Showing posts with label Kesuburan Suami Istri. Show all posts
Showing posts with label Kesuburan Suami Istri. Show all posts

Sunday, November 14, 2010

8 Cara Alami Meningkatkan Kesuburan


Ketika Anda menikah dalam usia yang masih muda, Anda mungkin berencana untuk menunda kehamilan. Pada saat itu, Anda mungkin tidak menyadari bagaimana kondisi fisik Anda. Apakah tubuh Anda kelak mampu mempertahankan kehamilan? Apakah gaya hidup Anda tidak menyebabkan penurunan kesuburan? Tiba-tiba ketika Anda merasa sudah siap hamil, sejumlah masalah Anda hadapi. Yang paling umum terjadi adalah masalah infertilitas itu.
 

Infertilitas memang sangat umum terjadi; di Amerika terjadi pada satu dari delapan pasangan. Masalah ini juga bisa diatasi, baik dari usaha Anda sendiri maupun dengan bantuan medis. Jika Anda berniat untuk memperbaiki kesuburan dengan cara alami, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Berhubungan intim secara teratur
Melakukan hubungan intim secara teratur mampu mengendalikan siklus bulanan Anda, sekaligus menunda penurunan kadar estrogen ketika usia kita bertambah. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan kesuburan, demikian menurut penelitian Winnifred Cutler, PhD, pendiri Athena Institute di Chester Springs, Pennsylvania. Meningkatnya kadar estrogen juga sering dikaitkan dengan densitas tulang, sistem kardiovaskuler yang lebih sehat, kolesterol jahat yang lebih rendah, dan kolesterol baik yang lebih tinggi, serta menopause yang lebih ringan.

Jaga berat badan
Memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi dari 25 dapat meningkatkan berbagai masalah kesehatan, seperti sindrom indung telur polikistik, yang mengacaukan siklus menstruasi Anda dan menghalangi rencana Anda untuk hamil tanpa komplikasi. Berolahragalah secara teratur, untuk membuat IMT Anda antara 18,5 dan 25.

Berhenti merokok
Merokok ternyata tidak hanya mengacaukan kesehatan paru-paru dan jantung. Studi baru menunjukkan bahwa merokok bisa meningkatkan risiko menopause dini. Racun di dalam nikotin bisa mengganggu ovulasi. Namun, dengan berhenti merokok sekarang Anda bisa melindungi kesuburan Anda.

Tidur cukup
Dari penelitian, terlihat bahwa perempuan yang telah berkurang kesuburannya memiliki kadar leptin yang rendah. Leptin adalah hormon yang memengaruhi rasa lapar dan berat badan. Kadar leptin akan menurun jika Anda tidak cukup tidur. Jadi, cobalah untuk tidur 7-8 jam setiap hari.

Membersihkan rumah
Bahan-bahan kimia yang terdapat pada produk-produk pembersih rumah ternyata bisa melemahkan kesuburan. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Health Perspectives, polybrominated diphenyl ethers (PBDE, bahan pencegah api pada beberapa mainan, plastik, dan bahan pakaian), perempuan kadar PBDE pada darah yang tinggi butuh waktu dua kali lebih lama untuk dibuahi ketimbang mereka yang memiliki kadar PBDE lebih rendah. Bahan kimia ini bisa mengubah fungsi thyroid dan mengacaukan kadar hormon seks. PBDE bisa bertahan hidup dalam debu yang kita hirup atau sentuh. Karena itu, cucilah tangan setiap kali Anda selesai beraktivitas, untuk melenyapkan berbagai residu dari racun.

Rajin periksa
Infeksi penularan seksual seperti klamidia bisa menyebabkan radang panggul, dan meninggalkan luka pada saluran telur. Hal ini, bisa menyebabkan ketidaksuburan. Jika Anda tergolong aktif secara seksual, lakukan safe sex, dan berkonsultasilah secara rutin pada dokter kandungan untuk memonitor kesehatan reproduksi Anda.

Makan es krim
Para pecinta es krim pasti suka dengan berita ini. Sebab menurut studi dari Harvard School of Public Health, Boston, semua produk ulahan susu dengan lemak penuh (seperti keju, es krim, dan susu) bisa membantu Anda untuk hamil. Senyawa yang larut dalam lemak, yang ditemukan dalam produk-produk tersebut, kemungkinan meningkatkan peluang Anda untuk konsepsi.

Asam folat
Dulu, asam folat hanya direkomendasikan untuk perempuan hamil. Namun suplemen ini (disarankan dengan dosis 400 mcg per hari) sekarang dipertimbangkan sebagai pengobatan untuk semua perempuan dalam usia produktif, demikian menurut Mark Gapinski, MD,dokter kandungan dan kebidanan di Central DuPage Hospital di Winfield, Illinois. Asam folat, yang merupakan bagian dari vitamin B kompleks, digunakan untuk memproduksi dan mempertahankan sel-sel baru dalam kulit, rambut, kuku, dan seluruh tubuh. Folat, yang juga dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti lentil, sayuran hijau seperti bayam, alpukat, dan buah kiwi, juga berfungsi mencegah keguguran dan cacat otak pada bayi.

Sumber: SELF , Kompas,Senin, 27/9/2010

Saturday, May 15, 2010

Infertilitas Pada Perempuan

Sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrsepsi, tapi belum hamil juga? Jika kondisi ini Anda alami lebih dari setahun maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi Anda mengidap infertilitas.

Apakah infertilitas itu? Apa penyebab dan bagaimana solusinya?

Infertilitas tidak sama dengan kemandulan

Di bidang reproduksi, infertilitas diartikan sebagai kekurangmampuan pasangan untuk menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidakmampuan mutlak untuk memiliki keturunan.

