48 ribu pasangan suami istri (pasutri) yang salah satu atau keduanya obesitas, mayoritas responden mengaku sulit mendapatkan anak.

Adapun ukuran waktu yang dipakai para peneliti untuk mengukur kesuburan adalah berapa lama pasangan ini bisa hamil sejak mereka melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi.
Jika kedua pasangan obesitas, kemungkinan untuk bisa hamil setahun kemudian, lebih lama tiga kali lipat dibandingkan dengan pasangan yang berat tubuhnya normal.

Selama ini dunia kedokteran memang sudah mengetahui bahwa kelebihan berat badan bisa menggangu kesuburan seseorang. Karenanya fokus penelitian saat ini adalah bagaimana jika keduanya obesitas.

Studi sebelumnya menyebutkan kualitas sperma dan kadar hormon reproduksi pria yang kegemukan akan berkurang. Sedangkan pada perempuan, obesitas bisa mengganggu proses ovulasi dan gangguan perkembangan janin di awal masa kehamilan.

"Jika pasutri yang kegemukan ingin segera hamil, kami sarankan mereka untuk mengurangi berat badan dulu," kata seorang peneliti, Cecilia Hansen dari Universitas Aarhus, Denmark.
Ia mengatakan bahwa penelitian ini tidak menguji apakah frekuensi hubungan seks pasutri yang gemuk lebih sedikit dari pasutri yang beratnya normal. "Kami memang tidak mengetahui apakah para responden kami sering melakukan hubungan seks atau tidak," katanya. "Yang pasi, semakin berat badan seseorang, semakin lama kemungkinannya untuk hamil," kata Hansen. /Kompas

Kegemukan, Seks Terganggu

“Saya seorang pria berumur 22 tahun, masih kuliah. Saya sering mengikuti rubrik Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat. Saya mau tanya soal merokok. Kata orang, rokok yang rasa mentol bisa membuat orang mandul atau impotensi. Benar atau tidak ya? Selama ini saya kadang-kadang saja merokok.

Saya pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 4 kali. Dua kali saya mencapai orgasme, sedangkan 2 kalinya gagal. Apa mungkin karena faktor psikis?
Saya perhatikan selama ini penis saya tidak bisa ereksi secara maksimal. Apa karena faktor fisik? Fisik saya gemuk, dengan berat 110 kg, tinggi 171 cm. Mohon penjelasan apa yang saya alami ini.” L.K., Jakarta

Rokok Berbahaya
Mengenai merokok, saya yakin Anda sudah sering mendengar atau membaca mengenai bahayanya bagi kesehatan, tidak peduli apakah rokok mengandung mentol atau tidak. Karena itu, semua bangsa di seluruh dunia sepakat menyatakan bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan.

Bangsa-bangsa di dunia bahkan telah sepakat memilih satu hari dan menyerukan sebagai Hari Tanpa Tembakau, yang kita peringati juga. Tidak itu saja, perusahaan rokok pun diharuskan menempelkan peringatan bahaya merokok di setiap bungkus rokok.

Jadi tidak usah diragukan dan dipertanyakan lagi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan. Kini terserah setiap orang, mau merokok atau tidak. Artinya, risiko ditanggung sendiri. Meski demikian, jangan merugikan orang lain dengan mencemari udara yang dihirup orang lain di sekitarnya.

Di antara risiko kebiasaan merokok atau tercemar asap rokok terus-menerus ialah disfungsi ereksi dan gangguan kesuburan. Jadi Anda benar telah menyebut kedua efek buruk yang dapat terjadi akibat kebiasaan merokok. Belum lagi penyakit lain seperti penyakit jantung, infeksi paru, dan kanker paru.

Pastikan Gangguannya Mengenai orgasme yang Anda sebut gagal, saya pikir harus dipastikan dulu, apakah benar gagal orgasme ataukah gagal ejakulasi. Ada pria yang tidak dapat merasakan orgasme (kenikmatan seksual) walaupun mengalami ejakulasi. Ada pula pria yang tak dapat mencapai ejakulasi dan sekaligus tidak merasakan orgasme.

Dengan demikian, Anda harus dapat memastikan, mana yang pernah Anda alami itu. Namun, kalau kegagalan itu hanya terjadi sekali waktu, bukan terus-menerus, itu tidak dapat digolongkan sebagai disfungsi seksual.

