Showing posts with label Masalah Bayi Baru Lahir. Show all posts
Showing posts with label Masalah Bayi Baru Lahir. Show all posts

Monday, October 18, 2010

Bayi Baru Lahir dan Bayi Normal

PERAWATAN AWAL

Peralihan yang berhasil dari janin yang terendam dalam cairan ketuban dan sepenuhnya bergantung pada plasenta (ari-ari) untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan oksigennya, menjadi bayi yang menangis keras dan bernafas menghirup udara, merupakan suatu keajaiban.
Bayi baru lahir yang sehat memerlukan perawatan yang baik agar dapat tumbuh secara normal dan sehat.

Segera setelah lahir, dokter atau perawat dengan lembut akan membersihkan lendir dan benda-benda lain dari mulut, hidung dan tenggorokan bayi dengan alat penghisap.
Bayi akan segera bernafas sendiri.

Tali pusat dijepit pada dua tempat dan dipotong diantaranya.
Bayi kemudian dikeringkan dan dibaringkan diatas selimut hangat yang steril atau diatas perut ibunya.

Bayi kemudian ditimbang dan diukur panjangnya.
Dokter akan memeriksa adanya kelainan yang jelas terlihat, sedangkan pemeriksaan fisik secara lengkap akan dilakukan kemudian.

Kondisi bayi secara keseluruhan dinilai pada menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran dengan menggunakan skor Apgar.
Skor Apgar adalah penilaian bayi baru lahir yang didasarkan pada:
- Warna kulit bayi (merah muda atau biru)
- Denyut jantung
- Pernafasan
- Respon bayi
- Ketegangan otot (lemah atau aktif).

Menjaga kehangatan bayi baru lahir adalah suatu hal yang sangat penting.
Sesegera mungkin bayi diberi baju dari bahan yang nyaman, dibedong dan kepalanya ditutup untuk mengurangi kehilangan panas tubuh.
Diberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik untuk perlindungan terhadap infeksi akibat kontak dengan organisme berbahaya selama persalinan.

Setelah dipindahkan ke ruang perawatan, bayi ditempatkan dalam tempat tidur bayi yang kecil dalam posisi miring dan menjaganya tetap hangat.
Menidurkan bayi dalam posisi miring akan mencegah penyumbatan saluran pernafasan oleh cairan atau lendir yang bisa menghalangi pernafasan.

Karena semua bayi baru lahir memiliki sedikit jumlah vitamin K, dokter atau perawat memberikan suntikan vitamin K untuk mencegah perdarahan (penyakit perdarahan pada bayi baru lahir).
Larutan antiseptik dioleskan pada tali pusat yang baru dipotong untuk mencegah infeksi.

Sekitar 6 jam atau lebih setelah lahir, bayi dimandikan.
Perawat mencoba untuk tidak membersihkan bahan putih berminyak (verniks kaseosa) yang menutupi hampir seluruh kulit bayi baru lahir, karena bahan ini membantu melindungi terhadap infeksi.

Penyebab bayi baru lahir lebih besar atau lebih kecil dari normal

   1. Lebih besar dari normal
      - Ibu menderita diabetes
      - Ibu dengan kelebihan berat badan
      - Bayi dengan kelainan jantung
      - Keturunan
   2. Lebih kecil dari normal
      - Ibu memakai obat atau alkohol selama kehamilan
      - Ibu merokok selama kehamilan
      - Ibu dengan konsumsi gizi yang buruk selama kehamilan
      - Ibu yang tidak melakukan perawatan kehamilan dengan baik
      - Bayi yang terinfeksi dalam kandungan
      - Bayi dengan kelainan kromosom.


PEMERIKSAAN FISIK

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dalam 12 jam pertama setelah bayi lahir.

Pemeriksaan dimulai dengan serangkaian pengukuran seperti:
- Menimbang berat badan, rata-rata bayi baru lahir beratnya adalah 3,5 kg
- Mengukur panjang badan, rata-rata panjang bayi baru lahir adalah 50 cm
- Mengukur lingkar kepala.

Selanjutnya dokter akan menilai kulit, kepala dan wajah, jantung dan paru-paru, sistem saraf, perut dan alat kelamin bayi.
Kulit biasanya kemerahan, walaupun jari-jari tangan dan jari-jari kaki nampak agak kebiruan karena sirkulasi darah yang kurang baik dalam jam-jam pertama kehidupan bayi baru lahir.

Persalinan normal dengan bagian kepala yang lebih dahulu keluar, akan mengakibatkan bentuk kepala bayi berubah dan hal ini menetap selama beberapa hari.
Tulang-tulang yang membentuk tengkorak kepala saling bertumpuk untuk memudahkan lahirnya kepala melalui jalan lahir.
Memar dan pembengkakan di kulit kepala adalah hal yang sering ditemui.

Pada persalinan sungsang dimana bokong lahir terlebih dahulu, biasanya tidak terjadi perubahan bentuk kepala bayi, sebagai gantinya anggota tubuh yang mengalami pembengkakan dan memar adalah bokong, alat kelamin dan kaki.
Kadang-kadang bisa terjadi perdarahan dari tulang kepala dan lapisan penutupnya (periosteum), mengakibatkan timbulnya benjolan di kepala (sefal hematom) yang akan menghilang dalam beberapa minggu.

Penekanan selama proses persalinan normal bisa menimbulkan memar pada wajah. Tekanan ini juga bisa menyebabkan wajah terlihat tidak simetris.
Asimetri pada wajah juga bisa terjadi karena kerusakan pada salah satu saraf wajah.
Penyembuhan pada umumnya akan terjadi secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu.

Pemeriksaan jantung dan paru-paru dilakukan dengan stetoskop untuk memeriksa adanya suatu kelainan.
Kelainan pada salah satu dari organ ini juga bisa terlihat melalui warna kulit bayi dan keadaannya secara umum.
Dilakukan pemeriksaan terhadap denyut nadi di lipat paha.

Dokter juga akan memeriksa adanya kelainan pada saraf-saraf dan menguji refleks bayi.
Refleks penting pada bayi baru lahir adalah refleks Moro, refleks mencucur dan refleks menghisap:
# Refleks Moro : bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke depan tubuhnya seperti mencari pegangan, dengan jari-jari terbuka.
# Refleks Mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan memalingkan kepalanya ke sisi tersebut.
Refleks ini membantu bayi baru lahir untuk menemukan putting.
# Refleks Menghisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, maka bayi akan segera menghisapnya.

Pemeriksaan daerah perut dilakukan dengan menilai bentuknya, dan memeriksa ukuran, bentuk dan posisi alat-alat dalam seperti ginjal, hati dan limpa.
Pembesaran ginjal bisa menunjukkan adanya sumbatan pada aliran keluar dari air kemih.

Pemeriksaan lengan, tungkai dan pinggul dilakukan dengan menilai kelenturan dan kemampuan geraknya.
Masalah yang sering dijumpai pada bayi baru lahir adalah dislokasi panggul. Keadaan ini bisa diatasi dengan memasang atau menyimpan dua atau tiga lapis popok pada bayi untuk menahan panggul pada posisi normalnya, sampai sembuh. Jika perlu, bisa dipasang bidai oleh seorang ahli tulang.

Pemeriksaan alat kelamin pada anak laki-laki salah satunya untuk memastikan bahwa kedua buah pelirnya lengkap dalam kantong buah zakar.
Meskipun jarang dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi baru lahir, buah pelir bisa terpelintir (torsio testis), yang perlu diatasi dengan tindakan pembedahan darurat.

Pada bayi perempuan, bibir vaginanya menonjol.
Sisa hormon ibu yang didapat selama dalam kandungan akan menyebabkan bibir vagina ini membengkak selama beberapa minggu pertama.


BEBERAPA HARI PERTAMA

Segera setelah persalinan normal, ibu dibantu oleh petugas ruang persalinan untuk menggendong bayinya.
Jika ibunya menginginkan, pemberian air susu ibu bisa dimulai pada saat ini.
Sang ayah juga didorong untuk menggendong bayinya dan melewatkan saat-saat indah ini bersama.

Beberapa ahli percaya bahwa kontak fisik secara dini dengan bayi akan membantu terbentuknya ikatan yang kuat.
Tetapi orang tua bisa membentuk ikatan yang kuat dengan bayinya meskipun pada jam-jam pertama mereka tidak bersama-sama.

Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran anaknya, orang tua belajar untuk memberi makan, memandikan dan memakaikan baju bayi dan akan segera terbiasa dengan kegiatan ini.
Meskipun ibu dan bayi harus tinggal selama seminggu bahkan lebih di rumah sakit, dewasa ini masa perawatan di rumah sakit hanya berkisar antara 2-3 hari saja.

Penjepit plastik pada tali pusar bayi akan dilepas dalam waktu 24 jam.
Setelah itu tali pusat yang tersisa harus selalu dibasahi dengan larutan alkohol, untuk mempercepat pengeringan dan mengurangi resiko terjadinya infeksi.

Penyunatan (sirkumsisi), kalau diinginkan, biasanya dilakukan dalam hari-hari pertama.
Tetapi prosedur ini harus ditunda jika penis abnormal, dimana kulit depannya mungkin memerlukan reparasi melalui bedah plastik.

Keputusan untuk melakukan sunat tergantung sepenuhnya pada keyakinan orang tua bayi.
Secara medis tindakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kelebihan kulit yang bisa menghambat aliran urin.
Alasan lain seperti mengurangi resiko kanker penis masih dalam perdebatan.

Sunat bisa beresiko bila dalam keluarga ada riwayat penyakit kelainan darah.
Sunat juga harus ditunda bila selama hamil ibunya mengkonsumsi obat-obatan yang meningkatkan resiko perdarahan seperti antikoagulan atau aspirin.
Dokter akan menunggu sampai semua jenis obat-obatan ini tidak terdapat lagi dalam sirkulasi bayi.
Bayi juga mendapat vitamin K untuk menghalangi anti pembekuan ini.

Kebanyakan bayi baru lahir akan mengalami ruam kulit dalam minggu-minggu pertama.
Ruam biasanya muncul di tempat kulit bergesekan dengan baju seperti lengan, tungkai dan punggung. Tetapi bisa juga muncul di wajah.

Ruam ini cenderung menghilang sendiri tanpa pengobatan.
Penggunaan lotion atau bedak, sabun wangi, air panas untuk mandi dan celana plastik untuk bayi akan memperburuk keadaan ini, terutama pada cuaca panas.
Pengeringan dan pengelupasan kulit sering terjadi setelah beberapa hari, terutama di lipatan pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Bayi baru lahir memiliki beberapa benjolan keras dibawah kulitnya (nekrosis lemak subkutaneus), dimana penekanan tulang merusak beberapa jaringan lemak.
Pada persalinan dengan pertolongan forsep, benjolan tertentu sering ditemukan di kepala, pipi dan leher.
Benjolan bisa pecah menembus permukaan kulit, mengeluarkan cairan kuning jernih, tetapi biasanya akan segera sembuh.

Bayi yang sebetulnya normal akan tampak sedikit kuning pada hari kedua.
Yang harus diperhatikan adalah bila kuning muncul sebelum bayi berusia 24 jam.

Air kemih pertama yang dikeluarkan bayi bersifat pekat dan mengandung zat kimia urat yang tampak sebagai pewarnaan merah muda pada popok.
Dokter akan memeriksa penyebabnya, bila bayi belum berkemih dalam 24 jam.

Penundaan berkemih lebih sering terjadi pada bayi laki-laki.
Penundaan ini mungkin disebabkan karena kulit depan penisnya terlalu erat atau karena pembengkakan sementara dari penis setelah disunat.

Tinja yang pertama keluar disebut mekonium, konsistensinya lengket berwarna hitam kehijauan.
Setiap bayi harus mengeluarkan mekonium dalam 24 jam setelah kelahiran.

