Showing posts with label Hubungan Intim. Show all posts
Showing posts with label Hubungan Intim. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Ada apa dengan Kegiatan Seks?

Kegiatan Seks..atau Hubungan intim adalah kegiatan yang tak ada habis-habisnya untuk dibicarakan. Simak kumpulan artikel berikut.


1.            7 Tanda Anda Bakal Hebat di Ranjang
3.            Agar Si Dia Liar di Tempat Tidur
4.            Agar Tak Jajan, Variasi Posisi Saja!
5.            Biar Sensitif, Semprot Oksitosin Aja!
7.            Cegah OAB dengan Latihan Kegel
9.            "Jangan Ah Sayang, Ada Si Kecil Tuh!"
10.        Kode "Ehm-Ehm" untuk Suami
21.        Spa Menjelang hari "H"
25.        Yuk, Belajar Senam Kegels!
28.        Bahaya Kecanduan Seks
29.        Biarkan "Sex Toys" Bicara
33.        Fun Facts About Sex
35.        Hidup Sehat, Seks Pun Hebat
37.        Jika Harus Bicara Soal Seks
41.        Kenali Potensi Seks Anda
46.        Memaksimalkan Morning Sex
58.        Seks Hot di Pagi Hari
59.        Seks Joss, Relasi OK!
64.        Seks OK di Usia Senja!
65.        Senam Seks, Yuk?
70.        Tanda Anda Kecanduan Seks
76.        Waspada Iklan Seks Sesat !
83.        Better Sex in New Year!!!
92.        Film Blue Sebagai Terapi?

Ada apa dengan Rahasia Pria dan Wanita?

Banyak hal yang perlu diungkap terkait dengan seks pria dan wanita. Temukan rahasianya dikumpulan artikel berikut.



Rahasia Pria
2.            6 Hal yang Pengaruhi Seksualitas Pria
3.            10 Hal Turunkan Kemampuan Seks Pria
7.            Inilah Tanda-tanda Pria Sehat
8.            Kala Stres, Selera Pria Lebih "Nakal"
9.            Latihan Kegel untuk Pria
18.        Saat Pria Menua
28.        Masalah pada Sperma Pria
41.        Pria Gemuk Lebih Setia?

Rahasia Wanita
50.        Latihan Kegel untuk Wanita
78.        Wanita dan Orgasme
81.        10 'Zona Erogenous' Wanita

Tuesday, November 16, 2010

Pasangan Idap Hepatitis, Bila ML Tanpa Kondom Menularkah?

T. Pasangan saya mengidap Hepatitis B. Jika saya telah menerima suntikan imunisasi terhadap penyakit tersebut, apakah saya terjamin tidak akan tertular jika berhubungan seks tanpa kondom?

J. Supaya aman, lakukan tes agar bisa melihat apakah vaksin yang disuntikkan pada kamu segera bekerja atau tidak. Sementara itu, jangan melakukan hubungan seks atau melakukan tindakan yang menyebabkan pertukaran cairan tubuh atau darah, dan sebaiknya tidak usah melakukan hubungan seks meski menggunakan pengaman, supaya bisa memperkecil risiko tertular.(Kompas,Sabtu, 30/8/2008)

Tidak Hamil, Akibat Heroin?


“Saya pemuda umur 30 tahun, berencana menikah akhir tahun ini. Calon istri saya umur 29 tahun. Kami sudah melakukan hubungan intim sejak setahun yang lalu. Selama melakukan hubungan intim, pacar saya tidak pernah hamil.

Kami senang karena tidak ada kehamilan. Namun, saya kadang khawatir mengapa pacar saya tidak hamil meskipun kami sering melakukan hubungan intim. Kekhawatiran saya karena dulu pernah jadi pecandu narkoba.

Waktu itu saya pakai suntik putaw. Apakah karena itu saya jadi mandul sehingga pacar tidak hamil? Apakah ada akibat putaw terhadap kesuburan saya? Kalau ya, apakah saya dapat kembali subur? Apa yang harus saya lakukan?

Pacar saya tidak tahu kalau saya mantan pecandu walaupun tidak lama, hanya sekitar 9 bulan. Karena kepergok orangtua, saya langsung mendapat perawatan. Sejak itu saya berhenti total sampai sekarang. Syukur sama sekali saya tidak pernah merasa ingin lagi mengulang.”

