Showing posts with label G Spot. Show all posts
Showing posts with label G Spot. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Ada apa dengan ForePlay, Seks Oral, G Spot dan Malam Pertama?

Kiat-kiat apa saja agar sukses di malam pertama dan bagaimana menemukan G spot. Simak kumpulan artikel berikut.


ForePlay
1.            "Foreplay", Sayang Bila Terlewat...
2.            "Memainkan" Cahaya Saat ML
3.            15 Menit Untuk Foreplay
4.            Afterplay yang Bikin Ketagihan
5.            Atasi Nyeri Saat ML dengan Kegel
6.            Foreplay Good, Seks pun Yahud
7.            Gerakan Foreplay yang Disuka Wanita
8.            Jangan Lupakan "Foreplay", Bung!
9.            Lima Pedoman Penting Saat Foreplay
12.        Pentingnya Foreplay
14.        Siapa Bilang ML Harus Lama?

Seks Oral
19.        Hati-hati dengan Seks Oral!
20.        Mitos Seputar Seks Oral
21.        Oral Seks Undang Penyakit

G Spot
28.        Mencari G-Spot
29.        Mengenal 'G-Spot' Pria

Malam Pertama

Tuesday, November 16, 2010

G-SPOT, Apa Ya?




Pengetahuan dasar tentang seksualitas sangat penting dimiliki orang dewasa. Antara lain supaya tidak terjebak dalam mitos dan pendapat keliru tentang seks yang sangat banyak beredar, termasuk di kalangan dokter.

“Saya seorang remaja umur 21 tahun. Saya pernah membaca bahwa bagian peka rangsangan pada wanita sama dengan pria, yang paling peka adalah klitoris dan G-spot. Maaf, apa yang disebut klitoris dan G-spot itu? Mohon penjelasan karena pengetahuan saya tentang seks masih kurang.



Di sekitar anus saya tumbuh bulu-bulu, apakah itu wajar? Apakah bulu tumbuh pada setiap orang, termasuk wanita? Apakah pada wanita juga tumbuh rambut pada kemaluannya?

Saya juga ingin tahu, apakah boleh atau berpengaruhkah bila kita mencium dan menjilati kelamin wanita, ketika melakukan hubungan seks (saya pernah baca, bahkan menggigitnya)?”


Y., Garut, Jawa Barat

Pentingnya Pengetahuan
Pertanyaan Anda menyangkut pengetahuan dasar tentang seksualitas. Memang telah banyak penelitian yang menunjukkan pengetahuan seksual masyarakat, termasuk kaum muda, kurang atau salah.

Masalahnya, perilaku seksual di kalangan muda khususnya, telah berubah, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan perilaku. Apalagi di masyarakat kita banyak sekali beredar mitos tentang seks yang sangat menyesatkan dan merugikan.
Bahkan, tidak sedikit kalangan terdidik, termasuk dokter, yang tak menyadari bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat sebenarnya hanyalah mitos tentang seks, bukan sebuah kebenaran.

Akibatnya muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan seksualitas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sebagai contoh, kematian yang dialami oleh seorang PNS di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah mendapat suntikan di penis dengan tujuan untuk menambah ukurannya.

Contoh ini sangat jelas menggambarkan bagaimana mitos tentang ukuran penis masih kuat melekat di benak masyarakat. Di pihak lain, ada warga masyarakat yang memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cara-cara yang tidak ilmiah.

1/3 Bagian Luar
Pada wanita, seperti pada pria, kelamin merupakan bagian peka rangsangan, khususnya klitoris dan G-spot. Klitoris merupakan bagian kelamin wanita yang sebenarnya identik dengan penis pada pria.

Letaknya di bagian atas kelamin bagian luar, pada pertemuan antara kedua bibir besar. Klitoris dapat dilihat dari luar, apalagi dalam keadaan ereksi. Tentu akan lebih jelas kalau Anda melihat gambar anatomi kelamin.

