Showing posts with label Foreplay Seks. Show all posts
Showing posts with label Foreplay Seks. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Ada apa dengan ForePlay, Seks Oral, G Spot dan Malam Pertama?

Kiat-kiat apa saja agar sukses di malam pertama dan bagaimana menemukan G spot. Simak kumpulan artikel berikut.


ForePlay
1.            "Foreplay", Sayang Bila Terlewat...
2.            "Memainkan" Cahaya Saat ML
3.            15 Menit Untuk Foreplay
4.            Afterplay yang Bikin Ketagihan
5.            Atasi Nyeri Saat ML dengan Kegel
6.            Foreplay Good, Seks pun Yahud
7.            Gerakan Foreplay yang Disuka Wanita
8.            Jangan Lupakan "Foreplay", Bung!
9.            Lima Pedoman Penting Saat Foreplay
12.        Pentingnya Foreplay
14.        Siapa Bilang ML Harus Lama?

Seks Oral
19.        Hati-hati dengan Seks Oral!
20.        Mitos Seputar Seks Oral
21.        Oral Seks Undang Penyakit

G Spot
28.        Mencari G-Spot
29.        Mengenal 'G-Spot' Pria

Malam Pertama

Tuesday, November 16, 2010

Cukup Foreplay Tapi Tetap Sakit Saat Ngeseks

T. Saya mengalami kesulitan ketika berhubungan seks dengan istri. Dia terus mengeluh kesakitan. Kami sudah melakukan cukup foreplay agar dia bergairah. Apa yang harus kami lakukan?

J. Saya butuh sejarah hubungan seks kalian untuk memberi tahu secara pasti apa yang harus dilakukan. Sepertinya, vagina istri Anda tidak cukup basah meskipun foreplay telah cukup dilakukan. Ada banyak penyebab lain yang bisa menimbulkan rasa sakit seperti hal psikologis yaitu gelisah, kontraksi otot, infeks, bahkan pertumbuhan tumor di sistem reproduksi. Atau bisa saja, istri tidak siap untuk melakukan seks saat itu, sehingga dia merasa sakit. Cobalah berkomunikasi dengannya untuk tahu apa penyebab rasa sakit itu dan jika mungkin, lakukanlah pemeriksaan ke dokter. (Kompas,Rabu, 25 Juni 2008 )

Tuesday, November 9, 2010

Foreplay Good, Seks pun Yahud

AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan biasanya disebut foreplay. Namun sebagian besar ahli dalam bidang seks menyebutkan bahwa istilah tersebut tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks. Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu berereksi dan cenderung membuat kita berpikir bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.
    
Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD yang terkenal dengan bukunya “Secrets of Better Sex”. Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Joel mengungkapkan, biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.

Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks. Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.

Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.
3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).
4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubungan seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.
5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.(Kompas, Senin, 26/5/2008)

Gerakan Foreplay yang Disuka Wanita

Tak jarang pembaca wanita dan pria Kompas.com meninggalkan komentar (atau tepatnya pertanyaan) di rubrik Pria mengenai bagaimana tips memuaskan wanita di ranjang. Untuk para pria, ketahuilah kunci utamanya, foreplay! Untuk para wanita, artikel ini bisa Anda gunakan untuk mengenali apa yang benar-benar membuat Anda terangsang. Semakin Anda mengenal diri dan tubuh Anda, makin mudah Anda mencapai the big O. Sekaligus, Anda bisa membimbing suami untuk membawa Anda ke langit ke tujuh.

Anda pasti sudah paham, bahwa wanita sangat suka foreplay (pemanasan). Namun, yang kemungkinan terbesar belum Anda ketahui adalah, wanita tidak bisa secepat pria untuk turn on. Wanita perlu tahap-tahap. Ada titik-titik erotis wanita yang sudah dipahami pria, misalnya di puting payudara atau pun daerah kemaluan. Tetapi, kedua titik tersebut tidak bisa dirangsang secara langsung. Dalam artian, karena butuh tahapan, titik-titik tersebut bisa dibilang justru seharusnya disentuh di saat akhir foreplay. Karena, ketika wanita belum benar-benar terangsang (yang ditandai dengan jantung berdebar kencang), bagian sensitif tersebut justru sakit jika disentuh.

