Showing posts with label Masalah Hati dan Kandung Empedu. Show all posts
Showing posts with label Masalah Hati dan Kandung Empedu. Show all posts

Tuesday, September 28, 2010

Skoliosis

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping, yang dapat terjadi pada segmen servikal (leher), torakal (dada) maupun lumbal (pinggang).

Sekitar 4% dari seluruh anak-anak yang berumur 10-14 tahun mengalami skoliosis; 40-60% diantaranya ditemukan pada anak perempuan.

PENYEBAB
Terdapat 3 penyebab umum dari skoliosis:

   1. Kongenital (bawaan), biasanya berhubungan dengan suatu kelainan dalam pembentukan tulang belakang atau tulang rusuk yang menyatu
   2. Neuromuskuler, pengendalian otot yang buruk atau kelemahan otot atau kelumpuhan akibat penyakit berikut:
      - Cerebral palsy
      - Distrofi otot
      - Polio
      - Osteoporosis juvenil
   3. Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping
- bahu dan/atau pinggul kiri dan kanan tidak sama tingginya
- nyeri punggung
- kelelahan pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri lama
- skoliosis yang berat (dengan kelengkungan yang lebih besar dari 60?) bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Kebanyakan pada punggung bagian atas, tulang belakang membengkok ke kanan dan pada punggung bagian bawah, tulang belakang membengkok ke kiri; sehingga bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri. Pinggul kanan juga mungkin lebih tinggi dari pinggul kiri.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik penderita biasanya diminta untuk membungkuk ke depan sehingga pemeriksa dapat menentukan kelengkungan yang terjadi.
Pemeriksaan neurologis (saraf) dilakukan untuk menilai kekuatan, sensasi atau refleks.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
# Rontgen tulang belakang
# Pengukuran dengan skoliometer (alat untuk mengukur kelengkungan tulang belakang)
# MRI (jika ditemukan kelainan saraf atau kelainan pada rontgen).

PENGOBATAN
Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada penyebab, derajat dan lokasi kelengkungan serta stadium pertumbuhan tulang.
Jika kelengkungan kurang dari 20?, biasanya tidak perlu dilakukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan secara teratur setiap 6 bulan.

Pada anak-anak yang masih tumbuh, kelengkungan biasanya bertambah sampai 25-30?, karena itu biasanya dianjurkan untuk menggunakan brace (alat penyangga) untuk membantu memperlambat progresivitas kelengkungan tulang belakang. Brace dari Milwaukee & Boston efektif dalam mengendalikan progresivitas skoliosis, tetapi harus dipasang selama 23 jam/hari sampai masa pertumbuhan anak berhenti.
Brace tidak efektif digunakan pada skoliosis kongenital maupun neuromuskuler.

Jika kelengkungan mencapai 40? atau lebih, biasanya dilakukan pembedahan.
Pada pembedahan dilakukan perbaikan kelengkungan dan peleburan tulang-tulang. Tulang dipertahankan pada tempatnya dengan bantuan 1-2 alat logam yang terpasang sampai tulang pulih (kurang dari 20 tahun).
Sesudah dilakukan pembedahan mungkin perlu dipasang brace untuk menstabilkan tulang belakang.

Kadang diberikan perangsangan elektrospinal, dimana otot tulang belakang dirangsang dengan arus listrik rendah untuk meluruskan tulang belakang.

PROGNOSIS

Prognosis tergantung kepada penyebab, lokasi dan beratnya kelengkungan.
Semakin besar kelengkungan skoliosis, semakin tinggi resiko terjadinya progresivitas sesudah masa pertumbuhan anak berlalu.

Skoliosis ringan yang hanya diatasi dengan brace memiliki prognosis yang bik dan cenderung tidak menimbulkan masalah jangka panjang selain kemungkinan timbulnya sakit punggung pada saat usia penderita semakin bertambah.
Penderita skoliosis idiopatik yang menjalani pembedahan juga memiliki prognosis yang baik dan bisa hidup secara aktif dan sehat.

Penderita skoliosis neuromuskuler selalu memiliki penyakit lainnya yang serius (misalnya cerebral palsy atau distrofi otot). Karena itu tujuan dari pembedahan biasanya adalah memungkinkan anak bisa duduk tegak pada kursi roda.

Bayi yang menderita skoliosis kongenital memiliki sejumlah kelainan bentuk yang mendasarinya, sehingga penanganannyapun tidak mudah dan perlu dilakukan beberapa kali pembedahan.

Kyphosis (Penyakit Scheurmann)

Pada kyphosis (penyakit scheurmann), perubahan pada tulang rawan pada tulang belakang (osteochondritis) menyebabkan tulang bungkuk.

PENYEBAB

Beberapa kyphosis sering terjadi dan dimulai pada masa remaja, anak laki-laki lebih sering terkena dibandingkan anak perempuan. Penyebabnya tidak diketahui. tulang belakang melengkung ke depan satu sama lain. Biasanya pada bagian punggung atas. Akibatnya, terjadi bungkuk. Scoliosis juga seringkali terjadi pada anak dengan kyphosis (kyphoscoliosis).