Berbeda dengan klitoris yang dapat dilihat dari luar, G-spot tidak dapat dilihat dari luar karena terletak di dinding depan vagina 1/3 bagian luar. G-spot bukan merupakan sebuah organ khusus seperti klitoris, melainkan sebuah daerah pada dinding vagina yang padat dengan ujung saraf perasa.

Seperti klitoris, G-spot merupakan bagian peka rangsangan juga. Kedua bagian peka rangsangan ini sangat diperlukan bagi wanita dalam melakukan hubungan seksual, agar dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan.

Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris. 

Pria Wanita Sama
Rambut kelamin akan tumbuh pada pria dan wanita setelah mencapai usia pubertas. Demikian juga rambut di sekitar anus dapat tumbuh, baik pada pria maupun wanita.
Mengenai rangsangan mulut terhadap kelamin atau yang biasa disebut seks oral, boleh saja dilakukan kalau suami istri memang menghendaki dan dirasa menyenangkan bagi kedua pihak. Tentu saja kedua pihak harus berada dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit kelamin.

Dalam ikatan suami istri, sebenarnya pasangan bebas melakukan semua variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual, asal memenuhi ketiga syarat, yaitu dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, dan tidak menimbulkan akibat buruk baik secara fisik maupun psikis.

Kalau variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual yang akan dilakukan tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, seharusnya tidak dilakukan. Contohnya, hanya salah satu pihak yang menghendaki. @

Konsultasi Dijawab Prof DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And (Kompas,Kamis, 18 Maret 2010)

Tuesday, November 9, 2010

G-Shot Bikin G-Spot Makin Hot?

ISTILAH G-Spot mungkin sudah tak asing lagi di telinga  pria dan wanita dewasa masa kini.  Namun ironisnya, kebanyakan pria tidak pernah menjadi saksi akan orgasme pada titik paling sensitif ini dan bahkan tak sedikit wanita yang meragukan eksistensi G-Spot dalam organ genital mereka.

Nah, jika Anda termasuk pria atau wanita yang belum melihat atau merasakan kehebatan G-Spot, informasi terbaru yang satu ini mungkin akan membuat Anda lebih penasaran. Ya, belum lama ini para spesialis dari AS dan Inggris mengembangkan sebuah teknik untuk mempermudah penampakkan G-Spot sekaligus membuatnya lebih sensitif dan menghasilkan orgasme luar biasa pada kaum hawa.

G-Shot merupakan sebuah teknik penyuntikan kolagen ke bagian dalam vagina untuk memperbesar G-Spot. Teknik ini kabarnya mulai menjadi tren di kalangan wanita Negeri Paman Sam. Mereka hanya cukup datang ke dokter spesialis kandungan dan merogoh kocek 1.850 dollar AS atau sekitar Rp17 juta. Prosedurnya pun tidak rumit karena  pasien hanya perlu dibius lokal dan prosesnya berlangsung sekitar setengah jam saja.

Setelah G-Shot dilakukan, G-Spot dikabarkan akan membesar dengan ukuran diameter mencapai beberapa inci dan tinggi hingga seperempat inci.  Dengan ukuran yang besar ini, G-Spot tentu akan lebih mudah ditemukan, selain juga lebih sensitif dan meningkatkan kemampuan orgasme.

Meskipun mulai ramai diperbincangkan, banyak dokter yang meragukan keampuhan teknik G-Shot. Mereka menyatakan tidak ada cukup bukti teknik tersebut efektif.     

Perbaiki kualitas seks
Walau diragukan sebagian ahli, BBC pernah mengungkap pengakuan pasien akan manfaat G-Shot dalam memperbaiki kualits seks. Seorang polisi wanita bernama Robin asal New York menjalani prosedur ini untuk mengatasi problem orgasme saat berhubungan intim dengan kekasihnya.