Jadi, pasangan suami istri dikategorikan mengalami infertilitas bila tidak juga mengalami pembuahan, sekalipun sudah melakukan hubungan seksual secara teratur - tanpa kontrasepsi - dalam periode setahun. Sedangkan kemandulan atau sterilitas adalah perempuan yang rahimnya telah diangkat atau laki-laki yang telah dikebiri (dikastrasi).

Penyebab Infertilitas
Berdasarkan catatat WHO, diketahui penyebab infertilitas pada perempuan di antaranya, adalah: faktor Tuba fallopii (saluran telur) 36%, gangguan ovulasi 33%, endometriosis 6%, dan hal lain yang tidak diketahui sekitar 40%.

Ini artinya sebagian besar masalah infertilitas pada perempuan disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi atau karena gangguan proses ovulasi.

1. Gangguan pada organ reproduksi

Ada beberapa gangguan yang biasanya terdapat pada vagina, di antaranya:

- Tingkat keasaman tinggi
Bila terjadi infeksi pada vagina, biasanya kadar keasaman dalam vagina akan meningkat. Kondisi ini akan menyebabkan sperma mati sebelum sempat membuahi sel telur. Kadar keasaman vagina juga menyebabkan vagina mengerut sehingga perjalanan sperma di dalam vagina terhambat.

- Gangguan pada leher rahim, uterus (rahim) dan Tuba fallopi (saluran telur)
Dalam keadaan normal, pada leher rahim terdapat lendir yang dapat memperlancar perjalanan sperma. Jika produksi lendir terganggu, maka perjalanan sperma akan terhambat. Sedangkan jika dalam rahim, yang berperan adalah gerakan di dalam rahim yang mendorong sperma bertemu dengan sel telur matang. Jika gerakan rahim terganggu, (akibat kekurangan hormon prostaglandin) maka gerakan sperma melambat. Terakhir adalah gangguan pada saluran telur. Di dalam saluran inilah sel telur bertemu dengan sel sperma. Jika terjadi penyumbatan di dalam saluran telur, maka sperma tidak bisa membuahi sel telur. Sumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit salpingitis, radang pada panggul (Pelvic Inflammatory Disease) atau penyakt infeksi yang disebabkan oleh jamur klamidia.

2. Gangguan Ovulasi
Ovulasi atau proses pengeluaran sel telur dari ovarium terganggu jika terjadi gangguan hormonal. Salah satunya adalah polikistik. Gangguan ini diketahui sebagai salah satu penyebab utama kegagalan proses ovulasi yang normal. Ovarium polikistik disebabkan oleh kadar hormon androgen yang tinggi dalam darah. Kadar androgen yang berlebihan ini mengganggu hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) dalam darah. Gangguan kadar hormon FSH ini akan mengkibatkan folikel sel telur tidak bisa berkembang dengan baik, sehingga pada gilirannya ovulasi juga akan terganggu.

3. Kegagalan implantasi
Setelah sel telur dibuahi oleh sperma dan seterusnya berkembang menjadi embrio, selanjutnya terjadi proses nidasi (penempelan) pada endometrium. Perempuan yang memiliki kadar hormon progesteron rendah, cenderung mengalami gangguan pembuahan. Diduga hal ini disebabkan oleh antara lain karena struktur jaringan endometrium tidak dapat menghasilkan hormon progesteron yang memadai.

4. Endometriosis
Endometriosis adalah istilah untuk menyebutkan kelainan jaringan endometrium (rahim) yang tumbuh di luar rahim. Jaringan abnormal tersebut biasanya terdapat pada ligamen yang menahan uterus, ovarium, Tuba fallopii, rongga panggul, usus, dan berbagai tempat lain. Sebagaimana jaringan endometrium normal, jaringan ini mengalami siklus yang menjadi respon terhadap perubahan hormonal sesuai siklus menstruasi perempaun.

Solusi
Karena disebabkan oleh berbagai faktor, maka sangat dianjurkan agar pasangan suami dan istri memeriksakan diri lebih dini, agar diketahui penyebabnya. Tidak semua kasus dapat dibantu dengan pengobatan, beberapa di antaranya (kelainan anatomi dan bentuk) membutuhkan penanganan medis via operasi.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kandungan melalui serangkaian tes laboratorium seperti tes darah, kencing serta kadar hormon. Jika dibutuhkan, dokter biasanya menyarankan agar dilakukan pemeriksaan radiologis (USG, HSG), bahkan tindakan operasi (laparaskopi) untuk mencari/mengobati penyebabnya.(conectique.com)

Saturday, May 8, 2010

Usia Ideal Memiliki Anak

Banyak perempuan yang bertanya kapan sebenarnya usia yang tepat atau ideal untuk memiliki anak. Karena perempuan akan dikejar oleh usia produktif dan usia rawan untuk hamil.

Umur merupakan faktor penting dalam menentukan waktu yang ideal untuk hamil. Tubuh perempuan akan mengalami perubahan sepanjang hidupnya, karena itu perempuan ingin memiliki anak pada usia yang ideal. Selain umur kondisi fisik juga menjadi faktor penentu, seorang wanita muda mungkin lebih berpengalaman dan mampu dalam membesarkan anak.

Secara fisik usia yang ideal untuk hamil adalah antara umur 18 sampai 20 tahun. Karena pada usia tersebut seorang perempuan kemungkinan sedikit mengalami komplikasi dan memiliki tubuh yang sehat dan subur, seperti dikutip dari eHow, Kamis (1/10/2009).


Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kesuburan seorang perempuan mulai menurun setelah berusia 20 tahun dan akan menurun dengan cepat setelah berusia 35 tahun. Karenanya pada usia tersebut dianggap ideal untuk memiliki anak.