Kegagalan pengeluaran mekonium biasanya disebabkan mengerasnya mekonium dalam usus bayi, yang biasanya bisa dikeluarkan dengan satu atau dua enema secara lembut.
Cacat bawaan bisa menyebabkan penyumbatan yang lebih serius.

Bayi baru lahir akan kehilangan 5-10% dari berat badannya dalam beberapa hari pertama.
Berat ini akan segera kembali setelah bayi mulai menerima makanan dari luar.


PEMBERIAN MAKAN

Bayi normal memiliki refleks mencucur dan refleks menghisap yang aktif, dan dapat segera mulai makan setelah lahir.
Jika bayi tidak disusui oleh ibunya di ruang persalinan, pemberian makanan biasanya dimulai dalam 4 jam setelah kelahiran.

Meludah dan memuntahkan lendir adalah hal yang biasa terjadi pada hari pertama.
Jika hal ini terjadi lebih lama lagi, dokter atau perawat bisa membuang sisa lendir dari lambung dengan memasukkan selang secara perlahan melalui hidung menuju ke lambung.

Bayi baru lahir yang diberi susu botol bisa muntah karena alergi terhadap susu.
Sebagai gantinya diberikan formula yang rendah alergi.

Bila bayi masih muntah, harus dicari penyebabnya.
Muntah terus menerus pada bayi yang mendapat ASI bisa disebabkan oleh sumbatan pada saluran cerna yang menghalangi pengosongan lambung.
Bayi tidak pernah alergi terhadap ASI.

Bayi baru lahir akan berkemih sebanyak 6-8 kali sehari.
Mereka juga buang air besar setiap hari, menangis keras, keadaan kulitnya bagus dan mempunyai refleks menghisap yang kuat.
Semua ciri-ciri ini menandakan bahwa bayi mendapat cukup ASI atau susu formula.
Penambahan berat badan akan memperkuat hal tersebut.

Waktu tidur yang panjang diantara waktu makan menunjukkan bahwa bayi mendapat susu dalam jumlah yang cukup.
Meskipun kadang-kadang bayi yang mendapat ASI bisa tidur lama padahal tidak mendapatkan susu yang cukup.
Karena itu, bayi yang mendapat ASI, harus diperiksa secara dini dan secara rutin oleh dokter untuk memastikan bahwa pemberian makanannya mencukupi.

Pemberian Susu botol.
Bayi yang disusui melalui botol sering diberikan air suling yang steril pada saat pemberian makanan pertama, untuk meyakinkan bahwa mereka bisa mengisap dan menelan dan bahwa refleks muntahnya berfungsi dengan baik.
Air ini tidak membahayakan bayi yang memiliki masalah pemberian makanan.
Jika bayi tidak meludahkan air ini, bisa diberikan formula pada pemberian makanan berikutnya.

Di rumah sakit, bayi-bayi biasanya diberi makan setiap 4 jam untuk alasan efisiensi.

Susu formula yang mengandung kalori dan vitamin yang memadai bisa diberikan dalam botol steril.
Ibu tidak boleh memaksa bayinya untuk cepat-cepat menghabiskan susunya. Biarkanlah bayi minum sebanyak yang dia mau.
Pemberian makanan ini harus ditingkatkan secara bertahap selama minggu pertama kehidupan bayi.

Formula bayi yang diperjualbelikan lebih disukai dari pada susu sapi, yang tidak tepat untuk minggu pertama kehidupan bayi.
Meskipun susu sapi memiliki komposisi gizi yang seimbang untuk bayi, tetapi kandungan zat besinya kurang. Padahal zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah.

Multivitamin yang diteteskan, yang mengandung vitamin A, C dan D, harus diberikan setiap hari kepada bayi yang mendapat formula atau ASI selama tahun pertama dan pada musim dingin, dimana sinar matahari dan aktivasi vitamin D terbatas.
Fluor bisa ditambahkan ke dalam formula, jika tidak tersedia air yang mengandung fluor.

Bayi yang diberi susu botol harus diberi air putih diantara pemberian susunya, terutama jika cuaca panas atau lingkungannya panas dan kering.
Kadang-kadang bayi yang tidak cukup diberi makan bisa memerlukan pemberian makanan tambahan melalui infus. Dokter kemudian akan mencoba mencari tahu apa penyebabnya.

Pemberian Air Susu Ibu.


Air susu ibu adalah makanan yang paling ideal untuk bayi.
Kelebihan yang dimiliki ASI dibandingkan susu botol adalah:
# ASI menyediakan zat-zat gizi yang diperlukan bayi dalam bentuk yang paling mudah dicerna dan paling mudah diserap
# ASI mengandung antibodi dan sel-sel darah putih yang melindungi bayi terhadap infeksi
# ASI bisa merubah keasaman tinja dan flora usus sehingga melindungi bayi terhadap diare karena bakteri.

Karena sifat perlindungan tersebut, bayi yang diberi ASI pada umumnya lebih jarang terkena infeksi dibandingkan bayi yang diberi susu botol.
Keuntungan bagi ibu adalah ikatan batin dengan bayi lebih kuat dan ibu merasa dekat dengan bayinya.

Cairan encer kekuningan, yang disebut kolostrum, mengalir dari puting ibu sebelum ASI diproduksi. Kolostrum kaya akan kalori, protein dan antibodi.
Antibodi dalam kolostrum akan sangat berharga bila diserap langsung ke dalam tubuh dari lambung. Dengan jalan ini, bayi terlindungi dari penyakit yang antibodinya telah dibentuk oleh ibu.

Puting ibu tidak memerlukan persiapan khusus sebelum digunakan untuk menyusui. Mengeluarkan cairan secara manual sebelum persalinan bahkan pada awal persalinan, bisa menyebabkan infeksi payudara (mastitis).
Secara alami, dihasilkan pelumas untuk melindungi permukaan areola dan puting yang dipersiapkan untuk diisap. Pelumas ini tidak boleh dibersihkan/diseka.

Ibu mengambil posisi yang nyaman dan santai, mungkin berbaring hampir mendatar dan berganti posisi untuk payudara kiri dan kanan. Bayi menghadap ke ibu.
Ibu memegang payudaranya, dengan ibu jari dan telunjuk di puncak payudara dan jari lainnya di bawah payudara, dan menyentuhkan putingnya ke bibir bawah bayi. Ini akan merangsang bayi untuk membuka mulutnya (refleks mencucur) dan melahap payudara ibu.
Ibu mendorong puting dan areola payudara ke dalam mulut bayi, memastikan bahwa puting berada di tengah-tengah untuk mencegah terjadinya luka pada puting payudara.
Sebelum menjauhkan bayi dari puting payudara, ibu menghentikan kegiatan menyusui ini dengan memasukkan jarinya ke dalam mulut bayi dan dengan lembut menekan dagu bayi ke bawah.

Pada awalnya, bayi menyusu hanya beberapa menit setiap kalinya.
Refleks umpan balik (refleks let-down) dalam tubuh ibu akan memacu pembentukan ASI.
Pengisapan yang berlebihan pada awal menyusui harus dihindari.
Puting yang luka merupakan akibat dari posisi menyusui yang salah dan lebih sulit untuk mengobatinya.

Pada sisi yang lain, produksi ASI tergantung pada waktu menyusui yang memadai. Waktu menyusui akan meningkat secara bertahap sampai produksi ASI benar-benar stabil.
Mulanya bayi disusui sekitar 10 menit, kemudian disusui selama bayi menginginkannya.

Untuk anak pertama, produksi ASI biasanya terjadi dalam 72-97 jam setelah persalinan. Untuk anak berikutnya, ASI akan lebih cepat terbentuk.
Jika ibu merasa lelah selama malam-malam pertama, pemberian ASI pada tengah malam (jam 2 malam) bisa diganti dengan air. Tetapi tenggang waktu antara menyusui tidak boleh lebih dari 6 jam.

Menyusui hendaknya berdasarkan kemauan bayi, tidak berdasarkan waktu. Demikian pula halnya dengan lamanya menyusui, harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Ibu harus memeriksakan bayinya ke dokter, terutama pada anak pertama, pada 7-10 hari setelah persalinan sehingga dokter bisa mengetahui bagaimana proses menyusui berlangsung dan menjawab berbagai pertanyaan mengenai menyusui.

Payudara cenderung membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama hari-hari pertama menyusui. Pembengkakan ini bisa dikurangi dengan lebih sering menyusui.
Mengenakan BH yang nyaman selama 24 jam sehari bisa membantu mengurangi nyeri. Mengeluarkan ASI dengan tangan juga akan mengurangi tekanan.

Ibu mungkin perlu mengeluarkan ASInya secara manual sebelum menyusui agar mulut bayi dapat mencakup daerah areola yang membengkak.
Tetapi pengeluaran berlebihan diantara waktu menyusui cenderung menyebabkan pembengkakan yang berlanjut dan pengeluaran secara manual seharusnya hanya dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Posisi yang salah dari bayi juga bisa menyebabkan luka pada puting ibu. Kadang-kadang bayi menarik bibir bawahnya dan mengisapnya, menimbulkan iritasi pada puting. Bila hal ini terjadi, ibu dapat melepaskan bibir bayi dengan jari ibu.

Setelah menyusui, ASI yang tersisa di puting dibiarkan mengering dengan sendirinya, jangan dilap atau dicuci. Bisa juga dikeringkan dengan pengering rambut dengan panas yang rendah.
Pada iklim yang sangat kering, lanolin hipoalergenik atau salep bisa dioleskan pada puting. BH yang dilapisi plastik harus dihindari.

Seorang ibu yang menyusukan ASInya, memerlukan zat gizi tambahan terutama kalsium. Hasil olahan susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Tetapi jika ibu tidak menyukai susu, bisa diganti dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Atau ibu juga bisa mengkonsumsi kalsium tambahan dalam bentuk tablet.
Vitamin tambahan tidak diperlukan lagi bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi dalam makanan ibu, yang terutama harus mengandung vitamin C, vitamin B6 dan vitamin B12 yang cukup.

Kapan saatnya bayi disapih (berhenti mendapatkan ASI), tergantung kepada kebutuhan dan keinginan dari ibu dan bayi. Pemberian ASI selama minimal 6 bulan akan sangat menguntungkan.
Penyapihan secara bertahap akan lebih mudah, baik bagi ibu maupun bayi, dari pada pemberhentian secara tiba-tiba.

Pada saat disapih, biasanya bayi diperkenalkan kepada makanan padat. ASI diberikan sebanyak 8-10 kali/hari, dan makanan padat diberikan sampai 3 kali/hari. Pemberian ASI secara bertahap lalu dikurangi.

Bila bayi sudah berumur 7 bulan, satu kali menyusui ASI hendaknya diganti dengan sebotol jus buah, ASI yang diperas atau formula.
Belajar minum dari gelas merupakan saat perkembangan yang penting dan biasanya bisa terlaksana pada saat bayi berusia 10 bulan.

Beberapa bayi tetap memerlukan 1-2 kali/hari menyusu kepada ibunya sampai berusia 18-24 bulan.
Jika menyusui berlangsung lebih lama, anak juga harus diberi makanan padat dan diajari minum dengan gelas.

Pemberian Makanan Padat.


Waktu untuk mulai memberikan makanan padat tergantung pada kebutuhan dan kesiapan bayi.
Biasanya sebelum mencapai umur 6 bulan, bayi tidak memerlukan makanan padat, meskipun mereka sudah bisa menelan makanan pada usia 3 atau 4 bulan.