Demikian juga dengan gangguan ereksi yang Anda alami. Kalau benar Anda sering atau selalu mengalami gangguan ereksi sehingga selalu terganggu setiap kali melakukan hubungan seksual, barulah Anda disebut mengalami disfungsi ereksi. Kalau hanya sekali waktu, misalnya karena kelelahan lalu ereksi tidak baik, itu bukan tergolong disfungsi ereksi.

Kesulitan Posisi Saya ingin mengingatkan bahwa Anda mengalami kegemukan, dan kegemukan berkaitan dengan banyak gangguan atau penyakit.

Kegemukan dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme, gangguan hormon, timbunan lemak, gaya hidup, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hambatan gerak, dan kurangnya rasa percaya diri. Karena itu, kegemukan kerap berkaitan atau mengakibatkan disfungsi ereksi dan disfungsi seksual yang lain.

Bagi pasangan yang mengalami kegemukan, secara psikis dan fisik juga dapat menimbulkan gangguan seksual. Secara psikis, pasangan yang mengalami kegemukan merasa terganggu karena kegemukan pada umumnya bukan sesuatu yang diharapkan.

Secara fisik, pasangan juga merasakan gangguan karena kegemukan menimbulkan kesulitan dalam gerakan dan pengaturan posisi hubungan seksual. Dengan demikian, hubungan seksual yang ideal jauh dari harapan. Apakah kini Anda mengalami disfungsi seksual atau tidak, saya sarankan Anda berkonsultasi lebih lanjut dan memeriksakan diri berkaitan dengan kegemukan yang Anda alami.

Lambat atau cepat kegemukan akan menimbulkan akibat buruk, tidak hanya bagi fungsi seksual, tetapi juga bagi fungsi tubuh yang lain. Jadi jangan biarkan diri Anda tetap dalam kegemukan./Gayahidupsehatonline

Sunday, December 14, 2008

Kegemukan Bikin Bengkak Kelamin Anak!

Obesitas atau penyakit kegemukan yang menimpa kalangan anak-anak dapat memicu pertumbuhan segala penyakit, terutama pada bagian organ reproduksi. Pakar andrologi Rumah Sakit (RS) Baptis Kediri, Dr. dr. Hudi Winarso, M.Kes, Sp.And, Sabtu, mengemukakan, obesitas pada anak terjadi akibat adanya asupan secara berlebihan berbagai jenis makanan yang tidak sehat. "Sehingga, hal ini menjadikan si anak kurang aktif," katanya saat menyampaikan paparannya dalam seminar kesehatan mengenai "Dampak Obesitas Pada Anak" di RS Baptis Kediri, Jatim.

Lebih lanjut Hudi mengatakan, organ reproduksi anak laki-laki dapat terkena "Hipospadia" atau adanya kelainan saluran kencing dengan pembengkakan alat kelamin, sehingga pembuangan air kencing tidak normal.

"Selain itu, si anak yang menderita obesitas akan mengalami gangguan ’Mikro Penis’, karena perkembangan organ laki-laki menjadi kecil," katanya mengungkapkan.

Gangguan lain yang biasanya terjadi pada anak-anak yang menderita obesitas, adalah "Undesensus Testis" atau biji pelir yang posisinya berada di dalam perut.

Selain obesitas, bahan kimia yang mengakibatkan kerusakan alat reproduksi adalah bahan yang mengandung Dioxin yang biasanya digunakan sebagai pemutih kertas, DDT, dan Metanol Ethanol yang banyak terdapat dalam plastik, botol, dan kaleng.

Sementara itu pembicara lainnya dalam seminar itu, dr. Sebastianus Jobul menambahkan, hingga kini di Indonesia masih belum ada penelitian mengenai epidemiologi baku tentang obesitas.

"Tapi berdasarkan penelitian epidemiologi di sub urban Jakarta terjadi peningkatan. Tahun 1992 jumlahnya mencapai17,1 persen, padahal pada 1982 hanya 4,2 persen,"
katanya.Peningkatan itu, lanjut Sebastian, dikarenakan perubahan gaya hidup yang cenderung konsumtif dan menyukai makanan serba instan. "Besar kemungkinan angka pencetus obesitas, karena sindroma metabolik akan terus meningkat. Ini karena adanya perubahan gaya hidup yang lebih menyukai makanan instan," katanya menegaskan.