Tapi ada faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh perempuan. Anak merupakan investasi masa depan dan seharusnya perempuan yang ingin memiliki anak harus sudah siap secara finansial dan emosi. Harus dipertimbangkan pula apakah dapat memberikan anak kasih sayang sepenuhnya, kesehatan dan pendidikan yang baik serta apakah nantinya anak akan mempengaruhi karir serta ambisi sang ibu.

Sementara usia remaja lebih berisiko mengalami komplikasi pada kehamilannya, serta angka kematian bayi lebih tinggi terjadi pada remaja yang hamil. Remaja yang sudah menjadi ibu biasanya belum siap secara finansial dan emosi untuk memiliki anak.

Untuk perempuan yang berusia diatas 35 tahun secara fisik bukan usia yang ideal untuk memiliki anak. Karena pada usia tersebut produksi hormon progesteron sedikit, padahal hormon tersebut penting untuk membantu penanaman sel telur dalam lapisan rahim. Perempuan yang berusia 35 tahun ke atas kemungkinannya kecil untuk bisa hamil secara alami dan lebih berisiko mengalami keguguran.

Tentu saja hal terpenting yang harus dipikirkan dalam menentukan waktu untuk memiliki anak adalah kesiapan secara fisik, emosi dan keuangan. Karena mungkin saja hal tersebut terjadi di luar dari apa yang dianggap ideal.

(Vera Farah Bararah - detikHealth, Foto: open.salon.com)

Perempuan Kehilangan 90 Persen Sel Telur Saat Usia 30 Tahun

Kenapa perempuan usia 30 tahun ke atas sangat sulit hamil? Peneliti telah menemukan jawabannya. Perempuan kehilangan 90 persen sel telurnya ketika memasuki usia 30 tahun.

Perempuan sudah memakai 90 persen sel telurnya saat usianya 30 tahun. Meski masih bisa memproduksi sel telur saat usia 30 hingga 40-an tahun, namun cadangan sel telur terus menyusut cepat.

Peneliti mengatakan tubuh memilih telur yang terbaik dari cadangannya. Sementara kualitas sel telur perempuan akan semakin memburuk saat usia bertambah dan meningkatkan kesulitan dalam mendapatkan bayi yang sehat.

Penelitian yang dilakukan University of St Andrews dan Edinburgh University adalah yang pertama mengenai cadangan penurunan jumlah ovarium yang begitu cepat dan kesulitan pembuahan benih menjelang menopause.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata perempuan memiliki 300 ribu sel telur tetapi jumlah ini akan menurun dengan cepat dibanding pemikiran semula. Pada usia 30 tahun perempuan hanya memiliki cadangan sel telur 12 persen dan 3 persen pada usia 40 tahun.


Dr Hamish Wallace dalam tulisannya menuturkan penelitian yang telah dilakukan ini bisa menunjukkan prospek tingkat kesuburan para perempuan.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa 95 persen perempuan pada usia 30 tahun hanya punya 12 persen cadangan ovarium maksimal dan pada usia 40 tahun hanya tiga persen yang tersisa," katanya seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (28/1/2010).

Peneliti mengatakan banyak wanita yang berpikiran salah dengan menganggap mereka masih bisa memproduksi sel telur dan menjaga tingkat kesuburannya. Namun penelitian ini menunjukkan adanya penurunan sel telur yang signifikan dengan cepat.

Penelitian dilakukan dengan memakai data 325 perempuan di Inggris, AS dan Eropa dari segala usia untuk menilai potensi cadangan sel telurnya. Peneliti kemudian menggunakan data tersebut untuk membuat grafik penurunan rata-rata potensi cadangan ovarium sepanjang hidup perempuan.

Dr Wallace, yang berpraktik di Rumah Sakit Royal Edinburgh juga mengatakan penelitian ini bisa membantu memprediksi masa menopause dini perempuan dan pembekuan sel telur terhadap penderita kanker ovarium.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Public Library of Science One ini juga menunjukkan adanya perbedaan besar jumlah sel telur perempuan. Beberapa wanita ada yang memiliki sel telur hingga 2 juta sel telur tapi ada juga yang memiliki sedikitnya 35.000 sel telur. Tapi rata-rata perempuan memiliki 300 ribu sel telur.

Penelitian ini menjadi peringatan bagi perempuan agar tidak terlambat untuk merencanakan kehamilan. Karena kesuburan perempuan setelah usia 30-an tahun akan turun drastis. (sumber : Irna Gustia - detikHealth, Ilustrasi Foto: bbc)

Waspadai Adanya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) bagi Wanita Berkumis.


Wanita dengan gejala sedikit kumis di atas bibir ditambah dengan siklus haid yang tidak teratur sebaiknya berhati-hati karena itu pertanda kemungkinan susah punya anak.

"Wanita yang punya kumis, bulu lebat dan siklus menstruasi tidak teratur adalah ciri-ciri wanita dengan penyakit Polycystic Ovary Syndrome. Penyakit ini biasanya menyebabkan reproduksi wanita terganggu dan akhirnya susah punya anak"

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah penyakit pada wanita yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon. Wanita yang punya penyakit ini biasanya akan mengalami siklus haid yang tidak teratur, pertumbuhan bulu-bulu halus dan susah punya anak.

Jika tidak segera ditangani, PCOS bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes dan jantung. PCOS terjadi pada 1 dari 15 wanita dan gejalanya biasanya muncul sejak remaja.

Biasanya wanita yang menderita PCOS memiliki bulu lebat dan sedikit rambut di daerah mulut yang terlihat seperti kumis. Hal ini dikarenakan ovarium memproduksi hormon pria (androgen) sehingga wanita dengan penyakit ini sering disebut hiperandrogen.