Kadang-kadang orang tua memaksakan bayi untuk banyak memakan makanan padat agar tidur lelap di malam hari. Tapi hal ini tidak akan berhasil dan bisa menimbulkan masalah pemberian makanan di kemudian hari.
Banyak bayi yang mendapatkan makanan padatnya setelah minum susu botol atau ASl, sehingga kebutuhan menghisapnya sudah terpenuhi dan rasa laparnya sudah hilang.

Pertama kali biasanya diberikan bubur gandum, lalu buah-buahan dan sayuran.
Alergi atau sensitivitas terhadap makanan lebih mudah diketahui bila bayi diberikan bubur, buah atau sayuran yang sama selama beberapa hari.

Makanan ini hendaknya diberikan dengan sendok sehingga bayi belajar cara makan yang baru.

Kebanyakan makanan bayi yang diperjualbelikan, terutama jenis makanan penutup dan sup, mengandung tepung dalam kadar tinggi. Tepung tidak mengandung vitamin atau mineral, kalorinya tinggi dan sulit dicerna oleh bayi.
Beberapa makanan bayi instan juga mengandung natrium dalam kadar sangat tinggi.

Makanan yang dibuat di rumah harganya jauh lebih murah dan nutrisinya jauh lebih baik.

Daging dapat diberikan setelah bayi berumur 7 bulan. Daging lebih baik dibandingkan makanan kaya karbohidrat, karena bayi memerlukan protein dalam jumlah besar.
Karena kebanyakan bayi tidak menyukai daging, pemberiannya harus hati-hati dan penuh perhatian.

Banyak anak alergi terhadap gandum, telur dan coklat sehingga pemberiannya pada bayi sebaiknya ditunda sampai usia 1 tahun.
Memberikan makanan ini akan menyebabkan alergi di kemudian hari.

Pemberian madu sebaiknya setelah usia 1 tahun, karena kemungkinan adanya spora Clostridium botulinum.
Spora ini bisa menyebabkan botulisme pada bayi, tapi tidak berbahaya pada anak yang lebih tua.


PERKEMBANGAN FISIK


Perkembangan fisik bayi tergantung kepada faktor keturunan, gizi dan lingkungan. Kelainan fisik dan psikis juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya.
Pertumbuhan optimal memerlukan gizi dan kesehatan yang optimal pula.

Panjang badan bayi bertambah sekitar 30% pada usia 5 bulan dan lebih dari 50% dalam setahun.
Berat badannya akan menjadi dua kali lipat dalam 3 bulan dan tiga kali lipat dalam 1 tahun.

Organ-organ yang berbeda tumbuh dengan tingkatan yang berbeda.
Misalnya sistem reproduksi berubah sangat sedikit sebelum masa pubertas. Sementara perkembangan otak hampir seluruhnya terpenuhi selama tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada saat dilahirkan ukuran otak kira-kira 1/4 ukurannnya di saat dewasa. Pada usia satu tahun ukurannya 3/4 ukuran dewasa.

Fungsi ginjal pada akhir tahun pertama sudah mencapai fungsi dewasanya.
Gigi depan bawah akan muncul pada umur 5-9 bulan. Gigi depan atas akan muncul pada umur 8-12 bulan.


PERKEMBANGAN PERILAKU & INTELEKTUAL


Tingkat perkembangan perilaku dan intelektual berbeda antara anak yang satu dengan lainnya.
Kadang-kadang terdapat pola tertentu dalam suatu keluarga seperti terlambat berjalan atau terlambat bicara.

Faktor lingkungan seperti kurangnya stimulasi bisa menghambat perkembangan normal. Faktor fisik seperti tuli juga bisa memperlambat perkembangan bayi.
Meskipun perkembangan anak-anak biasanya terus berkelanjutan, tapi bisa terhenti pada suatu fungsi tertentu, misalnya bicara.

Pada awalnya bayi tidur hampir sepanjang waktu.
Bayi bisa makan, batuk bila saluran nafasnya terganggu dan menangis sebagai reaksi terhadap gangguan atau ketidaknyamanan.

Pada usia 6 minggu bayi akan melihat langsung pada objek yang berada langsung di depannya dan tersenyum bila diajak bicara. Kepalanya masih bergoyang kalau bayi ditarik ke posisi duduk.

Pada usia 3 bulan bayi tersenyum bila mendengar suara ibunya, membuat suara-suara pertamanya dan mengikuti objek bergerak. Kepala sudah mantap bila bayi dalam posisi duduk. Bayi akan menggenggam objek dalam tangannya.

Pada usia 6 bulan, bayi bisa duduk dengan bantuan dan berguling. Kebanyakan bayi bisa berdiri dengan bantuan dan bisa memindahkan suatu benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Bayi mengeluarkan suara bila sedang bermain.

Pada usia 9 bulan bayi bisa duduk dengan baik dan merangkak, menarik dirinya ke posisi berdiri dan mengatakan "mama" dan "papa" dengan jelas.

Pada usia 12 bulan bayi biasanya sudah bisa berjalan dengan memegang tangan seseorang dan mengucapkan beberapa kata.


PEMERIKSAAN PADA TAHUN PERTAMA

Tes penyaringan (screening test) dimaksudkan untuk mengetahui adanya kelainan pada tahap awal.
Diagnosis dini dan pengelolaan tepat bisa mengurangi atau mencegah kelainan yang akan mempengaruhi perkembangan kesehatan bayi.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, bayi baru lahir diambil darahnya untuk sejumlah pemeriksaan laboratorium.
Contohnya untuk mengetahui kadar hormon tiroid dalam darah, karena kadar yang rendah bisa menyebabkan kretinisme, suatu kelainan tiroid menahun yang ditandai dengan perkembangan fisik dan mental yang terhambat.
Seorang bayi baru lahir dengan kadar hormon tiroid yang rendah mendapatkan pengobatan hormon tiroid per-oral (melalui mulut) pada hari ke7-10.
Penyakit lainnya, fenilketonuria, jika tidak diobati bisa menyebabkan keterbelakangan mental.

Banyak tes uji saring lainnya yang bisa dilakukan.
Contohnya uji saring terhadap homosistinuria, penyakit kemih sirup mapel, galaktosemia dan penyakit sel sabit.
Kadang-kadang uji saring ini dilakukan berdasarkan latar belakang suku bangsa dan genetik dari orang tuanya.

Panjang badan, berat badan dan lingkar kepala selalu diperiksa pada setiap kunjungan rutin ke dokter dalam tahun pertama.
Pada setiap kunjungan dokter akan mendengarkan bunyi jantung bayi dengan stetoskop. Suatu kelainan bunyi bisa menandakan adanya penyakit jantung.

Pada setiap kunjungan, dokter juga akan memeriksa perut bayi karena beberapa kanker yang jarang seperti tumor Wilm dan neuroblastoma dapat diketahui hanya sejalan dengan pertumbuhan bayi.

Bayi yang dilahirkan prematur secara berkala akan menjalani pemeriksaan mata untuk menemukan adanya retinopati karena prematuritas.


IMUNISASI


Anak-anak harus diimunisasi untuk melindungi mereka terhadap penyakit menular. Vaksin sangat aman dan efektif, walaupun beberapa anak bisa saja mengalami reaksi ringan setelah diimunisasi.
Kebanyakan vaksin diberikan melalui suntikan dan beberapa melalui mulut, misalnya polio.

Vaksin pertama yang diterima bayi adalah vaksin Hepatitis B, lalu dosis pertama vaksin ini diberkan selama minggu pertama kehidupan, kadang keitka bayi masih di rumah sakit. Imunisasi rutin lainnya dimulai pada minggu ke 6-8.
Imunisasi tidak boleh ditunda, meskipun bayi sedang mengalami demam ringan karena infeksi ringan biasa.

Banyak vaksin memerlukan lebih dari satu dosis untuk memberikan perlindungan penuh.
Jadwal imunisasi yang harus diberikan bukanlah jadwal yang kaku. Orang tua sebaiknya berusaha membawa anaknya untuk imunisasi sesuai jadwal, tapi bila terjadi penundaan, hasil akhir kekebalan yang didapat tidak akan terpengaruh. Juga tidak diperlukan pengulangan serial vaksin dari awal.
Beberapa vaksin dianjurkan diberikan pada keadaan tertentu. Misalnya, vaksin Hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang melanjutkan sekolahnya atau bepergian ke luar negeri.

Pada satu kali kunjungan ke dokter, mungkin diberikan lebih dari satu vaksin. Tetapi beberapa vaksin sering dicampurkan dalam satu suntikan, misalnya vaksin pertusis, difteri, tetanus dan Hemophilus influenzae tipe B.
Suatu vaksin kombinasi mengurangi jumlah suntikan tetapi tidak menjamin kemanan dan efektivitas vaksinnya.

Untuk membantu mencegah gastroenteritis berat karena infeksi rotavirus, bisa diberikan vaksin rotavirus per-oral (melalui mulut).


KEJADIAN PENTING DALAM TAHUN PERTAMA


1 bulan
- Membawa tangannya menuju ke mata dan mulut
- Menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri jika ditengkurapkan
- Mengikuti pergerakan benda pada jarak sekitar 15 cm dari garis tengah mukanya (tepat di depannya)
- Bereaksi terhadap suara berupa kaget, menangis atau terdiam
- Berpaling kepada suara atau bunyi yang dikenalnya
- Memperhatikan wajah seseorang

3 bulan
- Mengangkat kepala 45 derajat (mungkin sampai 90 derajat) jika ditengkurapkan
- Membuka dan menutup tangannya
- Jika diberdirikan diatas permukaan yang datar, kakinya menekan ke bawah
- Mengikuti gerakan mainan yang bergoyang dan berusaha mencapainya
- Mengikuti pergerakan benda di depan wajahnya, dari kanan ke kiri atau sebaliknya
- Memperhatikan wajah lebih seksama
- Tersenyum mendengar suara ibunya
- Mulai mengeluarkan suara-suara

5 bulan
- Mulai bisa menegakkan kepalanya dengan mantap
- Berguling dari tengkurap ke terlentang
- Menggapai benda
- Mengenali orang pada jarak tertentu
- Mendengarkan suara orang dengan seksama
- Tersenyum spontan
- Menjerit dengan gembira

7 bulan
- Duduk tanpa bantuan
- Bila diberdirikan, bisa menahan beberapa berat badannya
- Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya
- Memperhatikan benda yang dijatuhkan
- Bereaksi bila namanya dipanggil
- Bereaksi bila dilarang
- Mengoceh, menggabungkan vokal dan konsonan
- Bergoyang dengan penuh suka cita bila diajak bermain
- Bermain ciluk-ba

9 bulan
- Berusaha menggapai mainan yang berada diluar jangkauannya
- Tampak keberatan bila mainannya diambil
- Merangkak atau melata pada tangan dan lutunya
- Berusaha untuk berdiri
- Berdiri dengan berpegangan
- Mengucapkan 'mama' atau 'papa'

12 bulan
- Duduk dari posisi tengkurap
- Berjalan dengan berpegangan, mungkin melangkah 1-2 langkah tanpa bantuan
- Berdiri tegak tanpa bantuan untuk beberapa saat
- Memanggil orangtuanya dengan menyebut 'mama' atau 'papa'
- Minum dari gelas
- Bertepuk tangan dan melambaikan tangannya.

Masalah Pemberian Makan & Saluran Pencernaan

Sebagian besar masalah pemberian makan dan gangguan pencernaan pada bayi baru lahir bukan merupakan masalah yang serius dan seringkali menghilang secara spontan atau bisa diatasi dengan melakukan perubahan pada pola pemberian makan.

Regurgitasi & muntah

Bayi sering meludahkan (gumoh, regurgitasi) sejumlah kecil susu ketika atau setelah menyusu, seringkali disertai sendawa. Hal ini adalah normal.
Kadang regurgitasi terjadi akibat terlalu cepat minum dan menelan udara.
Regurgitasi yang sangat banyak bisa terjadi akibat pemberian susu yang terlalu banyak.

