Showing posts with label Gangguan Penis. Show all posts
Showing posts with label Gangguan Penis. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Ada apa dengan Penis dan Sperma?

Penis...senjata yang satu ini peuh dengan rahasia, dan mengundang banyak cerita. Simak kumpulan artikel terkait penis dan sperma berikut.


Penis

1.            6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma
2.            6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma
3.            Agar Sperma Makin Joss
4.            Antara Penis dan Ras
5.            Awas, Sperma Rusak karena Rokok
6.            Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup?
7.            Biar Sperma Sehat
8.            Cairan Mani, Apa Isinya?
9.            Cara Aneh Memperlakukan 'Mr P'
11.        Folat Bikin Sperma OK!
12.        Folat Rendah Sperma Payah
14.        Hubungan Telunjuk Dan Mr.P
15.        Kecil Tapi Hebat
18.        Kok, Penisnya Kecil?
22.        Masalah pada Sperma Pria
29.        Mitos Seputar Ukuran Penis
32.        Mr P Bengkok, Normalkah?
33.        Mr P Oke, Kesehatan Pun Oke
38.        Penis Keras, Seks pun Puas?
39.        Penis Kok Sembunyi?

Sperma

46.        Sperma Bikin Wanita Bahagia
49.        Sperma yang Berkualitas
51.        Tips Posisi Buat Mr P Kecil

Tuesday, November 16, 2010

Berapa Ukuran Penis Normal?

T: Berapa besar ukuran penis yang normal?

J: Jika ukuran penis Anda 8-9cm ketika ereksi, maka Anda berada dalam kategori normal. Hingga kini, belum ada metode yang terbukti secara ilmiah dapat membuat penis lebih panjang dan besar, kecuali melalui operasi.(kompas,Kamis, 1 April 2010)

Obat Oles Pengeras Penis, Adakah?



Seorang pria usia 42 tahun beristeri 38 tahun, telah menikah selama 15 tahun. Hubungan keduanya baik-baik saja, tidak ada masalah. Meski begitu, kadang-kadang mereka merasakan bosan dan kurang bergairah untuk melakukan hubungan  intim.   

Suatu hari sang suami mendapat informasi dari seorang teman,  bahwa ada obat yang yang bisa membuat suasana berbeda. Jika obat tersebut  dioleskan pada kelamin pria, maka kelamin akan menjadi kuat, besar, dan tahan lama saat  berhubungan intim. 

Sang pria pun tertarik, lalu membelinya melalui teman  tersebut. Ketika dicoba, memang sepertinya muncul reaksi seperti yang diceritakan temannya. Namun ketika melakukan hubungan intim, ternyata sang istri  berteriak-teriak kesakitan. Dipikirnya karena kelaminnya berubah menjadi  sangat besar, tapi tampaknya bukan karena itu, melainkan reaksi alergi terhadap  obat tersebut.   

Yang ditanyakan:

1. Mengapa timbul reaksi seperti itu pada isterinya?  Sedangkan obat oles yang sama tidak menimbulkan reaksi apa pun terhadap isteri  temannya. 
2.    Jika betul bahwa sang isteri alergi terhadap  obat oles itu, apakah ada obat jenis lain untuk memperkuat ereksi kelamin pria,  yang tidak menimbulkan alergi?  3.    Supaya isteri tidak alergi terhadap obat oles buat pria, adakah penangkalnya? Apa yang perlu dilakukan isteri supaya tidak alergi? 
4.    Adakah latihan atau semacam senam yang dapat  dilakukan oleh pria agar kelaminnya bisa kuat dan lama saat ereksi?"

Berikut jawaban Prof. Wimpie Pangkahila, Sp. And * kepada sang pria.

Ada langkah yang kurang tepat telah dilakukan sang pria. Dia menyatakan "kurang  bergairah untuk melakukan hubungan intim, tetapi di pihak lain dia menggunakan obat oles agar kelamin menjadi kuat, besar, dan tahan lama". 

Padahal kalau memang dorongan seksualnya yang menurun, maka masalah inilah yang harus diatasi, bukan membuat penis menjadi kuat, besar, dan tahan lama. Jadi seharusnya dorongan seksualnya yang diatasi agar menjadi normal kembali. Kalau dorongan seksual normal tetapi ereksi masih juga terganggu, maka gangguan ereksi itulah yang harus diatasi kemudian.

Kerancuan seperti ini banyak terjadi di masyarakat, yang semakin dibuat bingung oleh berbagai informasi yang salah tentang seks, apalagi dihubungkan dengan iklan obat atau ramuan yang  dijanjikan dapat mengatasi masalah seksual. Padahal penanganan yang benar telah teresedia dan dapat diperoleh.

Beberapa tahun terakhir ini upaya ilmiah untuk menemukan obat atau cara mengatasi gangguan fungsi seksual, khususnya disfungsi ereksi, tampak semakin efektif.  Penelitian yang dilakukan di beberapa negara ditujukan untuk mendapatkan obat atau cara baru mengatasi disfungsi ereksi, yang khasiatnya baik, dengan efek samping ringan atau tidak ada efek samping, mudah dan nyaman digunakan. 

Sampai saat ini ada beberapa cara yang  diakui oleh para ahli untuk mengatasi disfungsi ereksi, yaitu sex therapy, obat minum, injeksi pada penis, penggunaan melalui saluran kencing, pompa vakum, dan operasi pemasangan prostesis.  Pemilihan cara yang  tersedia itu, umumnya didasarkan pada kepraktisan penggunaan, khasiat, dan efek samping.

Semakin praktis caranya, semakin disukai dan diminati. Tetapi kalau cara yang praktis tidak berkhasiat atau khasiatnya tidak seperti yang diharapkan, maka akan dicari cara lain yang lebih tidak praktis.  Karena itu penelitian kini ditujukan untuk mendapatkan obat atau cara yang lebih praktis lagi, dengan khasiat yang baik dan tanpa efek samping. Cara yang lebih praktis selain obat minum ialah obat oles atau krim.

Sampai saat ini beberapa penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan obat oles yang dapat menimbulkan ereksi. Bahan yang telah digunakan sebagai obat minum atau injeksi, kini sedang diteliti dalam bentuk krim yang dioleskan ke penis.  Bahkan di negara tertentu yang  peraturan peredaran obatnya sangat longgar, obat oles itu telah diedarkan. 

Di Indonesia banyak sekali obat dan ramuan yang beredar, termasuk yang beredar secara gelap. Banyak warga masyarakat yang mudah sekali percaya dengan iklan atau informasi yang salah, khususnya yang menyangkut obat yang berhubungan dengan fungsi seksual. Obat oles termasuk salah satu obat itu.

Di banyak apotik, toko obat, bahkan pedagang kaki lima, dijual obat oles dalam bentuk krim, cairan, dan semprotan yang diiklankan dapat membuat ereksi, menambah ukuran penis, dan menahan ejakulasi. Persis seperti informasi yang diterima oleh Bapak yang menulis surat ini. 

Sepintas informasi itu terdengar menjanjikan. Bayangkan, satu obat oles dapat menghasilkan tiga manfaat sekaligus. Luar biasa! Tetapi tentu saja informasi itu tidak benar, yang disampaikan oleh orang yang tidak mengerti, dan hanya ingin menjual saja. Sementara masyarakat juga tidak mengerti dan percaya begitu saja. Bahan yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi dan menahan terjadinya ejakulasi tidaklah sama. Apalagi untuk menambah ukuran penis.

Selama ini obat oles dalam bentuk krim, cairan, atau semprotan, yang diiklankan itu pada umumnya mengandung bahan pemati rasa (anaestesi).  Bila obat itu dioleskan ke permukaan penis, maka permukaan penis menjadi mati rasa. Dengan mati rasa, diharapkan ejakulasi tidak cepat terjadi.

Padahal, harapan itu tidak pasti terjadi karena ejakulasi yang terlampau cepat tidak selalu disebabkan oleh kepekaan ujung syaraf penis.  Bahkan sebaliknya, pengguna bahan mati rasa itu mengeluh karena tidak merasakan apa-apa ketika melakukan hubungan seksual. Bahkan keluhan juga disampaikan oleh sebagian isteri yang suaminya menggunakan bahan itu. 

Gangguan Dorongan Seksual
Saya tidak tahu bahan apa yang digunakan oleh Bapak penulis surat ini. Apakah dia menggunakan bahan pemati rasa ataukah bahan untuk menimbulkan ereksi, yang sebenarnya belum beredar secara resmi.  Karena itu saya tidak dapat menjelaskan reaksi apa yang terjadi sehingga menimbulkan rasa sakit pada sang isteri. Mungkin saja terjadi reaksi alergi terhadap bahan yang digunakan itu, atau mungkin efek samping bahan itu yang dirasakan oleh isteri.  

