Monday, December 21, 2009

Tengkorak Retak

Tengkorak retak adalah retaknya tulang yang mengelilingi otak.

* Tengkorak retak dapat terjadi dengan atau tanpa kerusakan otak.
* Gejalanya bisa termasuk rasa sakit, gejala kerusakan otak, dan, pada keretakan tertentu, bocornya cairan dari hidung atau telinga atau memar di belakang telinga atau sekitar mata.
* Computed tomography (CT) digunakan untuk mendiagnosa keretakan tengkorak.
* Banyak keretakan tengkorak tidak memerlukan pengobatan.


Tengkorak retak bisa melukai arteri dan pembuluh darah, yang kemudian berdarah ke dalam daerah yang mengelilingi jaringan otak. Orang yang mengalami tengkorak retak, kerusakan otak kemungkinan bisa lebih parah dibandingkan dengan orang yang menderita luka kepala tetapi tidak retak. Bagaimanapun, tengkorak retak sering terjadi tanpa kerusakan otak. Retak, khususnya di belakang dan bawah (base) tengkorak, dapat merobek selaput , lapisan pada jaringan yang melindungi otak. Sifatnya jarang, bakteri masuk ke tengkorak melalui beberapa retakan, menyebabkan infeksi dan kerusakan otak berat. Kadangkala, bagian-bagian dari tulang tengkorak retak tertekan masuk ke dalam otak. Jenis retak ini disebut keretakan tertekan. Tengkorak retak tertekan bisa menekan otak ke lingkungan sekitar dan benda asing, menimbulkan infeksi atau bentuk dari abscesses (kumpulan nanah) di dalam otak


GEJALA
Beberapa gejala-gejala menduga keretakan pada dasar tengkorak :

* Cairan cerebrospinal-cairan bening yang mengalir melebihi permukaan otak diantara meninges-bisa mengalir dari hidung (rhinorrhea) atau telinga (otorrhea).
* Darah bisa menumpuk di belakang gendang telinga, atau jika gendang telinga retak, darah bisa mengalir dari telinga.
* Lebam bisa terbentuk di belakang telinga (tanda Battle) atau di sekitar mata (mata raccoon).

Darah bisa menumpuk di dalam sinus, yang bisa juga menjadi retak
DIAGNOSA

Tengkorak retak biasanya didiagnosa pada orang dengan luka kepala yang menjalani computed tomography (CT) scanning. CT scanning lebih baik dibandingkan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mendiagnosa tengkorak yang retak.

Kebanyakan orang dengan tengkorak yang retak tanpa luka kepala dirujuk ke rumah sakit dan diperiksa. Orang yang mengalami serangan memerlukan antikonsulvan. Selain dari retak pada dasar tengkorak dan tengkorak retak yang menekan, kebanyakan tengkorak tidak memerlukan pengobatan khusus.

Retak pada dasar tengkorak : orang dengan retak pada dasar tengkorak dirujuk ke rumah sakit. Istirahat total dan mengangkat kepala diperlukan sampai cairan cerebrospinal berhenti mengalir. Orang harus menghindari meniup hidung mereka karena seringkali sinus di dekat hidung juga retak. Bahkan juga, meniup hidung bisa menyebabkan udara dari hidung menyebar ke bagian lain pada wajah atau kepala. Kebanyakan meningel merobek penutup pada mereka sendiri dalam 48 jam atau setidaknya dalam seminggu setelah luka tersebut. jika cairan cerebrospinal terus mengalir, kemudian dokter kadangkala bisa mengeringkan cairan tersebut dengan memasukkan jarum kecil pada punggung bawah. Jika cairan terus mengalir, aliran tersebut ditutup dengan cara operasi.

Tahukah anda

Sinar X pada tengkorak jarang membantu

Tengkorak retak yang menekan : pada retakan jenis ini, salah satu atau lebih bagian pada tulang bisa menekan ke dalam otak, merusak otak. Otak kemungkinan mengarah keluar. Dokter bermaksud untuk mencegah infeksi dan pembentukan abscesses dengan mengangkat benda asing dan jaringan mati dan memperbaiki dengan maksimal kerusakan sebagaimana mungkin. Dokter mengangkat kepingan tengkorak kembali ke posisi dan menutup luka dengan jahitan.

Tengkorak yang retak pada anak : pada bayi yang mengalami tengkorak retak, selaput di sekitar otak kadangkala menonjol terus dan menjadi terperangkap oleh retakan, membentuk kantung berisi cairan yang disebut retak yang berkembang atau kista leptomeningeal. Kantung tersebut terbentuk lebih dari 3 sampai 6 minggu dan kemungkinan bukti pertama bahwa tengkorak telah retak.