Jika susu diberikan melalui botol, regurgitasi bisa dikurangi dengan menggunakan dot yang lebih keras dan lubangnya lebih kecil.
Lebih sering menyendawakan bayi selama menyusu juga bisa membantu, baik pada bayi yang disusui dengan ASI maupun dengan susu botol.

Memuntahkan sejumlah besar susu bisa menunjukkan adanya suatu kelainan.
Muntah memancar yang terjadi secara berulang bisa menunjukkan adanya penyempitan atau penyumbatan pada lubang lambung (stenosis pilorika).
Penyumbatan pada usus halus menyebabkan muntah yang berwarna kehijauan.
Galaktosemia juga bisa menyebabkan muntah.
Muntah disertai demam kemungkinan disebabkan oleh infeksi.

Pemberian makan yang kurang

Bayi yang mendapatkan makanan cukup biasanya setelah pemberian makan akan tenang atau tertidur. Jika pemberian makan kurang, maka 1-2 jam setelah pemberian makan, bayi akan gelisah dan tetap terbangun, terlihat masih lapar.
Pada bayi berumur kurang dari 4 bulan, penambahan berat badan kurang dari 200 gram/minggu adalah rendah/kurang dan bisa menunjukkan adanya pemberian makan yang kurang.

Pemberian makan yang berlebihan

Obesitas di kemudian hari kadang berawal dari pemberian makan yang berlebihan pada masa bayi. Obesitas juga melibatkan faktor keturunan. Peluang terjadinya obesitas pada bayi yang kedua orangtuanya juga obese adalah sebesar 80%.
Jika penambahan berat badan terlalu cepat (berdasarkan grafik pertumbuhan standar) maka sebaiknya dilakukan pengontrolan terhadap kecepatan penambahan berat badan.


Diare

Bayi baru lahir biasanya melakukan buang air besar sebanyak 4-6 kali/hari. Bayi yang mendapatkan ASI cenderung sering mengeluarkan tinja berbusa, terutama jika belum mendapatkan makanan padat.
Yang perlu mendapat perhatian adalah jika bayi memiliki nafsu makan yang jelek, muntah, berat badannya menurun, berat badannya tidak bertambah atau tinjanya mengandung darah.

Infeksi bakteri atau virus bisa menyebabkan diare hebat. Diare akut pada byi paling sering disebakan oleh infeksi.

Diare ringan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan bisa disebabkan oleh:
# Penyakit seliak : suatu penyakit keturunan, dimana gluten (protein di dalam gandum) menyebabkan terjadinya reaksi alergi pada lapisan dalam usus sehingga penyerapan lemak menjadi jelek.
Penyakit seliak menyebabkan malnutrisi, nafsu makan yang buruk dan tinja berbau busuk yang berwarna pucat.
Untuk mengatasi penyakit ini, penderita tidak boleh mengkonsumsi segala jenis gandum.
# Fibrosis kistik : suatu penyakit keturunan, dimana terjadi gangguan fungsi beberapa organ, termasuk pankreas.
Pankreas tidak menghasilkan sejumlah enzim yang cukup untuk mencerna protein dan lemak. Tanpa enzim pencernaan yang sesuai, tubuh akan membuang banyak protein dan lemak dalam tinjanya, sehingga terjadi malnutrisi dan hambatan pertumbuhan. Tinjanya sangat banyak dan berbau busuk.
Untuk mengobatinya diberikan ekstrak pankreas.
# Malabsorbsi gula, terjadi pada bayi yang mengalami kekurangan enzim usus tertentu untuk mencerna gula tertentu, misalnya enzim laktase untuk mencerna laktosa.
Infeksi usus menyebabkan kekurangan enzim yang sifatnya sementara, sedangkan penyakit keturunan menyebabkan kekurangan enzim yang sifatnya permanen.
Keadaan ini bisa diatasi dengan tidak mengkonsumsi gula tertentu.
# Alergi susu kadang menyebabkan diare, muntah dan darah dalam tinja. Gejalanya akan menghilang jika susu formula diganti oleh susu kedelai. Tetapi beberapa bayi yang alergi terhadap susu formula juga alergi terhadap susu kedelai. Bayi hampir tidak pernah alergi terhadap ASI.


Sembelit

Anus pada bayi yang berumur kurang dari 3 bulan mungkin sempit, sehingga bayi harus mengedan dan tinja yang keluar sangat tipis.
Hal ini bisa diatasi dengan cara melebarkan anus dengan jari tangan sebanyak 1-2 kali/hair.

Tinja yang besar bisa merobek lapisan anus (fissura anus) sehingga ketika buang air besar akan timbul nyeri dan kemungkinan di dalam tinja akan terdapat sejumlah kecil darah berwarna merah terang.
Adanya fissura bisa dilihat pada pemeriksaan anoskopi. Tanpa pengobatan khusus, fissura akan segera membaik. Bisa juga diberikan pelunak tinja yang ringan.

Sembelit berat yang menetap, terutama jika mulai timbul sebelum bayi mencapai usia 1 bulan, bisa menunjukkan adanya gangguan yang serius. Misalnya penyakit Hirschsprung (kelainan saraf yang disertai dengan usus yang berukuran besar) atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Postmaturitas (Kelahiran Janin Usia Tua)

Post-maturitas adalah suatu keadaan dimana bayi lahir setelah usia kehamilan melebihi 42 minggu.

Ketika usia kehamilan memasuki 40 minggu, plasenta mulai mengecil dan fungsinya menurun. Karena kemampuan plasenta untuk menyediakan makanan semakin berkurang, maka janin menggunakan persediaan lemak dan karbohidratnya sendiri sebagai sumber energi. Akibatnya, laju pertumbuhan janin menjadi lambat.

Jika plasenta tidak dapat menyediakan oksigen yang cukup selama persalinan, bisa terjadi gawat janin, sehingga janin menjadi rentan terhadap cedera otak dan organ lainnya.
Cedera tersebut merupakan resiko terbesar pada seorang bayi post-matur dan untuk mencegah terjadinya hal tersebut, banyak dokter yang melakukan induksi persalinan jika suatu kehamilan telah lebih 42 minggu.

PENYEBAB
Penyebab terjadinya post-maturitas biasanya tidak diketahui.

GEJALA
Gambaran fisik bayi post-matur:
- Panjangnya cukup umur, tetapi berat badannya rendah sehingga tampak kurus
- Matang, berada dalam keadaan siaga
- Lemak di bawah kulitnya sedikit sehingga kulit pada lengan dan tungkainya tampak menggelambir
- Kulitnya kering dan mengelupas
- Kuku jari kaki dan kuku jari tangannya panjang
- Kuku jari kaki, kuku jari tangan dan pusarnya berwana kehijauan atau kecoklatan karena mekonium (tinja pertama bayi).


KOMPLIKASI

   1. Hipoglikemia, karena cadangan energi pada saat dilahirkan sangat rendah dan bahkan akan lebih rendah lagi jika pasokan oksigen selama persalinan juga rendah
   2. Sindroma aspirasi mekonium.

Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age)

Jika seorang bayi baru lahir (apakah prematur, cukup umur ataupun post-matur) lebih kecil dibandingkan dengan umur kehamilannya, maka dikatakan sebagai Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age).

PENYEBAB
Seorang bayi baru lahir bisa kecil karena faktor keturunan (orang tuanya juga kecil atau penyakit keturunan) atau karena fungsi plasenta telah menurun (sehingga memberikan lebih sedikit oksigen dan zat gizi kepada bayi).
Penurunan fungsi plasenta bisa terjadi jika selama kehamilan, ibu menderita tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau diabetes kronis.

KMK juga cenderung terjadi pada bayi yang lahir dari ibu yang kecanduan narkotik atau kokain serta perokok berat.
Kadang KMK terjadi jika ibu atau janin menderita infeksi sitomegalovirus, campak Jerman atau toksoplasmosis.

GEJALA
Berbeda dengan bayi prematur, bayi KMK yang cukup umur telah memiliki organ dalam yang sempurna.
Jika selama di dalam rahim pertumbuhannya menjadi lambat akibat asupan gizi yang kurang, maka segera setelah dilahirkan, ketika mulai diberikan zat gizi yang adekuat, pertumbuhannya akan menjadi pesat.

Janin yang tumbuh secara lambat karena fungsi plasenta yang buruk bisa mengalami kekurangan oksigen selama persalinan. Setiap kontraksi, arteri ibu yang menuju ke plasenta pada saat melewati rahim akan mengalami tekanan sehingga aliran darah ke plasenta berkurang.
Jika sebelum persalinan fungsi plasenta berada di garis perbatasan, maka berkurangnya aliran darah selama persalinan bisa membahayakan penghantaran oksigen dan menyebabkan terjadinya cedera pada janin.

Bayi yang selama proses persalinan mengalami kekurangan oksigen akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) ke dalam cairan ketuban.
Jika bayi menghirup cairan ketuban yang mengandung mekonium, maka paru-parunya akan terkena. Mekonium bisa menyumbat beberapa bronki sehinga sebagian paru-paru menjadi kolaps.
Mekonium yang terhirup ke dalam paru-paru juga bisa menyebakban peradangan atau pneumonitis.
Kedua keadaan diatas bisa menyebakan kelainan fungsi paru-paru.

Komplikasi dari KMK adalah hipoglikemia pada beberapa jam dan beberapa hari setelah dilahirkan, karena cadangan gulanya berkurang.

Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)

Seorang bayi baru lahir (apakah prematur, matur atau post-matur) yang lebih besar dibandingkan dengan umur kehamilannya dikatakan sebagai Besar Untuk Masa Kehamlan (BMK, LGA, Large for Gestational Age).

PENYEBAB
Penyebab utama dari bayi yang sangat besar adalah diabetes yang diderita oleh ibunya selama kehamilan.
Gula di dalam darah ibu melewati plasenta; sebagai respon terhadap tingginya kadar gula, maka pankreas janin menghasilkan sejumlah besar insulin. Hal ini menyebabkan janin tumbuh sangat besar.
Semakin jelek pengontrolan tehadap diabetes ibu, semakin besar bayi yang akan dilahirkan nanti.

GEJALA
Ukuran bayi yang sangat besar bisa menyebabkan kesulitan dalam persalinan melalui vagina, sehingga kemungkinan terjadinya cedera semakin besar. Karena itu, bayi BMK biasanya harus dilahirkan melalui operasi sesar.

Pada saat lahir, ketika tali pusar dipotong, gula dari ibu tiba-tiba berhenti mengalir ke janin, tetapi kadar insulin janin tetap tinggi. Kadar gula darah janin akan segera turun sehingga terjadi hipoglikemia dalam waktu 1-2 jam setelah bayi dilahirkan.
Mungkin tidak akan tampak gejala-gejala dari hipoglikemia atau mungkin bayi akan tampak gelisah, kesadarannya menurun atau mengantuk, tidak mau menyusu dan bahkan ada yang sampai kejang.

Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes memiliki jumlah sel darah merah yang tinggi. Karena itu mereka cenderung memiliki kadar bilirubin yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya jaundice.
Keadaan ini bisa diatasi dengan fototerapi atau kadang dilakukan transfusi ganti.

Bayi dari ibu yang menderita diabetes cenderung memiliki paru-paru yang belum matang dan menderita sindroma gawat pernafasan, meskipun tidak lahir prematur.

Cedera Lahir

Jalan lahir dibentuk oleh tulang panggul ibu.
Dalam keadaan normal, bayi memiliki ruang yang cukup untuk dilaluinya di sepanjang jalan lahir. Tetapi jika jalan lahir sempit atau janinnya besar (seperti pada ibu penderita diabetes), maka bisa terjadi kesulitan dalam melewati jalan lahir atau bisa terjadi cedera.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi terlalu besar untuk dapat melewati jalan lahir, maka dilakukan operasi sesar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera pada bayi.