Sebenarnya pegangan resmi bagi para dokter yang diakui secara internasional untuk mengatasi disfungsi ereksi telah ada. Maka kalau Bapak penulis surat memang mengalami disfungsi ereksi, dia dapat menggunakan cara pengobatan yang ada. Tetapi kalau tidak mengalami disfungsi ereksi, sebenarnya dia tidak memerlukan pengobatan untuk disfungsi ereksi.

Kalau masalahnya adalah kurang  bergairah untuk melakukan hubungan intim, seperti yang diutarakan pada awal suratnya, maka itu adalah masalah gangguan dorongan seksual, walaupun juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi. Untuk masalah dorongan seksual, penanganannya berbeda dengan disfungsi ereksi.

Mengenai latihan agar bisa kuat dan lama saat ereksi seperti yang ditanyakan, sebenarnya membingungkan. Kalau yang dimaksud kuat berarti ereksinya baik, maka tidak ada latihan yang pasti dapat memperbaiki ereksi yang terganggu.

Masalahnya, disfungsi ereksi disebabkan oleh banyak hal, dan tidak mungkin bisa diatasi kalau penyebab dasarnya tidak diatasi. Latihan mengencangkan otot sekitar penis (disebut otot dasar panggul), hanya untuk membantu fungsi ereksi. Tapi latihan  ini juga bisa meningkatkan kontrol ejakulasi.                  

* Spesialis andrologi dan seksologi dari Universitas Udayana, Bali (Kompas,Selasa, 1/4/2008)

Penis Bengkok akibat Masturbasi?

"Saya seorang pria berusia 32 tahun, belum menikah. Saya mengalami kelainan alat kelamin dan gangguan seksual. Dari dulu sampai sekarang saya masih sering melakukan masturbasi. Hal ini sudah berlangsung mungkin lebih dari 10 tahun. Sekarang alat kelamin saya tidak lurus atau bengkok ke kiri, bengkokannya sekitar 30  derajat lebih.

Apakah ini terjadi karena saya sering melakukan masturbasi? Mungkinkah kebiasaan saya memakai celana dalam ketat yang menyebabkan pembengkokan?
Apakah ini akan memengaruhi ketika melakukan hubungan badan (misalnya istri merasa sakit karena miring)? Apa yang harus saya lakukan?

Saya masih ingat waktu dulu saya sering terangsang ketika melihat wanita yang seksi. Sekarang, jangankan melihat wanita seksi, mungkin menonton blue film pun saya belum tentu terangsang. Apakah ini terjadi karena masturbasi yang saya lakukan?
BI, Jakarta

Terpengaruh Mitos
Tampaknya mitos mengenai masturbasi masih kuat memengaruhi persepsi masyarakat. Padahal, informasi yang benar tentang masturbasi cukup sering disampaikan melalui berbagai kesempatan.

Masih banyak orang yang beranggapan salah tentang masturbasi, seperti Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa masturbasi dapat menimbulkan akibat antara lain menjadi mandul, gangguan ereksi, tulang keropos, dan memori terganggu.

Yang benar, masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik. Pendapat ini didasarkan pada banyak penelitian yang telah lama dilakukan.

Memang pada abad ke-18 pernah beredar buku yang menguraikan berbagai penyakit akibat masturbasi. Buku itu cukup menggemparkan, bukan hanya pada waktu itu, tetapi hingga untuk waktu yang lama. Namun, setelah banyak penelitian yang dilakukan dengan benar, terbukti dengan jelas bahwa masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik.

Bagaimana dengan akibat psikis? Akibat psikis, seperti perasaan bersalah, dapat timbul bila yang bersangkutan menganggap aktivitas melakukan masturbasi merupakan perbuatan dosa. Meski begitu, kalau yang bersangkutan tidak menganggap itu suatu dosa atau kesalahan, tidak akan muncul akibat psikis. Jadi, akibat psikis yang mungkin muncul sangat bersifat subjektif. 

Aktivitas masturbasi sebenarnya telah dilakukan oleh setiap manusia pada masa anak-anak, baik wanita maupun pria. Dalam perkembangan psikoseksual setiap manusia, ada suatu fase ketika anak-anak senang memegang-megang kelaminnya.

Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme. Sesungguhnya ini adalah suatu bentuk masturbasi, seperti yang dilakukan remaja dan dewasa. Bedanya, pada masa anak-anak masturbasi tidak direncanakan.

Mengenai penis Anda yang bengkok ke kiri, saya berani pastikan itu bukan akibat melakukan masturbasi. Penis normal memang tidak harus lurus benar ke arah depan, terutama pada saat ereksi. Keadaan bengkok normal ini umum terjadi dan tidak menimbulkan keluhan dan masalah apa pun.

Namun, ada juga keadaan tidak normal yang mengakibatkan penis menjadi bengkok dan terasa sakit khususnya ketika ereksi. Akibatnya hubungan seksual terganggu, bahkan terhambat. Gangguan ini terjadi pada penyakit peyronie.  

Konsultasi Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat dengan Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*)
(*) Spesialis Andrologi dan Seksolog serta dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,  Bali  (Kompas,Sabtu, 28 Maret 2009)

Tambah Ukuran Penis, Apa Gunanya?


Saya umur 35 tahun, menikah dua tahun lalu. Tidak ada masalah dalam hubungan seks, istri bisa puas. Belum lama ini ada dokter yang memberi informasi bahwa dia punya cara membesarkan penis.

Mohon informasi, betulkah ada cara yang benar menurut ilmu kedokteran bahwa penis dapat diperbesar dengan suntik? Kalau ya, bagaimana caranya? Apakah cara itu benar dan aman? Apakah ada gunanya memperbesar ukuran penis?
- T.T, Jakarta

Untuk apa?
Agaknya mitos ukuran penis tetap beredar, bahkan ada dokter yang mengaku mempunyai cara memperbesar ukuran penis. Padahal, ada tiga pertanyaan yang perlu dicermati mengenai ukuran penis.

Pertama, ukuran penis yang telah berkembang normal sesungguhnya merupakan ukuran yang normal. Kedua, ukuran penis tidak berkaitan dengan fungsi ereksi dan kemampuan mengontrol ejakulasi. Kedua fungsi inilah yang penting bagi pria dalam konteks hubungan seksual yang memuaskan.

Ketiga, ukuran penis tidak berkaitan dengan kemampuan merasakan dan memberikan kepuasan seksual kepada pasangan. Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan ilmiah berkaitan dengan fungsi seksual untuk menambah ukuran penis.

Kalaupun itu dilakukan, apa yang dimaksud dengan menambah ukuran penis? Menambah panjang, menambah besar, atau apa? Pertanyaan ini mutlak perlu diajukan, mengingat penis pada dasarnya terdiri atas ruang-ruang pembuluh darah. Sebagian kecil adalah kulit dan jaringan ikat.

Karena sebagian besar terdiri dari ruang-ruang pembuluh darah itulah, tidaklah rasional jika ukuran penis ditambah. Apakah ruang pembuluh darah itu yang akan ditambah ukurannya karena merupakan bagian terbersar dalam penis? Jawabannya tidak mungkin.

Karena itulah, yang selama ini dilakukan oleh pemasang iklan untuk menambah ukuran penis adalah dengan menyuntikkan bahan ke bagian bawah kulit penis. Bahan yang disuntikkan dapat berupa silikon cair atau kolagen.

Akibatnya sungguh mengerikan. Batang penis menjadi besar, berbenjol, tidak normal, tetapi bagian kepala penis tetap kecil sehingga terkesan aneh dan mengganggu. Sebagian orang mengalami gangguan ereksi, bahkan ada yang meninggal.

Saya cukup banyak menerima korban, para pria yang menerima suntikan silikon pada penisnya. Memang sungguh mengerikan perubahan bentuk penis yang menjadi tidak normal itu.

Beberapa waktu terakhir ini, beberapa pemasang iklan itu menyatakan menggunakan "minyak orang-orang" untuk disuntikkan. Namun, melihat reaksi yang terjadi, saya percaya mereka tetap menggunakan silikon cair atau kolagen.

Pernah juga cara operasi coba dilakukan untuk menambah ukuran penis. Caranya dengan menyisipkan tulang rawan untuk menambah ukuran panjang. Terbukti, cara itu tidak diminati. Mungkin karena tujuan menambah ukuran penis tidak jelas.