Seorang anak dengan tengkorak yang retak dirujuk ke rumah sakit jika :

* Gejala-gejala diduga kemungkinan luka otak.
* Anak tersebut telah pingsan, walau sebentar.
* Gejala-gejala atau CT scan menemukan dugaan sebuah retakan pada dasar tengkorak.
* Gejala-gejala atau CT scan menemukan dugaan sebuah retakan pada dasar tengkorak.
* Anak yang diduga mengalami kekerasan.

PENGOBATAN

Pengobatan pada kista leptomeningeal bisa hanya berhubungan dengan penelitian, sejak kantung berisi cairan kadangkala sembuh dengan sendirinya. Pada anak yang mengalami atau menjadi beresiko mengalami masalah-masalah seperti tekanan pada otak atau infeksi, dokter mengeringkan kista dengan cara operasi.(medicastore)

Sunday, December 20, 2009

Luka Memar dan Goresan pada Otak

Luka memar otak adalah memar di otak, biasanya disebabkan oleh pukulan kuat yang langsung ke kepala. Luka goresan otak adalah goresan di jaringan otak, disebabkan oleh objek asing atau didorong oleh pecahan tulang dari tengkorak yang pecah.


* Kecelakaan kendaraan bermotor dan pukulan ke kepala adalah penyebab utama memar dan goresan jaringan otak.

* Gejala ringan atau hebat cedera kepala terjadi.
* Computed tomography dilakukan.
* Orang diperiksa di rumah sakit dan kadang-kadang pembedahan diperlukan.

Luka memar otak dan luka goresan terlobat dalam kerusakan otak struktural dan bila lebih serius dapat gegar otak. Luka memar mungkin disebabkan oleh percepatan mendadak otak yang diikuti sentakan - seperti disebabkan pukulan kuat ke kepala atau oleh perlambatan mendadak yang terjadi ketika kepala terbentur pada objek yang tak dapat dipindah (seperti pada benturan kecelakaan kendaraan bermotor dari depan). Otak bisa rusak di titik terkenanya dan di seberang pukulan di dalam tengkorak. Luka memar dan luka goresan bisa menyebabkan pendarahan atau pembengkakan di otak.

GEJALA

Luka memar dan luka goresan mungkin sangat kecil, menyebabkan kerusakan minimal di otak, dengan sedikit gejala atau gejala cedera kepala minor. Tetapi, dengan luka yang lebih besar, atau jika bengkak atau pendarahan hebat dari luka kecil, orang mungkin mempunyai gejala cedera kepala hebat. Misalnya, orang sering tidak sadar untuk waktu pendek (seperti beberapa menit atau kurang) atau lebih panjang. Kalau bangun, orang sering mengantuk, bingung, resah, atau gelisah. Mereka juga mungkin mengalami muntah, pingsan, atau tidak seimbang atau koordinasi. Kemampuan untuk berpikir, menguasai emosi, bergerak, merasa, berbicara, melihat, mendengar, dan mengingat mungkin terhalang. Luka yang lebih hebat menyebabkan pembengkakan dalam otak, kerusakkan jaringan otak berlanjut. Herniation otak mungkin terjadi, kadang-kadang akibatnya menjadi ke koma.

DIAGNOSA

Dokter melakukan CT scan untuk membuat diagnosa luka memar atau luka goresan. Jika pendarahan dan pembengkakan adalah kecil, orang diopname dan diperiksa, biasanya selama sekitar seminggu. Jika pendarahan hebat, dokter mengobati mereka seolah-olah mereka mempunyai cedera kepala hebat. Sering orang ditempatkan di ICU. Dokter menjaga tingkat tekanan darah dan oksigen dan karbon dioksida darah di tingkat yang diinginkan. Mereka mungkin memberi oksigen tambahan, ventilasi mesin, pereda rasa sakit, dan bius. Demam dan pingsan diobati.

PENGOBATAN

Untuk mengukur tekanan di otak, dokter mungkin menanamkan alat pengukur tekanan di dalam tengkorak atau sisipan pipa ke dalam salah satu tempat dalam (ventrikel) dalam otak. Jika pendarahan menyebabkan herniation, darah mungkin perlu disingkirkan dengan pembedahan untuk mencegah tekanan otak. Tetapi, jika menyingkirkan darah juga jaringan otak, lalu fungsi otak pada akhirnya dapat menjadi cacat.(medicastore)

Friday, December 4, 2009

Hati-hati Gegar Otak

Gegar otak adalah perubahan yang disebabkan oleh luka pada fungsi mental atau tingkat kesadaran yang terlibat kehilangan kesadaran, bisa terjadi tanpa kerusakan nyata pada struktur otak, dan bertahan kurang dari 6 jam.