Sedang pemerhati kesehatan anak, dr. Rihi Here Wila mengatakan, terjadinya obesitas pada anak, 90 persen dipengaruhi nutrisi, sedang 10 persen sisanya faktor keturunan. Namun dia menyatakan, penggunaan obat-obatan pencegah obesitas justru berdampak buruk pada kesehatan anak. "Sebenarnya obesitas dapat dicegah, salah satunya dengan memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif dan memberikan makanan yang sehat dan seimbang," katanya. Ia menyarankan, para ibu untuk memperbanyak porsi makanan pada anak berupa buah-buahan dan sayur-sayuran. Menurut dia, dengan pola makan yang lebih teratur dapat mencegah anak terkena obesitas, sehingga dapat menghindari risiko terkena penyakit sejak dini./Antara

Friday, December 12, 2008

Wah, Pria Gemuk Spermanya pun Buruk!


KEGEMUKAN memang membawa beragam masalah pelik. Satu lagi masalah yang benar-benar tak mengenakkan bagi pria kegemukan adalah persoalah kualitas sperma. Ternyata, terlalu banyak lemak menyebabkan kualitas sperma buruk. Kata para ilmuwan, ini akibat lemak-lemak yang mengelilingi testis membuat suhu sperma meninggi.

Para ilmuwan dari Universitas Aberdeen ini mencoba mempelajari 2000 pria pada para pasangan yang mengalami kesulitan hamil. Para pria ini dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan indeks massa tubuhnya. Para pria yang berat badannya luar biasa, spermanya ternyata abnormal, sama seperti persoalan kesehatan lainnya. Pria yang mempunyai BMI (body mass indeks) antara 20 hingga 25 memiliki kualitas sperma lebih baik dibanding yang BMI nya lebih tinggi.

Mereka juga memiliki volum semen yang lebih banyak. Soal konsentrasi dan aktivitas sperma, tak ada perbedaan berarti yang berarti di antara empat kelompok pria ini. Penelitian ini juga mengungkap bahwa kegemukan bakal menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Kualitas sperma yang buruk menyebabkan tidak suburnya seorang pria bahkan merusak spermanya.

Karena itu, para ilmuwan yang mengungkapkan hal ini dalam Konferensi Fertilitas Eropa menyatakan bahwa menurunkan berat badan dapat meningkatkan kesuburan seorang pria. Menjadi gemuk apalagi kegemukan sejak lama juga sudah diketahui bakal mempengaruhi kesempatan para wanita untuk bisa hamil.

Dr. Ghiyath Shayeb, ketua peneliti mengungkapkan,"Dari temuan kami yang dibuat independen ini kami menyarankan agar para pria menormalkan berat badannya dulu bila ingin punya anak. Ini merupakan manfaat tambahan dengan adanya BMI yang ideal selain kesehatan secara umum."

Dr. Shayeb menambahkan, tentu saja ada faktor lain yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun seperti merokok, konsumsi alkohol yang begitu kerap, juga usia seseorang./Kompas

Thursday, December 11, 2008

Ancaman Disfungsi Seksual Buat Si Berat


Jangan coba-coba menjadi gemuk. Soalnya, dengan kondisi badan yang gembrot, pengaruhnya bisa ke mana-mana, termasuk urusan ranjang. Jarak dengan penyakit disfungsi seksual semakin dekat. Hubungan seksual juga jadi relatif lebih sulit di lakukan.

Susahnya jadi anggota gerombolan ‘si Berat” (baca: kegemukan). Selain tempat tidur bisa ambrol lantaran kelebihan beban, mengatur posisi dan variasi saat berhubungan intim pun jadi merepotkan. “Kalau suami-istri sama-sama overweight, bukan tak mungkin tidak akan pernah terjadi hubungan badan,” cetus konsultan seks dan rehabilitasi, dr. Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes-MMR.

Meski begitu, buat Ferryal Loetan, persoalan posisi dan variasi di atas ranjang hanyalah satu dari sekian banyak masalah serius yang bakal mendera mereka yang berat badannya jauh melebihi batas normal. Khususnya dalam melakukan aktivitas seksual bersama pasangan.

Ancaman paling nyata adalah disfungsi seksual yang disebabkan oleh penyakit-penyakit yang diturunkan obesitas, semisal diabetes dan tekanan darah tinggi. Pada pria penderita diabetes, dapat terjadi disfungsi ereksi dan ejakulasi terbalik. Yang dimaksud ejakulasi terbalik adalah ejakulasi yang terjadi ke arah kandung kencing. Sperma tidak keluar sebagaimana mestinya, sebaliknya malah masuk ke dalam kandung kencing. Sedangkan pada wanita, diabetes menyebabkan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual, bahkan menggagalkan orgasme.

