Showing posts with label Libido. Show all posts
Showing posts with label Libido. Show all posts

Tuesday, November 16, 2010

Libido Terganggu Gara-gara Obat Hipertensi?

T. Saya menderita tekanan darah tinggi dan obat yang diberikan oleh dokter mempengaruhi libido saya. Kata dokter itu adalah efek samping yang biasa terjadi, dan saya harus tetap meminum obat tersebut. Apa yang harus saya lakukan?

J. Hipertensi dan obatnya memang terbukti dapat mempengaruhi fungsi seksual seseorang. Obat anti hipertensi dapat mempengaruhi berbagai area fungsi seksual termasuk libido, ereksi, lama ereksi dan ejakulasi. Obat yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda pula pada fungsi seksual. Karena Anda tidak menyebutkan jenis obat anti hipertensinya, agak sulit bagi saya untuk membantu memberitahu bagaimana mengatasi efek dari obat tersebut. Anda bisa coba meminta pada dokter yang memerikas Anda untuk memberikan obat anti hipertensi yang dapat mengontrol tekanan darah namun memiliki efek sangat minimal terhadap fungsi-fungsi seksual. Supaya Anda dapat tetap minum obat dan menjaga kualitas seksual.(Kompas,Senin, 25 Agustus 2008)

Tuesday, November 9, 2010

5 Hal Seputar Penurunan Libido Pria


Siapa bilang pria selalu siap berhubungan seks kapan saja? Bahkan kaum adam pun memiliki masalah dengan hasrat seksual. Masalah penurunan libido pada pria ini bahkan cukup serius. Kenali lebih dahulu tandanya untuk mengatasi masalahnya.

1. Ancaman bagi hubungan berpasangan
Masalah penurunan hasrat seks pada pria menjadi isu serius untuk hubungan berpasangan. Penderitanya perlu segera mencari berbagai kemungkinan penyebabnya. Berkonsultasi dengan dokter bisa menjadi langkah awal. Namun, penting disadari bahwa stres merupakan penyebab utama menurunnya libido. Jadi sebaiknya mulailah mengontrol stres dalam keseharian. Meyakinkan pasangan bahwa dirinya masih menarik, dan bukan penyebab, juga penting. Hal ini bisa membantu hubungan tetap sehat sambil mencari solusi masalahnya.

2. Masalah psikis dan emosi bisa menjadi penyebabnya
Depresi, stres, kualitas tidur yang buruk, dan konflik dalam hubungan, adalah beberapa saja penyebab menurunnya libido pada pria. Hal ini perlu disadari sejak awal. Karena jika tidak, hubungan bisa memburuk karena pasangan berpikir Anda tak lagi menarik baginya, dan bahkan berasumsi pasangan melirik perempuan lain.

3. Penyakit fisik mempengaruhi libido

Diabetes, gangguan jantung, dan Parkinson adalah beberapa penyakit fisik yang mempengaruhi libido pada pria. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Jika penanganan keliru akan timbul masalah lain seperti disfungsi ereksi.

4. Level testosteron rendah
Level testosteron yang rendah menimbulkan gejala seksual dan masalah kesehatan lain seperti menurunnya libido, disfungsi ereksi, penipisan tulang, dan depresi. Terapi penggantian testosteron memungkinkan, dan efektif untuk pria yang mengalami masalah ini. Pria akan menjalani terapi hormon untuk meningkatkan level testosteronnya.

5. Penurunan libido berbeda dengan disfungsi ereksi
Pria yang mengalami disfungsi ereksi umumnya memiliki hasrat seks yang kuat. Namun, mereka kesulitan untuk mengontrol ereksi terkait dengan masalah sirkulasi dan saraf. Sejumlah obat seperti Viagra bisa mengatasi masalah ini, dengan konsultasi dokter tentunya. Karena jika penanganan tidak tepat, bisa mengarah kepada penyakit kardiovaskular. Sedangkan pria dengan libido rendah, umumnya bisa mengontrol ereksi. Tetapi karena sejumlah faktor, dorongan untuk berhubungan seks rendah.

(Sumber: LiveStrong , Kompas,Selasa, 4/5/2010)

Libido Wanita Mudah Anjlok, Pria Lebih Konsisten

GAIRAH seks perempuan langsung bangkit begitu berada dalam suasana yang aman. Tapi setelah empat tahun menikah atau berpacaran atau kumpul kebo, dorongan seksual wanita menurun.