Wanita ingin merasa cantik dan dikagumi sekujur tubuhnya. Maka, hal yang rasional jika mengharapkan pria mampu mengagumi tubuh Anda secara keseluruhan, termasuk pikiran Anda. Foreplay yang paling disukai wanita tak melulu berkaitan dengan usaha yang dilakukan dengan tangan atau mulut. Berikut adalah gaya-gaya foreplay yang disukai wanita hasil penelusuran Askmen.com. Bagi para pria, jika mau melakukannya, lakukan sepenuh hati untuk memenangi hati istri Anda.

1. Gaya jaman SMA
Masih ingat jaman-jaman pacaran dulu? Ketika ingin mencium pacar harus dilakukan sembunyi-sembunyi? Rasa deg-degan takut kepergok orang rumah ketika sedang berciuman di sofa ruang tamu menjadi saat-saat yang menyenangkan. Berciuman di sofa membuat tekanan untuk tampil seksi dan bersiap bercinta terlepas. Wanita jadi lebih rileks dan menikmati momen tersebut. Wanita juga senang digoda. Berciuman sambil meraba tubuh istri di sofa selama beberapa saat tanpa ada tendensi untuk memulai aksi bercinta justru akan membuatnya semakin terangsang. Istri akan merasa bahwa Anda sedang menggodanya, tetapi tanpa ada aksi untuk membuka pakaian, sehingga lama kelamaan si istri akan penasaran.

2. Spontan
Sentuhan-sentuhan yang dilakukan di tempat umum, yang Anda dan dia sama-sama tahu tak akan mungkin dilakukan di sana, terasa sangat menggairahkan. Misal, menyenggol bagian dadanya diam-diam saat nonton di bioskop. Atau menyentuh bagian bokongnya ketika sedang mencari buku di toko buku yang sepi. Kuncinya, buat si istri terangsang sedikit lalu berhenti. Karena ia tahu Anda tak bisa bercinta di sana, maka si istri akan membayangkan untuk bercinta dengan Anda. Bersiaplah untuk mendapatkan seks hebat ketika Anda sampai di rumah.

3. Ciuman dahsyat
Ciuman yang lama, basah, ada jilatan, hisapan, dan lainnya membuat wanita terangsang. Mengapa? Karena kegiatan ini seperti miniatur seks untuk wanita. Peningkatan jumlah air liur sering dikaitkan dengan rangsangan, semakin basah, makin baik. Namun, ingat untuk main rapi. Jangan sampai berantakan dan basah ke seluruh wajahnya, karena hal itu menjijikkan dan bikin turn off.

Anda perlu untuk menikmati ciuman yang lama dan mendalam seperti ini. Imbangi kekuatan dan kecepatannya. Jangan terlalu keras mendorong ke dalam mulut atau bibirnya, jangan juga terlalu cepat menggeliat di dalam mulutnya. Ketimbang berciuman 2 detik hanya untuk memulai seks, sesekali berciuman untuk menikmati momen bersamanya juga bisa jadi hal yang menggairahkan.

4. Pijatan
Ketika si istri sudah tidur menelungkup, ingatkan diri Anda untuk tidak langsung menyentuh daerah-daerah rangsangan. Mulailah untuk memijat bagian pundaknya, buat si istri benar-benar merasa nyaman dan rileks. Si istri akan berpikir bahwa Anda memang ingin membuatnya nyaman, dan hal ini akan membuatnya terangsang dan menikmati sentuhan Anda. Tetapi, jangan biarkan si istri sampai tertidur. Pijatan yang enak bisa dengan mudah membuat wanita yang kelelahan jatuh terlelap. Trik untuk membuat sesi pijatan Anda sensual adalah dengan sesekali berhenti untuk menjilat bagian-bagian tubuh atau menciumnya. Jangan hanya memusatkan pijatan di bagian punggung, pijatlah seluruh bagian tubuhnya hingga kaki. Pijat dengan seluruh telapak tangan, dan nikmati lekuk tubuhnya. Seluncuri lekuk-lekuk tubuhnya dengan telapak tangan yang sudah dibasahi minyak pijat secukupnya.