H., Surabaya

Frekuensi Menentukan
Frekuensi hubungan seksual ikut menentukan terjadinya kehamilan. Frekuensi hubungan seksual yang terlampau jarang atau terlampau sering dapat menghambat terjadinya kehamilan.

Hubungan seksual yang terlampau jarang mungkin akan berlangsung tidak pada saat subur wanita. Dari sudut kesuburan pria, hubungan seksual yang terlampau jarang mengganggu kualitas sperma. Sebaliknya, hubungan seksual yang terlampau sering dapat mengganggu kuantitas dan kualitas sperma. Jadi frekuensi hubungan seksual yang terlampau jarang atau sering dapat menghambat terjadinya kehamilan.

Pada masa pacaran sekarang, Anda tentu mengetahui seberapa sering atau jarang Anda dan pacar melakukan hubungan seksual. Jadi kalau pacar Anda tak pernah hamil, mungkin disebabkan ketidakteraturan frekuensi hubungan seksual. Tentu saja kemungkinan adanya gangguan kesuburan pada diri Anda atau pacar, tidak boleh dilupakan.   

Otak Hingga Daya Tahan
Banyak penyebab yang mengakibatkan gangguan kesuburan pada pria maupun wanita. Putaw atau heroin yang pernah Anda gunakan dapat menimbulkan akibat buruk pada fungsi seksual dan reproduksi. Tentu saja akibat pada fungsi seksual dan reproduksi ini hanya kecil saja dibandingkan dengan akibat umum narkotika, khususnya heroin.

Akibat penyalahgunaan narkotik dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Beberapa akibat fisik ialah gangguan pada hati, otak, paru-paru, gangguan seksual dan reproduksi, penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian, dan bahkan dapat menimbulkan kematian. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara injeksi, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menimbulkan kematian.

Di samping itu, penggunaan narkotika mengakibatkan perubahan irama hidup karena gangguan pada beberapa fungsi tubuh. Terjadilah kekacauan waktu tidur, makan, minum, mandi, dan aktivitas lainnya. Kekacauan ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah, sehingga mudah terkena penyakit.

Akibat psikis yang timbul dapat berupa sikap yang apatis, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar terhadap orang lain, sampai mengalami sakit jiwa. Akibat psikis ini akan diperberat oleh terjadinya gangguan dalam hubungan dengan orang lain atau lingkungan. Selanjutnya dapat terjadi akibat lebih buruk lagi seperti pertengkaran, perkelahian, dan kecelakaan lalu lintas.

Testosteron Menurun
Pada sistem seksual dan reproduksi, heroin pada pria dapat mengakibatkan menurunnya kadar hormon testosteron, hambatan dorongan sekual, gangguan ereksi, dan hambatan ejakulasi. Pada wanita demikian juga, dengan manifestasi menurunnya dorongan seksual, hambatan orgasme, gangguan kesuburan, gangguan menstruasi, payudara mengecil, dan keluarnya cairan dari payudara.

Menurunnya kadar hormon testosteron pada pria mengakibatkan hambatan pada proses pembentukan sel spermatozoa. Akibatnya kesuburan terganggu, dorongan seksual dan fungsi ereksi menurun. 

Apakah kesuburan Anda normal atau tidak, hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan sperma. Tanpa pemeriksaan sperma tidak mungkin diketahui bagaimana keadaan kesuburan pria.

Andaikata terjadi gangguan sperma, perlu diketahui apa penyebabnya, selain kemungkinan karena heroin. Selanjutnya barulah dapat ditentukan langkah pengobatan yang benar. @ 

Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila Sp.And, Kompas,Selasa, 4/5/2010

Terangsang Pria Berusia Tua, Kenapa Ya?


“Saya seorang gadis berusia 25 tahun, sudah dua kali pacaran dengan pemuda berusia 26 dan 27 tahun. Hubungan kami tidak bertahan lama, hanya sekitar enam bulan. Saya sering berantem dengan kedua pacar saya itu. Saya tidak pernah merasa mesra kalau dipeluk atau dicium oleh mereka.

Sejak empat bulan lalu saya bekerja di sebuah kantor sebagai sekretaris. Bos saya berumur 55 tahun. Dia pria yang ramah, penampilannya pun keren.  Anehnya saya sangat senang dekat bos saya. Lebih-lebih kalau kami berdekatan, misalnya waktu menyuruh saya melakukan sesuatu, kadang-kadang saya terangsang. Perasaan seperti ini tidak pernah saya rasakan waktu pacaran dulu.