Kelebihan hormon pria tersebut menyebabkan siklus ovulasi terhenti, sering jerawatan dan pertumbuhan rambut yang tak normal pada bagian wajah dan tubuh.


Wanita dengan PCOS juga umumnya berbobot badan besar atau gemuk, tapi orang kurus juga bisa mengalaminya. Orang gemuk cenderung punya maslah insulin atau resistensi insulin sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit diabetes.

Seperti dikutip dari Webmed, beberapa gejala PCOS antara lain:

1. Jerawatan.
2. Peningkatan berat badan dan kesusahan menurunkan berat badan.
3. Ada rambut atau bulu halus yang tumbuh di daerah wajah, dada, perut atau punggung.
4. Ada rambut tipis di daerah kening kepala.
5. Punya siklus haid yang tidak teratur, pendarahan saat menstruasi dan biasanya hanya 9 kali dalam setahun atau kurang.
6. Masalah kesuburan, biasanya wanita dengan PCOS susah hamil dan punya anak (infertil).
7. Sering merasa depresi.


Ovarium wanita dengan PCOS umumnya ditumbuhi kista-kista kecil dalam jumlah banyak, itulah mengapa penyakit ini disebut dengan polycystic ovary syndrome yang artinya banyak kista dalam ovarium.

Penyebab PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang biasanya menurun dalam keluarga. Jadi jika ibu, nenek, atau saudara lainnya punya riwayat penyakit ini kemungkinan Anda juga akan memilikinya.

Olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi dan kontrol berat badan adalah kunci menangani penyakit PCOS. Obat-obatan yang bisa menyeimbangkan hormon juga bisa dipakai untuk mengurangi gejala PCOS. Dokter biasanya akan meresepkan obat pengontrol kehamilan dan obat diabetes untuk penderita PCOS.

"Pil KB dan obat diabetes mengandung senyawa anti androgen yang bisa mengurangi kelebihan hormon pria pada penderita PCOS," ujar Dr Hendro.

Obat pengatur kehamilan (pil KB) akan mengurangi tumbuhnya rambut di bagian-bagian yang tidak diinginkan sedangkan obat diabetes (metformin) akan mencegah terjadinya diabetes dan memperlancar siklus menstruasi. Bagi yang ingin cepat hamil dan punya anak bisa minum obat penambah kesuburan.

Salah satu gejala yang merusak penampilan wanita penderita PCOS adalah tumbuhnya rambut-rambut halus di daerah-daerah tertentu. Tapi tak usah khawatir, untuk urusan itu bisa diatasi dengan waxing, mencukur, mencabut, laser atau menggunakan krim yang menghambat pertumbuhan rambut tersebut. (sumber :Nurul Ulfah - detikHealth, Ilustrasi Foto: mitchieville, edited)

Saturday, April 17, 2010

Mitos dan Fakta Kesuburan Lelaki

SAAT pasangan didiagnosis tidak subur, kesalahan seringkali diarahkan pada perempuan. Padahal pada faktanya, faktor ketidaksuburan disumbangkan oleh laki-laki dan perempuan. Ide bahwa ketidaksuburan sepenuhnya masalah perempuan hanyalah satu dari beberapa mitos terkait kemampuan untuk melakukan pembuahan.

Berikut beberapa mitos lainnya:

Berhubungan intim setiap hari akan meningkatkan kemungkinan pembuahan. Pada faktanya, pembuahan sangat ditentukan oleh waktu. Pada umumnya, waktu terbaik melakukan pembuahan adalah dari hari ke-11 hingga ke-17 dari siklus menstruasi perempuan. Karena sperma bisa hidup dalam saluran reproduktif perempuan selama 48 hingga 72 jam, melakukan hubungan seks setiap hari tidak akan berpengaruh besar terhadap perbaikan kesuburan. Hal ini dibenarkan oleh studi ilmiah.


Sebuah studi baru-baru ini, seperti dikutip situs askmen.com, menemukan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks setiap hari dan pasangan yang melakukan hubungan seks setiap dua hari sekali tidak memiliki perbedaan angka kehamilan. Studi lain menunjukkan bahwa berhubungan intim setiap hari bisa meningkatkan kualitas sperma. Jadi, meskipun tidak meningkatkan kemungkinan pembuahan, berhubungan seks setiap hari juga tidak akan merugikan.


Laki-laki tidak mempunyai siklus kesuburan. Secara umum, waktu bisa memengaruhi jumlah sperma. Jumlah sperma lebih tinggi di musim dingin dibandingkan musim panas, kemungkinan karena produksi sperma meningkat di suhu yang lebih dingin. Selain itu, jumlah sperma juga lebih tinggi di pagi hari. Namun dari sisi yang lebih luas, para ilmuwan tidak benar-benar menyetujui bahwa waktu mempengaruhi angka kesuburan.

Bersepeda tidak mengganggu kesuburan. Duduk di sadel sepeda selama lebih dari 30 menit, khususnya jika mengenakan celana bersepeda yang ketat, meningkatkan suhu skrotum dan memengaruhi jumlah sprema untuk sementara waktu. Peningkatan suhu di skrotum merupakan pemicunya. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa bersepeda. Hanya saja, pastikan memilih tempat duduk yang tidak terlalu keras atau sempit. Selain itu, cobalah sesuaikan posisi sehingga berat tertumpu pada tulang pantat.

Pelumas tidak ganggu sperma sperma. Pelumas (lubricants) mengurangi gesekan, sehingga meningkatkan kenikmatan seks, tapi tidak akan membantu Anda untuk hamil. Pada faktanya, menggunakan pelumas bersifat kontraproduktif karena mengganggu motilitas sperma serta mengandung komponen yang bersifat racun terhadap sperma. Hal yang sama juga berlaku pada lotion dan saliva. Saat mencoba melakukan pembuahan, ada baiknya menghindari produk pelumas tersebut.