Pada saat berhubungan seks, Robin tak nyaman dengan perilaku kekasihnya yang selalu asyik sendiri. Alhasil, Robin merasa hubungan menjadi hambar dan kurang bergairah. Setelah memperoleh info lengkap dan riset kecil di internet, Robin lalu memutuskan untuk melakukan prosedur G-Shot di sebuah klinik di Fifth Avenue, Manhattan. Ia ditangani oleh dr Kevin Jovanovich, yang telah mendapatkan kursus pelatihan dari penemu G-Shot, David Matlock. Dr Kevin menegaskan, teknik ini tidak dapat diaplikasikan pada wanita yang tidak pernah mengalami orgasme.

"Ini hanya untuk wanita yang merasa nyaman dengan dirinya dan ingin orgasme yang lebih baik lagi.  Jika Anda tidak bisa klimaks, Anda tidak bisa melakukan suntik G-Shot karena Anda harus mengetahui di mana letak G-spot Anda," terangnya.

Dalam proses itu, pasien diberi waktu di sebuah ruangan khusus untuk menemukan G-Spot miliknya.  Setelah itu, dokter akan memberi bius lokal di sekitar G-Spot dan menyuntikkan kolagen dalam waktu delapan detik.Untuk menghentikan pendarahan ringan akibat penyuntikan, dokter akan memberikan kapas kecil.

Sekitar empat jam kemudian, Robin langsung dapat merasakan efek suntikan ini. Ia merasa sangat riang dan tak kuasa membayangkan  kekasihnya ketika sedang menyiapkan malam malam. "Saya sedang di dapur dan saya bisa klimaks. Ini sungguh aneh.  Ini seperti wow sungguh luar biasa," ungkapnya.

Ketika kekasihnya datang, Robin mengaku benar-benar terpuaskan.  Ia menggambarkan orgasmenya bisa berulang-ulang, mendebarkan,  membuat panas dingin, dan menakjubkan.

Suntik G-Shot yang bisa bertahan selama empat bulan ini dilaporkan lebih populer di AS ketimbang di Inggris.  Di Los Angeles saja, ada sekitar 40 wanita yang menjalani prosedur ini setiap bulannya.
 
Efek samping
Sementara itu, Linda Cardozo, Profesor Ginekolog dari King's College Hospital di London, menyarankan wanita agar berhati-hati dengan teknik ini.  Linda sendiri bahkan tidak yakin kalau G-spot memang nyata dalam organ wanita. "Jika memang ada  G-spot, wanita yang pernah menjalani operasi pada dinding vaginal berarti tidak akan bisa mengalami orgasme dan kami tahu bahwa G-Spot tidaklah benar.

"Saran saya untuk setiap wanita yang memikirkan suntik G-shot adalah berliburlah karena itu akan menjadi cara terbaik memakai uang dan mungkin dapat memperbaiki kehidupan seksual Anda," ujarnya.

Efek samping yang membahayakan dari teknik ini adalah pendarahan akibat suntikan, pendarahan pada saluran urine, sakit pada kandung kemih, dan sensasi  yang selalu membuat terangsang secara seksual.    

(Sumber :BBC , Kompas,Selasa, 13 Mei 2008)

G Spot, Dimanakah Kau Berada?

Titik rahasia pada organ genital wanita yang disebut G spot selama ini kerap mengundang rasa penasaran. Bagian yang satu ini memang dikenal sebagai area paling sensitif dan dianggap sebagai salah satu kunci menuju kepuasan seksual kaum Hawa.

Sebagian wanita percaya bahwa dengan merangsang area misterius dalam vagina ini dapat menimbulkan orgasme yang luar biasa.  Jika seorang pria secara tak sengaja menemukan G spot, orgasme yang hebat akan dapat mereka rasakan.  Namun pada sesi berikutnya, belum tentu titik G spot akan mudah ditemui.   

Sejauh ini, para ahli belum dapat menemukan sebuah metode ilmiah yang  menentukan secara pasti letak titik paling sensitif ini.  Bahkan eksistensi G spot sendiri menjadi perdebatan sejak 1980-an ketika istilah ini menggelinding sebagai wacana yang dapat menjelaskan mengapa beberapa wanita mampu mencapai orgasme lewat stimulasi vagina, sedangkan beberapa wanita lainnya tidak bisa. 