Orang yang mengalami gegar otak untuk sementara bengong atau sedikit bingung. Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa mereka sudah mengalami gegar otak. Kesadaran mungkin hilang untuk waktu yang singkat, jarang lebih dari 15 menit. Kenangan untuk peristiwa baru saja sebelum atau baru saja sesudah terjadinya luka mungkin hilang.

Tahukah Anda

Sakit kepala, pening, kepenatan, kenangan buruk, ketidakmampuan untuk memusatkan pikiran, sifat lekas marah, depresi, dan kegelisahan biasa terjadi setelah gegar otak.

Kemudian, penderita mungkin mengalami sakit kepala, sensasi berputar, sakit kepala ringan, kepenatan, kenangan buruk, ketidakmampuan untuk memusatkan pikiran, sifat lekas marah, depresi, dan kegelisahan. Gejala ini dianggap sindrom post-gegar otak. Penderita dapat mengalami cacat berpikir, khususnya penderita yang mempunyai masalah emosional sebelum gegar otak. Gejala sindrom post-gegar otak biasa terjadi selama seminggu sesudah gegar otak dan umumnya sembuh pada minggu kedua. Tetapi, kadang-kadang, gejala berlanjut berbulan-bulan atau, jarang, bertahun-tahun. Orang yang sudah mengalami gegar otak juga kelihatannya menjadi lebih rentan dengan luka lainnya, terutama jika luka baru terjadi sebelum gejala dari gegar otak sebelumnya betul-betul sudah hilang.


DIAGNOSA


Untuk mendiagnosa gegar otak, dokter perlu meyakinkan struktur otak tidak rusak. Dilakukan dengan menggunakan computed tomography (CT scan), magnetic resonance imaging (MRI), atau keduanya. Jika tidak ada kerusakan otak struktural, hanya gejala perlu dioabti. Untuk gegar otak, acetaminophen diberi untuk rasa sakit. Aspirin dan obat antiinflamsi nonsteroid (NSAIDS)seharusnya tidak digunakan karena mengganggu pembekuan darah dan dapat mengakibatkan pendarahan dari saluran darah yang rusak. Istirahat adalah pengoabatn terbaik untuk gegar otak.

PENGOBATAN

Pengobatan untuk post-gegar otak sindrom berdasarkan keparahan gejala. Istirahat dan observasi melekat sangat penting. Orang yang mengalami kesulitan emosional mungkin memerlukan psikoterapi. Gegar otak berulang dapat menambah risiko penderita di masa mendatang menjadi dementia, penyakit Parkinson, dan depresi. Orang sebaiknya tidak kembali pada olahraga kontak tubuh setelah gegar otak sampai semua efek sakit sudah hilang dan evaluasi kedokteran sudah selesai. (medicastore)

Ada apa dengan Tumor Otak

Tumor Otak Benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas.



Tumor Otak Maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.





Beberapa jenis tumor otak jinak bisa tumbuh di dalam otak dan diberi nama sesuai dengan sel atau jaringan asalnya:


- Schwannoma berasal dari sel Schwann yang membungkus persarafan

- Ependimoma berasal dari sel yang membatasi bagian dalam otak

- Meningioma berasal dari meningen (jaringan yang melapisi bagian luar otak)

- Adenoma berasal dari sel-sel kelenjar

- Osteoma berasal dari struktur tulang pada tengkorak

- Hemangioblastoma berasal dari pembuluh darah.



Tumor otak jinak yang bisa merupakan kelainan bawaan adalah:

- Kraniofaringioma

- Kordoma

- Germinoma

- Teratoma

- Kista dermoid

- Angioma.



Meningioma biasanya jinak, tetapi bisa kambuh setelah diangkat.

Tumor ini lebih sering ditemukan pada wanita dan biasanya muncul pada usia 40-60 tahun, tetapi tidak tertutup kemungkinan muncul pada masa kanak-kanak atau pada usia yang lebih lanjut.

Gejala dan kemungkinan diturunkannya tumor ini tergantung kepada ukuran, kecepatan pertumbuhan dan lokasinya di otak. Jika tumbuh sangat besar, bisa menyebabkan kemunduran mental seperti demensia (pikun).



Tumor ganas otak yang paling sering terjadi merupakan penyebaran dari kanker yang berasal dari bagian tubuh yang lain.

Kanker payudara dan kanker paru-paru, melanoma maligna dan kanker sel darah (misalnya leukemia dan limfoma) bisa menyebar ke otak.