GEJALA

Kyphosis seringkali tidak menghasilkan gejala-gejala. Kadangkala, ringan, nyeri punggung yang lama terjadi. Kyphosis kemungkinan dipastikan hanya karena hal itu mengubah penampakan tubuh. Bahu bisa tampak bulat. Punggung bagian atas bisa terlihat lebih melengkung dibandingkan normal, atau bongkok kemungkinan terlihat.

DIAGNOSA

Kyphosis ringan yang tidak menghasilkan gejala-gejala kadangkala hanya terdeteksi selama pemeriksaan fisik rutin. Dokter memastikan diagnosa dengan melakukan sinar X pada punggung, yang menunjukkan lengkungan dan kelainan bentuk pada tulang belakang.

PENGOBATAN

Pengobatan paling sering terdiri dari menggunakan penahan punggung atau tidur di atas kasur keras. Pada kyphosis ringan, punggung bisa diluruskan secara cepat dengan pengobatan, meskipun gejala-gejala tidak bisa diperbaiki. Hal ini tidak jelas apakah pengobatan kyphosis ringan mencegah lengkungan bertambah parah. Ketika kyphosis lebih berat, pengobatan bisa memperbaiki gejala-gejala dan mencegah lengkungan bertambah parah. Jarang terjadi, meskipun dalam pengobatan, kyphosis bertambah buruk terhadap beberapa perluasan dimana operasi dibutuhkan untuk menguatkan punggung.

Monday, September 27, 2010

Sindroma XYY

Pada sindroma XYY, seorang bayi laki-laki terlahir dengan kelebihan kromosom Y.

Pria biasanya hanya memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y, digambarkan sebagai 46,XY.
Pria dengan sindroma XYY memiliki 2 kromosom Y dan digambarkan sebagai 47,XYY.
Kelainan ini ditemukan pada 1 diantara 1.000 pria.

Jumlah kromosom pada pria & wanita

PENYEBAB
Penyebab dari penyimpangan kromosom yang menyebabkan terbentuknya sindroma XYY tidak diketahui.

GEJALA
Pada saat lahir, bayi biasanya tampak normal, lahir dengan berat dan panjang badan yang normal, tanpa kelainan fisik dan organ seksualnya normal.

Pada awal masa kanak-kanak, penderita memiliki kecepatan pertumbuhan yang pesat, rata-rata mereka memiliki tinggi badan 7 cm diatas normal.
Postur tubuhnya normal, tetapi berat badannya relatif lebih rendah jika dibandingkan terhadap tinggi badannya.

Pada masa kanak-kanak, mereka lebih aktif dan cenderung mengalami penundaan kematangan mental, meskipun fisiknya berkembang secara normal dan tingkat kecerdasannya berada dalam kisaran normal.
Di sekolah, mereka cenderung mengalami masalah belajar.
Aktivitas yang tinggi dan gangguan belajar akan menimbulkan masalah di sekolah sehingga perlu diberikan pendidikan ekstra.

Perkembangan seksual fisiknya normal, dimana organ seksual dan ciri seksual sekundernya berkembang secara normal. Pubertas terjadi pada waktunya.
Pria XYY tidak mandul, mereka memilki testis yang berukuran normal serta memiliki potensi dan gairah seksual yang normal.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan analisa kromosom.

PENGOBATAN
Anak laki-laki dengan sindroma XYY seringkali secara fisik lebih aktif daripada saudara kandungnya dan jika aktivitas ini ditanggapi dan disalurkan dengan baik, biasanya tidak akan menimbulkan masalah.
Mereka cenderung mengalami keterlambatan dalam kematangan emosi dan cenderung mengalami kesulitan belajar di sekolah sehingga perlu dirangsang secara dini dan adekuat.

Pria XYY memiliki keadaan hormon seks yang normal dan tidak perlu menjalani terapi hormonal.

Anak laki-laki XYY yang tumbuh di dalam lingkungan yang baik, dengan cinta, dukungan dan rangsangan yang mereka perlukan, tidak akan mengalami kelainan jiwa.
Pria XYY yang tumbuh dalam lingkungan yang jelek, tanpa cinta, rangsangan dan dukungan, memiliki resiko mengalami kelainan jiwa dan gangguan dalam bersosialisasi; tetapi mereka tidak memiliki resiko menderita skizofrenia, kelainan manik-depresif maupun kelainan jiwa yang serius lainnya. Mereka bisa dibantu melalui penyuluhan dan pengobatan psikolog-psikiater.

Sindrom Noonan

Sindrom Noonan adalah kerusakan genetik yang menyebabkan sejumlah kelainan fisik, biasanya termasuk perawakan pendek, kerusakan jantung, dan penampilan yang tidak normal.

Sindrom Noonan bisa diwarisi atau bisa terjadi tanpa diprediksi pada anak yang orangtuanya memiliki gen normal. meskipun anak dengan sindrom tersebut mempunyai struktur kromosom yang normal, mereka memiliki banyak sifat khas pada sindrom Turner. Dulu, sindrom Noonan disebut ‘sindrom Turner lelaki’. Anak laki-laki atau anak perempuan bisa terkena. Gen bertanggung jawab untuk sindrom Noonan sudah dilokalisasikan ke kromosom 12.