Sajumlah ahli seks juga mengklaim bahwa istilah G spot justru telah menimbulkan problem kecemasan di antara para wanita yang belum dapat mencapai kepuasan seksual, termasuk pasangannya.    

Walaupun masih kontroversi, penelitian tentang G spot tidak pernah berhenti. Seperti dimuat edisi terbaru majalah New Scientist, para ahli dari Universitas L´Aquila di Italia baru-baru ini mengklaim telah berhasil mendeteksi letak sebuah jaringan tebal pada vagina yang diduga sebagai G spot. Temuan ini juga dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine.

Dengan melibatkan sebanyak 20 wanita, riset yang dipimpin oleh  Dr Emmanuele Jannini  berhasil menentukan posisi G spot dengan menggunakan metode ultrasound. Teknik ini dapat menentukan ukuran serta bentuk sebuah jaringan tebal di luar ¨dinding depan¨ vagina yang diduga merupakan letak G spot.

Pada sembilan wanita, yang selama riset dilaporkan mengalami orgasme melalui rangsangan vagina, jaringan yang letaknya antara vagina dan uretra - saluran tempat mengeluarkan urin - ini rata-rata lebih tebal dibandingkan 11 wanita lainnya yang tidak mampu mencapai orgasme melalui rangsangan serupa.

¨Untuk pertama kalinya, ada metode yang memungkinkan untuk menentukan  dengan mudah, cepat dan murah  bahwa wanita memiliki area G spot atau tidak,¨ ungkap Dr Jannini.

Walau pun Jannini yakin dengan temuannya.  Dr Tim Spector dari St Thomas Hospital di London memiliki pendapat berbeda. Dalam New Scientist,  Spector  berargumen bahwa jaringan yang tebal ini mungkin saja sebenarnya hanya bagian dari  klitoris, salah satu bagian genital wanita yang juga dikenal sangat sensitif.   

Dugaan lain yang muncul adalah fenomena jaringan tebal ini lebih disebabkan oleh seringnya wanita mengalami orgasme.  Dengan frekuensi orgasme yang berulang atau sering, mungkin akan menyebabkan pembentukan otot yang lebih baik pada jaringan tersebut.

Sementara itu Dr Petra Boynton, seorang psikolog seks dari Universitas College di London  mengatakan bahwa  seluruh industri saat ini telah berkembang di sekitar masalah G spot. Menurutnya, sungguh tidak  berguna untuk mengatakan bahwa wanita yang tidak mampu menemukan area G spot  mengalami ¨disfungsi¨.

 ¨Kita semua tentu berbeda.  Beberapa wanita memiliki beberapa area tertentu dalam vagina yang sangat sensitif, dan beberapa lainnya tidak. Namun mereka tidak perlu menyebut area ini sebagai G spot.  Jika semua wanita menghabiskan waktunya untuk mencemaskan apakah dirinya normal, punya G spot atau tidak, ia akan hanya terfokus pada satu area dan menghiraukan yang lain,¨ ungkap Boynton.
 
¨Ini akan meyakinkan kepada masyarakat bahwa hanya ada satu cara terbaik untuk melakukan seks, yang tentunya hal ini tidak tepat untuk dilakukan,¨ tegasnya.

(Sumber: BBC, Kompas,Kamis, 21/2/2008)

Mencari G-Spot

Pasti Anda sudah mendengar istilah G-spot. Salah satu zona erotis perempuan ini sangat berperan sebagai organ pemberi rasa nikmat saat bercinta. Jika Anda berhasil mengeksplorasi, kenikmatan luar biasa menanti.

Sayang, banyak pria, bahkan perempuan sendiri, masih belum tahu banyak tentang hal ini. Bahkan bagi kebanyakan orang, keberadaannya masih berupa misteri, mungkin karena ukuran kecil dan letaknya yang tersembunyi. Mari kita mengenal lebih dekat si hot spot ini.