Penyebaran ini bisa terjadi pada satu area atau beberapa bagian otak yang berbeda.



Tumor otak primer berasal dari dalam otak, yang terdiri dari:

- Glioma berasal dari jaringan yang mengelilingi dan menyokong sel-sel saraf, beberapa diantaranya bersifat ganas

- Glioblastoma multiformis merupakan jenis yang paling sering ditemukan

- Astrositoma anaplastik, pertumbuhannya sangat cepat

- Astrositoma, pertumbuhannya lambat

- Oligodendroglioma

- Meduloblastoma, jarang terjadi, biasanya menyerang anak-anak sebelum mencapai pubertas

- Sarkoma dan adenosarkoma merupakan kanker yang jarang terjadi, yang tumbuh dari struktur selain sel saraf.





Tumor otak yang berasal dari sistem saraf



Jenis Tumor

Asal

Status Keganasan

Persentase Dari Semua Tumor Otak

Yang Sering Terkena

Kordoma

Sel saraf dari kolumna spinalis

Jinak tetapi invasif

Kurang dari 1%

Dewasa

Tumor sel germ

Sel-sel embrionik

Ganas atau jinak

1%

Anak-anak

Glioma (glioblastoma multiformis, astrositoma, oligodendtrositoma)

Sel-sel penyokong otak, termasuk astrosit & oligodendrosit

Ganas atau relatif jinak

65%

Anak-anak & dewasa

Hemangioblastoma

Pembuluh darah

Jinak

1-2%

Anak-anak & dewasa

Meduloblastoma

Sel-sel embrionik

Ganas

Anak-anak

Meningioma

Sel-sel dari selaput yg membungkus otak

Jinak

20%

Dewasa

Osteoma

Tulang tengkorak

Jinak

2&

Anak-anak & dewasa

Osteosarkoma

Tulang tengkorak

Ganas

Kurang dari 1%

Anak-anak & dewasa

Pinealoma

Sel-sel di kelenjar pinealis

Jinak

1%

Anak-anak

Adenoma hipofisa

Sel-sel epitel hipofisa

Jinak

2%

Anak-anak & dewasa

Schwannoma

Sel Schwann yg membungkus persarafan

Jinak

3%

Dewasa







GEJALA

Baik pada tumor jinak maupun ganas, gejalanya timbul jika jaringan otak mengalami kerusakan atau otak mendapat penekanan.

Jika tumor otak merupakan penyebaran dari tumor lain, maka akan timbul gejala yang berhubungan dengan kanker asalnya. Misalnya batu berlendir dan berdarah terjadi pada kanker paru-paru, benjolan di payudara bisa terjadi pada kanker payudara.



Gejala dari tumor otak tergantung kepada ukuran, kecepatan pertumbuhan dan lokasinya.

Tumor di beberapa bagian otak bisa tumbuh sampai mencapai ukuran yang cukup besar sebelum timbulnya gejala; sedangkan pada bagian otak lainnya, tumor yang berukuran kecilpun bisa menimbulkan efek yang fatal.



Gejala awal dari tumor otak seringkali berupa sakit kepala.

Sakit kepala karena tumor sering kambuh atau dirasakan terus menerus, hebat, bisa terjadi pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah mengalami sakit kepala, terjadi pada malam hari dan tetap ada sampai terbangun.



Gejala awal lainnya yang sering ditemukan adalah gangguan keseimbangan dan koordinasi, pusing dan penglihatan ganda.



Gejala lanjut bisa berupa mual dan muntah, demam yang hilang-timbul serta denyut nadi dan laju pernafasan yang abnormal cepat atau lambat.

Sebelum akhirnya meninggal, terjadi fluktuasi hebat dari tekanan darah.



Beberapa tumor otak menyebabkan kejang.

Kejang lebih sering terjadi pada tumor otak jinak, meningioma dan kanker yang pertumbuhannya lambat.



Tumor bisa menyebabkan lengan atau tungkai pada salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh dan bisa mempengaruhi kemampuan untuk merasakan panas, dingin, tekanan, sentuhan ringan atau benda tajam.

Tumor juga bisa mempengaruhi pendengaran, penglihatan dan penciuman.



Penekanan pada otak bisa menyebabkan perubahan kepribadian dan menyebabkan penderita merasa mengantuk, linglung dan tidak mampu berfikir.

Gejala ini sangat serius dan memerlukan penanganan medis segera.



Astrositoma & Oligodendroglioma



Astrositoma dan oligodendroglioma merupakan tumor yang pertumbuhannya lambat dan mungkin hanya menyebabkan kejang.