Kini pengobatan dengan sel punca dari sel lemak sedang dikembangkan. Proses itu pun dimanfaatkan untuk memperbesar ukuran penis. Namun, kalaupun kelak digunakan, hal itu tidak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Masalahnya kembali pada struktur penis yang sebagian besar terdiri dari ruang-ruang pembuluh darah. Penis pun bukan otot yang dapat diperbesar dengan latihan beban. Namun, masalah utamanya adalah untuk apa menambah ukuran penis?

Dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And (kompas,Senin, 24/5/2010)

Monday, November 8, 2010

Cara Aneh Memperlakukan 'Mr P'

Siapa bilang organ intim pria tidak pernah mengundang perhatian. Sejak dulu, perhatian masyarakat pada organ genital ini sangatlah besar.

Anda mungkin pernah mendengar festival unik kesuburan pria di Jepang bernama Kanamara Matsuri, atau museum Phallological di Eslandia. Bahkan di China, ada restoran yang menyediakan menu makan malam dari beragam penis binatang.

Satu-satunya perlakuan "kurang adil" pada organ genital pria mungkin terjadi di toko obat atau apotik. Di tempat ini, orang sulit menemukan produk kemaskulinan karena yang terpajang di rak kebanyakan produk perawatan kewanitaan, mulai dari pembalut hingga sabun pembersih. 

Kenyataan itu seakan-akan menempatkan pria tak pernah punya cukup waktu untuk merawat dirinya, ataupun diarahkan untuk memelihara organ kejantanannya. Padahal kenyataannya, sebagian besar kaum Adam ternyata tak pernah "menyerah" untuk memiliki penis sempurna.

Tak jarang kita mendengar pria yang mau membayar mahal atau melakukan beragam cara untuk memiliki penis yang besar dan keras. Pikiran sempit sebagian pria ini pun tak ayal memunculkan praktik-praktik aneh yang terkadang tak bisa dipertanggungjawabkan secara medis.

Ironisnya, seiring waktu, "praktik aneh" ini tetap bertahan dan bahkan terus berkembang. Nah apa saja prosedur aneh yang dilakukan pria untuk menyempurnakan penisnya? Inilah enam prosedur, di antaranya: 

1. Operasi perpanjang penis
Sebagian dari penis secara alami tinggal atau sembunyi di dalam tubuh. Sebagian pria berpikir, bagian yang tersembunyi itu seharusnya dikeluarkan dari tubuh melalui jalan operasi. Sejenis pembedahan yang disebut ligamentolysis akan membuat penis pria lebih panjang dua hingga tiga sentimeter. Teknik ini dilakukan dengan cara memotong bagian suspensory ligament yang menahan batang penis di dalam tubuh dan membuatnya terlepas.

Namun tak heran, semua prosedur pemotongan ini ternyata tidak memberikan ekstra atau penambahan panjang yang cukup. Sehingga, kebanyakan pria tidak puas dengan hasil pembedahan ini. Sebuah riset menyebutkan, rata-rata tingkat kepuasan  operasi ini hanya 35 persen dan Asosiasi Urologi Amerika (AUA) menyatakan bahwa prosedur ini selain tidak aman, juga tidak bermanfaat.

2. Penis zombie
Gagal dengan prosedur pembedahan ligamen tak membuat pria tidak berhenti mencari upaya medis untuk memperbesar ukuran Mr P. Upaya yang satu ini agak menyeramkan karena harus mencangkokkan kulit orang yang sudah meninggal pada bagian penis yang akan dibesarkan.

Istilah penis zombie mungkin ada benarnya karena prosedur yang diciptakan  perusahaan bernama LifeCell ini menggunakan jaringan kulit manusia hasil donasi.  Dalam situs perusahaan ini disebutkan bahwa prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki hernia dan rekonstruksi payudara. Tetapi, beberapa dokter ahli bedah dalam situs lain justru mengiklankannya untuk tujuan lain, yakni memperbesar penis.

Kabarnya, prosedur yang dinamakan AlloDerm ini dilakukan dengan cara mencangkokkan lembar-lembar jaringan kulit orang yang sudah mati pada penis untuk menambah lingkarnya supaya terlihat besar. Prosedur ini telah dianjurkan oleh para ahli bedah phalloplasty Amerika (AAPS). Meskipun faktanya bahwa  LifeCell tidak menyarankan AlloDerm untuk memperbesar penis. Secara spesifik,  menambahkan lapisan-lapisan AlloDerm di bawah kulit penis di atas bagian yang disebut erectile chambers untuk memberikan ketebalan dengan cara menumpuk atau membungkus cangkokan

Para pria  yang tidak memiliki cukup uang untuk menjalani pencangkokan kulit atau operasi seharga ribuan dollar AS juga dapat memilih opsi yain yang lebih mengerikan yakni suntik penis.

3. Suntik Penis
Meski kebanyakan pria mungkin enggan menaruh risiko penisnya dengan benda tajam, tapi tak sedikit mereka yang nekat 'bermain' dengan jarum suntik.   Dalam dunia medis, hanya beberapa jenis tindakan saja yang dibenarkan menyuntik langsung penis semisal pengobatan disfungsi ereksi oleh dokter ahli. 

Tetapi ada prosedur kontroversial yang kabarnya cukup banyak dilakukan yakni suntik penis dengan lemak.  Dokter akan mengambil sumber lemak yang berasal dari beberapa bagian tubuh pasien, lalu disuntikan kembali ke dalam penis.

Jika tubuh tidak dapat menyerap kembali lemak yang disuntikan ini, ada risiko yang mengancam.  Efek samping yang dilaporkan adalah  memar, bengkak-bengkak, benjol-benjol dan infeksi.  Dan efek samping ini terbilang masih belum seberapa ketimbang para pria yang nekat menyuntik penis sendiri di rumah.

Pada 2005, Departemen Pelayanan Medis di Thailand pernah membuat peringatan keras bagi para pria untuk  tidak menyuntikan Vaseline dan minyak zaitun pada penis mereka karena risiko deformitas. Pada 2007, Wisconsin Medical Journal pernah mempublikasikan kisah tentang tiga orang imigran Hmong yang menyuntikan sejenis herbal pada kulit penis mereka. Herbal itu adalah  minyak ylang-ylang  yang dalam pengobatan China dipercaya membantu kemampuan seksual. Tiga imigran itu harus mendapat ragam perawatan mulai dari sunat hingga cangkok kulit penis.

Pada 2008, sebuah jurnal kesehatan pernah mempublikasikan cerita pria  Bulgaria berusia 30 yang menyuntikan cairah parafin ke dalam penisnya  dan mengikatnya dengan kabel  "dengan tujuan memperbesar dan memperpanjang." Pria ini, yang kabarnya hingga kini bentuk penisnya tidak karuan ini, sempat dilarikan ke UGD sebelum akhirnya diberikan perawatan. Pada Januari 2010, jurnal Infectious Diseases in Clinical Practice melaporkan pria yang penisnya mengalami necrosis  (matinya sel dan jaringan) akibat disuntik cairan silikon oleh oknum dokter.

4. Bedah skrotum
Bedah kosmetik untuk organ genital pria tak terbatas pada penis. Ada pula pasar yang mengeksploitasi penampilan testis atau organ penghasil sperma.  Bedah kosmetik pada skrotum atau kantung testis didasarkan pada asumsi bahwa supaya penampilan buah zakar lebih bagus, bentuknya harus sempurna, berukuran besar dan seimbang dengan penis.

Atas dasar asumsi yang aneh itulah, prosedur yang disebut testicular prosthesis  ini diciptakan sejak  1941. Operasi ini awalnya dikembangkan untuk mengisi atau menggantikan testis yang hilang, bukan menggantikan yang sudah ada.  Saat dilahirkan, beberapa pria ada yang memiliki satu testis, bahkan ada yang mengalami kelainan sehingga tak memilikinya (anorkia bilateral), atau berukuran sangat kecil.

Para pria saat ini dapat memeroleh implan silikon dengan ukuran beragam (bahkan ada suatu situs menyediakan penawaran implan seperti halnya menu cepat saji, mulai dari ukuran medium, large hingga extra large).

Pada suatu situs lainnya disebutkan bahwa tujuan bedah skrotum tak sekedar kosmetik. "Tindakan ini juga akan menghilangkan kekhawatiran kebanyakan pria yang tidak puas dengan citra tubuh mereka, serta kebingungan akan dirinya akibat ukuran yang terlalu besar, kehilangan, menyalahi estetika, membosankan, dan untuk memperluas kantung skrotum." Tetapi situs ini juga memberikan peringatan bahwa implan ini bisa mengeras dan menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman." (Kompas,Kamis, 6/5/2010)

Antara Penis dan Ras

Pria dari Timur Tengah sudah pasti memiliki ukuran penis jumbo. Sebaliknya, orang Asia memiliki ukuran penis mungil-mungil. Begitulah mitos yang berkembang mengenai ukuran penis dan suku bangsa seseorang.
 