Berdasarkan penelitian, hanya kurang dari separuh wanita berusia 30 tahun yang menginginkan seks secara reguler. Sementara itu, libido laki-laki tak terpengaruh oleh lamanya relationship, termasuk dalam pernikahan.

Jurnal Human Nature yang terbit pekan ini menyebutkan bahwa perbedaan ini merupakan bagian dari bagaimana manusia mengalami evoluasi. Seorang lelaki memiliki libido yang stabil bisa jadi disebabkan oleh persaingan sifat dengan sesama lelaki untuk sama-sama melindungi perempuan.

Para peneliti dari Rumah Sakit Universitas Hamburg Eppendorf telah mewawancarai 530 pria dan wanita untuk penelitian ini. Hasilnya, 60 persen dari perempuan berusia 30-an tahun menginginkan hubungan seks lebih sering pada awal-awal perkenalan (pernikahan). Tapi dalam masa empat tahun, angka tersebut cenderung menurun hingga di bawah 50 persen.

Untuk kaum Adam, tingkat wanting regular sex bertahan pada angka 60-80 persen. Mereka tak terpengaruh lamanya pacaran atau pernikahan.

Satu hal lagi yang sangat menonjol dari penelitian ini adalah faktor kelembutan (tenderness) bagi perempuan. Sekitar 90 persen perempuan menginginkan kelembutan dari pasangannya, baik pada awal-awal pernikahan atau pacaran hingga akhir hayatnya. Sebaliknya, hanya 25 persen lelaki menginginkan kelembutan. Itu pun dalam kurun waktu 10 tahun menikah/pacaran.

Dr Dietrich Klusmann yang memimpin penelitian ini yakin bahwa perbedaan seksual ini merupakan bagian dari evoluasi manusia. ”Untuk laki-laki, alasan konsisten dalam seks adalah keinginannya untuk selalu melindungi pasangan dari godaan lelaki lain,” katanya.

Di akhir penjelasannya, dr Dietrich bilang bahwa perempuan mengalami evolusi sedemikian rupa sehingga memiliki dorongan seksual tinggi justru ketika mereka baru berkenalan. Mengapa begitu? Ini merupakan tahap awal untuk membentuk apa yang disebut pair bond atau perikatan dengan pasangannya. Nah, ketika hubungan sudah mulai cair, libido perempuan turun.

Ia menambahkan bahwa studi tentang tingkah laku binatang memberikan gambaran bagaimana perempuan saat itu mengalihkan pandangan ke lelaki lain atau pria idaman lain (PIL). Ini untuk mengamankan kombinasi genetiknya.

Kemungkinan lain, perempuan membatasi hasrat seksual justru untuk menggoda atau memancing gairah pasangannya.
(Sumber : Warta Kota, Kompas,Sabtu, 4 April 2009)

Membangkitkan Kembali Libido Secara Natural

Menurut sebuah studi yang dilaporkan Journal of the American Medical Association, sebanyak 43 persen wanita berusia di bawah 60 tahun memiliki semacam disfungsi seksual, pengurangan libido, atau hilangnya nafsu seksual. Untuk mengatasinya, tentu Anda harus mencari tahu dulu apa yang menjadi akar penyebabnya. Setelah itu, barulah Anda menjawab kebutuhan tubuh Anda untuk bisa mengembalikan libido tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda mengembalikan rasa ingin bercinta dengan suami dengan cara natural. Tentunya dalam hal ini, tubuh Anda masih dalam kondisi kesehatan yang baik.

Acara masak romantis
Menurut Martha Hopkins, pengarang  Intercourses' An Aphrodisiac Cookbook, memasak untuk orang lain atau memasak dengan si dia merupakan aktivitas yang bisa dimaksudkan sebagai tanda bahwa “Saya menyayangimu, kamu sepadan dengan usaha dan waktu yang saya keluarkan”, yang bisa menjadi sebuah pembangkit gairah yang dahsyat. Untuk mereka yang sudah lama berhubungan, acara memasak bersama bisa menjadi momen untuk melakukan kencan seru, dan kesempatan untuk mengembalikan percikan cinta lama. Sementara untuk mereka yang baru berkencan, acara semacam ini bisa menjadi semacam pemecah kebekuan suasana yang seksi.