Pada penderita tekanan darah tinggi, gangguan fungsi seksual biasanya terjadi akibat terganggunya aliran darah, selain karena efek sampingan penggunaan obat obatan tertentu yang tujuan aslinya dimaksudkan untuk menurunkan tekanan darah. Makanya dianjurkan, orang gemuk berpenyakit darah tinggi berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Tanyakan dampak jangka pendek dan jangka panjangnya pada dokter.

PERSAINGAN ANTAR HORMON

Selain fisik, disfungsi ereksi pada si gemuk juga datang dari faktor psikis. “Orang yang punya badan terlalu gemuk biasanya tidak terlalu pede dengan penampilannya. Ketidak-pede-an itu dapat menular pada aktivitas seksual mereka,” jelas Ferryal. Apalagi jika (untuk pria) terlalu memikirkan ukuran “torpedo” yang berukuran agak mungil. Saking tidak pede-nya, banyak di antara mereka kemudian terserang stres, bahkan depresi, sehingga menjauhi urusan seks.
Berdasarkan pengalaman Ferryal, ukuran “torpedo” orang overweight biasanya memang relatif kecil. “Kalau kecilnya masih dalam batas ukuran normal tidak masalah, yang penting fungsinya masih berjalan dengan baik, seperti dapat ereksi dalam waktu yang lama. Tapi banyak di antara mereka yang ukuran penisnya betul-betul kecil Ukurannya di bawah standar,” sambung Ferryal.

Ukuran penis tidak normal itu terjadi akibat banyaknya lemak yang menumpuk di perut, khususnya di sekitar alat kelamin itu, membuat alat “vital” seperti tertarik ke dalam. Pada sebagian besar kasus kegemukan, “tarikan ke dalam” itulah yang menyebabkan mereka gagal ereksi atau mengalami disfungsi seksual. “Penis laki-laki berdiri di dasar tulang. Ketika lemak yang ada di depannya makin lama makin menumpuk, penis pun menjadi makin pendek,” Ferryal menambahkan.

Ferryal juga melihat adanya kecenderungan menurunnya minat berhubungan intim pada orang kegemukan. Penyebabnya antara lain terganggunya komposisi hormon laki-laki dan hormon perempuan di dalam tubuh. Padahal, hormon-hormon itulah yang mempengaruhi libido. Jika keseimbangannya terganggu, bisa dipastikan keinginan menghangatkan ranjang bersama istri atau suami akan terganggu. Jika masalah tadi masih ditambah agi dengan rasa frustrasi akibat terbatasnya posisi dan variasi dalam berhubungan seks, hasrat menikmati madu hubungan intim lama-lama kian redup, sampai akhirnya mati sama sekali.

Pada wanita, terganggunya keseimbangan hormon ini bahkan berharga sangat mahal, yakni terganggunya kesuburan. Dalam sebuah seminar, dr. Hendro Pramono Sp.OG dari RSU Dr. Soetomo, Surabaya, menyebut sebuah penelitian, yang memberitakan adanya bahan pada lemak yang berpotensi memicu tumbuhnya beberapa kista di indung telur. “Inilah yang disebut Policystic Ovarium (PCO). Kelainan itu biasanya terjadi pada wanita usia subur,” tulis Hendro dalam makalahnya.

Kelainan itu muncul akibat kecenderungan meningkatnya jumlah hormon androgen (hormon pria) pada wanita gemuk. Jika jumlah hormon androgen mulai menyaingi hormon wanita, banyak hal bisa terjadi. Salah satunya, menghambat proses pematangan sel telur dalam indung telur. Alhasil, sel telur gagal matang dan tidak keluar dari indung telur. Sel-sel telur yang tidak matang itulah yang membentuk kista di dalam indung telur.

MIKRO JADI MAKRO

Pada lelaki, selain mempengaruhi libido, ketidakseimbangan hormon besar kemungkinan ikut menentukan perilaku seseorang. Seperti diketahui, setiap manusia ditakdirkan memiliki hormon laki-laki dan perempuan. Menjadi seperti apa seseorang kelak, tergantung hormon mana yang berkembang lebih dominan. Kalau hormon pria dan hormon wanitanya seimbang, bisa saja yang bersangkutan berkembang menjadi penganut biseksual atau transeksual.

Ferryal memperingatkan, problem keseimbangan hormon pada orang kegemukan harus dilihat dari akar masalahnya. Dia mensinyalir, mulai banyaknya jumlah pasien disfungsi seksual yang masih berusia muda (usia 30- an tahun) berawal dari sesuatu yang tidak beres pada pola pikir masyarakat. “Anak-anak yang overweight dianggap sehat, sehingga selalu dibangga-banggakan orangtuanya,” tegas Ferryal.