Mayoritas, pria dan wanita yang disurvei di berbagai negara setuju dengan pernyataan bahwa ukuran penis berkaitan dengan ras atau suku bangsa seseorang. Meski tidak ada orang yang pernah tidur dengan semua pria dari semua suku bangsa di seluruh dunia, tapi mitos dan kepercayaan tentang ukuran penis ini sudah berkembang luas secara internasional.

Faktanya, tidak ada satu pun studi yang bisa memberi jawaban memuaskan atas praduga yang terlanjur berkembang tersebut. Lalu, mengapa mitos tentang ukuran penis dan ras itu ada? Bukankah tak ada asap bila tak ada api? Charles Panati, dalam buku Sexy Origin and Intimate Things, membeberkan alasannya:

Pria Asia memiliki penis yang kecil
Mungkin hal ini dikaitkan dengan postur badan orang Asia yang lebih pendek dibanding orang Eropa sehingga dikonotasikan bahwa penis mereka pun berukuran kecil.

Pria Italia paling jago bercinta
Hal ini diduga karena adanya mitos yang menyebutkan bahwa penis orang Italia lebih tebal sehingga akan memberi kenikmatan lebih besar. Vagina memang lebih mudah terstimulasi oleh penis yang secara diameter lebih besar, ketimbang penis yang panjang, karena akan memberikan tekanan yang lebih intens pada saraf-saraf di area intim wanita.

Pria Timur Tengah "yunior"-nya paling besar
Lagi-lagi ini juga dikaitkan dengan postur badan pria asal Timur Tengah yang memang tinggi dan besar.

Orang Irlandia kuno pernah difoto dalam postur tubuh kurus tapi berotot. Hal ini menyebabkan orang menduga, pria asal Irlandia pasti juga memiliki penis yang kurus dan seluruh bagian kulupnya disunat.

Menurut Panati, kita terbiasa melihat seseorang berdasarkan postur tubuhnya dan latar belakang suku bangsanya sehingga kita pun menyimpulkan bahwa alat vital mereka pun tak jauh berbeda.
Penelitian yang dilakukan Kinsey melaporkan, ukuran penis rata-rata pria kulit putih sebelum ereksi adalah empat inci. Pada pria kulit hitam mencapai empat setengah inci.

Berbagai studi menunjukkan, sebagian besar pria, apa pun suku bangsanya, merasa ukuran penis mereka kurang besar. Meski mereka mengaku penis mereka berfungsi dengan baik, tapi tetap saja mereka berharap alat vital mereka bisa lebih panjang lagi.

Seharusnya, para pria tak perlu khawatir dengan ukuran penisnya. Pasalnya, sependek apa pun ukuran alat kelamin pria, G-spot wanita tetap bisa tersentuh.(Kompas,Sabtu, 22 Agustus 2009)

Kok, Penisnya Kecil?

Anak gemuk, terutama laki-laki, alat kelaminnya sering kali terlihat amat kecil. Kondisi ini sebelumnya dianggap wajar. Penis tampak kecil karena tertutup lemak di perut.

Ternyata keadaan itu tak selalu karena kegemukan. Menurut Prof Dr Wimpie Pangkahila, Sp And, FAACS, penis kecil dan biasanya testis juga kecil atau tidak turun ke dalam kantongnya pada anak gemuk bukan disebabkan oleh gemuknya.

"Gemuk dan kelamin yang tidak berkembang itu disebabkan rendahnya hormon androgen alias testoteron. Keadaan ini disebut hipogonadism," ujar guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi FK Universitas Udayana, Bali, ini.

Karena itu, kalau hanya mengandalkan pengaturan pola makan, sulit diharapkan penis dan testis anak berkembang menjadi normal.

Guna mengatasi masalah itu dibutuhkan pengobatan yang berfungsi meningkatkan kadar androgen. Tentu perlu pertimbangan tepat dan benar sebelumnya.

"Pemberian kadar testoteron haruslah mempertimbangkan kemungkinan efek samping, seperti terhambatnya pertumbuhan tinggi dan perkembangan pubertas dini. Pengobatan nontestoteron lebih aman," kata Prof Wimpie.

Mengingat dampaknya, penggunaan hormon testoteron pada anak harus hati-hati dan perlu pengawasan dokter ahli. Hormon ini juga tidak boleh dijual bebas. Jika anak mengalami perkembangan gangguan kelamin, Prof Wimpie menyarankan orangtua untuk berkonsultasi kepada dokter.

Kurangnya hormon androgen itu bisa disebabkan masuknya bahan, misalnya dalam bentuk makanan, yang bersifat antiandrogen atau bersifat estrogenik ke dalam tubuh anak. Makanan tersebut bisa saja diasup si ibu selama hamil.

Pria usia lanjut, dijelaskan dokter yang berpraktik di Klinik Grasia, Pusat Kesehatan Reproduksi Seksual dan Kedokteran Antipenuaan, Bali, ini juga bisa mengalami hipogonadism. Akibat yang muncul dari kondisi tersebut antara lain terjadi gangguan fungsi seksual dan timbunan lemak di perut.
(Sumber :Tabloid Gaya Hidup Sehat, Kompas, Kamis, 23 Juli 2009)

Merawat Mr. P Agar Tetap Joss

Pada suatu malam, istri Anda sudah bersiap-siap dengan gaun tipisnya yang merangsang. la menyandarkan tubuhnya dengan manja, menciumi Anda dengan hasrat menggebu dan memberi isyarat untuk pindah ke tempat tidur.  Jantung dan nadi Anda pun berdegup kencang, napas seakan memburu, semuanya berjalan dengan lancar.

Tapi sial, di saat paling krusial tiba-tiba saja peluncur roket Anda berubah bak sebatang sosis kekurangan isi. Anda pernah mendengar bahwa itu bisa saja terjadi pada pria manapun sekali atau dua kali, maka Anda mencoba tak mempermasalahkannya. Namun, lama kelamaan Anda tetap tak berdaya, bahkan meski Anda telah berusaha keras mengobarkan birahi Anda.

Kalau untuk mendapat ereksi ternyata menjadi lebih sulit daripada mengangkat beban puluhan kilogram, Anda sebaiknya mulai berpikir meskipun tak perlu mencemaskannya. Walau membuat kesal, sesekali kehilangan gairah atau gagal mempertahankan ereksi tak boleh terlalu dikhawatirkan.

"Sejalan dengan pertambahan usia, Anda butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ereksi dan memerlukan rangsangan baik fisik maupun psikologis lebih banyak untuk mempertahankannya. Justru orang yang menjadi cemas ketika merasa bahwa ereksinya tak stabil secara psikologis akan menjadi impoten. Itu karena is tidak bisa menerima bahwa jasmaninya bertambah tua," ungkap Roger Crenshaw, M.D., seorang psikiater dan spesialis terapi seks asal California..

Di saat usia dua puluh tahunan, mencapai ereksi adalah soal mudah.  Namun saat usia merayap mendekati 40, hasrat seksual dan kemampuan penis Anda takkan sebaik sebelumnya.  Jadi tak mengherankan bila siapa pun jadi cemas dan tertekan, karena kini Anda berpeluang bergabung dengan puluhan juta lelaki lain yang oleh dokter divonis mengidap impotensi.

Artinya, mereka tak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bersanggama sampai 75 persen dari seluruh kesempatan yang ada. "Banyak pria yang lebih mampu mengatasi kehilangan sebelah kaki daripada mengatasi impotensi," tutur Dr. Crenshaw.

Tetapi faktanya, hanya sedikit pria di usia tiga puluh dan empat puluhan mengalami impotensi, dan banyak hal yang bisa Anda perbuat untuk mengusahakan agar Anda tidak mengalaminya. Bahkan apabila Anda impoten, peluang untuk disembuhkan tetap masih ada.


Para dokter, yang dulu pernah memandang impotensi hampir secara eksklusif sebagai masalah psikologis, sekarang percaya bahwa sekurangnya tujuh di antara sepuluh kasus impotensi memiliki penyebab fisik, termasuk diabetes, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis.

Pengobatan, konsumsi alkohol, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah. Yang menjadi inti dalam hal ini adalah bahwa apa pun yang menghentikan aliran darah ke penis Anda akan memperkecil peluang Anda untuk mendapatkan ereksi.

Akan tetapi jika Anda merawat diri dengan baik, Anda dapat tetap siap siaga, tetap bergairah, dan tetap mampu berhubungan seks hingga usia lanjut. Menurut teori, tak ada alasan bahwa kemampuan seksual Anda akan berubah karena usia Anda bertambah. Ada satu hal yang sama di antara mereka : Mereka merawat diri lebih baik daripada kebanyakan pria lain.