Gunakan minyak pijat dalam jumlah yang cukup untuk menutup gesekan antara telapak tangan dan kulitnya saja. Terlalu banyak akan membuat kulitnya panas dan lengket. Hati-hati jika akan menggunakan kondom saat menggunakan minyak pijat, karena bisa merusak kondom. 

Tempat terakhir untuk memijat adalah bokongnya. Pijatan pada bokong adalah hal yang enak untuk wanita. Ketika Anda sudah mulai, bisa jadi istri Anda akan minta lagi. Hal termudah untuk menstimulasinya untuk bercinta adalah dengan memijat bokongnya. Sesekali, mampirlah ke bagian paha dalamnya. Tanpa benar-benar menyentuh atau memijat bagian tersebut akan membuatnya tergoda dan membangunkan gairahnya.

5. Ciuman di leher
Bagian leher wanita jauh lebih sensitif ketimbang pria. Ini adalah hal yang bagus untuk para pria yang tak tahu harus mulai dari mana untuk memulai bercinta dengan istrinya. Aturan utamanya adalah untuk berlaku sensual dan perlahan. Kombinasikan ciuman yang lembut dan keras, pertahankan kecepatannya. Ciuman di bagian belakang leher dijamin membuatnya terangsang, dan ketika ia berbalik arah, maka Anda tahu ia ingin lebih dari Anda. Bagian belakang leher dan pundaknya adalah titik-titik yang mampu merangsangnya. Lanjutkan ke bagian sisi lehernya, lalu naik ke telinganya. Hembuskan perlahan napas Anda di telinganya. Ciuman hangat di leher bagian depan akan memberikan kesan yang membawanya ke kenikmatan. Ketika ia mulai melenguh nikmat, tandanya ia sudah hampir “panas”. Saat Anda melakukan hal ini jangan lupa untuk mendekapnya erat. Wanita suka dipeluk erat oleh lengan kekar seorang pria.

6. Tanpa sentuhan
Otak adalah bagian seksual yang paling besar dari tubuh seseorang. Jika Anda paham konsep ini, maka Anda bisa menggunakan hal ini sebagai keuntungan Anda. Beri rangsangan tanpa sentuhan lewat cerita erotis, atau menceritakan apa yang ingin Anda lakukan padanya lewat telepon, menuliskan surat erotis lalu memasukkannya ke buku agendanya, atau SMS, atau e-mail. Jika Anda bisa membuatnya “basah” sebelum Anda menyentuhnya, maka Anda sudah berada di jalur yang benar. Jangan sampai menuliskan hal-hal yang terlalu vulgar, biarkan istri Anda berimajinasi seluas-luasnya.

Sebenarnya, segala jenis foreplay asalkan bisa membuat wanita terangsang dan turn on cukup baik untuk wanita. Jadi, jangan malu untuk kreatif dalam hal foreplay.

(Sumber: askmen , Kompas,Jumat, 31/7/2009)

Jangan Lupakan "Foreplay", Bung!

Ketika bicara tentang memuaskan hasrat di ranjang, pria dan wanita jarang bicara secara sejajar. Pria cenderung tancap gas menuju garis finis, melupakan pasangannya yang mesinnya belum dipanaskan. Sebelum membayangkan kenikmatan yang didapatkan, ada hal yang tak boleh terlewat bagi kaum wanita, yakni foreplay (pemanasan).

Mengapa foreplay menjadi penting? Karena hanya dengan memikirkan seks organ vital pria dapat langsung ereksi. Akan tetapi, tidak demikian halnya untuk wanita, hanya menginginkan seks saja belum cukup. Lewat foreplay, tidak hanya fisik yang akan terangsang, tetapi juga secara emosional sehingga pikiran dan tubuh seorang wanita menjadi siap untuk permainan utama.

"Wanita butuh waktu lebih lama untuk terangsang, apalagi untuk mencapai orgasme. Karena itu, foreplay sangat penting," kata Dr Ruth Westheimer, psikoseksual terapis dan profesor di New York University.