Jika lebih ganas (astrositoma anaplastik dan oligodendroglioma anaplastik) bisa menyebabkan kelainan fungsi otak, seperti kelemahan, hilangnya rasa dan langkah yang goyah.

Astrositoma yang paling ganas adalah glioblastoma multiformis, yang tumbuh sangat cepat sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam otak dan menyebabkan sakit kepala, berfikir menjadi lambat dan rasa ngantuk atau bahkan koma.



Meningioma



Tumor jinak yang berasal dari selaput yang membungkus otak (meningen) bisa menyebabkan berbagai gejala yang tergantung kepada lokasi pertumbuhannya.

Bisa terjadi kelemahan atau mati rasa, kejang, gangguan penciuman, penonjolan mata dan gangguan penglihatan.

Pada penderita lanjut usia bisa menyebabkan hilang ingatan dan kesulitan dalam berfikir, mirip dengan yang terjadi pada penyakit Alzheimer.



Tumor Pinealis



Kelenjar pinealis terletak di pertengahan otak, yang berfungsi mengatur jam biologis tubuh, terutama pada siklus normal diantara bangun dan tidur.

Tumor pinealis atipikal (tumor sel germ) paling sering terjadi pada masa kanak-kanak dan seringkali menyebabkan pubertas dini.

Tumor ini bisa merusak pengaliran cairan di sekitar otak, sehingga terjadi pembesaran otak dan tengkorak (hidrosefalus) dan kelainan fungsi otak yang serius.



Tumor Kelenjar Hipofisa



Kelenjar hipofisa terletak di dasar tengkorak, berfungsi mengatur sistem endokrin tubuh.

Tumor kelenjar hipofisa biasanya jinak dan secara abnormal menghasilkan sejumlah besar hormon hipofisa:

- Peningkatan kadar hormon pertumbuhan yang berlebihan menyebabkan gigantisme (tumbuh sangat tinggi) atau akromegali (pembesaran yang tidak proporsional dari kepala, wajah, tangan, kaki dan dada)

- Peningkatan kadar kortikotropin menyebabkan sindroma Cushing

- Peningkatan kadar TSH (thyroid-stimulating hormone) menyebabkan hipertiroidisme

- Peningkatan kadar prolaktin menyebabkan amenore (terhentinya siklus menstruasi), galaktore (pembentukan ASI pada wanita yang tidak sedang menyusui) dan ginekomastia (pembesaran payudara pada pria).

Tumor kelenjar hipofisa juga bisa erusak jaringan yang menghasilkan hormon, yang pada akhirnya akan menyebabkan kekurangan hormon dalamtubuh.

Gejala lainnya bisa berupa sakit kepala dan hilangnya lapang pandang luar pada kedua mata.



DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.



Rontgen tulang tengkorak dan otak hanya memberikan sedikit gambaran mengenai tumor otak.

Semua jenis tumor otak biasanya bisa terlihat pada CT scan atau MRI, yang juga bisa menentukan ukuran dan letaknya yang pasti.



Tumor hipofisa biasanya ditemukan jika telah menekan saraf penglihatan.

Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hormon hipofisa yang abnormal dan tumor biasanya bisa didiagnosis dengan CT scan atau MRI.



Biopsi dilakukan untuk menentukan jenis tumor dan sifatnya (ganas atau jinak).



Kadang pemeriksaan mikroskopik dari cairan serebrospinal yang diperoleh melalui pungsi lumbal, bisa menunjukkan adanya sel-sel kanker.

Jika terdapat peningkatan tekanan di dalam tengkorak, maka tidak dapat dilakukan pungsi lumbal karena perubahan tekanan yang tiba-tiba bisa menyebabkan herniasi.

Pada herniasi, tekanan yang meningkat di dalam tengkorak mendorong jaringan otak ke bawah melalui lubang sempit di dasar tengkorak, sehingga menekan otak bagian bawah (batang otak). Sebagai akibatnya, fungsi yang dikendalikan oleh batang otak (pernafasan, denyut jantung dan tekanan darah) akan mengalami gangguan. Jika tidak segera diatasi, herniasi bisa menyebabkan koma dan kematian.



PENGOBATAN

Pengobatan tumor otak tergantung kepada lokasi dan jenisnya.

Jika memungkinkan, maka tumor diangkat melalui pembedahan.



Pembedahan kadang menyebabkan kerusakan otak yang bisa menimbulkan kelumpuhan parsial, perubahan rasa, kelemahan dan gangguan intelektual.

Tetapi pembedahan harus dilakukan jika pertumbuhannya mengancam struktur otak yang penting.