Saya mohon penjelasan, mengapa saya tidak pernah merasa mesra dengan pacar dulu, padahal kami sebaya? Mengapa dengan bos sekarang, saya merasa nyambung dan senang kalau diperhatikan?

Mengapa saya bisa terangsang hanya dengan berdekatan dengan bos yang seusia ayah saya? Bagaimana selanjutnya, apakah saya tidak boleh pacaran dengan yang muda usia? Apa saya mengalami kelainan?”

W.N., Semarang  

Belum Tentu Gerontofilia

Saya pikir tidak semudah itu menganggap Anda mengalami kelainan. Memang ada jenis penyimpangan seksual yang membuat orang hanya tertarik dan terangsang kepada orang tua. Namun, saya tidak berani mengatakan Anda mengalami penyimpangan seksual yang disebut gerontofilia itu.

Kalau Anda merasa tidak sesuai dan tidak mesra dengan kedua pacar Anda dulu, bukan berarti Anda tidak boleh pacaran dan menikah dengan pria yang sebaya atau muda usia. Mungkin saja kebetulan Anda mengalami ketidaksesuaian sifat atau minat dengan kedua pacar dulu. Mungkin juga secara fisik Anda kurang tertarik kepada pacar Anda itu.

Belum lagi mungkin ada faktor lain yang membuat Anda dan kedua pacar Anda dulu mengalami hambatan psikis. Akibatnya tidak ada perasaan mesra yang Anda alami.
Lalu, dengan pria lain yang sebaya, belum tentu Anda mengalami seperti itu lagi. Kalau dengan pria lain yang sebaya Anda tidak mengalami faktor penghambat seperti di atas, Anda akan mengalami hubungan yang lebih baik. 

Lebih Matang
Kalau kini Anda merasa tertarik, bahkan terangsang dengan bos Anda, itu mungkin saja karena faktor tertentu. Anda sendiri mengakui, bos Anda ramah dan penampilannya keren. Dari dua faktor ini saja, Anda sudah merasakan ada yang lebih pada bos Anda, dibandingkan dengan kedua pacar Anda dulu.

Belum lagi kepribadiannya yang jauh lebih matang dibandingkan dengan pacar Anda yang sebaya. Mungkin juga ada sifat sebagai pelindung yang Anda rasakan dari dia. Wajar kalau Anda merasa senang diperhatikan.

Kenyataan ini bukan merupakan petunjuk Anda harus pacaran dan menikah dengan pria yang jauh lebih tua. Ada masalah lain yang mungkin timbul akibat perbedaan usia yang sangat jauh. Walaupun pada masa kini usia lanjut tidak selalu berarti tidak berdaya atau kekurangan, dalam konteks suami istri, perbedaan usia yang jauh kerap menimbulkan masalah. 

Dalam perjalanan selanjutnya, Anda dapat merasakan sendiri bagaimana perasaan Anda terhadap pria muda atau sebaya, dan bagaimana pula perasaan Anda terhadap pria yang jauh lebih tua. Apa pun yang Anda rasakan, itulah yang akan Ada lakukan dan alami dalam hidup Anda selanjutnya. 

Alangkah baiknya kalau setiap keputusan yang menyangkut hidup dan masa depan tidak hanya diambil berdasarkan emosi semata, melainkan juga berdasarkan logika dan akal sehat. Kalau Anda masih ragu-ragu, silakan berkonsultasi lebih jauh. @

Konsultasi Dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila, Sp. And (Kompas,Selasa, 11/5/2010)

Sambil Ngeseks, Fantasi dengan Pria Lain

T. Secara rutin saya melakukan hubungan seks dengan pasangan saya, tapi saya masih tetap berfantasi melakukan hubungan seks dengan pria lain. Saya mencintai suami saya tapi saya juga menikmati fantasi ini. Apa yang salah?

J. Adalah normal bagi seseorang untuk memiliki fantasi lain. Respon seksual membutuhkan rangsangan seperti melihat, menyentuh, suara, bau, dll dan terkadang rangsangan dari pasangan kamu tidak cukup, sehingga untuk mempertahankan hasrat dan memberi respon seksual perlu ada tambahan rangsangan.