Pemanasan juga dibutuhkan karena membantu klitoris mengembang. "Seperti karateristik pada penis, saat terangsang sirkulasi darah akan lebih lancar menuju klitoris. Agar bisa mencapai orgasme, selain lubrikasi pada vagina, juga dibutuhkan kondisi 'tegang' pada klitoris," papar Westheimer.

Namun, di luar mekanisme biologi, Westheimer mengatakan, secara khusus tiap wanita butuh kenyamanan emosional bahwa pasangannya bercinta dengannya karena memang mencintainya. Menit demi menit yang dilewatkan selama foreplay bisa menjadi ajang penyampaian isi perasaan tadi. Bentuknya tak harus lewat kata-kata, tapi bisa juga melalui sentuhan, tatap mata, atau bisikan lembut.

(Sumber: WebMD , Kompas, Sabtu, 6/2/2010)

Lima Pedoman Penting Saat Foreplay

AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan yang disebut foreplay oleh sebagian besar ahli dalam bidang seks dikatakan tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks.

Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu ereksi dan cenderung membawa kita berpikiran bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.

Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD dalam bukunya yang berjudul “Secrets of Better Sex”.

Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.
   
Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks.

Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.

Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya

2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.

3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).

4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.

5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya. (Kompas,Jumat, 7 November 2008)

Mengapa "Foreplay" Penting Bagi Perempuan

Ketika menyangkut antara permulaan aksi bercinta, pria dan perempuan tak selalu sependapat. Umumnya, perempuan senang memulai acara bercinta dengan perlahan. Namun, acapkali pria memulai dengan bersemangat, tak lama kemudian, tibalah ia di puncak, sementara si perempuan belum tiba. Memang tak semua pria melakukan hal tersebut. Namun, tak sedikit juga perempuan yang mengeluhkan tindakan tersebut dari suaminya.

"Amat penting untuk perempuan merasakan foreplay yang sukses, karena perempuan butuh waktu yang lebih lama ketimbang pria untuk mencapai level rangsangan yang membawa mereka ke puncak orgasme," terang dr Ruth Westheimer, EdD, terapis psikoseksual, profesor di New York University.

Pria cukup berpikir mengenai seks dan muncullah ereksi. Namun, bagi kebanyakan perempuan, mengingini seks saja tidak cukup. Foreplay memerankan tujuan yang bersifat fisik dan emosional, membantu mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk bersiap bercinta. Kebanyakan perempuan butuh kecupan, cumbu, peluk, ucapan menyenangkan dari pasangan, dan belaian untuk menghadirkan cairan lubrikan di area V yang dibutuhkan untuk kenyamanan hubungan seksual.

Pemanasan dan klitoris
Foreplay juga membantu klitoris mencapai puncak orgasme. "Karakteristik klitoris mirip dengan penis. Aliran darah memenuhi klitoris, dan untuk mendapatkan orgasme, harus ada lubrikasi di area V, namun klitorisnya harus juga dalam keadaan tegang," jelas Westheimer. Stimulasi adalah kunci untuk mendapatkan kenyamanan.

Namun, tak sebatas urusan biologis, perempuan butuh perasaan. Westheimer mengatakan, perempuan butuh jaminan perasaan bahwa pria yang bersamanya ini memang benar-benar ingin bersamanya. Waktu dan perhatian yang diberikan saat foreplay mengkomunikasikan pesan ini.

Tips foreplay dari dr Ruth:
* Periksakan
Jika Anda merasakan adanya ketidaknyamanan terus menerus di area V saat melakukan aktivitas seksual meski suami sudah berhati-hati, sebaiknya cek ke dokter. Penting untuk memastikan area V dalam keadan sehat untuk mencapai big O.

* Jangan malu
Kebanyakan pasangan merasa sungkan atau malu untuk meminta pasangannya menstimulasi daerah rangsangan yang disukai namun kadang dianggap tabu. Tubuh memiliki banyak ujung saraf yang bisa digunakan untuk menstimulasi aktivitas seksual. Jadi, jangan malu dan ajak suami untuk menstimulasi titik-titik tersebut.