PENYEBAB

Diperkirakan sindrom Noonan terjadi satu dari 1.000 sampai 2.500 kelahiran. Penyebabnya adalah mutasi pada gen tertentu. Saat ini, para ilmuwan tahu dari empat gen yang dapat menyebabkan sindrom Noonan. Mutasi dapat diwariskan dari orangtua yang membawa gen cacat (autosomal dominan), atau bisa berkembang karena mutasi baru pada anak-anak yang tidak memiliki kecenderungan genetik untuk penyakit ini. Anak-anak yang memiliki satu orangtua dengan sindrom Noonan memiliki peluang 50 persen mengalami gangguan ini.

Keempat gen yang diketahui bahwa dapat bermutasi dan menyebabkan sindrom Noonan adalah:

  1. PTPN11 gen. Sekitar separuh orang-orang dengan sindrom Noonan mendapatkan gangguan karena mutasi gen bernama PTPN11.
  2. SOS1 gen. Sebanyak 20 persen orang dengan sindrom Noonan memiliki kondisi karena cacat pada gen ini.
  3. RAF1 gen. gen ini bertanggung jawab ampai 15 persen dari semua kasus sindrom Noonan.
  4. Gen Kras. Sekitar 5 sampai 10 persen orang mendapatkan gangguan karena mutasi pada gen Kras. Orang dengan jenis mutasi ini mungkin memiliki bentuk yang lebih parah dari sindrom Noonan.

Cacat dalam gen menyebabkan mereka memproduksi protein yang terus aktif. Karena gen ini berperan dalam pembentukan jaringan di seluruh tubuh, aktivasi konstan protein ini mengganggu proses normal dari pertumbuhan sel dan pembelahan.

Pada beberapa orang, tidak ada mutasi pada gen di atas, yang artinya bisa gen lainnya, masih belum ditemukan gen lain yang menyebabkan sindrom Noonan. Dalam kasus yang jarang terjadi, orang-orang yang memiliki karakteristik sindrom Noonan juga memiliki kondisi lain yang disebut neurofibromatosis 1. Orang dengan kedua kondisi memiliki mutasi pada gen neurofibromin 1, menghasilkan protein yang membantu menjaga sel-sel untuk tidak tumbuh terlalu cepat atau dengan cara yang tidak terkendali.

GEJALA

Gejalanya bisa termasuk anyaman pada leher, telinga letaknya rendah, kelopak mata sayu, perawakan pendek, jari keempat yang memendek (ring), langit-langit mulut melengkung tinggi, dan kelainan jantung dan pembuluh darah. kecerdasan bisa terganggu. Yang paling mempengaruhi orang adalah pendek. Anak laki-laki bisa memiliki testes yang tidak berkembang atau tidak turun. Pada anak perempuan, indung telur kemungkinan tidak aktif atau berhenti bekerja. Pubertas kemungkinan terlambat, dan kemandulan bisa terjadi.

DIAGNOSA

Diagnosis sindrom Noonan biasanya dilakukan setelah dokter mengamati beberapa dari tanda-tanda dan gejala kunci penyakit ini, tetapi ini bisa sulit karena beberapa fitur yang terkait dengan gangguan ini adalah samar hingga sulit untuk mengidentifikasi. Sering kali, sindrom Noonan tidak terdiagnosa sampai dewasa, setelah seseorang memiliki anak yang lebih jelas dipengaruhi oleh kondisi. Pengujian molekul genetik dapat digunakan untuk membuat diagnosis yang pasti.

Jika ada bukti masalah jantung, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menjalani elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram untuk menilai tipe dan tingkat keparahan kondisi. EKG ini dilakukan dengan menempatkan elektroda di dada Anda. Sebuah EKG terlihat pada impuls listrik yang berjalan melalui jantung Anda untuk menilai masalah. Suatu ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menciptakan sebuah gambar bergerak dari kerja jantungi Anda agar dokter Anda dapat melihat di mana ada masalah. Tes-tes ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis jantung.

PENGOBATAN

Pertumbuhan kemungkinan meningkat oleh pengobatan dengan hormon pertumbuhan. Setelah pertumbuhan tercukupi, pengobatan testosteron bisa membantu anak laki-laki yang mempunya testes tidak berkembang. Testosteron merangsang perkembangan penampilan lebih maskulin.

PENCEGAHAN
Jika Anda memiliki riwayat keluarga memiliki sindrom Noonan, konsultasi dengan dokter dan jalani konseling genetik sebelum memiliki anak. Namun, karena banyak kasus penyakit ini terjadi secara spontan, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya.

Jika sindrom Noonan terdeteksi lebh awal, mungkin dengan perawatan berkelanjutan dan komprehensif dapat mengurangi beberapa komplikasinya, seperti penyakit jantung.

Thursday, September 23, 2010

Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah suatu peradangan pada bronkiolus (saluran udara yang merupakan percabangan dari saluran udara utama), yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus.

Bronkiolitis biasanya menyerang anak yang berumur di bawah 2 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah RSV (respiratory syncytial virus). Virus lainnya yang menyebabkan bronkiolitis adalah parainfluenza, influenza dan adenovirus.
Virus ditularkan melalui percikan ludah.
Meskipun pada orang dewasa RSV hanya menyebabkan gejala yang ringan, tetapi pada bayi bisa menyebabkan penyakit yang berat.