Jadi rawatlah Mr. P Anda sebaik-baiknya. dan ikutilah beberapa cara cara berikut untuk menjaga agar alat vital Anda dapat terus berfungsi dengan baik.

- Berhenti merokok.
Merokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung, maka tak sulit untuk percaya bahwa proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Sekarang merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi, dan aksi pertamanya dimulai ketika usia Anda menginjak 40 tahun. Maka, jika Anda merokok, berhentilah sekarang juga!.

- Berlarilah ke tempat olahraga, jangan berjalan
Semakin bugar tubuh Anda, semakin sering Anda mampu berhubungan seksual, juga semakin baik, kata sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior. Dalam studi itu, yang diselenggarakan di University of California, San Diego, 78 pria sehat tetapi tidak aktif mulai berlatih aerobik tiga hingga lima hari dalam seminggu, masing-masing selama satu jam. Selama penelitian itu, tiap orang menulis buku harian tentang kegiatan seksual mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kehidupan seks para pelaku aerobik itu sangat meningkat. Sementara itu, kehidupan seks mereka yang hanya berjalan-jalan santai hanya berubah sedikit.

Tidak peduli jenis aerobik mana yang Anda pilih, yang penting Anda mengerjakannya, paling tidak tiga kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama dua puluh menit. Berlari, berenang, dan bersepeda merupakan pilihan-pilihan yang baik.

- Kurangi lemak
Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasok darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis. Para dokter percaya bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak. Apabila Anda makan 2500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak Anda adalah sekitar 50 gram. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang Anda beli, cari produk-produk miskin lemak dan tanpa lemak, hindari gorengan, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.

- Rampingkan pinggang Anda
Kelebihan timbangan dapat menyebabkan panjang penis Anda berkurang. Penelitian tidak resmi terhadap sejumlah pria kegemukan menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang pria yang kegemukan akan mendapatkan kembali dua setengah cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang disingkirkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang betel-betel kegemukan. Akan tetapi yang jelas, mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi Anda.

- Cermati obat yang Anda pakai
Ratusan obat dapat menyebabkan impotensi sebagai efek samping, termasuk diuretik, penurun darah tinggi lain, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang Anda minum dapat membuat Anda bermasalah.

- Alkohol secukupnya
Alkohol adalah depresan yang berfungsi memperlambat refleks, termasuk dalam olah seksual. Di samping merusak kemampuan seksual secara langsung, alkohol, bila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, dapat berpengaruh langsung terhadap testis, mengurangi produksi hormon pria testosteron dan mengganggu keseimbangan hormon-hormon dan badan-bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi, padahal keseimbangan itu rentan sekali. Batasi diri hanya dua kaleng bir atau segelas anggur sehari, kata Saul Rosenthal, M.D., direktur Sexual Therapy Clinic of San Antonio di San Antonio, Texas, dan pengarang Sex over 40. Apabila Anda mengalami masalah seksual, berhentilah minum selama tiga bulan untuk mengetahui apakah ini ada gunanya, katanya.

- Berhati-hatilah
Cedera penis sering menjadi penyebab impotensi, ungkap Irwin Goldstein, M.D., dosen urologi di Boston University School of Medicine. "Cedera pada penis bisa menyebabkan pecahnya dinding berserat yang berfungsi menahan tekanan ketika ereksi terjadi. Kerusakan yang terjadi betel-betel seperti yang dialami oleh dinding ban mobil ketika pecah karena menabrak- trotoar dalam kecepatan terlalu tinggi," katanya.

Posisi yang paling memungkinkan peristiwa ini terjadi adalah ketika wanita berada di atas, karena sewaktu-waktu penis dapat terlepas dari vagina, dan bila kurang hatihati si wanita dapat menekuk penis ke arah yang salah. Selain tertekuk ke arah yang salah selama olah seksual, kecelakaan sepeda dan hantaman pada selangkangan juga dapat merusak penis serta testis.(Kompas,Senin, 11/2/2008)

Mr P Oke, Kesehatan Pun Oke

Gangguan ereksi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai masalah "kejantanan" karena sebenarnya disfungsi ereksi merupakan indikator bagi komplikasi penyakit.

"Ada kaitan yang jelas antara kesehatan pria dan performa seksualnya," kata Steve Lamm, MD, penulis buku The Hardness Factor. Munculnya gangguan ereksi pada pria sangat berkait erat dengan beberapa penyakit, seperti diabetes, depresi, obesitas, penyakit jantung, darah tinggi, dan gangguan kolesterol.

Mekanisme ereksi bukanlah proses yang sederhana, seperti halnya meniup balon. Ereksi merupakan proses yang kompleks yang melibatkan pembuluh darah, otot, hormon, sistem saraf, dan fisik secara bersama-sama. Bila salah satu bagian ini terganggu, maka otomatis "alat tempur" pria pun tak bisa dipakai "berlaga".

Ahli urologi dari Cleveland Clinic, Drogo Montague, MD, mengatakan bahwa gangguan ereksi memang berkaitan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan, terutama penyakit jantung.

Agar terjadi ereksi, Mr P harus dialiri darah. Pengendapan lemak dalam arteri pembuluh darah (arterioklerosis) bisa menghambat aliran darah yang mengarah ke penis sehingga terjadi impotensi. Makanan tinggi lemak, kolesterol, tekanan darah tinggi, kegemukan, diabetes, dan merokok merupakan penyebab utama arterioklerosis.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2004 menguatkan teori tersebut. Sebuah survei pada 1972-1974 dilakukan terhadap 1.810 pria mengenai risiko penyakit jantung.

Kemudian, tahun 1998, para peneliti menghubungi 844 orang dari responden yang masih hidup dan menanyakan tentang gangguan ereksi. Ternyata, mayoritas pria yang memiliki faktor risiko penyakit jantung saat mereka disurvei mengalami impotensi.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah kebanyakan orang yang menderita depresi juga mengalami gangguan seksual, seperti menurunnya libido, ejakulasi dini, hingga tidak mampu ereksi.

Meski saat ini sudah ada obat-obatan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, para ahli mengingatkan pentingnya pencegahan. Dalam bukunya, Lamm menyarankan para pria untuk memiliki kebiasaan berolahraga, tidur cukup, mengonsumsi makanan sehat, serta mengonsumsi vitamin atau suplemen. "Coba lakukan program ini selama enam minggu dan lihat hasilnya pada kemampuan penis," katanya.
(Sumber :Webmd, Kompas,Rabu, 25 November 2009)

Nyeri Akibat Mr P yang Extra Large

"Suami saya memiliki penis yang besar. Pria dan wanita lain pasti menginginkan hal ini, tapi saya tidak, karena malah menimbulkan masalah. Tubuh saya kecil, dibanding suami yang tinggi besar. Berhubungan intim dengannya sangat tidak nyaman, bahkan menyakitkan sekali. Perih sekali rasanya kalau habis berhubungan. Kami sudah membicarakan hal ini, dan ia sudah mengusahakan banyak hal untuk membuat saya nyaman. Kadang-kadang kami tidak berhubungan dalam waktu lama, dan dia jadi frustrasi, meskipun dia tahu sebabnya. Saya khawatir ini akan merusak hubungan kami." Demikian surat dari JK.

Memang, seringkali ukuran penis yang besar sering dijadikan standar kehebatan seorang pria di atas ranjang. Dalam kenyataannya, penis yang besar justru bisa menyakiti area vagina perempuan saat intercourse. Nyeri yang luar biasa akan terus mengendap, dan biasanya akan membuat perempuan trauma. Setidaknya, ia akan terus berusaha menghindar dari aktivitas seks. Padahal, disadari pula, jika pria merasa tidak puas dengan kehidupan seksualnya, dikhawatirkan ia akan mencari kompensasinya di luar rumah.

Menurut John D. Moore, MS, CADC, profesor bidang ilmu kesehatan di American Public University, dan penulis buku Confusing Love With Obsession: When You Can't Stop Controlling Your Partner & the Relationship, banyak pasien perempuan yang membahas masalah relasi seksual dalam program terapi. Satu dari banyak keluhan yang disampaikan berpusat pada pasangan seksual yang diberkahi dengan penis yang besar, namun malah menyebabkan kegelisahan dan rasa sakit selama berhubungan seks.