Tak apa jika seseorang menambahkannya dengan berfantasi. Para pria biasanya berfantasi saat sedang berhubungan seks untuk terus merangsang dirinya dan mempertahankan ereksi. Tapi jangan sampai kehilangan kendali hingga menyakiti perasaan pasangan kamu. Cinta merupakan gabungan rumit dari berbagai hal seperti emosi, sensasi dan komitmen. Yang penting harus seimbang.(Kompas,Jumat, 4/4/2008 )

Berlendir Saat Dirangsang? Bersyukurlah!


Wanita berusia 44 tahun ini bingung karena saat terangsang, organ intimnya mengalami perlendiran. Ia lantas mengaitkannya dengan operasi pengangkatan rahim yang pernah dilakukannya. Betulkah ada kaitannya?

“Saya seorang istri berusia 44, suami berumur 46 tahun. Pada usia 31 tahun saya menjalani operasi pengangkatan rahim karena mioma.

Keluhan saya saat ini ialah sebagai berikut: setiap kali saya merasa terangsang, selalu mengeluarkan cairan bening kental (gel) di vagina. Menurut saya agak berlebih, meski tidak berbau.

Sebaliknya, setiap kali melakukan hubungan suami-istri, vagina selalu mengeluarkan cairan putih (keputihan) yang agak berbau dan sangat mengganggu kami berdua. Padahal, pada hari biasa saya tidak keputihan.

Saya sudah konsultasi ke dokter kandungan. Dokter memberi obat seperti peluru yang dimasukkan ke vagina dan antibiotika, tetapi tidak mengatasi masalah tersebut.

Yang ingin saya tanyakan, apakah semua itu ada kaitannya dengan operasi yang pernah saya lakukan? Bagaimana dan ke mana saya harus berobat? Apakah bisa disembuhkan? Apakah ini sebagai indikasi penyakit lain?”

SW, Cikampek

Reaksi yang normal
Kalau Anda mengalami perlendiran vagina ketika terangsang, bersyukurlah, karena itu berarti Anda sehat dan normal. Sebaliknya, kalau ketika terangsang Anda tidak mengalami perlendiran vagina, berarti Anda tidak normal atau mengalami gangguan fungsi seksual.

Perlendiran vagina akan tetap terjadi selama Anda terangsang. Berarti selama melakukan hubungan seksual yang normal, perlendiran tetap terjadi. Jadi apa yang Anda alami bukanlah sesuatu yang tidak normal. Anda tidak perlu merasa khawatir dengan perlendiran yang Anda alami ketika terangsang dan melakukan hubungan seksual.

Namun, bau yang mengganggu tentu perlu mendapat perhatian karena secara psikis akan mengganggu fungsi seksual Anda dan suami. Masalahnya, bau bersifat subyektif sehingga harus dibedakan apakah bau itu timbul karena ada infeksi di kelamin ataukah bau yang sebenarnya wajar timbul.

Kalau bau itu timbul karena infeksi kelamin, umumnya lendir terjadi tidak hanya saat keadaan terangsang atau melakukan hubungan seksual saja. Kalau ada infeksi kelamin, pada keadaan tidak terangsang pun lendir itu akan timbul disertai tanda lain, misalnya, bau yang mengganggu, warna berubah, atau disertai rasa gatal.

Padahal, perlendiran yang Anda alami hanya terjadi pada saat Anda terangsang dan melakukan hubungan seksual. Ketika tidak terangsang Anda tidak mengalami perlendiran itu. Artinya, sangat mungkin perlendiran itu reaksi seksual yang normal. Mungkin juga bau yang Anda maksud timbul karena percampuran antara sperma dan lendir vagina.

Pastikan jenis baunya
Saya pikir tidak ada kaitannya dengan pasca-operasi rahim karena mioma, apalagi sudah terjadi sekian tahun lalu. Saya sarankan Anda berkonsultasi lebih jauh untuk mendapat pemeriksaan ulang sehingga dapat dipastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Kemungkinan adanya infeksi tidak boleh diabaikan, walaupun dari uraian Anda tampaknya tidak ada. Karena itu, diperlukan pemeriksaan yang lebih teliti, mungkin dilengkapi dengan pemeriksaan laboratorium.    