Faktor resiko terjadinya bronkiolitis:
# Usia kurang dari 6 bulan
# Tidak pernah mendapatkan ASI
# Prematur
# Menghirup asap rokok.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- batuk
- wheezing (bunyi nafas mengi)
- sesak nafas atau gangguan pernafasan
- sianosis (warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen)
- takipneu (pernafasan yang cepat)
- retraksi interkostal (otot di sela iga tertarik ke dalam karena bayi berusaha keras untuk bernafas)
- pernafasan cuping hidung (cuping hidung kembang kempis)
- demam (pada bayi yang lebih muda, demam lebih jarang terjadi).


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksan dengan stetoskop terdengar wheezing dan ronki.
Pemeriksaan lainnya adalah rontgen dada dan analisa gas darah.

PENGOBATAN
Kadang tidak perlu diberikan pengobatan khusus.
Terapi suportif terdiri dari
- Pemberian oksigen
- Udara yang lembab,
- Drainase postural atau menepuk dada untuk mengeluarkan lendir
- Istirahat yang cukup
- Pemberian cairan.

Kadang bayi menjadi lelah dan mengalami serangan apneu (henti nafas). Jika hal ini terjadi, dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator.

Pada bayi yang sangat muda dan sakit berat, kadang diberikan obat anti-virus ribavirin. Obat ini dapat mengurangi beratnya penyakit dan agar efektif harus diberikan pada awal penyakit.

PROGNOSIS

Setelah 1 minggu, biasanya infeksi akan mereda dan gangguan pernafasan akan membaik pada hari ketiga.
Angka kematian kurang dari 1%.
Masa paling kritis adalah 48-72 jam pertama.
Jarang terjadi bronkiolitis ulang,

PENCEGAHAN
Beberapa tindakan pencegahan pada bronkiolitis:
# Jangan membawa bayi berumur kurang dari 3 bulan ke tempat umum, terutama jika banyak anak-anak
# Penderita infeksi saluran pernafasan harus mencuci tangan atau menggunakan masker jika berdekatan dengan bayi.

Tuesday, August 18, 2009

Daftar Masalah Pada Hati & Kandung Empedu

Biologi hati dan kandung empedu
Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu), klik disini

Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu
Laboratorium bisa mengadakan sejumlah pemeriksaan yang membantu dokter dalam menilai kelainan hati, kandung empedu dan saluran empedu. klikdisini

Gambaran Klinis Penyakit Hati
Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda.klikdisini

Sakit Kuning (Jaundice)
Sakit Kuning (Jaundice) adalah pewarnaan kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera), yang disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu (bilirubin) di dalam darah.klikdisini

Hipertensi Portal
Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi di dalam vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati. klikdisini

Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
Ensefalopati Hepatikum (Ensefalopati Sistem Portal, Koma Hepatikum) adalah suatu kelainan dimana fungsi otak mengalami kemunduran akibat zat-zat racun di dalam darah, yang dalam keadaan normal dibuang oleh hati. klikdisini

Kegagalan Hati
Kegagalan Hati adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan/kemunduran fungsi hati yang sangat berat.klikdisini

Asites
Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut.klikdisini

Sirosis Bilier Primer
Sirosis Bilier Primer adalah peradangan saluran empedu di hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.klikdisini

Kolangitis Sklerotik Primer
Kolangitis Sklerotik Primer adalah peradangan saluran empedu di dalam dan di luar hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan. klikdisini

Kekurangan Alfa1-Antitripsin
Kekurangan Alfa1-Antitripsin adalah suatu penyakit keturunan, dimana kekurangan alfa1-antitripsin bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan hati.Klikdisini

Perlemakan Hati
Perlemakan Hati (Fatty Liver) merupakan pengumpulan lemak (lipid) yang berlebihan di dalam sel-sel hati.Klikdisini

Sirosis Hati
Sirosis adalah perusakan jaringan hati normal yang meninggalkan jaringan parut yang tidak berfungsi di sekeliling jaringan hati yang masih berfungsi. Klikdisini

Tumor Hati
Tumor hati bisa jinak (benigna) maupun ganas (maligna).klikdisini

Hepatoma
Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati.klikdisini

Kanker Hati Metastatik
Kanker Hati Metastatik adalah tumor-tumor yang telah menyebar ke hati dari bagian tubuh yang lain.klikdisini

Hemangioma (Tumor Hati)
Hemangioma adalah tumor hati yang bukan kanker terdiri dari massa pada pembuluh darah tidak normal.klikdisini

Granuloma Hepatik
Granuloma Hepatik (Hepatic granuloma) adalah gumpalan kecil yang tidak normal pada sel yang terbentuk ketika gangguan tertentu ada.klikdisini

Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
Hepatocellular adenoma adalah tumor hati yang tidak bersifat kanker yang secara relatif tidak umum terjadi yang bisa disalahartikan sebagai kanker.klikdisini

Kanker Hati Primer Lain
Kanker hati primer lainnya jarang atau langka. Untuk diagnosa, biopsi biasanya diperlukan. klikdisini

Pembesaran Hati (Hepatomegali)
Pembesaran Hati (Hepatomegali) adalah membesarnya hati melebihi ukurannya yang normal.klikdisini

Kelainan Pada Arteri Hepatika
Hati menerima seperempat pasokan darahnya dari arteri hepatika, yang berasal dari jantung.klikdisini

Penyakit Veno-oklusif
Penyakit Veno-oklusif adalah penyumbatanpada vena-vena kecil di dalam hati.klikdisini