* Teguhkan diri
Ada momen sesaat sebelum mencapai orgasme, perempuan menyerah dan berpikir bahwa tidak akan ada yang terjadi. Namun, ini adalah kesalahan yang umum terjadi, dan merupakan sabotase diri. Tetap berkonsentrasi pada stimulasi, jangan lupa bernapas, dan bersiaplah menuju big O.



(Sumber: WebMD , Kompas, Senin, 11/10/2010)

Ogah "Foreplay"? Pilih Seks yang Ini!


Foreplay termasuk aktivitas yang cenderung kurang disukai pria. Ketika ia sudah berhasrat, pria cenderung bisa langsung melakukannya. Berbeda dengan perempuan, yang perlu diberi puja-puji, dicurahi kasih sayang, dan disentuh agar area genitalnya segera siap untuk melakukan intercourse.

Namun, kadang kala ada situasi tertentu di mana foreplay tidak dibutuhkan. Anda hanya perlu tahu tipe seks apa yang bisa dilakukan tanpa pemanasan lebih dulu. Berikut beberapa di antaranya.

Seks "selamat datang"

Ketika suami sedang melakukan perjalanan dinas selama beberapa minggu, Anda tentu terpaksa berpisah sementara. Anda berdua tentu akan sangat merindukan satu sama lain dan membuat pertahanan diri menjadi bobol ketika suami akhirnya pulang. Anda pasti tak akan mampu menolak ajakan lembutnya untuk segera melepas rindu. Kalau sudah begini, aturan tentang foreplay sudah pasti akan menguap begitu saja.

Seks kilat alias "quickie sex"

Hanya punya waktu singkat, jangan jadi alasan untuk tidak berhubungan seks. Namun, bila bersedia melakukan seks kilat ini, pastikan Anda juga menginginkannya. Karena, ketika dilakukan dengan cepat, Anda harus mengabaikan acara foreplay-nya.  Begitu Anda setuju melakukan sesi ini, Anda bisa melakukannya kapan saja. Dari sekadar menerima ajakan si dia bercinta sesaat sebelum ke kantor, mencuri waktu di fitting room saat Anda sedang mencoba pakaian, atau menyelinap keluar di sela-sela coffee break saat seminar.

Seks di luar ruangan

Seks yang dilakukan di luar ruangan tentu menimbulkan sensasi tersendiri. Tentu tidak perlu diterjemahkan secara harfiah bahwa Anda harus bercinta di taman atau di tempat umum lain. Bisa juga di halaman rumah, garasi, atau di kamar atas yang menghadap ke balkon. Sifat lokasinya yang outdoor ini menyebabkan seks jenis ini tidak foreplay-friendly. Tentu, Anda tidak perlu sampai melakukan intercourse saat di teras rumah, di pinggir pantai, atau di tempat-tempat di mana akan ada banyak orang. Cukup dengan saling membelai bagian-bagian sensitif Anda dan si dia.

Seks ke penjuru ruangan

Ketika Anda sedang mencoba memperluas "daerah jajahan" Anda dari tempat tidur ke ruangan-ruangan lain di rumah Anda, Anda tak akan terlalu memikirkan foreplay. Sebab, muncul rasa waswas aktivitas Anda tengah diintai orang lain. Apalagi inti dari seks semacam ini sebenarnya lebih pada spontanitas dalam hubungan.

"Spontanitas itu indah, menyenangkan, dan mendebarkan," kata Mort Fertel, konsultan pernikahan di Baltimore dan pencipta Marriage Fitness Program. Sering kali, menurut dia, orang terjebak dalam rutinitas di mana mereka melakukan hubungan intim pada waktu yang sama, tempat yang sama, bahkan posisi yang sama. Hal ini akan menyebabkan aktivitas seks menjadi membosankan.

Seks "pelarian"

Pernah mengalami ketika Anda terjebak dalam acara di mana tamu-tamunya tak ada yang Anda kenal, atau pertemuan keluarga yang membosankan? Anda bisa mengusir kebosanan dengan menyelinap ke kamar hotel, kamar ganti, atau ruang pribadi apa pun. Temui si dia di sana. Kemungkinan untuk dipergoki orang lain membuat suasana menjadi mendebarkan, tetapi menambah kegairahan pada Anda.