Meskipun pengangkatan tumor tidak dapat menyembuhkan kanker, tetapi bisa mengurangi ukuran tumor, meringankan gejala dan membantu menentukan jenis tumor serta pengobatan lainnya.



Beberapa tumor jinak harus diangkat melalui pembedahan karena mereka terus tumbuh di dalam rongga sempit dan bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah atau kematian.

Meningioma, schwannoma dan ependimoma biasanya diangkat melalui pembedahan. Setelah pembedahan kadang dilakukan terapi penyinaran untuk menghancurkan sel-sel tumor yang tersisa.



Tumor ganas diobati dengan pembedahan, terapi penyinaran dan kemoterapi.

Terapi penyinaran dimulai setelah sebanyak mungkin bagian tumor diangkat melalui pembedahan. Terapi penyinaran tidak dapat menyembuhkan tumor, tetapi membantu memperkecil ukuran tumor sehingga tumor dapat dikendalikan.

Kemoterapi digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker otak.

Kanker otak primer maupun kanker otak metastatik memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi.



Jika terjadi peningkatan tekanan di dalam otak, diberikan suntikan mannitol dan kortikosteroid untuk mengurangi tekanan dan mencegah herniasi.



Pengobatan kanker metastatik tergantung kepada sumber kankernya.

Sering dilakukan terapi penyinaran.

Jika penyebarannya hanya satu area, maka bisa dilakukan pembedahan.





PROGNOSIS



Meskipun diobati, hanya sekitar 25% penderita kanker otak yang bertahan hidup setelah 2 tahun.



Prognosis yang lebih baik ditemukan pada astrositoma dan oligodendroglioma, dimana kanker biasanya tidak kambuh dalam waktu 3-5 tahun setelah pengobatan.



Sekitar 50% penderita meduloblastoma yang diobati bertahan hidup lebih dari 5 tahun.



Pengobatan untuk kanker otak lebih efektif dilakukan pada:

- penderita yang berusia dibawah 45 tahun

- penderita astrositoma anaplastik

- penderita yang sebagian atau hampir seluruh tumornya telah diangkat melalui pembedahan. (sumber : medicastore)

Wednesday, December 2, 2009

Tumor Medula Spinalis

Tumor Medula Spinalis adalah massa dari pertumbuhan jaringan yang baru di dalam medula spinalis, bisa bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna).

Tumor yang berasal dari medula spinalis disebut tumor primer, sedangkan tumor yang berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya disebut tumor sekunder.
Tumor medula spinalis lebih jarang ditemukan dan jarang terjadi pada anak-anak.


Hanya sekitar 10% tumor medula spinalis primer yang berasal dari sel-sel saraf di dalam medula spinalis.

Duapertiga merupakan meningioma (berasal dari sel-sel meningen yang melapisi otak dan medula spinalis) dan schwannoma (berasal dari sel Schwann, yang membungkus persarafan); keduanya adalah tumor jinak.

Yang merupakan tumor ganas adalah:
- Glioma (berasal dari sel-sel di dalam medula spinalis)
- Sarkoma (berasal dari jaringan ikat di dalam medula spinalis).

Neurofibroma merupakan sejenis schwannoma dimana sel Schwann berkembang menjadi tumor, juga bisa berasal dari medula spinalis yang merupakan bagian dari penyakit von Recklinghausen.

Tumor di bagian tubuh lainnya yang bisa menyebar ke medula spinalis atau struktur di sekitarnya adalah dari paru-paru, payudara, kelenjar prostat, ginjal atau tiroid.
Limfoma juga bisa menyebar ke medula spinalis.

GEJALA
Tumor medula spinalis biasanya menyebabkan gejala karena menekan saraf-saraf.
Penekanan pada akar saraf (bagian saraf yang keluar dari medula spinalis) bisa menyebabkan nyeri, mati rasa, kesemutan dan kelemahan.

Penekanan pada medula spinalisnya sendiri bisa menyebabkan kekakuan, kelemahan, gangguan koordinasi dan berkurangnya rasa atau rasa yang abnormal.

Tumor juga bisa menyebabkan kesulitan berkemih, hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih atau sembelit.

DIAGNOSA
Orang-orang yang memiliki kemungkinan menderita tumor medula spinalis adalah:
- penderita kanker di bagian tubuh lainnya
- mengeluhkan nyeri di daerah kolumna spinalis tertentu
- mengalami kelemahan, kesemutan atau gangguan koordinasi.

Untuk menilai struktur dari medula dan kolumna spinalis dilakukan pemeriksaan MRI.