Sindroma Budd-Chiari
Sindroma Budd-Chiari adalah kelainan yang jarang terjadi, dimana ditemukan penyumbatan parsial atau penyumbatan total dari vena-vena besar di hati, yang biasanya disebabkan oleh bekuan darah.klikdisini

Trombosis Vena Porta
Trombosis Vena Porta adalah sumbatan pada vena porta yang disebabkan karena adanya bekuan darah.klikdisini

Kelainan Pembuluh Darah Hati Akibat Penyakit Lain
Kegagalan hati yang berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam vena-vena yang berasal dari hati.klikdisini

Ischemic Cholangiopathy
Ischemic cholangiopathy adalah kerusakan pada salah satu atau lebih pembuluh empedu disebabkan oleh aliran darah yang tidak tercukupi.klikdisini

Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab.klikdisini

Hepatitis Alkoholik
Penyakit Hati Alkoholik adalah kerusakan hati yang disebabkan oleh minum alkohol dalam jumlah yang sangat banyak.klikdisini

Hepatitis Akut
Hepatitis Virus Akut adalah peradangan hati karena infeksi oleh salah satu dari kelima virus hepatitis (virus A, B, C, D atau E); peradangan muncul secara tiba-tiba dan berlangsung hanya selama beberapa minggu.klikdisini

Hepatitis Kronis
Hepatitis Kronis adalah peradangan yang berlangsung selama minimal 6 bulan.klikdisini

Hepatitis A
Tipe A (infeksi atau hepatitis dengan inkubasi pendek) banyak diderita kaum homoseksual dan penderita virus HIV. klikdisini

Hepatitis B
Tipe B (serum atau hepatitis dengan masa inkubasi panjang) juga banyak diderita oleh pengidap virus HIV-positif. klikdisini

Hepatitis C
Hepatitis C Adalah penyakit yang diderita oleh 20% dari penderita hepatitis virus dan selebihnya pada kasus transfusi darah.klikdisini

Hepatitis D
Tipe D (hepatitis delta) merupakan 50% hepatitis tiba-tiba dan parah, dengan angka kematian yang tinggi. klikdisini

Hepatitis E
Hepatitis Tipe E, banyak menyerang orang yang kembali dari daerah endemis seperti India, Afrika, Asia, Amerika Tengah.klikdisini

Hepatitis G
Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan.klikdisini

Batu Empedu
Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu.klikdisini

Kolestasis
Kolestasis adalah berkurangnya atau terhentinya aliran empedu.klikdisini

Kolesistitis Akut : Peradangan Akut Dinding Kandung Empedu
Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu, biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus, yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa.klikdisini

Kolesistitis Kronis
Kolesistitis Kronis adalah peradangan menahun dari dinding kandung empedu, yang ditandai dengan serangan berulang dari nyeri perut yang tajam dan hebat.klikdisini

Tumor Saluran Empedu
Disamping batu empedu, kanker merupakan penyebab tersering dari penyumbatan pada saluran empedu. Tumor jinak dalam saluran empedu juga bisa menyebabkan penyumbatan.klikdisini

Daftar Masalah Pada Hati & Kandung Empedu


Biologi Hati & Kandung Empedu
  1. Biologi Hati & Kandung Empedu
  2. Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandu...
Manifestasi Penyakit Hati
  1. Gambaran Klinis Penyakit Hati
  2. Sakit Kuning (Jaundice)
  3. Hipertensi Portal
  4. Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
  5. Kegagalan Hati
  6. Asites : Pengumpulan cairan di rongga perut
Perlemakkan Hati, Sirosis & Gangguan Lain
  1. Sirosis Bilier Primer
  2. Kolangitis Sklerotik Primer : Peradangan Saluran E...
  3. Kekurangan Alfa1-Antitripsin
  4. Perlemakan Hati (Fatty Liver)
  5. Sirosis Hati
Tumor Hati
  1. Tumor Hati
  2. Hepatoma : Kanker dari Sel-Sel Hati
  3. Kanker Hati Metastatik
  4. Hemangioma (Tumor Hati)
  5. Granuloma Hepatik (Hepatic Granulomas)
  6. Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
  7. Kanker Hati Primer Lain
Gangguan Pembuluh Darah Hati
  1. Pembesaran Hati (Hepatomegali)
  2. Kelainan Pada Arteri Hepatika
  3. Penyakit Veno-oklusif : Penyumbatan Vena Hati
  4. Sindroma Budd-Chiari
  5. Trombosis Vena Porta : Sumbatan Vena Porta
  6. Kelainan Pembuluh Darah Hati Akibat Penyakit Lain
  7. Ischemic Cholangiopathy : Kerusakan Pada Pembuluh ...
Hepatitis
  1. Hepatitis : Peradangan Hati
  2. Hepatitis Alkoholik
  3. Hepatitis Akut
  4. Hepatitis Kronis
  5. Hepatitis A
  6. Hepatitis B
  7. Hepatitis C
  8. Hepatitis D
  9. Hepatitis E
  10. Hepatitis G
Gangguan Empedu
  1. Batu Empedu : Apa Yang Perlu Anda Ketahui?
  2. Kolestasis : Terhentinya Aliran Empedu
  3. Kolesistitis Akut : Peradangan Akut Dinding Kandun...
  4. Kolesistitis Kronis : Peradangan Menahun Dinding K...
  5. Tumor Saluran Empedu

Biologi Hati & Kandung Empedu

Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu). Meskipun memiliki saluran penghubung dan keduanya berperan dalam fungsi yang sama, tetapi hati dan kandung sangat berbeda satu sama lain.