Meskipun lima jenis seks ini begitu penuh sensasi, jangan lantas menjadikan anti-foreplay jadi kebiasaan. Bagaimanapun juga, sentuhan, cumbuan, belaian, cubitan, dan jilatan, juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan keintiman dan menunjukkan rasa sayang.


(Sumber: Your Tango , KOMPAS,Rabu, 27/10/2010)

Pentingnya Foreplay

Menurut pakar hubungan kenamaan asal Amerika, Dr. Phil, rata-rata pria membutuhkan waktu 2,8 menit dari awal terangsang hingga terjadinya ejakulasi. Sementara bagi wanita, dibutuhkan waktu 14 menit dari awal terangsang hingga terjadinya orgasme.

Karena inilah pria cenderung to the point saja dalam hal melepaskan "tembakannya". Sementara kadang wanita duduk termangu dan tak terpuaskan ketika si pria sudah terkulai lemas atau tertidur di sisi istri. Maka dari itu, ide untuk foreplay ini sangat penting bagi wanita agar bisa mencapai puncak bersama sang suami, dan tak merasa ditinggalkan. Diperlukan kesadaran, toleransi, dan kesabaran dari suami untuk mau mengiring Anda mencapai puncak.

Foreplay bisa mencakup banyak kegiatan, termasuk pelukan, memanjakan, membuka kancing baju satu per satu, berciuman, menjilat, menghembuskan nafas di kuping, bermain-main di kuping, memberikan gigitan-gigitan kecil, bahkan seks oral. Tak ada urutan pasti apa yang harus dilakukan saat melakukan foreplay. Intinya hanyalah untuk mengerti apa yang membuat Anda merasa nyaman, dan memberikan Anda sentuhan-sentuhan atau stimulasi yang membawa Anda mendapatkan kenikmatan. Cara mendekati setiap wanita (juga pria) berbeda, namun yang pasti semua harus berawal dari otak. Wanita akan merasa tersipu dan senang jika si pria memujinya. Bisa dengan mengatakan betapa cantiknya Anda, betapa seksinya, atau harum rambutnya. Wanita akan merasa lebih percaya diri ketika penampilannya dipuji.

Mengapa pemanasan penting? Pria yang senang memeluk dan mencium tubuh dan wajah istrinya mengetahui bagaimana menikmati sensitifnya pemanasan akan mengantarkan pasangannya untuk menikmati senggama lebih baik, plus akan membuat istri mencapai orgasme lebih mudah. Kebanyakan wanita perlu stimulasi rangsangan lebih lama untuk bisa mencapai titik kenikmatan, dan pemanasan adalah jalan menuju ke sana.

Untuk mempelajari pentingnya pemanasan, Anda harus pandai-pandai mengatur mood. Langkah pertama adalah dengan memperhatikan detil-detil romantisnya. Menciptakan situasi tepat untuk bercinta penting dilakukan, khususnya ketika usia pernikahan sudah mencapai usia dewasa. Contohnya, dengan menciptakan ruangan hangat, cahaya temaram, dan seprai baru yang bersih dan wangi. Ketika suasana sudah membuat Anda merasa nyaman, mulailah beraksi dengan saling membuka pakaian dengan sesekali menghujani Si Dia dengan ciuman-ciuman menggemaskan. Mainkan jari-jemari Anda. Banyak pasangan mengakui ritual menelanjangi pasangan perlahan-lahan menimbulkan erotisme, menstimulasi, dan membuat suasana semakin mendebarkan. Kebanyakan pria senang untuk langsung menuju "titik pusat bagian bawah". Sementara wanita menyukai jika pasangan membuatnya merasa cantik dengan pujian-pujian, serta ciuman di sekujur tubuhnya. Maka, jangan ragu untuk memberitahunya apa yang Anda sukai, bisa dengan bisikan-bisikan tentang bagian apa pada tubuh Anda yang ingin disentuh atau dicium.