Makanan pembangkit mood
Ketika menyangkut afrodisiak (makanan pembangkit gairah), tak ada aturan bakunya. Intinya lebih ke imajinasi. Otak adalah organ seksual terkuat. Hopkins menyarankan untuk membuat makanan yang mudah dan cepat dibuat, sehingga Anda tak kelelahan seusai memasaknya. Makanan favorit yang sering digunakan banyak pasangan adalah cokelat yang meleleh di mulut, karena mengandung cocoa butter (bubuk kakao yang dipadatkan). Cocoa butter merupakan salah satu bentuk lemak yang meleleh dengan temperatur tubuh. Rasa sensual mengecap cokelat ke dalam lidah Anda memicu rasa kepuasan serupa saat sedang bercinta.

Menyelesaikan problem hubungan
Kepuasan dalam hubungan adalah bagian terpenting untuk memastikan kepuasan seksual. Umumnya, ketika wanita merasa kesal akan sesuatu, ia akan membawanya ke atas ranjang. Bagaimana bisa mendapatkan gairah bercinta yang hebat jika kita merasa dikecilkan atau tidak nyaman dengan orang yang tidur dengan kita malam itu? Merasa tidak dihargai, menahan marah, merasa si pasangan tidak berusaha untuk mempertahankan hubungan, dan merasa tidak didukung membuat libido wanita menghilang. Karenanya, ketika masalah terselesaikan dan mendapatkan kepastian akan penyelesaian masalah, seharusnya libido wanita bisa kembali lagi.

Menstimulasi indera
Menstimulasi indera-indera dalam tubuh, seperti memasang lagu-lagu favorit atau menyemprotkan wewangian yang seksi bisa mempengaruhi libido seorang wanita. Indera-indera pada tubuh memiliki kemampuan untuk meningkatkan libido dengan cara yang berbeda. Disarankan untuk menstimulasi indera dengan cara yang berbeda-beda. Misal, cari kumpulan lagu baru, berikan penutup mata pasangan (bisa dengan scarf lembut), agar ia bisa memfokuskan diri pada indera lain yang sedang distimulasi. Cara lainnya, Anda bisa gunakan lotion wangi untuk pijatan. Gunakan imajinasi Anda untuk menstimulasi indera yang berbeda.

Mencintai tubuh sendiri
Gairah bercinta yang menurun seringkali diakibatkan oleh rendahnya imej tubuh. Menghadapinya? Cobalah lakukan “latihan bercermin”. Caranya, berdirilah di depan cermin yang bisa memberikan Anda pandangan ke seluruh tubuh Anda. Tanpa mengenakan pakaian sehelai pun, lihatlah tubuh yang sudah dianugerahkan Tuhan untuk Anda. Sebutkan hal-hal yang Anda sukai dari tubuh Anda. Lakukan latihan ini sendiri setiap harinya, hingga Anda merasa cukup  percaya diri untuk melakukannya dengan suami. Jika seorang wanita sudah bisa merasa percaya diri dengan tubuhnya sendiri, ia akan merasa lebih seksi, dan membuatnya ingin berinisiatif untuk melanjutkan aktivitas seksual.

Berpikir ke luar kamar tidur
Ada beberapa aktivitas simpel yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk membantu libido Anda tetap tinggi. Seperti yang disebutkan di atas tadi, rasa mencintai tubuh sendiri dan stimulasi rangsangan seksual lewat pikiran (otak) adalah hal yang penting untuk wanita. Salah satu ide yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat sebuah kumpulan catatan tentang hal-hal yang membuat Anda merasa seksi. Misal, dengan menyimpan satu kotak kecil yang berisi catatan akan hal-hal yang membuat Anda merasa seksi. Lalu, di malam hari, coba ambil satu dan lakukan hal tersebut. Cara lainnya, simpan sebuah buku harian yang isinya mengenai apa pun tentang seks yang terlintas di pikiran Anda, termasuk hal-hal yang membuat Anda merasa terangsang. Lalu sesekali bacalah keseluruhannya, dan lihat bagaimana hal-hal yang sudah Anda tulis mampu membuat Anda terangsang, temukan sisi sensual Anda. Sesekali, Anda perlu mewujudkan fantasi Anda, saling bergantian memberi dan menerima kenikmatan seksual, mendobrak tabu kultural.