Kalau benar pada pemeriksaan tidak ada infeksi, hanya bau yang menjadi pengganggu, tetap harus diatasi. Tidak sedikit pasangan yang terganggu kehidupan seksualnya karena bau yang tidak sedap, misalnya, dari bau badan atau dari kelamin.

Bau yang Anda alami harus diatasi. Ini dapat dilakukan, misalnya, dengan menggunakan pencuci vagina yang bersifat netral, tetapi mampu mengatasi bau yang mengganggu. @

Konsultasi Dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila Sp.And, Kompas, Kamis, 6/5/2010

Di Depan WIL, Kok Loyo?


Lazimnya pria lebih bergairah jika berhubungan dengan wanita idaman lain (WIL). Tapi pria paruh baya ini justru sebaliknya. Keperkasaannya selalu hilang di depan seorang gadis, meskipun dengan isteri baik-baik saja. Apa penyebabnya?

“Saya seorang pria berumur 49 tahun. Saya termasuk suami yang tidak setia dalam hal seks. Saya menjalin hubungan gelap dengan seorang gadis berumur 25 tahun. Hubungan kami cukup dalam meskipun dia tahu bahwa tidak mungkin menikah dengan saya.
Masalah yang saya hadapi ialah, dalam beberapa kali kesempatan, saya tidak pernah mampu melakukan hubungan seks dengan dia. Padahal dia sudah bersedia. Saya tidak mengerti mengapa gangguan ini saya alami, padahal dengan isteri saya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.
Kejadian yang saya alami selalu sama. Mula-mula saya sudah siap, tetapi waktu akan mulai, saya jadi tidak berdaya karena kemampuan saya hilang. Kejadian ini sudah berlangsung beberapa kali, sampai dia merasa kecewa dan jengkel. Anehnya lagi meskipun ereksi hanya sedikit, tapi saya bisa mengeluarkan sperma.
Sungguh saya tidak mengerti mengapa saya mengalami kejadian yang memalukan dan mengecewakan ini? Apakah saya mengalami penyakit berbahaya? Mengapa dengan isteri saya tidak pernah mengalami kejadian ini? Apakah saya termasuk mengalami impoten? Adakah obat atau cara untuk menyembuhkan sehingga saya tidak mengalami kejadian itu?
Saya kasihan dengan gadis itu, di samping saya sangat ingin dapat melakukan hubungan seks seperti yang saya lakukan dengan isteri. Apa yang harus saya lakukan?” Martono, Malang

Bukan Penyakit
Masalah yang dialami Pak Martono menunjukkan suatu gangguan fungsi seksual yang disebut disfungsi ereksi (dulu disebut impotensi). Gangguan fungsi seksual ini memang banyak dialami pria tanpa memandang golongan usia.
Penyebabnya bermacam-macam, tetapi dapat dikelompokkan menjadi penyebab fisik dan penyebab psikis. Yang tergolong dalam penyebab fisik antara lain penyakit kencing manis dan kolesterol tinggi. Sedang penyebab psikis antara lain kejemuan, ketakutan, dan kekecewaan.

Kalau Pak Martono dapat melakukan hubungan seksual dengan isteri sedang dengan gadis itu selalu gagal karena ereksinya hilang, berarti penyebabnya adalah faktor psikis. Mungkin saja ada perasaan bersalah, rendah diri atau takut tidak dapat memuaskan ketika ingin melakukan hubungan seksual dengan gadis itu.

Kalau penyebab disfungsi ereksi adalah faktor fisik misalnya suatu penyakit, ereksi tetap terganggu tanpa memandang siapa pasangan seksual. Jadi andaikata penyebab disfungsi ereksi Pak Martono suatu penyakit, maka dia juga akan mengalami gangguan bila melakukan hubungan seksual dengan isterinya.

Lebih jauh, kegagalan  berulang yang dialami Pak Martono biasanya semakin memperburuk fungsi ereksi, sehingga tetap gagal melakukan hubungan seksual. Kalau gadis itu menunjukkan kekecewaan atau kejengkelan atau reaksi negatif yang lain, pada umumnya fungsi ereksi menjadi semakin buruk lagi. Demikian seterusnya yang terjadi.

Perlu Obat
Kejadian ini dapat diatasi kalau faktor psikis yang menghambat sudah tidak ada lagi. Tetapi ternyata tidak mudah untuk melenyapkan hambatan psikis seperti itu. Misalnya kalau  Pak Martono merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya, tentu tidak mudah untuk mengubah agar perasaannya menjadi tidak bersalah.