Bila hal semacam ini terjadi pada Anda, jangan langsung menyerah dan memutuskan berpisah. Karena sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

1. Jangan lakukan apapun yang membuat Anda merasa tidak nyaman
Bagaimanapun, hubungan seksual haruslah dinikmati kedua belah pihak. Moore menyarankan, sebelum melakukan aktivitas ini, buat batasan-batasan mengenai apa yang akan didapatkan dan tidak didapatkan oleh pasangan. Membuat aturan semacam ini bukanlah sesuatu yang salah, karena akan membantu mengurangi rasa tegang dan meningkatkan pengalaman seksual Anda.

2. Lakukan dengan perlahan
Keinginan menyenangkan pasangan tentu sangat dimengerti, namun berusaha terlalu keras  dan terlalu cepat bisa-bisa malah menimbulkan cidera. Rasa sakit saat berhubungan seringkali juga disebabkan vagina belum sepenuhnya siap menerima penis. Pastikan cairan di vagina sudah cukup untuk memudahkan penis menembus area vagina. Bila memang belum cukup, lanjutkan dulu sesi foreplay-nya. Kemudian, minta pasangan untuk memulai penetrasi dengan perlahan dan hati-hati. Selama proses tersebut, lakukan komunikasi untuk memastikan rasa nyeri tidak terjadi.

3. Gunakan bantuan pelumas. Apabila langkah kedua di atas belum cukup membantu, tambah jumlah cairan pada vagina dengan memberikan cairan lubrikasi. Kemudian, selama proses penetrasi, kembali lakukan komunikasi agar pasangan juga tahu kapan ia harus berhenti jika Anda mulai merasa kesakitan. Tidak ada gunanya bila Anda memaksakan diri untuk menyenangkan pasangan, bila kondisi ini malah mengancam kesehatan reproduksi Anda.

4. Cari posisi yang lebih nyaman. Sudahkah Anda mencoba posisi lain selain missionary? Beberapa posisi seks yang disarankan untuk pria yang memiliki penis besar antara lain posisi spooning (dari belakang), menyamping, kedua kaki Anda di atas pinggulnya, atau Anda berdua dalam posisi duduk berhadapan. Posisi seperti ini tidak memungkinkan penis untuk menembus vagina secara maksimal, sehingga meminimalisasi rasa nyeri. Coba lakukan eksplorasi lebih lanjut untuk menemukan posisi lain yang lebih melegakan untuk vagina.

5. Pertimbangkan cara lain yang menyenangkan
Jika segala cara di atas sudah Anda lakukan, dan Anda tetap tak dapat mengurangi rasa nyeri, pertimbangkan cara lain untuk memuaskan pasangan. Anda toh masih bisa memberikan stimulasi dalam bentuk lain, seperti seks oral. Intinya adalah untuk tidak membuat Anda terjebak dalam situasi yang menimbulkan pengalaman traumatik bagi Anda maupun pasangan.

(Sumber: Divine Caroline, Kompas,Sabtu, 7/8/2010)

Penis Besar Lebih Memuaskan, Benarkah?

HAMPIR di seluruh dunia mempercayai bahwa laki-laki dengan golongan etnik tertentu mempunyai penis besar. Dengan demikian dapat lebih memuaskan lawan jenisnya saat berhubungan seks.

Dr. Arif Adimoelya, dari Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah-RSAL Dr. Ramelan Surabaya, menegaskan, besar kecilnya penis sebenarnya bukan masalah utama. Namun sejak lama dipersepsikan bahwa makin besar penis, makin besar pula sifat “macho” seorang pria.

Banyak pria jaman sekarang mengingingkan alat kelaminnya diperbesar. Entah dengan usaha bedah plastik ataupun dengan menyuntikkan berbagai bahan kimia tertentu, termasuk penyuntikan dengan silikon. Bahkan ada pula yang terobsesi untuk datang ke seorang pemijat, Mak Erot misalnya, agar penisnya besar.

Padahal, yang menentukan hebat tidaknya seorang pria dalam berhubungan seks bukan besar kecilnya penis, melainkan bagaimana pria memanfaatkan dan memainkan alatnya ini secara baik dan tepat. Yang penting “Man Behind the Gun”

Rangsangan vagina yang dapat diterima fihak wania secara baik hanya terletak 1/3 bagian luar. Begitu pula “G Spot” (pusat gairah rangsangan nikmat) juga terletak di daerah ini. Sehingga tidak perlu seorang pria mengaduk-aduk vagina lebih dalam demi mencari kenikmatan seksual.

Banyak pula mitos yang mengaitkan bentuk penis sesuai dengan organ tubuh yang lain. misalnya perumpamaan bentuk penis dengan ibu jari tangan, bentuk hidung dan lain sebagainya. Katanya, dengan melihat bentuk tampang muka atau bagian tubuh lain dapat diperkirakan besar penis dan bentuknya. “Tentu saja sama sekali tidak benar semua itu,” jelas Dr. Arif.

Jadi, persoalan besar atau kecil itu bukan hal yang penting untuk dibahas. Bahkan dengan jari-jemari yang ukurannya lebih kecil dari penis, wanita bisa terangsang dan mengalami orgasme.

(Sumber : Gaya Hidup Sehat, Kompas,Kamis, 10/4/2008)

Penis Gak Perlu Panjang, Yang Penting Sampai

Kepuasan seks yang dirasakan oleh kedua pihak merupakan inti dari hubungan intim yang dilakukan oleh pasangan suami-istri (Pasutri). Ada banyak faktor yang menentukan kenikmatan seks, salah satunya adalah bentuk dan panjang penis.

Menurut dr. Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, SpRM, M.Kes, konsultan seks, banyak pria Indonesia beranggapan dirinya tidak akan mampu membahagiakan pasangannya, sebelum mempunyai ukuran penis besar seperti yang mereka lihat di Blue Film. "Padahal ukuran wajar penis untuk rumpun Asia adalah sembilan centimeter, dan ukuran tersebut sudah cukup untuk membahagiakan pasangan," terang Ferryal, saat talk show seksologi di hotel Ibis Slipi, Jakarta, Sabtu (9/8).

Ferryal melanjutkan, jika ada ukuran penis pria di Indonesia yang lebih dari sembilan centimeter (cm) hal itu tidak akan banyak berguna di dalam berhubungan intim. Sebab ukuran penis yang lebih dari sembilan cm, belum tentu dapat masuk seluruhnya ke dalam lubang vagina wanita. "Yang penting, penis mampu menyentuh bagian G spot yang berada di bagian dalam organ intim wanita. G Spot itulah yang akan membuat wanita menjadi terangsang dan mengalami kenikmatan seksual saat berhubungan intim," beber Ferryal.

"G Spot berjarak dua inchi dari permukaan vagina. Bila G Spot sudah tersentuh oleh penis pasti akan membuat wanita terangsang," ujar Ferryal(Kompas,Sabtu, 9 Agustus 2008)

Penis Keras, Seks pun Puas?

SEBAGIAN orang berpendapat bahwa kepuasan seksual seorang wanita akan terpenuhi bila ukuran dari penis pasangannya panjang. Mitos ini dipatahkan oleh dr. Heru H.Oentoeng, Andrologis dan Ahli Kemandulan Pria dalam acara Bincang-Bincang Pfizer Sexperience  di Gelato Bar- Arcadia, Jakarta Selatan, Jum'at (18/04).

Mak Erot akan bersedih hati jika mendengar pernyataan dr. Heru bahwa ternyata ukuran panjangnya suatu penis terbukti bukanlah faktor utama dari pencapaian orgasme para wanita. Namun tingkat kekerasan penis-lah yang menjadi pemicu utama wanita betah berlama-lama di atas ranjang.

Berdasarkan Global Better Sex Survey terhadap 12.558 pria dan wanita di 27 negara yang dilakukan Pfizer tahun 2006, terungkap bahwa untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan, dibutuhkan tingkat kekerasan ereksi yang optimal.

“Ukuran penis orang Asia itu tergolong pendek, sekitar 8 - 12 cm saja, tapi percuma juga jika besar dan panjang tapi tidak keras. Karena pusat orgasme wanita atau G-Spot itu hanya 2-3 cm dari permukaan vagina, jadi untuk apa punya penis panjang, karena daerah yang menjadi  saraf sensasi ada di depan, dan bagian dalam tidak terlalu pengaruh,” ujar dr.Heru.

Jadi, bagi para pria yang merasa tidak percaya diri karena penisnya yang dianggap kecil sebaiknya jangan kecewa, karena yang terpenting adalah bagaimana mencari celah untuk memaksimalkan kekuatan penis pada saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Don't worry about the size, because the man behind the gun is the most powerful thing.(Kompas,Jumat, 18/4/2008)

Sunday, November 7, 2010

Soal Ukuran Mr.P, Prancis Paling OK se-Eropa

DALAM hal ukuran alat vital pria,  Prancis boleh membanggakan diri.  Suatu riset menyebutkan, rata-rata pria Prancis memiliki ukuran panjang dan lingkar penis lebih besar dibandingkan negara-nagara Eropa lainnya.