Menciptakan keintiman
Ada suatu istilah untuk wanita yang memiliki waktu untuk segalanya, tetapi tidak untuk kehidupan seksualnya, yakni “hurried woman syndrome” (sindrom wanita yang terburu-buru). Ini merupakan salah satu penyebab utama rendahnya libido yang tak berkaitan dengan hormon dalam tubuh. Menyangkut tugas-tugas, masalah anak, pekerjaan, kebutuhan suami, masalah tetangga, dan lainnya sudah membuatnya kehabisan energi dan waktu. Akhirnya tak ada cukup waktu tersisa untuk bisa menghabiskan masa berintim bersama suami. Jika ini adalah masalah utamanya, maka ini menyangkut hal prioritas ulang, dan menempatkan seks sebagai masalah keintiman, tak hanya hubungan badan saja.

Foreplay yang lebih lama

Pilihlah lokasi yang lebih sunyi, nyaman, dan tak terganggu. Seiring bertambahnya waktu, perubahan fisik bisa mengakibatkan Anda butuh waktu tambahan untuk mencapai gairah dan orgasme. Di usia paruh baya, respons seksual wanita akan cenderung menurun karena ada penurunan level hormon dan berkurangnya produksi lubrikan. Cairan pelumas dan alat bantu seks lainnya bisa membantu untuk memulai hubungan badan.

Beristirahat dan relaksasi

Stres, kelelahan, menopause, dan sakit bisa mengurangi keinginan seksual wanita. Umumnya pria menggunakan seks untuk mengendurkan ketegangan, sementara wanita harus tenang dan tidak tegang untuk bisa mencapai kepuasan seksual. Banyak pasangan melakukan hubungan seksual di penghujung hari, padahal pada waktu ini, level energi berada di paling bawah. Disarankan untuk menyiapkan waktu di pagi atau awal hari agar bisa mendapatkan semangat dan energi. Selain itu, meningkatkan ekspektasi bercinta sebelum tiba di rumah juga bisa membantu meningkatkan semangat untuk bercinta. Surat elektronik, SMS, atau telepon seksi sebelum pulang bisa membantu menyematkan rangsangan di otak, sebelum waktunya bercinta.

Menemukan zona nyaman
Film-film dewasa mengenai seksualitas seakan mendokrin dan membuat kita berpikir bahwa seks harus berupa spontan dan sempurna. Padahal tak selalu begitu adanya di kehidupan nyata. Banyak dari kita merasa gagal dalam kehidupan seksual karena adanya pendapat semacam ini. Bicarakan dengan pasangan Anda mengenai aktivitas apa dan kapan harus beraktivitas seksual. Kejujuran dan komunikasi bisa menumbuhkan hasrat lebih dahsyat ketimbang pil atau suplemen apa pun. Seringkali, kasih sayang yang tulus dan rasa cinta yang amat sangat bisa membawa seseorang ke kepuasan yang tinggi. Begitu pula dengan rasa pengertian akan masalah yang dihadapi si pasangan bisa menjadi afrodisiak yang sangat ampuh.

(Sumber: aol , Kompas,Kamis, 26/11/2009)

Tingkatkan Libido dengan Saling Memijat


Gairah seks, disadari atau tidak, bisa berkurang atau bahkan melemah. Penyebabnya bisa karena kurang istirahat, perasaan positif atas tubuh dan diri sendiri, atau fluktuasi hormon. Jangan khawatir, karena ini gejala normal dan bisa diatasi dengan lima langkah. Coba praktekkan cara berikut untuk menaikkan libido:

1. Konsumsi tiram
Banyak penelitian menyebutkan tiram mengandung seng yang bisa merangsang libido. Biologist asal Australia George Fisher, mengungkapkan bahwa tiram mengandung asam amino yang langka (D-aspartic acid dan N-methyl-D-aspartate), yang merangsang hormon seks dan meningkatkan libido.

2. Konsumsi makanan pedas
Molekul pada cabai yang membuatnya pedas meningkatkan kerja jantung dan membantu tubuh melepas endorphin (hormon yang dilepaskan usai olahraga). Secara alamiah, zat ini membuat tubuh siap untuk bercinta.

3. Olahraga
Kata kunci yang satu ini memang positif untuk banyak hal, termasuk seks. Olahraga bisa menaikkan produksi libido dan menambah endorphin. Olahraga juga mengurangi stres sehingga membuat tubuh dan pikiran lebih santai dan lebih berhasrat.