Pemanasan adalah waktu yang tepat untuk Anda dan pasangan saling mengeksplorasi gerakan-gerakan yang merangsang diri masing-masing. Jangan malu, tanyakan feedback, beri pujian jika usahanya untuk membuat Anda terangsang ternyata sukses. Atau katakan betapa Anda menyukai gerakan-gerakan yang dulu sering ia lakukan namun sekarang sudah jarang. Pasangan akan mendapatkan keuntungan dengan saling terbuka dan berkomunikasi selama pemanasan dan ketika bercinta. Sebagai aturan pokok, jika secara seksual ia merasa terpuaskan, dia juga akan memastikan Anda merasakan hal yang sama. Ingatlah, latihan membuat segalanya lebih baik.

(Sumber: askmen , Kompas, Senin, 23/3/2009)

"Foreplay", Sayang Bila Terlewat...


Mayoritas pria berpendapat, mereka belum melakukan hubungan seks bila tidak terjadi penetrasi penis ke vagina. Tak heran bila kebanyakan pria selalu ingin menuju "menu utama" dan melupakan "appetizer", bahkan meski mereka tahu foreplay adalah hal yang wanita inginkan.

Menurut psikiater, Mark Epstein, MD, kebanyakan pria masih takut pada tubuh wanita. "Tak semua pria berani mengeksplorasi seksualitas perempuan karena hal itu adalah sesuatu yang sempurna," kata penulis buku Open to Desire: Embracing a Lust for Life.

Selain itu, Epstein berpendapat, ada alasan lain yang menyebabkan banyak pria melewati sesi foreplay sebelum bercinta. "Kebanyakan pria takut kehilangan ereksinya," kata dia. Ketakutan akan "yunior" yang tiba-tiba melempem kembali begitu mendominasi isi kepala pria saat bercinta.

"Bila pria sudah ketakutan ereksinya hilang, mereka jadi malas melakukan foreplay atau melakukannya secara singkat karena ingin menuju permainan utama," kata Louanne Cole Weston, PhD, terapis seks dan konsultan perkawinan dari California, AS.

Para pria tersebut, menurut Weston, menganggap hubungan seksual seperti sebuah pertandingan yang dinilai dari tingkat kekerasan ereksi dan durasinya. "Padahal, bila seorang pria mampu membuat pasangannya merasa diinginkan dan dicintai dengan tulus, ia tak akan peduli pada seberapa keras ereksi Anda," tuturnya.

Sebenarnya tak sulit untuk memancing gairah seksual wanita sekaligus membuatnya merasa dicintai. Sentuhan kecil nan menggoda disertai pujian manis (misalnya mencium lehernya sambil mengatakan betapa Anda bangga punya istri secantik dirinya) akan membuat hatinya hangat dan merasakan kedekatan yang sangat personal.

"Undangan cinta" untuk pasangan juga bisa dilakukan sambil menstimulasi titik-titik peka di tubuhnya. Cara terbaik untuk menikmati momen foreplay adalah dengan membiarkannya semua berlangsung secara alami. Berkonsentrasilah saat menyentuh pasangan. Memasang target harus bisa membuat pasangan orgasme berganda atau target bercinta sekian menit hanya akan mengacaukan konsentrasi.

"Beberapa menit ekstra untuk menyenangkan pasangan adalah nilai plus bagi pria. Lupakan dulu adegan quickie seks seperti di film, memang terlihat menggairahkan, tapi seks terburu-buru justru membuat wanita frustasi," kata Weston.(Sumber : WebMD, Kompas,Senin, 14 September 2009)

Afterplay yang Bikin Ketagihan


Banyak orang lupa melakukan "afterplay" sehabis bercinta. Padahal, afterplay ini tak kalah penting dibanding "foreplay" ataupun seks itu sendiri.

Malah, afterplay yang tepat bisa bikin seks makin asyik dan hubungan lebih harmonis. Penulis buku Secrets of Better Sex, Joel D. Block Ph.D menekankan pentingnya saat setelah berhubungan seks. Sebab afterplay bisa menimbulkan kenangan indah yang menimbulkan rasa ketagihan.

"Afterplay yang umum dilakukan adalah berpelukan, berciuman, dan berbagi perasaan intim. Bisa juga ngobrol mengenai masalah seks ataupun bukan seks yang terjadi di antara mereka," kata Joel.