Penelitian yang dilakukan Institut fuer Kondom-Beratung  (Institut Konsultasi Kondom) di Jerman menyebutkan, Prancis mengungguli 24 negara uni Eropa lainnya dalam hal ukuran organ vital pria.

Dalam riset yang melibatkan 10.477 pria dewasa dari 25 negara Eropa ini, terungkap bahwa pria Prancis rata-rata memiliki ukuran  panjang 15,48 cm dengan lingkarnya sekitar 13,63 cm.

Peringkat kedua ditempati para pria Swedia dengan rata-rata panjang 15,48 cm dengan lingkar 13,63 cm, disusul Estonia 15,17 cm dengan lingkar 12,54 cm.

Inggris yang diyakini sebelumnya akan menjadi pesaing Prancis justru mengenaskan. Kaum Adam di negara ini rata-rata memiliki panjang penis sekitar 13,32 cm dengan lingkar 11,32 cm atau menempati peringkat 23 dari 25 negara. 

Sedangkan para pria Italia masih cukup bisa berbangga karena menempati peringkat 5 besar dengan panjang 14,95 cm dengan lingkar 11,95 cm.

Berikut hasil riset selengkapnya :
1. Prancis, panjang :15.48cm, lingkar : 13.63cm
2. Swedia, panjang : 15.36cm, lingkar : 12.78cm
3. Estonia, panjang: 15.17cm, lingkar : 12.54cm
 4. Hongaria, panjang : 14.99cm, lingkar: 11.81cm
5. Italia, panjang: 14.95cm, lingkar: 11.95cm
6. Austria, panjang: 14.89cm, lingkar : 12.10cm
7. Denmark, panjang: 14.88cm, lingkar : 11.75cm
8. Belgia, panjang: 14.77cm, lingkar: 13.19cm
9. Jerman, panjang: 14.61cm, lingkar: 11.80cm
 10. Latvia, panjang: 14.69cm, lingkar: 11.93cm
11. Lithuania, panjang: 14.55, lingkar: 11.27cm
12. Romania, panjang: 14.30cm, lingkar: 12.25cm
 13. Belanda, panjang: 14.28cm, lingkar: 11.35cm
14. Polandia, panjang: 14.21cm, lingkar: 11.62cm
15. Slovakia, panjang: 14.19cm, lingkar : 11.54cm
 16. Czech Republic, panjang: 14.17cm, lingkar : 11.65cm
17. Bulgaria, panjang: 14.09cm, lingkar: 11.69cm
18. Slovenia, panjang: 14.01cm, lingkar: 11.72cm
 19. Portugal, panjang: 13.91cm, lingkar: 10.45cm
20. Luxemburg, panjang: 13.82cm, lingkar: 11.40cm
21. Spanyol, panjang: 13.58cm, lingkar : 10.43cm
 22. Finlandia, panjang: 13.52cm, lingkar : 11.13cm
23. Inggris: panjang 13.32cm, lingkar: 11.32cm
24. Irlandia, panjang: 12.78cm, lingkar : 10.94cm
25. Yunani, panjang: 12.18cm, lingkar : 10.19cm

(Sumber :BILD.de, Kompas,Selasa, 2 Desember 2008)

Waspadai Penis Kecil pada Anak

Sari, ibu dari Putera (6), belakangan bertanya-tanya tentang kenormalan organ vital anaknya. Dia merasa pertumbuhan penis putranya tidak sesuai usianya.

"Saya lihat, kok, berbeda perkembangannya dengan adik laki-lakinya. Terlalu kecil,” ujar perempuan warga Tangerang, Banten, itu beberapa waktu lalu. Dia lantas membawa putranya ke dokter anak di sebuah rumah sakit. Dokter menyarankan pengukuran terlebih dahulu. Tetapi, si kecil terus menolak dan menangis setiap kali alat kelamin hendak diukur sehingga mereka pulang tanpa hasil.

Pada saat anak usia enam tahun, Sari tetap merasa penis putranya tidak bertumbuh. ”Dengan usianya sekarang, tinggi badan 128 cm dan berat 30 kilogram, penis anak saya hanya seruas ibu jari. Skrotum juga tidak bertambah besar,” katanya.

Ketika kembali ke rumah sakit, dokter menyarankan agar Sari melihat perkembangan lebih lanjut lagi. Dokter tersebut, menurut Sari, khawatir adanya efek samping jika terapi dilakukan terlalu cepat.

”Dokter katakan, ’Nanti libido anak meningkat dan perubahan fisik terjadi terlalu cepat,’” katanya. Pulanglah Sari dengan rasa penasaran yang terus bergantung.

Tidak hanya Sari yang resah. Dokter ahli andrologi dan seksologi, Wimpie Pangkahila, belakangan makin sering kedatangan pasien-pasien kecil. Dalam satu bulan, lima hingga enam bocah laki-laki berusia 6-10 tahun dengan kasus penis yang terlalu kecil datang kepadanya. Dalam bahasa kedokteran, kondisi itu disebut mikropenis. Ada yang penisnya hanya sepanjang 1 sentimeter.

”Sepertinya kasus mikropenis semakin sering ditemukan. Tetapi, untuk membuktikan fenomena itu, harus ada penelitian,” ujar Wakil Ketua Umum Perkumpulan Kedokteran Antipenuaan Indonesia (Perkapi) itu.

Wimpie menduga, kasus mikropenis ada kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi. Perkembangan penis terkait dengan hormon testosteron yang bertanggung jawab atas karakteristik pria. Dia menduga, produk ternak yang dikonsumsi ada yang mengandung hormon estrogen. Estrogen berperan dalam produksi hormon seks perempuan dan perkembangan ciri kelamin sekunder perempuan.

Ternak bisa saja mendapatkan estrogen lewat pakan ataupun injeksi. Biasanya dengan tujuan agar ternak cepat gemuk. Namun, Wimpie kembali menekankan perlunya penelitian mengenai kaitan produk ternak dengan kasus tersebut.

Zat-zat pengganggu

Spesialis endokrin anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Aman B Pulungan, berpendapat, mikropenis lebih disebabkan faktor hormonal sejak anak masih dalam kandungan.

Dalam berbagai studi mengenai kasus tersebut diketahui adanya zat kimia yang mengganggu atau mengubah fungsi endokrin yang disebut endocrine disrupter chemicals (EDC).

Zat pengganggu itu dapat menghambat kerja androgen, terutama mengganggu substansi yang bertanggung jawab dalam pembentukan organ seksual dan perkembangan karakteristik sekunder laki-laki. EDC tersebut, antara lain, adalah sejumlah zat yang terdapat dalam pestisida kimia, misalnya diklorodifeniltrikloroetan (DDT). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melarang sejumlah formulasi pestisida karena berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan. DDT termasuk bahan aktif yang dilarang.

Zat pengganggu tersebut, sebagai komponen, dapat berinteraksi dengan estrogen ataupun androgen reseptor serta sebagai antagonis (lawan hormon endogen). Bukti-bukti ilmiah yang ada juga menunjukkan zat pengganggu memodulasi aktivitas atau ekspresi dari enzim steroidegenik. EDC juga berakibat terhadap kelainan dan perkembangan organ seksual. Gangguan itu terjadi sejak dalam kandungan.

Aman mencontohkan, sebuah studi di China pernah mencatat adanya kasus mikropenis pada bayi-bayi yang dilahirkan di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu. Ternyata setelah diteliti, fenomena tersebut terkait dengan kandungan zat kimia (dalam kasus itu pestisida) yang masuk ke dalam tubuh.

Ukuran yang pas

Orangtua dapat khawatir anaknya mikropenis jika penis tampak kecil, kelihatan kulupnya saja, atau penis seperti menyatu dengan kantong zakar sehingga sulit terlihat. Kondisi tersebut ada sejak lahir. ”Untuk ketepatan diagnosis, ukuran penis harus dipastikan dengan teknik pengukuran yang benar,” ujar Aman, yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Dia mencontohkan, panjang penis bayi baru lahir pada kondisi rileks umumnya 3,1-4,7 cm, anak umur 1 tahun 3,9-5,6 cm, dan anak umur 6 tahun 5,2-7 cm. Kekurangan 2,5 cm dari rentang ukuran normal masih tidak perlu dikhawatirkan. Penis yang kurang dari ukuran normal itu disebut penis kecil dan belum perlu terapi hormon. Namun, jika kekurangannya 2,5 cm lebih dari rentang ukuran normal, anak dapat disebut mikropenis sehingga perlu diterapi.