Padahal, anak-anak kelebihan gizi itu justru dapat menjadi pelopor lahirnya generasi berdisfungsi seksual kelak. Karena dengan memelihara berat badan berlebihan, berarti mengundang terjadinya degradasi hormon laki-laki. Dengan pola pikir salah yang kian tertanam itu, Loetan tidak kaget, “Belakangan mulai banyak orangtua yang membawa anaknya ke klinik saya. Mereka mengeluh, karena penis anaknya sangat kecil.”

Logikanya, jika hormon laki-laki mulai mengalami degradasi (berkurang), perkembangan penis memang tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Makanya orangtua harus jeli, jika tidak mau menyesal di kemudian hari. Kelebihan berat badan harus diperangi sebelum anak mencapai usia dewasa (17 atau 18 tahun). Karena begitu lewat masa puber atau lewat usia dewasa, penis yang telanjur terhambat perkembangannya akan susah dikembalikan ke ukuran normal.

Setelah dewasa, ketidakseimbangan jumlah harmon laki-laki dan perempuan yang telah dirintis sejak masa kanak-kanak mencapai puncaknya. Jika harmon perempuan yang lebih dominan, si lelaki akan tumbuh menyerupai wanita. Puting suSunya membesar, sementara penis mengecil secara permanen. “Omong kosong kalau ada yang mengaku bisa membesarkan penis orang dewasa,” tegas dokter pemilik klinik “Kamar Sutera” di RS Harapan Bunda ini.

Pada tahap ini, yang bisa dilakukan dokter atau terapis hanyalah berusaha menjaga atau mempertahankan agar penis berukuran di bawah normal itu tetap menjalankan fungsinya dengan baik. Yakni masih bisa “tegang” dan “menembak sasaran” dengan jitu. Vakum bisa saja digunakan, tapi tidak untuk membesarkan penis, hanya untuk memperbaiki pembuluh darah dan saraf-saraf terjepit.

Pengaturan gizi menjadi faktor kunci sebelum pasien disfungsi seksual menjalani terapi untuk mengembalikan hasrat dan kemampuan berhubungan intim. Dengan kata lain, penderita biasanya dianjurkan mengunjungi dokter gizi dulu untuk mengurangi lemak di tubuhnya.
Yang paling ideal, penderita kegemukan dibawa ke klinik sebelum berusia 17 tahun. Ferryal menjamin anak dan remaja overweight itu masih bisa dibantu. “Anak anak dengan mikro penis biasanya diberi terapi hormonal terkontnol, untuk memperbaiki hormon di dalam tubuhnya agar lebih dominan hormon laki-laki. Sehingga penisnya akan berkembang maksimal,” bilang Ferryal.
Setelah terapi itu, berdasarkan pengalaman Fernyal, biasanya penis mikro tidak hanya membesar, tapi juga berkembang lebih besar dari ukuran normal.

5 Petunjuk Penting Buat Si Berat

1. Nasihat paling enak didengar tapi sangat sulit dilaksanakan adalah “berolahraga secara teratur. Tapi hanya inilah cara paling murah untuk memerangi obesitas. Olahraga tak hanya membakar lemak, tapi juga melancarkan peredaran darah. Dengan berolahraga, tubuh menghasilkan hormon endorfin yang menimbulkan rasa nyaman. Olahraga apa yang paling tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

2. Rajin-rajinlah memeriksakan diri ke dokter, kalau-kalau ada penyakit atau kelainan fisik yang berhubungan dengan bobot badan Anda. Agar penyakit atau kelainan itu bisa segera diantisipasi sebelum telanjur menyebabkan disfungsi seksual.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan pasangan di atas ranjang. Penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan, agar sama-sama senang.

4. Hindari makanan-makanan junk food, fast food semacam fried chicken. Besar kemungkinan, ayam-ayam yang disajikan sebelumnya telah diberi suntikan hormon (agar cepat besar). Jika hormon itu masuk ke dalam tubuh manusia, jelas bisa mengganggu keseimbangan hormon yang telah ada.

5. Jangan mudah percaya dengan latihan-latihan atau apa pun yang bersifat fisik untuk memperbesar penis. Jika mengecilnya penis berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon, ya hormonnya yang harus diperbaiki. (Intisari)/Kompas