Selama proses persalinan berlangsung, hampir setiap bagian dari bayi bisa mengalami cedera. Kebanyakan bersifat ringan dan segera membaik. Yang paling sering terjadi adalah memar.
Tulang tengkorak bayi tidak saling berhubungan, sehingga ketika melewati jalan lahir, kepala bayi bisa disesuaikan dengan jalan lahir. Hal ini adalah normal dan dalam beberapa hari, bentuk kepala akan kembali normal.
Cedera kepala yang serius dan cedera otak yang hebat, saat ini jarang terjadi.

Pada persalinan yang sulit, bisa terjadi peregangan saraf, terutama saraf yang menuju ke lengan sehingga terjadi kelumpuhan sementara ataupun menetap pada lengan (kelumpuhan Erb).
Kadang terjadi patah tulang selangka dan biasanya segera membaik tanpa meninggalkan gejala sisa.

Sindroma Distres Pernafasan (Penyakit Membran Hialin)

Sindroma Gawat Pernafasan (dulu disebut Penyakit Membran Hialin) adalah suatu keadaan dimana kantung udara (alveoli) pada paru-paru bayi tidak dapat tetap terbuka karena tingginya tegangan permukaan akibat kekurangan surfaktan.

Agar bayi bisa bernafas dengan bebas, setelah lahir, alveoli harus tetap terbuka dan terisi dengan udara. Alveoli bisa terbuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan.
Surfaktan dihasilkan oleh sel-sel di dalam alveoli dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Surfaktan dihasilkan oleh paru-paru yang matang, yaitu pada kehamilan 34-37 minggu.

PENYEBAB
Sindroma gawat pernafasan hampir selalu terjadi pada bayi prematur; semakin prematur, semakin besar kemungkinan terjadinya sindroma ini.
Sindroma gawat pernafasan juga cenderung banyak ditemukan pada bayi yang ibunya menderita diabetes.

Bayi yang sangat prematur mungkin tidak mampu untuk memulai proses pernafasan karena tanpa surfaktan paru-paru menjadi sangat kaku. Bayi yang lebih besar bisa memulai proses pernafasan, tetapi karena paru-paru cenderung mengalami kolaps, maka terjadilah sindroma gawat pernafasan.

GEJALA
Gejala-gejalanya berupa:
- takipneu (pernafasan cepat)
- gerakan pernafasan yang tidak biasa (retraksi interkostalis, ketika menghirup udara, otot dinding dada tertarik)
- nafasnya pendek dan ketika menghembuskan nafas terdengar suara ngorok
- cuping hidung mengembang
- apneu
- sianosis (warna kulit dan selaput lendir membiru)
- edema (pembengkakan tungkai atau lengan).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
- Hasil pemeriksaan fisik
- Hasil analisa gas darah (menunjukkan kadar oksigen yang rendah dan asidosis)
- Rontgen dada
- Hasil tes fungsi paru.

Komplikasi:
# Pneumotoraks.
Paru-paru sangat kaku dan untuk mengembangkannya diperlukan tekanan yang lebih dari bayi maupun ventilator. Akibatnya paru-paru bisa pecah sehingga udara merembes ke dalam rongga dada. Udara ini menyebabkan paru-paru menjadi kolaps dan terjadinya gangguan ventilasi dan sirkulasi.
Kolaps paru-paru (pneumotoraks) memerlukan pengobatan segera, yaitu berupa pengeluran udara dari dada dengan bantuan sebuah jarum
# Perdarahan di dalam otak.
Resiko terjadinya perdarahan akan berkurang jika sebelum persalinan telah diberikan kortikosteroid kepada ibu.

PENGOBATAN
Resiko terjadinya sindroma gawat pernafasan bisa dikurangi jika persalinan bisa ditunda sampai paru-paru bayi telah mampu menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai.
Jika kemungkinan akan terjadi persalinan prematur, maka dilakukan amniosentesis untuk mengetahui kadar surfaktan.

Jika diperkirakan bahwa paru-paru bayi belum matang dan persalinan tidak dapat ditunda, maka diberikan kortikosteroid kepada ibu minimal 24 jam sebelum waktu perkiraan persalinan.
Kortikosteroid akan melewati plasenta dan merangsang pembentukan surfaktan oleh paru-paru janin.

Setelah persalinan, kepada bayi yang menderita sindroma ringan hanya perlu diberikan oksigen. Pada sindroma yang lebih berat mungkin perlu didukung oleh ventilator dan obat surfaktan.

Obat surfaktan sangat menyerupai surfaktan yang asli dan dapat diteteskan langsung ke dalam trakea bayi melalui suatu selang.
Obat ini bisa memperbaiki angka kelangsungan hidup bayi dengan cara mengurangi beratnya sindroma dan resiko terjadinya komplikasi.
Untuk mencegah terjadinya sindroma pada bayi yang sangat prematur, obat surfaktan bisa diberikan segera setelah bayi lahir atau diberikan ketika tanda-tanda terjadinya gejala mulai terlihat.
Pengobatan bisa dilanjutkan selama beberapa hari sampai bayi mulai menghasilkan surfaktan sendiri.

Takipneu Transien (Sindroma Paru-paru Basah Pada Bayi Baru Lahir)

Takipneu Transien (Sindroma Paru-paru Basah Pada Bayi Baru Lahir) adalah suatu gawat pernafasan dan rendahnya kadar oksigen yang bersifat sementara, yang tidak seserius sindroma gawat pernafasan.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, setelah lahir, cairan di dalam paru-paru janin segera diabsorbsi. Takipneu transien biasanya terajdi akibat penundaan absorbsi tersebut.
Bayi yang menderita takipneu transien biasanya lahir cukup umur dan seringkali lahir melalui operasi sesar.

GEJALA
Segera setelah lahir, bayi mulai bernafas cepat, ngorok dan ketika menghirup udara otot dinding dadanya tertarik. Kulit bayi tampak kebiruan karena darah kekurangan oksigen.

DIAGNOSA
Rontgen dada menunjukkan adanya cairan di dalam paru-paru.

PENGOBATAN
Satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah oksigen, meskipun beberapa bayi memerlukan bantuan ventilator.
Penyembuhan total terjadi dalam waktu 1-3 hari setelah cairan di dalam paru-paru diabsorbsi.

Apneu Pada Bayi Prematur

Apneu Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana bayi prematur berhenti bernafas untuk sementara waktu dan biasanya berlangsung selama 15-20 detik.

PENYEBAB
Apneu ini bisa terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 34 minggu.
Kemungkinan penyebabnya adalah:
# Ketidakmatangan bagian otak yang mengontrol pernafasan
# Penyumbatan saluran udara bagian atas
# Refluks gastroesofageal (pengaliran balik asam lambung ke dalam kerongkongan) yang bisa merangsang suatu refleks yang menyebabkan terjadinya apneu.

GEJALA
Periode apneu seringkali mulai terjadi dalam beberapa hari setelah bayi lahir.
Bayi bisa mengalami episode pernafasan biasa yang diselingi oleh apneu. Jika apneu berlangsung lebih dari 20 detik, maka kadar oksigen dalam darah akan turun sehingga bayi menjadi biru dan denyut jantungnya lambat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Untuk mencegah penyumbatan jalan udara kepala dan leher bayi diusahakan berada dalam satu garis lurus dan bayi dibaringkan terlentang atau miring.
Jika serangan apneu terus berlanjut, terutama jika bayi menjadi biru atau denyut jantungnya menjadi lambat, bisa diberikan aminofilin atau kafein. Obat ini merangsang pusat pernafasan di otak, sehingga pernafasan terus berlanjut dan episode apneu akan berkurang.
Jika serangan apneu tetap berlanjut, diberikan doksapram.
Jika keadaan bayi sangat berat, mungkin perlu dipasang ventilator.

Refluks gastroesofageal diobati dengan cara memperkental susu bayi dengan gandum atau dengan mengangkat kepala bayi sehingga posisinya lebih tinggi daripada badan bayi.
Kebanyakan episode apneu berhenti pada usia 34 minggu.

Hipertensi Pulmoner Pada Bayi Baru Lahir

Hipertensi Pulmoner adalah suatu keadaan dimana pembuluh darah pada paru-paru bayi baru lahir mengkerut dan menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang mengalir ke paru-paru sehingga kadar oksigen darah menjadi sangat rendah dan bisa berakibat fatal.

PENYEBAB
Janin tidak menghirup udara sehingga darahnya tidak perlu mengalir melalui paru-paru agar banyak mengandung oksigen. Darah janin banyak yang mengalir langsung dari sisi kanan jantung ke sisi kiri jantung melalui sebuah lubang diantara atrium (foramen ovale).
Darah pada sisi kanan jantung, dari arteri pulmonalis sebagian besar mengalir ke aorta melalui suatu pembuluh darah yang menghubungkan kedua pembuluh besar tersebut, yaitu duktus arteriosus. Hanya sebagian kecil darah yang sampai ke paru-paru.

Pada saat lahir, foramen ovale dan duktus arteriosis menutup dan darah dari sisi kanan jantung mengalir ke paru-paru. Tetapi pada beberapa bayi, pembuluh darah di paru-paru mengkerut sehingga foramen ovale tetap membuka; duktus arteriosus juga mungkin tetap membuka. Jika hal ini terjadi, maka darah yang sampai ke paru-paru hanya sedikit sehingga kadar oksigen dalam darah bayi sangat rendah.

Hipertensi pulmoner lebih sering ditemukan pada bayi post-matur atau bayi yang ibunya mengkonsumsi aspirin atau indometasin.
Keadaan ini lebih sering ditemukan pada bayi yang menderita penyakit paru-paru lainnya, seperti sindroma aspirasi mekonium atau pneumonia, tetapi bisa juga terjadi pada bayi yang paru-parunya normal.

PENGOBATAN
Bayi biasanya ditempatkan di dalam ruang yang memiliki kandungan oksigen 100%, seringkali disertai dengan ventilator. Natrium bikarbonat diberikan melalui infus.Kedua pengobatan ini bisa membantu membuka (melebarkan) pembuluh darah di paru-paru.
Untuk mempertahankan tekanan darah di bagian tubuh lainnya mungkin perlu diberikan cairan atau obat-obatan.

Jika keadaan bayi sangat kritis, bisa digunakan teknik oksigenasi membran ekstrakorporeal. Darah bayi diputar melalui suatu mesin jantung-paru (membran oksigenator) yang berfungsi menambah oksigen ke dalam darah dan membuang karbondioksida dari darah; kemudian darah dikembalikan ke tubuh bayi.

Sindroma Aspirasi Mekonium

Sindroma Aspirasi Mekoniuim terjadi jika janin menghirup mekonium yang tercampur dengan cairan ketuban, baik ketika bayi masih berada di dalam rahim maupun sesaat setelah dilahirkan.

Mekonium adalah tinja janin yang pertama. Merupakan bahan yang kental, lengket dan berwarna hitam kehijauan, mulai bisa terlihat pada kehamilan 34 minggu.

Pada bayi prematur yang memiliki sedikit cairan ketuban, sindroma ini sangat parah. Mekonium yang terhirup lebih kental sehingga penyumbatan saluran udara lebih berat.

PENYEBAB
Aspirasi mekonium terjadi jika janin mengalami stres selama proses persalinan berlangsung. Bayi seringkali merupakan bayi post-matur (lebih dari 40 minggu).

Selama persalinan berlangsung, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya gerakan usus dan pengenduran otot anus, sehingga mekonium dikeluarkan ke dalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ketuban dan mekoniuim becampur membentuk cairan berwarna hijau dengan kekentalan yang bervariasi.
Jika selama masih berada di dalam rahim janin bernafas atau jika bayi menghirup nafasnya yang pertama, maka campuran air ketuban dan mekonium bisa terhirup ke dalam paru-paru.