Untuk menentukan jenis tumornya harus dilakukan biopsi (pengambilan contoh tumor untuk diperiksa dibawah mikroskop).

PENGOBATAN
Beberapa tumor medula dan kolumna spinalis dapat diangkat melalui pembedahan.
Tumor lainnya diobati dengan terapi penyinaran atau kombinasi pembedahan dengan penyinaran.

Jika sebuah tumor menekan medula spinalis atau struktur di sekitarnya, maka diberikan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan mempertahankan fungsi saraf.

PROGNOSIS

Penyembuhan biasanya tergantung kepada besarnya kerusakan yang terjadi dan kedalaman pertumbuhan tumor ke dalam medula spinalis.

Pada sekitar 50% penderita, setelah pengobatan gejalanya tetap ada. (medicastore)

Neurofibromatosis : Benjolan di kulit dari jaringan saraf

Neurofibromatosis (penyakit von Recklinghausen) adalah penyakit yang ditularkan secara genetik, dimana neurofibroma muncul pada kulit dan bagian tubuh lainnya.

Neurofibroma adalah benjolan seperti daging yang lembut, yang berasal dari jaringan saraf.

Neurofibroma merupakan pertumbuhan dari sel Schwann (penghasil selubung saraf atau mielin) dan sel lainnya yang mengelilingi dan menyokong saraf-saraf tepi (saraf perifer, saraf yang berada diluar otak dan medula spinalis).
Pertumbuhan ini biasanya mulai muncul setelah masa pubertas dan bisa dirasakan dibawah kulit sebagai benjolan kecil.


GEJALA

Sekitar sepertiga penderita tidak mengeluhkan adanya gejala dan penyakit ini pertama kali terdiagnosis ketika pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan dibawah kulit, di dekat saraf.

Pada sepertiga penderita lainnya penyakit ini terdiagnosis ketika penderitanya berobat untuk masalah kosmetik.
Tampak bintik-bintik kulit yang berwarna coklat (bintik caf? au lait) di dada, punggung, pinggul, sikut dan lutut.
Bintik-bintik ini bisa ditemukan pada saat anak lahir atau baru timbul pada masa bayi.
Pada usia 10-15 tahun mulai muncul berbagai ukuran dan bentuk neurofibromatosis di kulit.
Jumlahnya bisa kurang dari 10 atau bisa mencapai ribuan.

Bintik caf?-au lait berukuran besar

Pada beberapa penderita, pertumbuhan ini menimbulkan masalah dalam kerangka tubuh, seperti kelainan lengkung tulang belakang (kifoskoliosis), kelainan bentuk tulang iga, pembesaran tulang panjang pada lengan dan tungkai serta kelainan tulang tengkorak dan di sekitar mata.

Sepertiga sisanya memiliki kelainan neurologis.

Neurofibromatosis bisa mengenai setiap saraf tubuh tetapi sering tumbuh di akar saraf spinalis.
Neurofibroma menekan saraf tepi sehingga mengganggu fungsinya yang normal.

Neurofibroma yang mengenai saraf-saraf di kepala bisa menyebabkan kebutaan, pusing, tuli dan gangguan koordinasi.
Semakin banyak neurofibroma yang tumbuh, maka semakin kompleks kelainan saraf yang ditimbulkannya.

Jenis neurofibromatosis yang lebih jarang adalah neurofibromatosis jenis 2, dimana terjadi pertumbuhan tumor di telingan bagian dalam (neuroma akustik).
Tumor ini bisa menyebabkan tuli dan kadang pusing pada usia 20 tahun.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Belum ada pengobatan yang dapat menghentikan perkembangan neurofibromatosis maupun menyembuhkannya.

Benjolan biasanya dapat dibuang melalui pembedahan atau diperkecil dengan terapi penyinaran.
Jika tumbuh mendekati saraf, maka sarafnya juga harus diangkat.

PENCEGAHAN
Neurofibromatosis merupakan penyakit keturunan, karena itu dianjurkan untuk melakukan konsultasi genetik pada penderita yang merencanakan untuk memiliki keturunan.(medicastore)

Sindroma Paraneoplastik

Sindroma Paraneoplastik adalah efek pada berbagai fungsi tubuh yang timbul di tempat yang jauh dari kanker (paling sering pada kanker paru-paru dan indung telur), seringkali menyerang sistem saraf.


PENYEBAB


Seberapa jauh tepatnya kanker bisa mempengaruhi sistem saraf, masih belum dimengerti sepenuhnya.

Beberapa kanker melepaskan zat-zat ke dalam aliran darah yang menyebabkan kerusakan jaringan melalui terjadinya reaksi autoimun.