Berkaitan dengan berat badan, hanya berat badan berlebih yang memengaruhi sperma. Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa obesitas mengganggu produksi sperma. Tapi di sisi lain, kekurangan berat badan juga diyakini mengganggu sperma. Hal ini berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon serta kekurangan nutrisi.

Temuan yang dipaparkan pada konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology 2008 menunjukkan bahwa laki-laki dengan indeks massa tubuh optimal (20 hingga 25) memiliki kadar sperma normal lebih tinggi dibandingkan mereka yang kelebihan atau kekurangan berat badan. Jadi, jika berat badan Anda di bawah normal, ada baiknya berkonsultasi dengan pakar nutrisi untuk menambah berat badan.(Ikarowina Tarigan-mediaindonesia)

Usia Pria Pengaruhi Tingkat Kesuburan

Selama ini yang kita tahu, semakin tua usia seorang perempuan maka tingkat kesuburannya semakin menurun.

Semakin tua usia seorang perempuan maka akan berisiko terhadap kehamilan, baik pada dirinya maupun janin yang dikandungnya. Namun ternyata, sebuah studi menunjukkan bahwa umur seorang pria juga berpengaruh pada tingkat kesuburan.

Sebuah studi terhadap lebih dari 12 ribu pasangan yang menjalani perawatan kesuburan ditemukan bahwa tingkat kehamilan yang turun dan keguguran meningkat ketika suami mereka berusia di atas 40 tahun. Penemuan ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke 24 di European Society of Human Reproduction and Embryology di Barcelona, Spanyol.



Hasil penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa suami atau laki-laki yang memiliki usia diatas 40 tahun memiliki efek yang besar terhadap hasil reproduksi.


Stephanie Belloc, seorang peneliti dari Eylau Centre for Assisted Reproduction di Paris dan koleganya menganalisa hasil lebih dari 21 ribu intrauterine inseminations (IUI). IUI adalah sebuah tipe perawatan kesuburan dimana sperma pria dipisahkan atau "dicuci" dari cairan air mani dan kemudian dimasukkan ke dalam uterus seorang perempuan. Tim tersebut melihat kualitas sperma dan kehamilan yang ditimbulkan, keguguran, juga tingkat keberhasilan pengiriman sperma.

"kami menemukan bahwa usia pada pria sangat berpengaruh pada tingkat kehamilan, pria dengan usia diatas 40 sangat memberikan efek negatif," kata Belloc di news release seperti dikutip dari situs webMD. "dan mungkin, yang sangat mengejutkan, tingkat keguguran meningkat apabila sang suami berusia diatas 40 tahun."

Tentang usia suami sangat memengaruhi kesuburan, sudah lama menjadi bahan perdebatan. Sampai sekarang, tidak ada bukti klinis yang menyatakan bahwa semakin tua suami maka semakin matang sperma yang dihasilkan dan dapat membuat kehamilan menjadi sehat.

Meskipun penelitian ini melibatkan responden yang begitu banyak, Belloc berencana akan melakukan studi untuk menguatkan hasil penelitiannya ini. "Hasil penelitian ini merupakan implikasi penting untuk pasangan yang akan memulai hidup baru," katanya, "dan kami ingin meneliti kembali dengan jumlah yang besar secepatnya."(mediaindonesia)

Tuesday, April 13, 2010

Kesuburan Tak Terkait dengan Seksualitas


Infertilitas atau ketidaksuburan pada laki-laki diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain genetika, Penyakit Menular Seksual dan penyakit infeksi yang didapat semasa masih kanak-kanak.

"Testis anak pernah infeksi karena penyakit Parotitis epidemica yang terjadi pada anak kecil dan tidak diketahui orangtuanya yang merambat ke testis. Anak pun tidak tahu kalau dia sakit," kata Dokter spesialis Andrologi dari Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Wahyuning Ramelan SpAnd(K) di Jakarta, Sabtu (13/12).

Fertilitas atau kesuburan laki-laki adalah kemampuan untuk reproduksi. Fertilitas tidak berkorelasi dengan seksualitas, khususnya potensi untuk melakukan hubungan seksual. Fertilitas akan menurun sejalan dengan umur, makin tua, makin kurang fertil. Diperkirakan kesuburan manusia sekarang ini lebih kecil dibandingkan manusia sekitar 30 tahun lalu.

Secara khusus Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kriteria fertilitas lelaki dalam aspek spermanya, yaitu makroskopis di mana volume 2-5 ml, penampakan putih keruh (putih mutiara), dengan kekentalan biasa, normal, berbau khas, mencair sepenuhnya dalam waktu kurang dari satu jam, tak ada lagi gumpalan.


Infertilitas pada laki-laki akan berakibat kepada infertilitas Pasangan Usia Subur (istri/perempuan), sebagian kecil infertilitas lelaki disebabkan oleh faktor organik. Mayoritas atau sebagian besar infertilitas laki-laki disebabkan oleh gangguan fungsi atau sperma yang tidak memenuhi syarat fertilitas WHO. Hal ini diakibatkan banyak sebab.


Infertilitas laki-laki, menurut Wahyuning Ramelan, secara umum dapat dikelompokkan kepada tiga kelanjutan yaitu, masih dapat disembuhkan dalam waktu singkat (kurang dari dua tahun dengan obat), sulit disembuhkan dan perlu waktu lama dan upaya yang tidak sederhana, dan sudah tidak dapat diperbaiki.