Mekonium yang terhirup bisa menyebabkan penyumbatan parsial ataupun total pada saluran pernafasan, sehingga terjadi gangguan pernafasan dan gangguan pertukaran udara di paru-paru.
Selain itu, mekonium juga menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran udara, menyebabkan suatu pneumonia kimiawi.

Cairan ketuban yang berwarna kehijauan disertai kemungkinan terhirupnya cairan ini terjadi pada 5-10% kelahiran. Sekitar sepertiga bayi yang menderita sindroma ini memerlukan bantuan alat pernafasan.
Aspirasi mekonium merupakan penyebab utama dari penyakit yang berat dan kematian pada bayi baru lahir.

Faktor resiko terjadinya sindroma aspirasi mekonium:
# Kehamilan post-matur
# Pre-eklamsi
# Ibu yang menderita diabetes
# Ibu yang menderita hipertensi
# Persalinan yang sulit
# Gawat janin
# Hipoksia intra-uterin (kekurangan oksigen ketika bayi masih berada dalam rahim).

GEJALA
Gejalanya berupa:
- Cairan ketuban yang berwarna kehijauan atau jelas terlihat adanya mekonium di dalam cairan ketuban
- Kulit bayi tampak kehijauan (terjadi jika mekonium telah dikeluarkan lama sebelum persalinan)
- Ketika lahir, bayi tampak lemas/lemah
- Kulit bayi tampak kebiruan (sianosis)
- Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
- Apneu (henti nafas)
- Tampak tanda-tanda post-maturitas (berat badannya kurang, kulitnya mengelupas).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan keadaan berikut:
# Sebelum bayi lahir, alat pemantau janin menunjukkan bardikardia (denyut jantung yang lambat)
# Ketika lahir, cairan ketuban mengandung mekonium (berwarna kehijauan)
# Bayi memiliki nilai Apgar yang rendah.

Dengan bantuan laringoskopi, pita suara tampak berwana kehijauan.
Dengan bantuan stetoskop, terdengar suara pernafasan yang abnormal (ronki kasar).

Pemeriksaan lainnya yang biasanya dilakukan:
- Analisa gas darah (menunjukkan kadar pH yang rendah, penurunan pO2 dan peningkatan pCO2)
- Rontgen dada (menunjukkan adanya bercakan di paru-paru).

PENGOBATAN
Segera setelah kepala bayi lahir, dilakukan pengisapan lendir dari mulut bayi.
Jika mekoniumnya kental dan terjadi gawat janin, dimasukkan sebuah selang ke dalam trakea bayi dan dilakukan pengisapan lendir. Prosedur ini dilakukan secara berulang sampai di dalam lendir bayi tidak lagi terdapat mekonium.
Jika tidak ada tanda-tanda gawat janin dan bayinya aktif serta kulitnya berwarna kehijauan, beberapa ahli menganjurkan untuk tidak melakukan pengisapan trakea yang terlalu dalam karena khawatir akan terjadi pneumonia aspirasi.

Jika mekoniumnya agak kental, kadang digunakan larutan garam untuk mencuci saluran udara.

Setelah lahir, bayi dimonitor secara ketat.
Pengobatan lainnya adalah:
- Fisioterapi dada (menepuk-nepuk dada)
- Antibiotik (untuk mengatasi infeksi)
- Menempatkan bayi di ruang yang hangat (untuk menjaga suhu tubuh)
- Ventilasi mekanik (untuk menjaga agar paru-paru tetap mengembang).

Gangguan pernafasan biasanya akan membaik dalam waktu 2-4 hari, meskipun takipneu bisa menetap selama beberapa hari.
Hipoksia intra-uterin atau hipoksia akibat komplikasi aspirasi mekonium bisa menyebabkan kerusakan otak.
Aspirasi mekonium jarang menyebabkan kerusakan paru-paru yang permanen.

KOMPLIKASI
# Pneumonia aspirasi
# Pneumotoraks
# Kerusakan otak akibat kekurangan oksigen
# Gangguan pernafasan yang menetap selama beberapa hari.

Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah penimbunan udara di dalam rongga dada di sekeliling paru-paru yang menyebabkan paru-paru kolaps.

Pada bayi yang paru-parunya kaku, terutama jika pernafasannya dibantu oleh ventilator, udara bisa merembes dari alveoli ke dalam jaringan ikat di paru-paru dan kemudian ke dalam jaringan lunak diantara paru-paru dan jantung (keadaan ini disebut pneumonediastinum).
Pneumomediastinum biasanya tidak mempengaruhi fungsi pernafasan dan tidak perlu dilakukan pengobatan khsusus. Tetapi pneumomediastinum bisa berkembang menjadi pneumotoraks.

Pneumotoraks terjadi jika udara merembes ke dalam rongga dada di sekeliling paru-paru (rongga pleura), dimana bisa terjadi penekanan terhadap paru-paru.
Kolaps sebagain pada paru-paru bisa tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan. Tetapi jika paru-paru yang kolaps sangat tertekan, bisa berakibat fatal, terutama pada bayi yang menderita penyakit paru yang berat.
Udara yang terperangkap bisa menyebabkan kesulitan bernafas dan mengganggu peredaran darah di rongga dada. Pada keadaan ini,, udara di sekeliling paru-paru harus segera dikeluarkan dengan bantuan sebuah jarum atau selang.

PENYEBAB
Paru-paru dan dinding dada keduanya elastis. Ketika Anda menarik napas dan menghembuskan napas, paru-paru Anda sementara mengempis ke dalam ketika dinding dada mengembang ke luar. Kedua kekuatan yang berlawanan membuat tekanan negatif dalam ruang antara tulang rusuk dan paru-paru. Ketika udara masuk ruang itu, baik dari dalam maupun di luar paru-paru, tekanan yang diberikan dapat menyebabkan semua atau bagian dari paru-paru yang terkena kolaps.

Ada beberapa jenis pneumotoraks, didefinisikan menurut apa yang menyebabkan mereka:

   1. Pneumotoraks spontan primer. Pneumotoraks spontan primer diperkirakan berkembang ketika udara kecil menggelembung (lepuh) pada bagian atas paru-paru yang pecah. Lepuh disebabkan oleh kelemahan dalam jaringan paru-paru dan dapat pecah dari perubahan tekanan udara ketika Anda melakukan scuba diving, terbang, memanjat gunung atau, menurut beberapa laporan, mendengarkan musik sangat keras. Selain itu, seorang pneumotoraks spontan primer mungkin didapat ketika merokok ganja, setelah napas dalam-dalam, diikuti oleh pernapasan lambat melawan menutup sebagian bibir yang memaksa asap lebih dalam ke dalam paru-paru. Tapi yang paling sering, gelembung pecah tanpa alasan yang jelas.

      Faktor genetik mungkin memainkan peran dalam pneumotoraks spontan primer karena kondisi ini dapat berjalan dalam keluarga. Sebuah pneumotoraks spontan primer biasanya ringan karena tekanan dari bagian paru-paru yang kolaps mungkin pada gilirannya menutup lepuh.
   2. Pneumotoraks spontan sekunder. Ini berkembang pada orang yang sudah memiliki kelainan paru-paru, terutama emphysema, yang semakin merusak paru-paru. Kondisi lain yang dapat menyebabkan pneumotoraks spontan sekunder meliputi TBC, pneumonia, cystic fibrosis dan kanker paru-paru. Dalam kasus ini, pneumotoraks terjadi karena jaringan paru-paru berpenyakit ada di sebelah ruang pleura.

      Pneumotoraks spontan sekunder dapat lebih parah dan bahkan mengancam jiwa karena jaringan berpenyakit dapat membuka lubang yang lebih luas, sehingga memungkinkan lebih banyak udara ke dalam rongga pleura yang lebih kecil, gelembung pecah. Selain itu, orang-orang dengan penyakit paru-paru telah mengurangi cadangan paru-paru, membuat setiap pengurangan fungsi paru-paru yang lebih serius. Sebuah pneumotoraks spontan sekunder hampir selalu memerlukan drainase selang dada untuk pengobatan.
   3. Traumatic pneumotoraks. Setiap cedera tumpul atau tembus ke dada Anda dapat menyebabkan paru kolaps. Pisau dan luka tembak, pukulan ke dada, bahkan kantong udara mobil dapat menyebabkan pneumotoraks. Jadi dapat luka-luka yang tidak sengaja terjadi selama prosedur medis tertentu, seperti pemasukan slang ke dada, cardiopulmonary resusitasi (CPR), dan biopsi paru-paru atau hati.
   4. Tension pneumotoraks. Jenis yang paling serius dari pneumotoraks, hal ini terjadi ketika tekanan di dalam rongga pleura lebih besar daripada tekanan atmosfer, entah karena udara menjadi terperangkap di dalam rongga pleura atau karena udara masuk adalah dari tekanan positif ventilator mekanis. Kekuatan udara dapat menyebabkan paru-paru yang terkena runtuh sepenuhnya. Dapat juga dorongan Jantung menuju uncollapsed paru-paru, menekanan keduanya. Ketegangan pneumotoraks datang tiba-tiba, berkembang dengan cepat dan mematikan jika tidak ditangani dengan cepat.

GEJALA
Tanda dan gejala dari pneumotoraks biasanya meliputi:

   1. Nyeri dada tiba-tiba, tajam pada sisi yang sama paru-paru yang terkena - sakit ini tidak terjadi di tengah dada di bawah tulang dada
   2. Sesak napas, yang mungkin lebih atau kurang berat, tergantung pada berapa banyak paru-paru Anda rusak
   3. Suatu perasaan sesak di dada
   4. Detak jantung yang cepat

Jika hanya sejumlah kecil memasuki ruang udara antara paru-paru dan dinding dada Anda (rongga pleura), Anda mungkin memiliki sedikit tanda-tanda atau gejala. Namun, bahkan paru-paru yang agak rusak cenderung menyebabkan nyeri dada dan beberapa sesak napas yang perlahan-lahan meningkat selama beberapa jam untuk satu hari atau lebih, bahkan jika tidak berkurang ukuran kerusakan.

Kapan ke dokter Konsultasikan ke dokter Anda segera jika Anda memiliki dada tiba-tiba sakit dan sulit bernapas apapun. Banyak kondisi selain pneumotoraks dapat menyebabkan gejala-gejala ini, dan sebagian besar memerlukan diagnosis yang akurat dan pengobatan cepat. Jika nyeri dada parah atau pernapasan menjadi semakin sulit, langsung mendapatkan perawatan darurat.

DIAGNOSA
Sebuah pneumotoraks umumnya didiagnosis dengan menggunakan sinar-X dada. Tes lain kadang-kadang dilakukan, termasuk:

   1. Computerized tomography (CT) scan. CT adalah teknik sinar-X yang menghasilkan gambar lebih-rinci dari sinar-X konvensional lakukan. Hal ini dapat dilakukan jika dokter Anda mencurigai pneumotoraks setelah pemeriksaan perut atau dada . CT scan dapat membantu menentukan apakah penyakit yang mendasarinya mungkin telah menyebabkan paru-paru Anda kolaps - sesuatu yang mungkin tidak muncul di X-ray biasa.
   2. Tes darah. Ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah arteri.