Karena itu banyak pria yang mengalami disfungsi ereksi seperti Pak Martono memerlukan pengobatan yang bertujuan untuk menimbulkan ereksi. Jadi pengobatan semata-mata ditujukan untuk menimbulkan ereksi. Dengan terjadinya ereksi yang baik maka hubungan seksual dapat dilakukan.

Selanjutnya karena menyadari dan merasa dapat melakukan hubungan seksual, maka berbagai perasaan yang menjadi penghambat secara psikis dapat lenyap dengan sendirinya. Akhirnya fungsi ereksi menjadi normal.

Tetapi di sisi lain sebenarnya ada kebaikan juga dari kegagalan ereksi yang selalu dialami  Pak Martono setiap kali akan melakukan hubungan seksual dengan gadis itu. Dengan kegagalan itu berarti dia tidak perlu lagi merasa sebagai ‘suami yang tidak setia’.

Kalau masih ingin berhasil melakukan hubungan seksual dengan gadis itu, berkonsultasilah lebih jauh untuk mendapat penanganan dan pengobatan. Tetapi ingat, risikonya ialah menjadi ‘suami tidak setia’ itu. Pilih yang mana?

Konsultasi Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat dengan Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*)
(*) Seksolog dan Androlog serta dosen pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali (Kompas,Rabu, 28 Januari 2009)

Gagal Puaskan Suami, Harus Bagaimana?

T: Saya telah menikah 5 tahun. Beberapa tahun terakhir ini, saya dan suami tidak lagi berhubungan seks secara rutin seperti waktu dulu awal menikah. Bahkan beberapa kali, saya gagal membuat suami ejakulasi.  Bagaimana cara mengatasi masalah ini?

J: Sangat penting bagi wanita untuk mengetahui bahwa pria memiliki siklus siang dan siklus malam. Hal ini berbeda dengan siklus bulanan wanita. Level hormon dan mood pria kerap berubah setiap hari dan setiap malam. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengenali pola perubahan pada suami. Gairah seksual ini akan mengikuti pola siklus siang dan malam pria.(Kompas,Selasa, 18/5/2010)

Jika Istri Tidak Puas dengan Suami



T. Apakah memang benar seks begitu penting bagi pasangan suami istri? Jika isteri tidak puas dengan suaminya dalam hal seksual, apa yang sebaiknya suami harus lakukan?

J. Ya, seks sangat penting dalam satu perkawinan. Seks juga merupakan bentuk komunikasi yang sangat intim untuk pasangan. Jika satu pasangan tidak memuaskan, sangat penting untuk berbagi secara terbuka dan mengidentifikasikan alasannya.

Dalam sebagian besar kasus, ketidakpuasan ini biasanya tidak semata terkait dengan satu pihak tetapi kedua belah pihak entah secara langsung maupun tidak langsung. Biasanya, seorang istri/suami begitu mudah mencari alasan atas ketidakpuasan yang dialami dan melimpahkannya pada pihak lain untuk kemudian mengabaikan pasangannya. Kadang-kadang, diskusi atau pembicaraan antara pasangan tidak terjadi dengan lembut atau tidak dimulai sama sekali.

Kalau sudah demikian, penting untuk berkonsultasi dengan para profesional kesehatan. Kebanyakan isu seksual antarpasangan dapat diatasi jika penyebabnya bisa diidentifikasikan. Proses mulai dari mengidentifikasikan dan pemahaman penyebab bisa menjadi suatu proses yang lama dan rumit sehingga kesabaran menjadi kuncinya.(Kompas,Senin, 26/1/2009)

Kopi Bikin Greng, Adakah Izin Depkes?


Adanya catatan "Membantu meningkatkan respon seksual", dan "Untuk penderita tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan stroke dikonsultasikan dahulu dengan ahli atau dokter. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan anak-anak di bawah umur", pada kemasan kopi, patut dicurigai. Apa isi kopi itu?

"Belum lama ini saya ditawari kopi yang dikemas bagus. Penjualnya mengatakan, kopi tersebut membuat lebih bagus kalau berhubungan seks. Karena penasaran, saya beli satu kotak.

Di kotaknya antara lain tertulis: 'Membantu meningkatkan respon seksual'. Ada juga bagian perhatian: 'Untuk penderita tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan stroke dikonsultasikan dahulu dengan ahli atau dokter. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan anak-anak di bawah umur'.