Kanker lainnya melepaskan zat-zat yang secara langsung mempengaruhi fungsi sistem saraf atau menghancurkan beberapa bagian dari sistem saraf.

GEJALA

Sindroma paraneoplastik bisa menyebabkan sejumlah gejala neurologis, seperti pikun, perubahan suasana hati, kejang, kelemahan angota gerak atau seluruh tubuh, mati rasa, kesemutan, gangguan koordinasi, pusing, penglihatan ganda dan kelainan gerakan mata.

Efek yang paling sering terjadi adalah polineuropati, yaitu kelainan fungsi pada saraf tepi (saraf perifer, saraf yang berada di luar otak dan medula spinalis).
Penderita merasakan kelemahan, hilangnya rasa dan refleksnya menurun.
Dengan mengobati kanker, kadang polineuropati bisa mengalami perbaikan.

Bentuk polineuropati yang jarang terjadi adalah neuropati sensorik subakut, yang kadang timbul sebelum kankernya terdiagnosis.
Penderita merasakan hilangnya rasa dan gangguan koordinasi, disertai kelemahan yang ringan.

Zat-zat yang dihasilkan oleh kanker bisa menimbulkan efek yang berbeda.
Kanker payudara dan indung telur kadang menghasilkan zat yang tampaknya merangsang suatu autoantibodi untuk menghancurkan otak kecil (serebelum) dan menyebabkan degenerasi sereberal subakut.
Gejalanya berupa langkah goyah, gangguan koordinasi lengan dan tungkai, kesulitan dalam berbicara, pusing dan penglihatan ganda; yang bisa muncul beberapa minggu, bulan bahkan tahun sebelum kankernya terdiagnosis.
Degenerasi serebelar subakut biasanya akan bertambah parah dalam waktu beberapa minggu atau bulan.
Sebelum kankernya ditemukan, penyakit ini sulit terdiagnosis, walaupun hasil pemeriksaan CT scan dan MRI menunjukkan hilangnya jaringan otak di serebelum.
Kadang penyakit ini menunjukkan perbaikan, setelah kankernya terobati.

Neuroblastoma (kanker pada masa kanak-kanak) kadang menyebabkan gejala yang ditandai dengan pergerakan mata yang tak terkendali dan terjadi secara tiba-tiba.
Juga terjadi gangguan koordinasi disertai kekakuan, kejang dan kontraksi otot di seluruh tubuh, lengan dan tungkai.
Gejala tersebut seringkali berkurang jika kankernya diobati atau jika diberikan kortikosteroid (misalnya prednison).

Penyakit Hodgkin kadang secara tidak langsung mempengaruhi sel-sel saraf di medula spinalis dan menyebabkan kelemahan lengan dan tungkai dengan pola yang menyerupai polineuropati akut.
Keadaan ini biasanya diatasi dengan pemberian kortikosteroid.

Sindroma Eaton Lambert adalah sindroma paraneoplastik yang menyerupai miastenia gravis, yang bisa terjadi pada penderita kanker paru-paru.
Sindroma ini melibatkan antibodi yang mempengaruhi neurotransmiter (zat yang menghubungkan saraf dan otot).
Kelemahan bisa terjadi sebelum, selama atau setelah kankernya terdiagnosis. Kadang tidak ditemukan kanker sama sekali.
Penderita juga bisa merasakan kelelahan, nyeri dan kesemutan di lengan dan tungkai, mulut kering, kelopak mata menutup dan impotensi.
Refleks normal (misalnya refleks KPR) bisa menurun atau bahkan tidak ada sama sekali.

Gejala sindroma Eaton-Lambert akan menghilang jika kankernya diobati.
Kelemahan bisa berkurang dengan pemberian guanidin (obat yang merangsang saraf untuk menghasilkan zat-zat yang merangsang otot). Tetapi guanidin memiliki efek sampng yang serius, yaitu kerusakan pada sumsum tulang dan hati.
Pengobatan lainnya adalah plasmaferesis (pembuangan bahan-bahan racun dari dalam darah) dan pemberian kortikosteroid.

Kanker juga bisa menyebabkan kelemahan secara langsung pada otot.
Dermatomiositis dan polimiositis merupakan kelemahan otot pada batang tubuh.
Pada hidung dan pipi penderita tampak ruam keunguan dan terjadi pembengkakan di sekitar mata (ruam heliotrop).
Penyakit ini paling sering terjadi pada usia diatas 50 tahun, tetapi kadang menyerang orang-orang yang tidak menderita kanker.
Pengobatan dengan kortikosteroid (misalnya prednison) kadang efektif. (medicastore)