4. Suplemen ginkgo biloba
Suplemen herbal ini diproduksi dari daun pohon ginkgo biloba. Discovery Health, dalam website-nya, mengutarakan bahwa ginkgo biloba meningkatkan aliran darah ke otak dan organ-organ seksual.

5. Pijatan secara bergantian
Bergantian memberikan pijatan kepada pasangan tak sekadar ditujukan untuk relaksasi, tetapi juga untuk menaikkan gairah seksual. Pijatan mampu mengalahkan stres, kekhawatiran, dan kemarahan. Apalagi, jika Anda dan pasangan melakukannya di kamar dengan cahaya redup dan musik favorit yang menenangkan.
( Sumber : LiveStrong, Kompas, Jumat, 9 April 2010)

Trik Membicarakan Penurunan Libido Suami

Saat Anda menyadari hasrat seksual suami mulai menurun, segudang pertanyaan pasti mulai menguasai pikiran. Persoalan ini cukup sensitif, bahkan bisa jadi suami Anda sebenarnya sudah menyadari masalahnya, dan merasa cemas jika kemudian Anda mulai menyadarinya. Mengidentifikasi masalah hingga mencari jalan untuk mendapatkan kembali hubungan seks yang lebih sehat, bisa dimulai dari komunikasi yang baik.

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan bersama pasangan:

1. Awali dengan pesan positif
Mulailah pembicaraan dengan mengungkapkan pesan positif kepada suami, seperti membicarakan perbuatan suami belakangan ini yang membuat Anda senang. Berikan juga apresiasi atas kerja kerasnya di kantor atau di rumah. Memulai pembicaraan dengan mengungkapkan hal positif menimbulkan atmosfir kasih sayang, sehingga membuat suami lebih nyaman mengutarakan masalah libidonya.

2. Melibatkan diri dalam masalah
Persoalan penurunan libido pada pasangan merupakan isu sensitif. Anda perlu menjadi bagian di dalamnya, dan hindari kesan menuduh pasangan yang bersalah. Mulailah dengan menyebutkan bahwa ada yang berubah dalam hubungan Anda dan pasangan. Ungkapkan berbagai kemungkinannya, anggaplah Anda menjadi bagian masalah dengan mengakui bahwa waktu untuk berduaan semakin berkurang, misalnya. Akibatnya kedekatan Anda dan pasangan berubah, dan mempengaruhi mood suami. Menjadi bagian dari masalah, membuat Anda dan pasangan lebih mudah membuka diri untuk mencari solusi.

3. Identifikasi masalah
Analisa berbagai kemungkinan penyebab penurunan libido. Romantisme yang memudar bisa menjadi salah satu penyebabnya, dan ini bisa datang dari Anda atau suami. Kenali apakah stres akibat pekerjaan, atau bahkan depresi, mempengaruhi keharmonisan. Mengungkapkan berbagai kemungkinan penyebab ini bisa membantu suami mengenali masalahnya, dan tidak merasa dipermalukan.

4. Tanyakan pasangan, apa yang bisa Anda bantu
Anda perlu bertanya kepada suami, cara apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya. Pakar kesehatan seksual Alex Santoso, PhD, dan  Hanita Ina, MD, menuliskan penurunan gairah seksual lebih banyak disebabkan oleh hubungan personal dan lingkungan, daripada masalah medis. Jadi, sebaiknya tanyakan kepada pasangan, hal apa yang bisa membuatnya lebih bergairah. Anda juga perlu komitmen untuk membantu suami membangkitkan gairah seks. Jika suami menginginkan terapi, bantu dia untuk mendapatkan terapis yang sesuai.

5. Menyesuaikan hasrat Anda dengan pasangan
Jika biasanya Anda dan pasangan melakukan hubungan seks normal tiga atau empat kali seminggu, sebaiknya Anda mulai menyesuaikan kondisi suami. Pasangan yang mengalami penurunan libido perlu waktu untuk membangkitkannya kembali. Jangan lantas kecewa ketika suami menolak berhubungan seks terlalu sering karena tidak mood, misalnya. Mengurangi frekuensi hubungan seks menjadi salah satu penyesuaian Anda dengan kondisi pasangan.


(Sumber: LiveStrong , Kompas, Selasa, 4/5/2010)