Terus terang saya jadi takut meminumnya, walau sudah ada izin Depkes. Disebutkan juga kopi itu formula dari Thailand. Mohon penjelasan, apa ada kopi yang dapat menyebabkan berhubungan seks lebih bagus. Apa arti membantu meningkatkan respon seksual?"
A.T, Jakarta

Ada kejanggalan
Paling sedikit ada dua kejanggalan kalau membaca catatan pada bungkus kopi seperti yang Anda sampaikan di atas. Pertama, adanya catatan dan perhatian yang tertulis dalam kemasan.

Kejanggalan ini mestinya cukup mengganggu karena dicantumkan pada kemasan kopi, yang pada umumnya boleh dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk yang mengalami darah tinggi, bahkan wanita hamil.

Dengan catatan dan peringatn seperti itu, berarti kopi yang Anda beli bukanlah kopi yang umumnya dijual dan menjadi minuman sehari-hari. Pasti kopi itu dicampur bahan tertentu, apalagi jelas dikaitkan dengan respon seksual. Masalahnya, bahan apa yang dicampur dalam kopi yang mendapat izin Depkes itu?

Alangkah beresiko meminum kopi yang tidak biasa itu. Apa jadinya kalau seseorang minum kopi itu, padahal dia tidak tahu dirinya mengalami tekanan darah tinggi? Alangkah riskan kalau kopi seperti itu dijual bebas, sekalipun telah mendapat izin Depkes.

Penggunaan istilah "respon seksual" juga mengundang pertanyaan. Istilah respon atau reaksi seksual sebenarnya menunjukkan reaksi fisik dan psikis terhadap rangsangan seksual. Reaksi seksual terdiri atas empat fase, yaitu fase rangsangan, fase datar, fase orgasme, dan fase resolusi.

Kalau kopi disebut meningkatkan respon seksual, pertanyaannya, pada fase yang mana? Apakah pada semua fase terjadi peningkatan setelah minum kopi itu? Satu hal yang pasti, kalau hanya kopi, tidak akan terjadi peningkatan seperti yang tercantum pada kotaknya. Jadi kalau benar, pasti dicampur suatu bahan yang berpengaruh terhadap fungsi seksual.

Selanjutnya akan muncul pertanyaan lagi, apakah sebegitu cepat reaksi kopi itu meningkatkan respon sekual? Kalau reaksinya cepat, berarti kopi itu dicampur bahan lain yang bereaksi segera atau instan. Saya pikir pihak Depkes perlu memberi perhatian khusus pada produk seperti ini, walaupun terdaftar sebagai minuman.

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And (Kompas,Rabu, 28/4/2010)

Lebih Cepat, Tidak Lebih Baik

"Saya berumur 38 tahun, suami 40 tahun, kami sudah 10 tahun menikah. Sejak tiga tahun ini, saya merasa serba salah kalau berhubungan intim karena jarang bisa puas.

Saya merasa suami terlalu cepat selesai. Saya jadi malas berhubungan karena pasti bakal kecewa. Masalahnya, kalau saya menolak, suami pasti cemberut, bahkan kadang marah. Saya tidak tahu harus bagaimana. Lebih baik tidak berhubungan intim daripada tak bisa puas.

Bagaimana sebaiknya menghadapi masalah ini? Mengapa suami sejak sekitar tiga tahun ini selalu cepat selesai kalau berhubungan intim? Apakah dapat diobati dan normal kembali seperti dulu?"
RM, Jakarta

Suami merasa normal
Mudah-mudahan apa yang Anda maksud dengan cepat selesai sama dengan pengertian saya, yakni terlampau cepat mengalami ejakulasi. Ejakulasi terlampau cepat berarti ereksi segera hilang dan hubungan seksual segera terhenti. Akibatnya, Anda tidak dapat mencapai orgasme sehingga tidak merasakan kepuasan seksual. Wajar kalau kemudian Anda merasa malas melakukan hubungan seksual.

Di sisi lain, dapat dimengerti juga kalau suami merasa jengkel istri menolak karena dia merasa normal. Saya pikir di sinilah masalahnya. Boleh jadi suami merasa dia normal saja karena tetap mampu melakukan hubungan seksual.