Sementara itu, Prof Dr dr Med Ali Baziad SpOG(K) dari Brawijaya Women & Children's Hospital menyatakan, jika pihak perempuan mendapatkan kesulitan hamil maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi terdapat kista atau miom di dalam kandungan.

Oleh karena itu persoalan kista tersebut harus ditangani terlebih dahulu dan baru kemudian merencanakan kehamilan. Kalau sudah dapat diatasi maka bisa hamil secara normal dan tidak perlu ikut program bayi tabung.(Kompas,Minggu, 14/12/2008 )

Tuesday, December 23, 2008

Seluk Beluk Kemandulan

Kemandulan adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kemandulan primer adalah istilah yang digunakan jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak. Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai, maka digunakan istilah kemandulan sekunder. Kemandulan primer



PENYEBAB

Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti:

1. Masalah pada sperma

Pada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis.Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.

Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis (suatu saluran berbentuk gulungan yang terletak di puncak testis menuju ke testis belakang bagian bawah) dan disimpan di dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi.

Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius. Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen, yang kemudian mengalir menuju ke uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi.

Jalur sperma
Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:

a. Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.

Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5° (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh.

Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin).

b. Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali).

Jika di dalam semen tidak terdapat fruktosa (gula yang dihasilkan oleh vesikula seminalis) berarti tidak terdapat vas deferens atau tidak terdapat vesikula seminalis atau terdapat penyumbatan pada duktus ejakulatorius.

c. Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum.

Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.

d. Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis.

Kelainan ini lebih sering ditemukan pada pria yang telah menjalani pembedahan panggul (terutama pengangkatan prostat) dan pria yang menderita diabetes. Ejakulasi retrograd juga bisa terjadi akibat kelainan fungsi saraf.

2. Impotensi

3. Kekurangan hormon

4. Polusi lingkungan.

5. Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.


40-50% kemandulan disebabkan oleh faktor wanita:

1. Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.

2. Disfungsi ovulasi (kelainan pada proses pelepasan sel telur oleh ovarium/sel telur).
Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur).Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi hari pertama.Sel telur yang dilepaskan ini siap dibuahi oleh sperma yang berasal dari pria.

Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore), maka dicari terlebih dahulu penyebabnya lalu dilakukan pengobatan untuk merangsang terjadinya ovulasi.Kadang ovulasi tidak terjadi akibat tidak dilepaskannya GnRH (donadotropin-releasing hormone) oleh hipotalamus.

3. Kelainan hormon.

4. Kekurangan gizi.

5. Kista ovarium.

6. Infeksi panggul.

7. Tumor.

8. Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim).

Lendir pada serviks bertindak sebagai penyaring yang menghalangi masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Lendir ini juga berfungsi memperpanjang kelangsungan hidup sperma.

Lendir pada serviks adalah kental dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali pada fase folikuler dari siklus menstruasi. Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma. Selanjutnya sperma menuju ke rahim lalu ke tuba falopii dan terjadilah pembuahan di tuba falopii.

9. Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).

10. Kelainan pada tuba falopii.
Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii.

Penyebab yang utama adalah:
- Infeksi
- Endometriosis
- Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi.

Diperkirakan sebanyak 10-20% pasangan mengalami kemandulan.
Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun; kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%/bulan.

Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan.

Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:

  • Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)
  • Penyakit menular seksual
  • Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)
  • Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)
  • Gondongan (pria)
  • Varikokel (pria)
  • Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)
  • Siklus menstruasi anovulatoir
  • Endometriosis
  • Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim
  • Penyakit menahun (misalnya diabetes).

GEJALA

Gejalanya berupa:
# Tidak kunjung hamil
# Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.

Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat.

Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.

DIAGNOSA

Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

  • Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma. 2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.
  • Pengukuran suhu tubuh basal.
    Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1° Celsius berarti sedang terjadi ovulasi.
  • Memperhatikan perubhan pada lendir servikal.
    Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.
  • Postcoital test (PCT).
    PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.
    Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi.
    Dalam keadaan normal, lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7,6-10 cm tanpa terputus. Bila dilihat dengan mikroskop, lendir tampak seperti pohon pakis.
  • Kadar progesteron serum.
  • Biopsi endometrium
  • Biopsi testis (jarang dilakukan)
  • Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.
  • Progestin challenge
  • Kadar hormon pada suami dan istri.
  • Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.
  • Histeroskopi.
  • Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.
  • Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Clomifene bisa diberikan untuk mencoba menambah pembentukan sperma pada pria. Tetapi clomifene tampaknya tidak dapat meningkatkan kemampuan gerak sperma maupun mengurangi jumlah sperma yang abnormal dan belum terbukti mampu menambah kesuburan.

Pada pria yang hanya memiliki sedikit sperma yang normal, bisa dilakukan inseminasi buatan, baik melalui prosedur pembuahan in vitro maupun GIFT (gamete intrafallopian tube transfer).

Pada azospermia, bisa dipertimbangkan pembuahan dengan sperma dari donor.

Varikokel bisa diatasi dengan pembedahan.

Bagi wanita yang tidak mengalami ovulasi dalam waktu lama (anovulasi kronis) bisa diberikan clomifene.

Pada awalnya menstruasi dirangsang dengan obat lain, yaitu medroxiprogesteron acetat. Kemudian diberikan clomifene selama 5 hari. Biasanya ovulasi akan terjadi 5-10 hari (rata-rata 7 hari) setelah pemberian clomifene dihentikan dan 14-16 hari setelah ovulasi akan terjadi menstruasi.

Jika setelah pemberian clomifene tidak terjadi menstruasi, maka dilakukan tes kehamilan.
Jika hasilnya negatif, siklus pengobatan diulangi dengan menambah dosis clomifene sampai terjadi ovulasi atau sampai tercapai dosis maksimum.