Hati berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah.


Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).

HATI

Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks.
Salah satu fungsi utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.

Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).

Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat.
Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).

Fungsi lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Salah satu senyawa yang dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan. Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.


Hati menerima darah dari usus dan jantung.Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses.

Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol dan zat lainnya.


Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.


Kelainan fungsi hati bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:
# Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
# Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker).

KANDUNG EMPEDU

Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati).

Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama.
Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) membentuk saluran empedu utama.
Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada sfingter Oddi, yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung.

Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus.
Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.

Empedu terdiri dari:
- garam-garam empedu
- elektrolit
- pigmen empedu (misalnya bilirubin)
- kolesterol
- lemak.
Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.

Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus.

Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.

Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.

Batu kandung empedu bisa menyumbat aliran empedu dari kandung empedu, dan menyebabkan nyeri (kolik bilier) atau peradangan kandung empedu (kolesistitis).

Batu juga bisa berpindah dari kandung empedu ke dalam saluran empedu, sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) karena menyumbat aliran empedu yang normal ke usus.

Penyumbatan aliran empedu juga bisa terjadi karena adanya tumor.

Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu

Laboratorium bisa mengadakan sejumlah pemeriksaan yang membantu dokter dalam menilai kelainan hati, kandung empedu dan saluran empedu.
Yang paling penting adalah sekelompok pemeriksaan darah yang dikenal sebagai tes fungsi hati.

Tergantung kepada kelainan yang dicurigai, bisa dilakukan pemeriksaan imaging, seperti USG, CT dan MRI.
Bisa juga diambil contoh jaringan hati untuk diperiksa dibawah mikroskop (biopsi hati).

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN IMAGING
  1. Breath test dilakukan untuk mengukur kemampuan hati dalam memetabolisir sejumlah obat.Obat-obat tersebut ditandai dengan perunut radioaktif, diberikan per-oral (ditelan) maupun intravena (melalui pembuluh darah).Banyaknya radioaktivitas dalam pernafasan penderita menunjukkan banyaknya obat yang dimetabolisir oleh hati.

  2. USG menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan hati, kandung empedu dan saluran empedu. Pemeriksaan ini bagus untuk mengetahui kelainan struktural, seperti tumor.USG merupakan pemeriksaan paling murah, paling aman dan paling peka untuk memberikan gambaran dari kandung empedu dan saluran empedu.Dengan USG, dokter dengan mudah bisa mengetahui adanya batu empedu di dalam kandung empedu.USG dengan mudah membedakan sakit kuning (jaundice) yang disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu dari sakit kuning yang disebabkan oleh kelainan fungsi sel hati. USG Doppler bisa digunakan untuk menunjukkan aliran darah dalam pembuluh darah di hati. USG juga bisa digunakan sebagai penuntun pada saat memasukkan jarum untuk mendapatkan contoh jaringan biopsi.

  3. Imaging radionuklida (radioisotop) menggunakan bahan yang mengandung perunut radioaktif, yang disuntikkan ke dalam tubuh dan diikat oleh organ tertentu. Radioaktivitas dilihat dengan kamera sinar gamma yang dipasangkan pada sebuah komputer.

  4. Skening hati merupakan penggambaran radionuklida yang menggunakan substansi radioaktif, yang diikat oleh sel-sel hati.

  5. Koleskintigrafi menggunakan zat radioaktif yang akan dibuang oleh hati ke dalam saluran empedu. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui peradangan akut dari kandung empedu (kolesistitis).

  6. CT scan bisa memberikan gambaran hati yang sempurna dan terutama digunakan untuk mencari tumor. Pemeriksaan ini bisa menemukan kelainan yang difus (tersebar), seperti perlemakan hati (fatty liver) dan jaringan hati yang menebal secara abnormal (hemokromatosis). Tetapi karena menggunakan sinar X dan biayanya mahal, pemeriksaan ini tidak banyak digunakan.

  7. MRI memberikan gambaran yang sempurna, mirip dengan CT scan. Pemeriksaan ini lebih mahal dari CT scan, membutuhkan waktu lebih lama dan penderita harus berbaring dalam ruangan yang sempit, menyebabkan beberapa penderita mengalami klaustrofobia (takut akan tempat sempit).

  8. Kolangiopankreatografi endoskopik retrograd merupakan suatu pemeriksaan dimana suatu endoskopi dimasukkan ke dalam mulut, melewati lambung dan usus dua belas jari, menuju ke saluran empedu. Suatu zat radiopak kemudian disuntikkan ke dalam saluran empedu dan diambil foto rontgen dari saluran empedu. Pemeriksaan ini menyebabkan peradangan pada pankreas (pankreatitis) pada 3-5% penderita.

  9. Kolangiografi transhepatik perkutaneus menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit ke dalam hati, kemudian disuntikkan zat radiopak ke dalam salah satu dari saluran empedu. Bisa digunakan USG untuk menuntun masuknya jarum. Rontgen secara jelas menunjukkan saluran empedu, terutama penyumbatan di dalam hati.