Mungkin saja dia tidak menyadari bahwa sejak tiga tahun lalu telah mengalami gangguan fungsi seksual berupa ejakulasi yang terlampau cepat terjadi. Mungkin juga dia menyadari gangguan ini, tetapi tidak peduli apakah Anda terganggu atau tidak.

Perubahan fungsi seksual, dari yang semula normal kemudian menjadi terganggu, memang banyak terjadi, termasuk dalam hal ejakulasi. Jadi, bukan hal yang luar biasa kalau suami Anda sejak tiga tahun lalu mengalami gangguan seksual sehingga menjadi terlampau cepat ejakulasi.

Ada penyebab tertentu mengapa ejakulasi yang sebelumnya terkontrol kemudian menjadi
sangat cepat, antara lain karena kurang berfungsinya serotonin di dalam tubuh. Ejakulasi yang cepat juga berkaitan dengan ereksi yang terganggu. Artinya, pria yang mengalami gangguan ereksi cenderung mengalami ejakulasi yang cepat.

Komunikasikan secara baik
Dalam masalah Anda, tampaknya suami tidak tahu kalau perubahan ini membuat Anda terganggu karena terhambat mengalami orgasme. Tentu diperlukan komunikasi yang baik dengan suami agar Anda dapat menyampaikan masalah ini dengan baik. Tampaknya tidak ada komunikasi yang baik antara Anda dan suami menyangkut kehidupan seksual.

Dengan mengetahui apa yang terjadi, diharapkan suami mengerti dan segera berupaya mengatasi masalah ini. Kalau memang tidak ada penyebab lain, ejakulasi yang terlampau cepat dan mengganggu Anda harus diatasi dengan benar. Tentu diperlukan konsultasi dan pemeriksaan lebih jauh. Apakah yang dialami suami adalah ejakulasi dini ataukah gangguan ereksi yang menyebabkan ejakulasi cepat terjadi.

Dengan pemeriksaan yang benar dan pengobatan yang tepat, masalah ini dapat diatasi dengan baik sehingga terbina kembali keharmonisan kehidupan seksual dengan suami. Jangan biarkan masalah ini berlangsung lebih lama karena dapat menimbulkan akibat yang lebih buruk.

Konsultasi dengan pakar seks Prof Dr Wimpie Pangkahila, Sp And
(Kompas,Kamis, 2 Juli 2009)

Menjerit Keenakan, Bagaimana Mengendalikan?



T. Suami saya sangat menikmati seks oral yang saya berikan, saya pun demikian. Apakah ini normal? Dan setiap kali kami berhubungan, saya terlalu bersemangat hingga menjerit keras, sampai saya malu. Bagaimana cara mengendalikannya?

J. Seks oral merupakan bentuk lain dari meraba dan jalinan hubungan visual dimana pasangan mengekpresikan hasrat dan fantasi seksualnya. Dalam hal ini, yang terpenting adalah kepuasan kedua belah pihak. Tidak boleh memaksakan kegiatan seksual pada pasangan. Jika kedua pihak suka, tidak masalah. Sementara mengenai jeritan kamu, tidak perlu merasa malu karena ini adalah ekspresi seksual. Mungkin kamu bisa coba berhubungan seks sambil menyetel radio, sehingga jeritan akan tersamar. Atau mungkin pergi serta berlibur ke tempat lain sehingga jeritan kamu tidak didengar orang lain. Perlu diketahui, bahwa desahan dan jeritan bisa memberikan pengaruh baik bagi libido dan kepuasan seksual pasangan kamu.(Kompas,Jumat, 4/4/2008)

Sakit Setelah Bermesraan

T. Setelah bermesraan dengan pasangan wanita saya (tanpa melakukan hubungan seks atapun ejakulasi), saya merasa sakit di sekitar perut bagian dalam saat berjalan dan buang air kecil. Tapi setelah lewat setengah hari, sakitnya hilang. Apa ini normal, dok?

J. Terkadang saat bermesraan dengan penuh gairah, cairan sperma bergejolak dan penis Anda bereksi dengan keras meski tanpa ejakulasi. Ereksi yang agak lama apalagi jika pakaian dalam menekan atau terkena gesekan berlebihan bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kamu bisa coba dengan memakai pakaian dalam dan celana lout dan pastikan tidak ada masalah dengan hernia (turun berok).(Kompas,Jumat, 4/4/2008)