PENGOBATAN
Tujuan merawat pneumotoraks adalah untuk mengurangi tekanan pada paru-paru, sehingga kembali berkembang, dan untuk mencegah rekuren. Metode terbaik untuk mencapai hal ini tergantung pada tingkat keparahan kerusakan paru-paru dan kadang-kadang kesehatan Anda secara keseluruhan:

   1. Observasi. Jika paru-paru anda kurang dari 20 persen rusak, dokter Anda mungkin hanya memantau kondisi Anda dengan serangkaian sinar-X dada hingga benar-benar menyerap udara dan paru-paru Anda telah kembali berkembang. Karena mungkin waktu berminggu-minggu untuk pneumotoraks untuk menyembuhkan sendiri Namun, sebuah jarum atau selang dada dapat digunakan untuk mengeluarkan udara, bahkan untuk pneumotoraks kecil dan tidak mengancam.
   2. penyisipan jarum atau tabung ke dada. Ketika paru-paru Anda telah rusak lebih dari 20 persen, dokter anda kemungkinan akan mengeluarkan udara dengan menyisipkan sebuah jarum atau tabung hampa (tabung dada) ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada Anda. Tabung dada sering menempel pada perangkat pengisapan yang terus menghilangkan udara dari rongga dada dan dapat dibiarkan pada tempatnya selama beberapa jam sampai beberapa hari.
   3. Pengobatan pneumotoraks lain. Jika anda telah memiliki lebih dari satu pneumotoraks, Anda mungkin harus menjalani perawatan untuk mencegah rekuren lebih lanjut.

      Prosedur pembedahan yang umum disebut video-assisted thoracoscopy, yang menggunakan insisi kecil dan kamera video kecil untuk memandu operasi. Dalam prosedur ini, dua atau tiga tabung ditempatkan antara tulang rusuk Anda sementara Anda dalam anestesi umum. Melalui salah satu tabung, ahli bedah dapat mengamati dengan fiberscope, sementara melalui tabung lain, ahli bedah berupaya untuk menutup kebocoran udara dengan instrumen bedah. Jarang sekali, jika prosedur ini tidak berhasil, dilakukan prosedur pembedahan dengan sayatan yang diperlukan.

      Tabung dada tetap selama diperlukan sampai udara di dalam rongga pleura hilang dan tidak kambuh ketika dada tabung dijepit dan diperiksa dengan sinar-X. Video-dibantu thoracoscopy mengurangi rasa sakit dan waktu pemulihan yang lebih pendek dibandingkan jenis operasi lainnya lakukan karena rongga dada dapat diakses tanpa merusak rusuk.

PENCEGAHAN
Meskipun sering tidak mungkin untuk mencegah pneumotoraks, berhenti merokok merupakan cara penting untuk mengurangi risiko pneumotoraks pertama dan menghindari kekambuhan.

Displasia Bronkopulmoner

Displasia Bronkopulmoner adalah cedera pada paru-paru akibat terapi oksigen konsentrasi tinggi dan pemakaian ventilator.

Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur.

PENYEBAB
Displasia bronkopulmoner terjadi pada bayi yang telah menerima terapi oksigen konsentrasi tinggi dalam jangka panjang dan menggunakan ventilator dalam jangka panjang (biasanya lebih dari 1 minggu), untuk mengobati sindroma gawat pernafasan pada bayi baru lahir.
Cedera paru-paru yang menyebabkan terjadinya displasia bronkopulmoner bisa disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam paru-paru karena ventilator mekanik atau karena keracunan oksigen yang terjadi akibat pemaparan oksigen konsentrasi tinggi dalam jangka panjang.

Faktor resiko terjadinya displasia bronkopulmoner:

# Prematuritas
# Infeksi saluran pernafasan
# Penyakit jantung bawaan
# Penyakit berat lainnya pada bayi baru lahir yang memerlukan terapi oksigen atau ventilator.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- Pernafasan yang cepat
- Warna kulit kebiruan
- Sesak nafas.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan:
- rontgen dada
- gas darah arteri
- CT scan dada
- oksimetri.

PENGOBATAN
Ventilator biasanya diperlukan untuk memberikan tekanan pada paru-paru agar jaringan paru-paru mengembang dan untuk memberikan oksigen tambahan.
Jika bayi sudah dapat menyesuaikan diri, maka tekanan dan konsentrasi oksigen secara berangsur-angsur dikurangi. Ketika ventilator dilepas, oksigen bisa terus diberikan melalui masker atau selang kecil yang dimasukkan ke lubang hidung, selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Makanan biasanya diberikan melalui selang yang dimasukkan ke lambung. Diperlukan ekstra kalori karena bayi memerlukan kalori yang lebih untuk bisa bernafas.
Cairan cenderung tertimbun di dalam paru-paru yang meradang, sehingga asupan cairan agak dibatasi dan kadang diberikan diuretik untuk meningkatkan pembuangan cairan dari tubuh.

Setelah dirawat beberapa bulan, kadang bayi meninggal. Pada bayi yang selamat, gangguan pernafasan secara berangsur-angsur akan menghilang. Tetapi pada tahun-tahun pertama, bayi ini memiliki resiko tinggi menderita pneumonia (terutama yang disebabkan oleh virus).
Bisa diberikan imunisasi dengan antibodi untuk RSV (respiratory syncytial virus).

PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya displasia bronkopulmoner, sebaiknya alat bantu pernafasan dilepaskan secepat mungkin atau pemakaiannya dipersingkat.

Retinopati Pada Bayi Prematur

Retinopati Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur.

Retinopati yang berat ditandai dengan proliferasi pembuluh retina, pembentukan jaringan parut dan pelepasan retina.

PENYEBAB
Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah pembuahan dan terbentuk sempurna pada saat lahir. Jika bayi lahir prematur, maka perkembangannya terganggu. Pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi pada saat keadaan umum bayi membaik dan kebanyakan akan berkembang secara sempurna.

Pada retinopati karena prematuritas, pembuluh darah tumbuh secara abnormal yaitu ke dalam cairan jernih yang mengisi mata bagian belakang. Disini pembuluh darah tidak memiliki jaringan penyokong sehingga sangat rapuh dan sering mengalami perdarahan ke dalam mata. Hal ini akan diikuti oleh pembentukan jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalamnya ke arah pusat bola mata sehingga retina terlepas. Bisa terjadi gangguan penglihatan, atau jika keadaanya berat, bisa menyebabkan buta total.

Bayi prematur banyak yang mengalami pertumbuhan retina abnormal yang sifatnya sementara dan akan diikuti oleh pertumbuhan yang normal tanpa harus menjalani pengobatan.
Hanya 1 diantara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat.

Dulu, pemakaian oksigen yang berlebihan bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Saat ini, pemakaian oksigen bisa dipantau secara akurat dan mudah, sehingga gangguan pertumbuhan pembuluh darah jarang terjadi.
Saat ini, resiko terjadinya retinopati karena premturitas sebanding dengan beratnya prematuritas; bayi yang paling kecil memiliki resiko yang paling tinggi.

GEJALA
Retinopati yang berat bisa menyebabkan gejala berikut:
# Leukokoria (pupil berwarna putih)
# Nistagmus (gerakan bola mata yang abnormal)
# Strabismus (juling)
# Miopia (rabun dekat).

DIAGNOSA
Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi.

Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kemudian dilakukan setiap beberapa minggu sampai pembuluh darah retina terbentuk sempurna.
Pada bayi yang memiliki jaringan parut akibat retinopati, pemeriksaan mata harus dilakukan setiap 1 tahun seumur hidupnya.

PENGOBATAN
Retinopati yang ringan seringkali mengalami proses penyembuhan yang spontan. Tetapi meskipun telah terjadi penyembuhan, bayi memiliki resiko menderita rabun dekat, juling dan gangguan penglihatan.

Pada retinopati yang berat, krioterapi (pembekuan bagian pinggir retina) bisa mengurangi resiko terjadinya pelepasan retina dan gangguan penglihatan.
Jika telah terjadi pelepasan retina, dilakukan pembedahan untuk mengembalikan retina ke tempatnya.

PENCEGAHAN
Pencegahan yang paling efektif adalah mencegah terjadinya kelahiran prematur.

Jika bayi lahir prematur dan menderita gangguan pernafasan, maka dilakukan pemantauan ketat terhadap pemakaian oksigen untuk mencegah terlalu tingginya kadar oksigen dalam darah.

Enterokolitis Nekrotisasi

Enterokolitis Nekrotisasi adalah suatu keadaan dimana lapisan dalam usus mengalami cedera dan meradang.
Jika penyakitnya berat, sebagian jaringan usus bisa mati (menjadi nekrotik) dan menyebabkan perforasi usus serta peritonitis.

Enterokolitis nekrotisasi terutama terjadi pada bayi prematur.
Enterokolitis nekrotisasi merupakan suatu keadaan yang serius, dengan angka kematian yang mendekati 25%.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke usus sehingga usus tidak dapat menghasilkan lendir yang dalam keadaan normal melindungi lapisan usus.
Faktor lain yang juga diduga berperan adalah bakteri di dalam usus. Bakteri bisa masuk ke dalam dinding usus yang rusak dan menghasilkan gas di dalam dinding usus.

Faktor resiko terjadinya enterokolitis nekrotisasi:
# Bayi prematur yang kecil
# Pemberian susu botol yang terlalu pekat
# Bayi yang menjalani transfusi ganti.

GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- perut kembung
- muntah dan tidak mau makan
- bisa terjadi serangan apneu (henti nafas)
- darah di dalam tinja (baik terlihat dengan mata telanjang maupun dengan pemeriksaan mikroskop)
- letargi (penurunan kesadaran)
- suhu tubuh tidak stabil
- diare.

Komplikasi:
# Perforasi usus (perlubangan usus)
# Sepsis (infeksi darah)
# Peritonitis (peradangan selaput perut)
# Striktur usus (penyempitan usus yang bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran pencernaan).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
- rontgen foto perut (menunjukkan adanya gas di dalam dinding usus)
- tes darah pada tinja
- pemeriksaan darah lengkap (jumlah sel darah putih meningkat, jumlah trombosit berkurang, asidosis laktik).

PENGOBATAN
Jika diduga telah terjadi enterokolitis nekrotisasi, maka pemberian makan segera dihentikan dan gas di dalam usus dikeluarkan melalui sebuah selang kecil yang dimasukkan ke dalam lambung.
Sebagai pengganti susu atau ASI, diberikan cairan infus.
Diberikan antibiotik.

Jika terjadi perforasi usus atau peritonitis, dilakukan pembedahan.
Jaringan usus yang mati dibuang dan dibuat kolostomi atau iliostomi. Penyambungan kembali usus dilakukan beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian setelah infeksi dan peradangan reda.

Kolik Pada Bayi Baru Lahir

Kolik adalah suatu gejala kompleks pada bayi yang ditandai dengan menangis kuat dan keras, nyeri perut yang jelas dan rewel.

PENYEBAB
Kolik sering terjadi, ditemukan pada 1 diantara 10 bayi. Lebih sering terjadi pada anak pertama.
Kolik seringkali mulai timbul dalam waktu 10 hari sampai 3 minggu setelah bayi lahir, dan berlangsung sampai bayi berusia 3-4 bulan dimana biasanya kolik akan menghilang dengan sendirinya.

Meskipun nyeri perutnya jelas, bayi yang mengalami kolik tetap mau makan dan berat badannya bertambah.
Episode menangis cenderung terjadi pada saat yang sama setiap harinya, tetapi sebagian kecil bayi menangis seharian.

Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi beberapa faktor berikut diduga berperan dalam terjadinya kolik:
# Menelan udara selama menangis, makan atau mengisap jari
# Pemberian makan yang berlebihan (baik berupa ASI maupun susu formula)
# Ketegangan dalam keluarga dan kecemasan pada orang tua
# Alergi usus terhadap susu
# Refluks esofageal.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolik mungkin berhubungan dengan refluks esofagitis, yaitu suatu keadaan yang terjadi jika kerongkongan mengalami iritasi karena asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

GEJALA
Gejalanya berupa:
# Bayi tiba-tiba menangis keras dan sering terjadi pada waktu yang sama setiap harinya. Episode menangis bisa berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.
# Nyeri perut yang jelas terlihat dari posisi bayi yang menarik lututnya ke arah perut.
# Rewel.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika diduga penyebabnya adalah refluks esofageal, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengukur jumlah asam yang mengalami refluks dari lambung ke kerongkongan.

PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi kolik, tetapi tindakan berikut bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri dan menenangkan bayi:
  • Gendong bayi dengan posisi kepala dalam keadaan tegak atau baringkan bayi dengan posisi kepala lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Bayi yang aktif boleh dibedong.
  • Jika menyusu melalui botol hanya berlangsung kurang dari 20 menit, mungkin lubangnya terlalu besar. Sebaiknya dot diganti dengan dot yang memiliki lubang lebih kecil.
  • Jika setelah selesai menyusu bayi tampak masih ingin menghisap, bisa diberikan kempeng.
  • Jangan terlalu banyak memberikan susu atau jangan menyusui terlalu cepat.
  • Berikan kehangatan pada perut bayi melalui botol berisi air panas yang dibungkus dengan kain yang lembut.
  • Mengayun-ayun, menggendong atau menepuk-nepuk bayi bisa membantu menenangkan bayi. Ada juga bayi yang menjadi tenang jika diajak jalan-jalan naik mobil atau jika mendengarkan suara pengering rambut maupun penyedot debu.
  • Jika setelah 30 menit usaha menggendong atau menenangkan bayi tidak berhasil, maka biarkan bayi menangis dan nanti dia akan tertidur dengan sendirinya karena lelah. Jika setelah 15 menit bayi masih menangis, gendong dan tenangkan kembali.

Kadang diberikan obat-obatan. Sejumlah obat-obatan telah dicoba, seperti obat pengendur otot, antasid, anti-gas, obat penenang yang ringan dan antihistamin; tetapi belum ada yang terbukti manjur.
Orang tua tidak boleh memberikan obat untuk kolik kepada bayi yang berumur dibawah 6 bulan tanpa sepengetahuan dokter.

PENCEGAHAN
Kebanyakan kolik tidak dapat dicegah.
Menghindari faktor-faktor yang berhubungan dengan kolik mungkin akan membantu. Misalnya merubah posisi bayi ketika disusui atau mengganti susu formula (jika terdapat alergi susu sapi).
Kolik bukan akibat dari pengasuhan atau perawatan anak yang salah, jadi sebagai orang tua, jangan merasa bersalah atau saling menyalahkan satu sama lain.

Anemia Pada Bayi Baru Lahir

Anemia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan terlalu sedikitnya jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam darah.

PENYEBAB
Anemia pada bayi baru lahir bisa terjadi akibat:
# Kehilangan darah
# Penghancuran sel darah merah yang berlebihan
# Gangguan pembentukan sel darah merah.

Hilangnya sejumlah besar darah selama proses persalinan bisa terjadi jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya (abrupsio plasenta) atau jika terdapat robekan pada tali pusar.
Bayi tampak sangat pucat, tekanan darahnya rendah dan sesak nafas.

Anemia pada bayi prematur biasanya disebabkan oleh hilangnya darah (karena pemeriksaan darah berulang untuk keperluan tes laboratorium) dan berkurangnya pembentukan sel darah merah.
Dalam keadaan normal, sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang baru selama 3-4 minggu setelah bayi lahir. Anemia akan semakin memburuk karena laju pertumbuhan bayi lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan sel darah merah yang baru. Tetapi bayi prematur biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala anemia dan keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan.

Penghancuran sel darah merah terjadi pada:
# Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir : sejumlah besar sel darah merah dihancurkan oleh antibodi yang dihasilkan oleh ibu selama janin berada dalam kandungan
# Bayi yang menderita kelainan bentuk sel darah merah, misalnya sferositosis (sel darah merah berbentuk sferis)
# Kelainan hemoglobin (protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah), misalnya penyakit sel sabit atau talasemia
# Infeksi selama bayi berada dalam kandungan (misalnya toksoplasmosis, campak Jerman, penyakit sitomegalovirus, herpes simpleks atau sifilis).
Jika sel darah dihancurkan, hemoglobin diubah menjadi bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (hiperbilirubinemia) menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kerusakan otak (kern ikterus).

Anemia karena kekurangan zat besi bisa terjadi pada bayi berusia 3-6 bulan jika diberikan susu sapi atau susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi.

PENGOBATAN
Jika kehilangan darah terjadi selama proses persalinan, segera diberikan transfusi darah.

Jika penyebabnya adalah penghancuran sel darah merah yang berlebihan, dilakukan transfusi ganti, dimana darah bayi diganti dengan darah segar. Sel darah merah yang rusak, bilirubin dan antibodi dari tubuh ibu dibuang.

Pada anemia karena kekurangan zat besi diberikan zat besi tambahan.
Jika terjadi gejala anemia yang berat, dilakukan transfusi darah.

Polisitemia Pada Bayi Baru Lahir

Polisitemia adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan jumlah sel darah merah akibat pembentukan sel darah merah yang berlebihan oleh sumsum tulang.

PENYEBAB
Resiko terjadinya polisitemia ditemukan pada bayi yang:
- Postmaturitas
- Ibunya menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) - Ibunya merokok
- Ibunya menderita diabetes
- Tinggal di daerah pegunungan
- Terlalu banyak menerima darah dari plasenta sebelum tali pusar dijepit pada proses persalinan.

GEJALA
Polisitemia menyebabkan darah menjadi kental dan menyebabkan berkurangnya kecepatan aliran darah ketika darah melalui pembuluh yang kecil.
Jika penyakitnya berat, bisa menyebabkan pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah.

Kulit bayi tampak kemerahan atau kebiruan.
Bayi tampak lemas, pernafasannya cepat, refleks menghisapnya lemah dan denyut jantungnya cepat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil hitung jenis darah.

PENGOBATAN
Membuang darah bisa membantu mengurangi kelebihan sel darah merah,tetapi juga menyebabkan berkurangnya volume darah dan memperburuk gejala polisitemia.
Karena itu dilakukan transfusi ganti parsial untuk membuang sebagian darah bayi dan menggantinya dengan plasma dalam jumlah yang sama.

Hiperbilirubinemia Pada Bayi Baru Lahir

Hiperbilirubinemia adalah kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah,

PENYEBAB
Sel darah merah yang tua, rusak dan abnormal dibuang dari peredaran darah, terutama di dalam limpa. Selama proses pembuangan berlangsung, hemoglobin (protein pengangkut oksigen di dalam sel darah merah) dipecah menjadi pigmen kuning yang disebut bilirubin.
Bilirubin dibawa ke hati, dimana secara kimiawi diubah dan kemudian dibuang ke usus sebagai bagian dari empedu.

Pada sebagian besar bayi baru lahir, kadar bilirubin darah secara normal meningkat sementara dalam beberapa hari pertama setelah lahir, menyebabkan kulit berwarna kuning (jaundice).

Pada orang dewasa, bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di dalam usus akan memecahkan bilirubin. Pada bayi baru lahir, bakteri ini sangat sedikit sehingga banyak bilirubin yang dibuang melalui tinja yang menyebabkan tinjanya berwarna kuning terang. Tetapi bayi baru lahir juga memiliki suatu enzim di dalam ususnya yang dapat merubah sebagian bilirubin dan menyerapnya kembali ke dalam darah, sehingga terjadi jaundice (sakit kuning).
Karena kadar bilirubin darah semakin meningkat, maka jaundice menjadi semakin jelas. Mula-mula wajah bayi tampak kuning, lalu dada, tungkai dan kakinya juga menjadi kuning.
Biasanya hiperbilirubinemia dan sakit kuning akan menghilang setelah minggu pertama.

Kadar bilirubin yang sangat tinggi bisa disebabkan oleh pembentukan yang berlebihan atau gangguan pembuangan bilirubin.
Kadang pada bayi cukup umur yang diberi susu ASI, kadar bilirubin meningkat secara progresif pada minggu pertama; keadaan ini disebut jaundice ASI. Penyebabnya tidak diketahui dan hal ini tidak berbahaya. Jika kadar bilirubin sangat tinggi mungkin perlu dilakukan terapi cahaya bilirubin.

GEJALA
Sebagian besar kasus hiperbilirubinemia tidak berbahaya, tetapi kadang kadar bilirubin yang sangat tinggi bisa menyebabkan kerusakan otak (keadaannya disebut kern ikterus).
Kern ikterus adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan bilirubin di dalam otak, sehingga terjadi kerusakan otak. Biasanya terjadi pada bayi yang sangat prematur atau bayi yang sakit berat.
Gejalanya berupa:
- rasa mengantuk
- tidak kuat menghisap
- muntah
- opistotonus (posisi tubuh melengkung, leher mendekati punggung)
- mata berputar-putar ke atas
- kejang
- bisa diikuti dengan kematian.
Efek jangka panjang dari kern ikterus adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan serebral (pengontrolan otot yang abnormal, cerebral palsy), tuli dan mata tidak dapat digerakkan ke atas.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan adanya peningkatan kadar bilirubin.

PENGOBATAN
Hiperbilirubinemia ringan tidak memerlukan pengobatan.
Lebih sering menyusui bayi, akan mempercepat pembuangan isi usus sehingga mengurangi penyerapan kembali bilirubin dari usus dan menurunkan kadar bilirubin dalam darah.

Jika kadar bilirubin lebih tinggi, bisa dilakukan fototerapi, dimana bayi disinari dengan cahaya bilirubin.
Cahaya yang diarahkan ke kulit bayi menyebabkan suatu perubahan kimia pada molekul bilirubin di dalam jaringan bawah kulit. Dengan adanya perubahan ini, maka bilirubin bisa segera dibuang tanpa harus diubah terlebih dahulu oleh hati.

Jika kadar bilirubin sangat tinggi, dilakukan terapi ganti, dimana darah bayi dibuang untuk membuang bilirubin dan diganti dengan darah segar.

Pada jaundice ASI, kadang pemberian ASI harus dihentikan selama 1-2 hari. Segera setelah kadar bilirubin mulai menurun, ASI boleh kembali diberikan.

Hipotermia Pada Bayi Baru Lahir

Hipotermia adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh berada dibawah 35?Celsius.

PENYEBAB
Luas permukaan tubuh pada bayi baru lahir (terutama jika berat badannya rendah), relatif lebih besar dibandingkan dengan berat badannya sehingga panas tubuhnya cepat hilang.
Pada cuaca dingin, suhu tubuhnya cenderung menurun.

Panas tubuh juga bisa hilang melalui penguapan, yang bisa terjadi jika seorang bayi yang baru lahir dibanjiri oleh cairan ketuban.

GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- bayi tampak mengantuk
- kulitnya pucat dan dingin
- lemah, lesu
- menggigil.

Hipotermia bisa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah), asidosis metabolik (keasaman darah yang tinggi) dan kematian.

Tubuh dengan cepat menggunakan energi agar tetap hangat, sehingga pada saat kedinginan bayi memerlukan lebih banyak oksigen. Karena itu, hipotermia bisa menyebabkan berkurangnya aliran oksigen ke jaringan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pengukuran suhu tubuh.

PENGOBATAN
Bayi dibungkus dengan selimut dan kepalanya ditutup dengan topi.

Jika bayi harus dibiarkan telanjang untuk keperluan observasi maupun pengobatan, maka bayi ditempatkan dibawah cahaya penghangat.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah hipotermia, semua bayi yang baru lahir harus tetap berada dalam keadaan hangat.
Di kamar bersalin, bayi segera dibersihkan untuk menghindari hilangnya panas tubuh akibat penguapan lalu dibungkus dengan selimut dan diberi penutup kepala.