Mikropenis dan kesuburan merupakan hal yang berbeda. Masalah kesuburan lebih terkait dengan testis (zakar). Belum tentu pemilik mikropenis tidak subur.

Hanya saja, seorang anak mikropenis dengan zakar tidak turun sangat berisiko terganggu kesuburannya. Ada kalanya kasus mikropenis diikuti dengan zakar kecil, zakar tidak turun, atau lubang kencing tidak pada tempatnya (hypospadia).

Bisa ditangani

Orangtua tidak perlu panik atau khawatir. Aman mengatakan, kasus mikropenis dapat ditangani. Sebaliknya, jika tidak ditangani, anak berisiko tetap mikropenis. Kelainan sebaiknya dideteksi dan diatasi sedari dini sehingga segera diterapi. Bahkan, terapi dapat dimulai sejak bayi.

”Sebaiknya, terapi jangan melewati usia pubertas atau masa pertumbuhan (14 tahun),” ujar President Elect Asia Pacific Paediatric Endocrine Society tersebut. Penanganan akan sangat sulit dan efek samping harus dinilai hati-hati.

Dalam terapi, spesialis endokrin anak memberikan hormon testosteron dalam dosis disesuaikan dengan kebutuhan anak. Terapi diberikan 4 kali setiap 3-4 minggu dengan total hanya 4 kali suntikan. Efek samping ringan yang dapat muncul, antara lain, adalah sering ereksi. Ada pula efek samping seperti memacu penutupan lempeng tulang (menghambat pertumbuhan) dan memacu pubertas jika dosis berlebihan, walaupun kasus demikian jarang terjadi. Dengan terapi, penis si kecil pun akan bisa tumbuh dengan baik.(Kompas,Kamis, 18 Februari 2010)

Saturday, October 23, 2010

Priapisme (Ereksi Nyeri dan Menetap)

Priapisme adalah ereksi yang nyeri dan menetap dan tidak berhubungan dengan gairah maupun kepuasan seksual.

PENYEBAB
Priapisme bisa terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi baru lahir.
Priapisme pada anak-anak biasanya ditemukan pada penderita leukemia. Sel darah putih menyumbat atau menghalangi aliran darah dari penis sehingga terjadi priapisme.
Anak-anak yang menderita penyakit sel sabit juga bisa mengalami priapisme.
Penyebab priapisme lainnya pada anak-anak adalah trauma, baik pada penisnya sendiri maupun pada daerah di bawah penis (perineum) dan cedera korda spinalis.

Pada dewasa, penyebab priapisme bisa diketahui bisa juga tidak.
Salah satu penyebabnya adalah penyakit sel sabit (sebanyak 30% kasus). Dilaporkan bahwa 42% dewasa yang menderita penyakit sel sabit dan 64% anak-anak yang menderita penyakit sel sabit, pada akhirnya akan mengalami priapisme.
Bekuan darah juga bisa menyebabkan terjadinya priapisme.

Penyebab yang paling sering dari priapisme pada dewasa adalah obat-obat yang disuntikkan:
- Obat psikosa (torazin, klorpromazin)
- Obat anti hipertensi (prazosin)
- Marijuana
- Obat yang digunakan untuk mengobati impotensi
- Antikoagulan
- Kokain
- Kortikosteroid
- Tolbutamid
- Trazodon
Penyebab lainnya adalah:
- Kanker yang telah menyusup ke dalam penis dan menghalangi aliran darah dari penis
- Infeksi alat kelamin
-Kelainan pada pembuluh darah atau saraf di dalam jaringan erektil.

GEJALA
Gejalanya berupa ereksi disertai nyeri yang terjadi tanpa adanya rangsangan seksual dan berlangsung selama 4 jam atau lebih.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

Pemeriksaan gas darah terhadap darah yang diambil dari penis bisa memberikan petunjuk berapa lama priapisme telah berlangsung dan beratnya kerusakan yang telah terjadi.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya:
# Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat segera dihentikan
# Jika penyebabnya adalah kerusakan saraf, diberikan obat bius melalui spinal
# Jika penyebabnya adalah bekuan darah, dilakukan pembedahan untuk membuang bekuan darah atau untuk membuat bypass agar sirkulasi penis kembali normal.

Pada sebagian besar kasus dilakukan penyedotan darah yang berlebihan dari penis dengan sebuah jarum (aspirasi) dan membersihkan pembuluh darah dengan cairan untuk membuang berbagai bekuan atau penyumbat lainnya.

Jika priapisme berlangsung kurang dari 4 jam bisa diberikan obat dekongestan (misalnya pseudoephedrin dan terbutalin), yang bekerja dengan cara mengurangi aliran darah ke penis.
Setelah pemberian dekongestan baru dilakukan aspirasi.

Jika ereksi mulai berulang, bisa diberikan obat vasoaktif, misalnya epinefrin, yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah dan mencegah berulangnya priapisme.


Kanker Penis

Kanker Penis adalah keganasan pada penis.

PENYEBAB
Diduga penyebabnya adalah smegma (cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui.

Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- luka pada penis
- luka terbuka pada penis
- nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil.

Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

PENGOBATAN
Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor: Kemoterapi
# Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor.
# Pembedahan
Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis).
Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).
# Terapi penyinaran
Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar.
Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria.
Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

Kelainan Penis

Cedera pada Penis
Beberapa jenis cedera bisa mengenai penis.
Penis sering terjepit oleh resleting celana, tetapi lukanya akan segera membaik.
Jika luka atau iritasi pada penis mengalami infeksi, diberikan antibiotik.

Jika penis yang sedang mengalami ereksi terlipat secara berlebihan, bisa menimbulkan nyeri, kerusakan pada struktur yang mengontrol ereksi dan gangguan dalam melakukan hubungan seksual.

Balanopostitis adalah peradangan menyeluruh pada kepala penis (glans penis) dan kulitnya.
Peradangan biasanya terjadi akibat infeksi jamur atau bakteri di bawah kulit pada penis yang tidak disunat.
Penis menjadi nyeri, gatal-gatal, kemerahan dan membengkak, serta bisa menyebabkan terjadinya penyempitan uretra.

Penderita balanopostitis di kemudian hari bisa menderita balanitis xerotika oblitterans, fimosis, parafimosis dan kanker.

Balanitis xeronika obliterans merupakan peradangan menahun yang menyebabkan pengerasan berwarna putih di ujung penis.
Biasanya penyebabnya tidak diketahui, tetapi bisa terjadi akibat infeksi atau reaksi alergi.
Lubang uretra sering dikelilingi oleh daerah pengerasan ini, yang pada akhirnya bisa menyumbat aliran air kemih dan semen.
Untuk mengatasi peradangan bisa digunakan krim antibiotik atau anti peradangan, tetapi uretra seringkali harus dibuka kembali melalui pembedahan.

Fimosis merupakan pengkerutan atau penciutan kulit depan penis.
Fimosis merupakan suatu keadaan normal yang sering ditemukan pada bayi baru lahir atau anak kecil, dan biasanya pada masa pubertas akan menghilang dengan sendirinya.
Pada pria yang lebih tua, fimosis bisa terjadi akibat iritasi menahun.
Fimosis bisa mempengaruhi proses berkemih dan aktivitas seksual.
Biasanya keadaan ini diatasi dengan melakukan penyunatan (sirkumsisi).

Pada parafimosis, kulit depan penis yang tertarik tidak dapat ditarik kembali melalui glans penis.
Parafimosis bisa diatasi dengan sirkumsisi.

Eritroplasia Queyrat adalah daerah seperti beludru yang berwarna kemerahan pada kulit penis, biasanya diatas atau pada dasar glans penis.
Hal ini biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat.
Jika tidak diobati bisa berubah menjadi keganasan.
Diberikan krim yang mengandung fluorourasil.
Karena berpotensi menjadi keganasan, maka kelainan ini harus diperiksa setiap beberapa bulan selama dan setelah pengobatan.
Pengobatan lainnya yang bisa dilakukan adalah membuang jaringan abnormal tersebut melalui pembedahan.

Hipospadia merupakan suatu cacat bawaan dimana lubang uretra tidak terletak pada tempatnya, misalnya berada di bawah penis.
Keadaan ini bisa diatasi dengan pembedahan.

Genital ambigus sangat jarang terjadi. Anak terlahir dengan alat kelamin yang tidak jelas, apakah pria atau wanita.
Pada anak laki-laki, penisnya sangat kecil atau tidak ada, tetapi jaringan testikulernya ada.
Ada juga anak yang memiliki jaringan testikuler dan jaringan ovarium.

Mikropenis jarang terjadi. Penis memiliki ukuran yang jauh di bawah ukuran rata-rata.