Jika telah ditentukan dosis klomifen yang bisa merangsang terjadinya ovulasi, maka dosis ini diberikan minimal selama 6 siklus pengobatan lagi. Kebanyakan wanita akan bisa hamil pada siklus keenam, dimana terjadi ovulasi.

Sekitar 75-80% wanita yang mendapatkan clomifene akan mengalami ovulasi, tetapi hanya 40-50% yang berhasil hamil.
Sekitar 5% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2).

Efek samping dari klomifen adalah hot flashes, pembengkakan perut, nyeri tekan pada payudara, mual, gangguan penglihatan dan sakit kepala.

Sekitar 5% dari wanita yang diobati dengan clomifene mengalami sindroma hiperstimulasi ovarium, dimana ovarium menjadi sangat besar dan sejumlah besar cairan berpindah dari aliran darah ke rongga perut. Untuk mencegah terjadinya sindroma ini, maka diberikan dosis clomifene terendah yang masih efektif.

Jika pemberian clomifene tidak berhasil merangsang ovulasi, maka dicoba diberikan terapi hormonal dengan human menopausal gonadotropin (HMG).

Hormon ini diekstrak dari air kemih wanita pasca menopause.
HMG memerlukan biaya besar dan memiliki efek samping yang berat, karena itu pemakaiannya dibatasi hanya jika penyebab kemandulan sudah pasti merupakan kelainan ovulasi.

HMG disuntikkan ke dalam otot dan dosisnya disesuaikan dengan respon penderita terhadap hormon tersebut. HMG berfungsi merangsang pematangan folikel di ovarium. Untuk memantau pematanan ini, dilakukan pengukuran kadar hormon estradiol dan pemeriksaan USG panggul.

Setelah folikel matang diberikan suntikan hormon lain, yaitu human chorionic gonadotropins (HCG) untuk merangsang ovulasi.

Lebih dari 95% wanita yang diberi hormon ini mengalami ovulasi, tetapi kehamilan hanya terjadi pada 50-75% penderita.
10-30% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2).
Efek samping dari HMG adalah sindroma hiperstimulasi ovarium, yang terajdi pada 10-20% penderita.

Kemandulan akibat tidak dilepaskannya hormon GnRH oleh hipotalamus bisa diatasi dengan memberikan GnRH buatan untuk merangsang ovulasi.

Jika penyebabnya adalah kelainan pada lendir servikal, maka bisa dilakukan inseminasi intrauterin, yaitu memasukkan semen langsung ke dalam rahim sehingga tidak perlu melewati lendir.

Atau diberikan obat untuk mengencerkan lendir (misalnya guaifenesin).


Teknik Pembuahan

Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung).
Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.

Untuk merangsang ovarium sehingga banyak sel telur yang matang, diberikan kombinasi klomifen, HMG dan agonis GnRH (obat yang merangsang pelepasan gonadotropin oleh kelenjar hipofisa).

Dengan panduan USG, dimasukkan sebuah jarum melalui vagina atau perut ke dalam ovarium dan diambil beberapa sel telur dari folikelnya.

Di laboratorium, sel telur ditempatkan di dalam cawan pembiakan dan dibuahi oleh sperma pilihan (sperma yang paling aktif).
Setelah sekitar 40 jam, 3-4 embrio dipindahkan dari cawan biakan ke dalam rahim itu melalui vagina. Embrio lainnya bisa dibekukan dalam larutan nitrogen untuk cadangan bila tidak terjadi kehamilan.

Setiap kali sel telur yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam rahim, peluang berkembangnya seorang bayi cukup bulan hanya sekitar 18-25%.

Jika penyebab kemandulan pada wanita tidak diketahui atau jika penyebabnya adalah endometriosis tetapi fungsi tuba falopiinya

normal, maka dilakukan GIFT (gammete intrafallopian tube transfer).
Sel telur dan sperma pilihan diperoleh melalui prosedur yang sama dengan pada fertilisasi in vitro, tetapi sel telur tidak dibuahi di laboratorium.

Sel telur dan sperma dimasukkan ke dalam ujung tuba falopii melalui dinding perut (pada proses laparoskopi) atau melalui vagina (dipandu oleh USG), sehingga pembuahan terjadi di dalam tuba falopii.
Angka keberhasilan pada GIFT adalah sekitar 20-30%.

Variasi dari fertilisasi in vitro dan GIFT adalah pemindahan embrio yang lebih matang (zygote intrafallopian tube transfer), pemakaian sel telur dari donor dan pemindahan embrio yang telah dibekukan ke dalam rahim wanita lain.


PROGNOSIS

Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui.
Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan.
Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.

PENCEGAHAN

Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual, karena itu dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan resiko kemandulan di masa yang akan datang.

Penyakit menular seksual yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah gonore dan klamidia. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala dan gejala baru timbul setelah terjadinya penyakit peradangan panggul atau

salpingitis. Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.

Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis).
Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan.

Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak.

Wednesday, July 9, 2008

Wortel, Tak Hanya Atasi Sakit Mata

Umbi berwarna oranye yang kaya nutrisi ini sudah lama dianggap berkhasiat memperbaiki penglihatan. Wortel (Daucus carota L.) kaya akan kandungan beta karotein. Apabila zat tersebut berada di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat penting untuk fungsi retina.

Pengobatan Mata

Seperti yang dialami Cherlyrn seorang karyawati di kantor arsitek di Phoenix Arizona Amerika, yang mengalami ketegangan dikedua matanya dan tiba-tiba pandangannya buram. Ia sembuh kembali setelah dua bulan mengkonsumsi jus wortel beserta daunnya dengan perbandingan 3:1

Pengobatan gangguan mata yang dilakukan oleh sinshe-Johanes di Jakarta dengan mengkombinasikan jus wortel dengan lobak. Dua ons lobak putih beserta daunnya sangat baik untuk mengobati gangguan mata.