  10. Kolangiografi operatif menggunakan zat radiopak yang bisa dilihat pada rontgen. Selama suatu pembedahan, zat tersebut disuntikkan secara langsung kedalam saluran empedu. Foto rontgen akan menunjukkan gambaran yang jelas dari saluran empedu.

  11. Foto rontgen sederhana sering bisa menunjukkan suatu batu empedu yang berkapur.


BIOPSI HATI

Suatu contoh jaringan hati bisa diambil selama pembedahan eksplorasi, tetapi lebih sering diperoleh melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat kulit menuju ke hati.
Sebelum dilakukan prosedur ini, diberikan bius lokal kepada penderita.

Skening ultrasonik atau CT bisa digunakan untuk menentukan lokasi daerah yang abnormal, darimana contoh jaringan hati diambil.
Biasanya penderita yang menjalani prosedur ini tidak perlu menjalani rawat nap.

Setelah diperoleh contoh jaringan, penderita dianjurkan untuk tidak segera meninggalkan rumah sakit (minimal selama 3-4 jam), karena prosedur ini memiliki resiko terjadinya komplikasi:
- Hati bisa mengalami robekan dan bisa terjadi perdarahan ke dalam perut
- Empedu bisa mengalami kebocoran ke dalam perut, menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).
Pada sekitar 2% penderita, komplikasi ini bisa menyebabkan masalah yang serius dan 1 dari 10.000 orang, meninggal setelah menjalani prosedur ini.

Setelah biopsi hati sering timbul nyeri ringan di perut kanan bagian atas, yang kadang menjalar ke bahu kanan, dan biasanya akan menghilang setelah pemberian analgesik (obat pereda nyeri).

Pada biopsi hati transvenosa, sebuah kateter dimasukkan kedalam suatu vena leher, menuju ke jantung dan ditempatkan ke dalam vena hepatik yang berasal dari hati.
Jarum kateter kemudian dimasukkan melalui dinding vena kedalam hati.
Dibandingkan dengan biopsi hati perkutaneus, tehnik ini tidak terlalu mencederai hati, dan bahkan bisa digunakan pada seseorang yang mudah mengalami perdarahan.

TES FUNGSI HATI

Pemeriksaan fungsi hati dilakukan terhadap contoh darah.
Sebagian besar pemeriksaan bertujuan untuk mengukur kadar enzim atau bahan-bahan lainnya dalam darah, sebagai cara untuk mendiagnosis kelainan di hati.













Pemeriksaan
Untuk Mengukur
Hasil Pemeriksaan Menunjukkan
Alkalin Fosfatase
Enzim yg dihasilkan di dalam hati, tulang & plasenta;
yg dilepaskan ke hati bila terjadi cedera atau pada aktivitas normal tertentu, mis. pertumbuhan tulang atau kehamilan
Penyumbatan saluran empedu, cedera hati & beberapa kanker
Alanin Transaminase
(ALT)
Enzim yg dihasilkan di hati, yg dilepaskan ke dalam darah jika sel hati mengalami luka
Luka pada sel hati (mis. hepatitis)
Aspartat Transaminase
(AST)
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika hati, jantung, otot atau otak mengalami luka
Luka di hati, jantung, otot atau otak
Bilirubin
Komponen dari cairan pencernaan (empedu) yg dihasilkan oleh hati
Penyumbatan aliran empedu, kerusakan hati, pemecahan sel darah merah yg berlebihan
Gamma-glutamil Transpeptidase
Enzim yg dihasilkan oleh hati, pankreas & ginjal; dilepaskan ke dalam darah hika organ-organ tsb mengalami luka
Kerusakan organ, keracunan obat, penyalahgunaan alkohol, penyakit pankreas
Laktik Dehidrogenase
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika organ tertentu mengalami luka
Kerusakan hati, jantung, paru-paru atau otak & pemecahan sel darah merah yg berlebihan
5-nukleotidase
Enzim yg hanya terdapat di hati; dilepaskan ke dalam darah jika hati mengalami cedera
Penyumbatan saluran empedu atau gangguan aliran empedu
Albumin
Protein yg dihasilkan oleh hati & secara normal dilepaskan ke dalam darah;
salah satu fungsinya adalah menahan cairan dalam pembuluh darah
Kerusakan hati
Alfa-fetoprotein
Protein yg dihasilkan oleh hati janin dan buah zakar (testis)
Hepatitis berat atau kanker hati atau kanker testis
Antibodi Mitokondrial
Antibodi untuk melawan mitokondria, merupakan komponen sel sebelah dalam
Sirosis bilier primer & penyakit autoimun tertentu, mis. hepatitis menahun yg aktif
Waktu Protombin
(Protombin Time)
Waktu yg diperlukan darah untuk membeku
(pembekuan memerlukan vit. K & bahan-bahan yg dibuat oleh hati

Gambaran Klinis Penyakit Hati

Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda.
Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
# Jaundice (sakit kuning)
# Kolestasis
# Pembesaran hati
# Hipertensi portal
# Asites
# Ensefalopati hepatikum
# Kegagalan hati.