Apa itu G-spot?
G-spot adalah sekumpulan jaringan syaraf yang berbentuk seperti kacang dan berada di bawah permukaan liang Miss V yang menghadap ke arah depan tubuh. Meski lokasinya berbeda-beda, G-spot biasanya terletak di tengah, antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 cm ke dalam Miss V.

Kata G-spot diambil dari inisial penemunya, seorang ginekolog dari Jerman, Ernst Grafenberg yang menemukannya di pertengahan abad ke-19. Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa perempuan, rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding Miss V bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik. Karena berada di bawah permukaan dinding Miss V, maka G-spot harus dirangsang secara tidak langsung melalui dinding Miss V.

Bagaimana menemukannya?
Seperti kita ketahui, G-spot merupakan titik rangsang seksual perempuan. Jadi, tak heran jika sentuhan-sentuhan yang mengenai G-spot, baik oleh Mr P maupun jari, akan memberikan sensasi berbeda bagi perempuan selama sesi bercinta. Sekali saja Anda atau pasangan menemukannya, maka tak sulit untuk menemukan lokasinya lagi.

Namun, Anda perlu menemukannya terlebih dahulu. Hingga kini diketahui posisi yang paling "menguntungkan" bagi perempuan saat bercinta adalah posisi merangkak, seperti woman on top. Mengapa? Karena G-spot dapat tersentuh dengan mudah oleh Mr P saat bergesekan dengan dinding depan saluran Miss V.

Tanda tersentuh dengan benar
Ingin tahu seperti apa rasanya ketika G-spot telah ditemukan dan terangsang dengan benar? Yang pasti, ada sensasi menggelitik dan luar biasa. Sensasinya bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh. Beberapa perempuan malah bisa mencapai orgasme, dan ada juga yang mengeluarkan cairan seiring dengan kontraksi orgasmik tadi atau disebut juga ejakulasi, yaitu berproduksinya kelenjar cairan di selaput mukosa Miss V.

Berbeda dengan cairan pelumas dari Miss V yang encer dan bening, cairan yang diproduksi saat Anda mengalami ejakulasi lebih kental dan berwarna putih. Unsur ini mirip dengan cairan dalam air mani pria (tanpa sperma, tentu). Yang menarik lagi, pada sebagian perempuan ada yang merasakan ingin buang air kecil secara mendadak (meski perasaan ini biasanya lewat saja).

Tak selalu sama
Namun jangan putus asa jika Anda tidak merasakan apa pun. G-spot hanyalah salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual. Selain itu, menurut penelitian, beberapa perempuan memiliki G-spot yang letaknya lebih tinggi dari Miss V-nya sehingga jari-jari mereka pun tak cukup panjang untuk mencapai daerah G-spot. Vibrator, jari-jari pasangan, atau Mr P mungkin bisa membantu melakukan hal itu dengan lebih baik.

Jangan kecewa pula jika ternyata Anda tak bisa menikmati sensitivitas G-spot. Pasalnya, ada beberapa perempuan yang hanya merasa setengah nikmat atau malah tidak nyaman sama sekali. Kalau begini, cari saja area sensitif di bagian tubuh lain dan tetap nikmati serunya acara bercinta Anda.

(Sumber : Majalah Chic, Kompas, Sabtu, 6/11/2010)

Posisi yang Dapat Menstimulasi G-Spot

Banyak wanita yang belum merasakan kepuasan seksualnya. Mungkin itu sebabnya, masih banyak pertanyaan seputar orgasme, termasuk cara mendapatkannya. Di antaranya adalah mencari titik G-Spot. Maklum, kehadiran G-Spot masih banyak dipertanyakan. Secara teknis, menurut dunia kedokteran, tidak ada G-Spot di dalam vagina. Namun secara seksual, banyak wanita yang tidak dapat membayangkan jika vagina tidak "dilengkapi" dengan G-Spot. Jadi, apa sebenarnya G-Spot, dimana posisinya, dan bagaimana menstimulasinya? Dr. Lissa Rankin, ahli obstetri dan ginekologi, dan Amber Madison, seorang pakar seks, menjawab pertanyaan ini.