Vitamin A hanya dapat memperbaiki penglihatan bila masalah penglihatan tersebut disebabkan oleh kekurangan vitamin A buka mengobati kebutaan mata.

Pelindung Kanker

Beta karoten selain diubah menjadi vitamin A, dapat juga sebagai pelindung terhadap kanker karena beta karoten tersebut mengandung antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radiasi bebas molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh radiasi matahari, asap rokok dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya.

Radiasi bebas molekul atau radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh sama dengan prosesn oksigen yang merubah mentega menjadi bau tengik atau kertas berubah warna menjadi kuning. Selain beta kareoten, wartel mengandung antioksidan asam fenolat. Penelitian yang telah dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa pola makan yang menyertakan wortel walaupun dalam jumlah sedikit per hari dapat mengurangi penyakit kanker paru-paru hingga sekitar 50 persen.

Kolesterol Menurun

Wortel dapat juga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Seperti penelitian Robertson di Universitas Florida dengan mengkonsumsi wortel segar atau mentah sebanyak 200 gram sehari selama tiga minggu dapat mengurangi kadar kolesterol darah sebesar 11 persen. Penurunan tersebut cukup bermakna karena "penurunan satu persen kolesterol sama artinya dengan pengurangan rasiko penyakit jantung kira-kira dua persen". Oleh karena itulah dengan mengkonsumsi wortel selama 3 minggu dapat mengurangi 22 persen penyakit jantung.

Turunkan Risiko Stroke

Penelitian di Universitas Harvard, AS yang dilakukan pada hampir 90 ribu perawat perempuan selama 8 tahun mengungkapkan, bahwa mengkonsumsi wortel paling sedikitnya lima kali setiap minggu dapat menurunkan risiko terkena stroke sekitar 68 persen bila dibandingkan makan wortel satu kali sebulan. Hal tersebut dapat terjadi karena aktivitas antioksidannya. Beta karoten menghambat kolestrol agar tidak bersifat racun dan tidak mampu membentuk plak dan gumpalan pada pembuluh darah.

Penelitian pada Universitas Brussel, saat menganalisis darah 80 pasien dalam 24 jam setelah terkena storke menunjukkan bahwa pasien stroke dengan jumlah vitamin A diatas rata-rata, termasuk beta-karoten lebih memiliki peluang bertahan, mempunyai lebih sedikit kerusakan neurologis (saraf) dan sembuh sama sekali. Hal ini diduga karena waktu otak tidak memperoleh oksigen beberapa lama. Seperti pada kondisi stroke, sel mulai mengalami malfungsi (gangguan fungsi) yang menyebabkan rangkaian kejadian mencapai puncaknya ketika pada sel-sel saraf terjadi kerusakan oksidatif. Kondisi tersebut dapat diredam jika dalam darah terdapat banyak vitamin A sehingga dapat memperkecil kerusakan otak dan kemungkinan dari kematian.

Kesuburan Suami Istri

Wortel dapat pula meningkatkan kesuburan bagi wanita dan meningkatkan kualitas sperma pria, dengan cara mengkombinasikan antara wortel, apel, dan tauge. Satu buah apel, tiga ons wortel dan setengah kilogram taoge bias untuk sekali minum suami-istri. Jus dibuat dengan cara taoge dijus lebih dahulu dengan menambahkan sedikit air setelah itu wortel beserta apel. Jus setelah halus disaring dan diminum setiap pagi dan sore.

Kandungan Nutrisi

Dalam sebuah wortel yang panjangnya seitar 20 cm dengan diameter 3 cm (100 gram wortel segar) mengandung 27 mg kalsium, 26 mg fosfor, 0,5 mg zat besi, 34 mg sodium, 246 mg potasium, vitamin A 7,93 IU (International Unit), sejumlah vitamin B kompleks dan 6 mg vitamin C.

Menurut laboratorium Lancaster Inggris menemukan nutrisi tambahan dalam seperseratus gram jus wortel terdapat 8,2 mg magnesium, 0,2 ppm kromium dan gula yang terdiri dari 1.5% fruktosa, 0,8 dektrosa, 1,9 sukrosa, 0,3 maltosa, 0,5 lektosa sehingga total menjadi 4%. Kandungan nutrisi wortel tersebut tentu tidak lepas dari jenis dan kualitasnya.

Beta karoten yang terkandung di dalam wortel 754 ug, kandungan pigmen warna oranye tersebut dapat menimbulkan warna kekuniangan pada kulit kita. Warna kulit tersebut berbeda dengan orang yang menderita sakit kuning. Pada penderita sakit kuning, mata juga ikut kuning, sedangkan kebanyakan makan wortel matanya tidak kuning.

Jika dimasak Lebih Diserap

Kadar antioksidan pada wortel yang dimasak terutama bersama sejumlah kecil lemak/minyak lebih mudah diserap tubuh. Studi yang dimuat dalam The Journal of Agriculturall and Food Chemsitry edisi Agustus 2000 mengemukakan bahwa wortel yang melalui proses pemanasan akan meningkatkan sepertiga kadar antioksidan yang diserap oleh tubuh (beta karoten dan asam fenolat). Kadar antioksidan wortel dapat meningkat selama pemyimpanan pada temperatur tinggi selama seminggu, setelah itu kadarnya berkurang. Dalam proses pemanasan terjadi pembukaan sel-sel tanaman sehingga antioksidan dan bahan-bahan kimia tanaman yang lainnya dapat diserap oleh tubuh secara lebih baik. Penambahan lemak/minyak membuat karotenoid dapat diserap lebih optimal. (Sumber: Majalah Herba)