GEJALA

Gambaran klinis utama pada penyakit hati:

1. Sakit kuning (jaundice)
2. Pembesaran hati
3. Pengumpulan cairan di dalam perut (asites)
4. Perdarahan saluran pencernaan yang berasal dari varises
5. Hipertensi portal
6. Kulit:
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
7. Darah:
- Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami perdarahan (koagulopati)
8. Hormon-hormon:
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan feminisasi (pada pria)
9. Jantung dan pembuluh darah:
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
10. Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam.

DIAGNOSA

Diagnosis penyakit hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Sakit Kuning (Jaundice)

Sakit Kuning (Jaundice) adalah pewarnaan kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera), yang disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu (bilirubin) di dalam darah.

PENYEBAB

Pembuangan sel darah merah yang tua atau rusak dari aliran darah, terutama dilakukan oleh empedu. Selama proses ini berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) dipecah menjadi bilirubin.
Bilirubin dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Jika proses pembuangan ini terganggu, bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan jaundice.


Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bisa terjadi pada:

- peradangan atau kelainan lainnya di hati, yang mengganggu proses pembuangannya ke dalam empedu
- penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor
- pemecahan sejumlah besar sel darah merah, seperti yang kadang terjadi pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning.

Pada sindroma Gilbert, kadar bilirubin sedikit meningkat, tetapi biasanya tidak menyebabkan jaundice.
Kelainan yang diturunkan ini, biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin tes fungsi hati; tidak memiliki gejala lainnya dan tidak menimbulkan masalah.

GEJALA

Pada jaundice, kulit dan bagian putih mata tampak kuning.

Air kemih sering berwarna gelap, karena bilirubin dibuang melalui ginjal.

Gejala lainnya muncul tergantung kepada penyebabnya:
- peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual-muntah dan demam.
- penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.
Untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice, dilakukan pemeriksaan laboratoriium dan imaging.

PENGOBATAN

Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya.

Jika penyebabnya adalah penyumbatan pada saluran empedu, biasanya dilakukan pembedahan atau endoskopi sesegera mungkin, untuk membuka saluran yang tersumbat.

Hipertensi Portal

Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi di dalam vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati).

PENYEBAB

Vena porta menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas serta kandung empedu.
Setelah masuk ke hati, darah mengalir ke dalam saluran-saluran kecil yang melewati hati.
Pada saat meninggalkan hati, darah dari saluran kecil ini masuk kembali ke dalam sirkulasi besar melalui vena hepatika.

2 faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dalam pembuluh darah porta, yaitu:

# volume darah yang mengalir di dalam pembuluh darah
# meningkatnya tahanan terhadap aliran darah yang melewati hati.
Di negara-negara Barat, penyebab paling sering dari hipertensi portal adalah meningkatnya tahanan aliran darah akibat sirosis.

Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa (pembuluh kolateral), yang menghubungkan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga melompati hati (membentuk bypass).
Dengan adanya pembuluh kolateral ini, maka zat-zat yang dalam keadaan normal dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sirkulasi besar.

Pembuluh kolateral terbentuk di tempat-tempat tertentu, yang paling penting adalah yang terbentuk di ujung bawah kerongkongan.
Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan meliuk-liuk, membentuk vena varikosa (varises esofagealis). Varises ini rapuh dan mudah mengalami perdarahan.
Pembuluh kolateral lainnya bisa terbentuk di sekitar pusar dan pada rektum.

GEJALA

Hipertensi portal sering menyebabkan pembesaran limpa.

Cairan bisa merembes dari hati dan masuk ke rongga perut, menyebabkan asites.

Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan di lapisan lambung, bisa mengalami perdarahan.
Vena varikosa di rektum juga bisa mengalami perdarahan, meskipun sangat jarang terjadi.

DIAGNOSA

Pembesaran limpa biasanya bisa dirasakan/diraba melalui dinding perut.

Cairan di perut bisa diketahui dari adanya pembengkakan perut dan pemeriksaan perkusi perut memberikan hasil suara yang tumpul.

USG dilakukan untuk memeriksa aliran darah di dalam pembuluh darah portal dan bisa menunjukkan adanya pengumpulan carian di perut.

CT scan juga bisa digunakan untuk memeriksa pelebaran pembuluh vena.

Tekanan dalam sistem portal bisa diukur secara langsung dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke dalam hati atau limpa.

PENGOBATAN

Untuk mengurangi resiko perdarahan karena varises esofageal, diusahakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta, yaitu dengan pemberian propanolol, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Perdarahan pada varises esofageal merupakan keadaan darurat.
Vasopresin atau octreotide bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengkerutkan vena yang berdarah.
Transfusi darah dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.

Biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk memastikan bahwa perdarahan berasal dari varises esofageal. Selama prosedur ini dilakukan penyumbatan dengan tali karet atau penyuntikan bahan kimia.

Jika perdarahan berlanjut, dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan. Pemompaan balon akan menekan vena varikosa dan biasanya bisa menghentikan perdarahan.

Jika perdarahan berlanjut atau berulang, dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (shunt), diantara sistem vena portal dengan sistem vena besar. Hal ini akan menurunkan tekanan di dalam vena porta, karena tekanan di dalam sistem vena besar lebih rendah.

Pembedahan shunt biasanya berhasil menghentikan perdarahan, tetapi relatif berbahaya. Pembedahan ini juga meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak karena kegagalan hati (ensefalopati hepatikum).