Apakah G-Spot itu benar-benar ada?
Kita sering diajarkan bahwa klitoris adalah landasan dalam membangkitkan gairah seksual. Bahkan wanita yang mengaku mengalami orgasme melalui intercourse pun mendapatkannya setelah menstimulasi klitoris. Namun para pasien Dr. Rankin selalu mengatakan bahwa ada suatu tempat di dinding depan vagina yang merupakan titik rangsangan ini. Hal ini tentu bertentangan dengan berbagai studi yang mengatakan bahwa setiap bagian dari vagina telah diperiksa menggunakan mikroskop, dan tidak ada dinding depan vagina yang terlihat berbeda dari bagian mana pun dari vagina. Dengan demikian, para dokter berkesimpulan, G-Spot sebenarnya tidak ada. "Meskipun demikian saya percaya pada banyak hal yang tidak terlihat, sehingga hal yang rasional ini tak seluruhnya saya setujui. Apakah menurut saya G-Spot itu ada? Yup," tegas Dr. Rankin.

Dimana posisi G-Spot?
Wanita yang meyakini keberadaan G-Spot mengatakan bahwa titik ini terletak pada 5 - 7,6 cm di dalam vagina, pada dinding depan, sedikit di bawah kandung kemih. Area ini digambarkan memiliki tekstur bergelombang yang berbeda daripada bagian lain dari vagina yang lebih lembut, meskipun menurut Dr. Rankin hampir semua vagina yang sehat sebelum memasuki menopause memang bergelombang). Menurut para pasiennya, sensasi yang dirasakan dari stimulasi G-Spot benar-benar berbeda daripada stimulasi pada klitoris. Klitoris jauh lebih sensitif dan mudah dibangkitkan, sedangkan G-Spot butuh stimulasi lebih dalam, namun menghasilkan orgasme yang juga lebih hebat. "Terlalu banyak wanita yang mengatakan demikian -dan saya lebih mempercayai mereka daripada para pengajar Eastern European Gross Anatomy yang mengatakan sebaliknya," kata Dr. Rankin.

Posisi seks seperti apa yang paling dapat menstimulasi G-Spot?
Menurut Amber, posisi seks apa pun, dimana penis dapat menggosok dinding depan vagina, adalah posisi yang baik untuk mencapai titik yang dimaksud. Banyak wanita mendapati bahwa posisi doggy style, reverse cowgirl (wanita di atas, namun membelakangi pria), atau posisi lain dimana pria "masuk" dari belakang, dapat mencapai titik tersebut. Apakah Anda menikmati stimulasi G-Spot atau tidak, tetaplah mencoba-coba posisi seks yang baru. Banyak wanita juga mengatakan bahwa tubuh mereka berubah seiring bertambahnya usia. Dengan demikian posisi yang dulu tidak menimbulkan kenikmatan apa pun pada Anda, kemungkinan bisa memberikan rasa yang jauh berbeda nantinya.

Dimana saya dapat menemukan G-Spot saya?
Dr. Rankin mengatakan bahwa banyak wanita yang belum menemukan titik sensitif ini. Yang bisa ia sarankan hanyalah, tetaplah mencari, karena di situ lah tantangannya. Lakukan eksplorasi seksual, entah dengan Kama Sutra atau dengan mencari G-Spot. "Tetapi jika Anda tidak dapat menemukannya, jangan kecewa. Banyak wanita juga dapat mencapai orgasme melalui stimulasi klitoral secara langsung. Jika wanita yang lain dapat orgasme melalui intercourse vagina, biasanya hal ini dikarenakan mereka telah menguasai seni 'memposisikan' diri mereka dan pasangannya ke dalam suatu posisi dimana klitoris mendapatkan sentuhan yang lebih lembut," ujar Dr. Rankin. Ingatlah bahwa tujuan utama seks adalah membangun keintiman. Jika Anda merasa puas, jangan biarkan Anda dan pasangan stres karena tidak mampu memperoleh sesuatu yang sudah Anda miliki.

(Sumber: Betty Confidential,Kompas,Kamis, 9/7/2009)