Meski hanya beberapa menit, momen tersebut bisa menambah ikatan hubungan di antara pasangan. Mereka akan merasa lebih peka, terikat secara fisik dan emosional, serta lebih perhatian terhadap pasangannya.

Nikmatnya afterplay membuat orang yang sudah mengalaminya ketagihan. Malah banyak orang yang menanti momen afterplay dibanding seks itu sendiri. Sayangnya, masih banyak pasangan yang mengabaikan momen penting setelah bercinta ini.

Kebanyakan orang langsung tidur, merokok, membasuh diri, atau malah makan sambil nonton televisi sehabis bercinta.

“Padahal hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk mempererat hubungan Anda. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Kalau memang tak ada yang penting untuk dibicarakan, tetaplah diam sambil memeluk pasangan. Atau bisikkan kata-kata sayang dan nakal pada pasangan. Lihat saja hasilnya kemudian pada kehidupan seksual Anda,” imbuh Joel. (Kompas,Selasa, 28 September 2010)

Sama seperti "Foreplay", "Afterplay" Juga Penting

Layaknya menikmati hidangan makan malam, belum lengkap rasanya jika acara bercinta tidak ditutup dengan dessert atau yang biasa disebut afterplay. Meski hanya sentuhan, rabaan, dan pelukan, aktivitas ini dapat memperkuat hubungan emosional Anda dan pasangan. Bonusnya, multiple orgasm, lho.

Sering terlewat
Pengertian dari afterplay adalah aktivitas yang dilakukan pasangan setelah anda dan pasangan mencapai orgasme. Itu berarti, jika Anda atau pasangan saja yang merasakan orgasme, aktivitas lanjutan ini tidak "sah".

Tak hanya Anda, pasangan pun membutuhkan afterplay. Pasalnya, sama halnya dengan hidangan penutup yang berguna untuk menetralisasi berbagai rasa yang "tajam" dari menu utama, peran afterplay pun untuk menetralisasi perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh seusai melakukan aktivitas seks.

Sayangnya, afterplay sering kali terlewat, terutama pada pria. Setelah mencapai orgasme, mereka lebih sering langsung tidur, merokok, atau keluar kamar. Mengapa? Sebagian besar pria mengaku merasa lelah dan kebiasaan.

Apa bedanya dengan Anda? Mengapa Anda bisa bertahan untuk menu penutup, sedangkan pasangan sulit? Ini penjelasannya. Ibarat air, perempuan pelan sekali untuk mendidih dan lama untuk menjadi dingin. Sebaliknya, pria sering diibaratkan api, cepat padas dan cepat padam pula. Jadi, itu sebabnya perempuan membutuhkan waktu relaksasi lebih lama setelah berhubungan seks dibandingkan pria.

Pelukan hingga rabaan

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan dalam afterplay, mulai dari berpelukan ringan, berciuman lembut, saling meraba, saling memijat, sampai mandi bersama. Menurut psikolog dan ahli terapi seks, Joel D Block PhD, dalam bukunya Secrets of Better Sex, kegiatan yang paling sering dilakukan saat afterplay adalah berpelukan dan mengobrol.

Menurut Joel, saling memuji dan mengekspresikan cinta juga bisa melipatgandakan kenikmatan bercinta. Ucapan I love you atau "Aku makin sayang deh sama kamu" sambil memeluk dan mencium lengannya bisa membuat dia melayang.

Ada beberapa alasan mengapa sesi ini jangan sampai terlewat. Salah satunya adalah terjaganya kedekatan emosional antara Anda dan pasangan. Selain itu, kepuasan yang terbentuk juga bersifat jangka panjang. Ketika Anda dan pasangan merasa puas, nyaman, dan terikat satu sama lain, Anda dan pasangan akan lebih mudah menjalani hubungan. Komunikasi pun berjalan lancar. Sebaliknya dengan kepuasan yang didapat dari orgasme bersifat sesaat. Dengan kata lain, jika hanya kepuasan ini yang dicari, dengan masturbasi pun Anda bisa mendapatkannya. "Tambahan lain, tubuh Anda dan pasangan akan lebih relaks," kata Joel.(Kompas,Sabtu, 25/9/2010)